
"Kau kenapa Olive?" kata Kenan kemudian langsung mengikuti Olivia berlari menuju ke kamarnya.
Sedangkan Olivia kini tampak menangis dengan begitu tersedu-sedu. 'Kau jahat Kenan, jadi inilah jawabannya kenapa pernikahan kita sekarang begitu hampa? Jadi ini jawabannya kenapa kau sekarang begitu sibuk?' kata Olivia dalam hati.
Tiba-tiba ponsel Olivia pun berbunyi. Sebuah pesan dari nomor tanpa nama masuk ke ponselnya. Hati Olivia pun semakin hancur saat melihat pesan yang dikirimkan adalah sebuah foto saat Kenan sedang berpelukan dengan seorang wanita cantik. Tubuh Olivia terasa begitu lemas hingga terjatuh di atas lantai. Air mata kini mengalir begitu deras, dadanya pun kian begitu sesak.
Kenan yang masuk ke dalam kamar begitu terkejut melihat kondisi Olivia saat ini, dia langsung menghambur ke arah Olivia dan memeluknya.
"Kau kenapa Olive? Apa sebenarnya yang sudah terjadi padamu?"
"Cukup Kenan, kau tidak usah berpura-pura lagi. Jika kau sudah tidak menginginkan pernikahan ini, kita akhiri saja pernikahan ini!"
"Kau kenapa Olive? Kenapa tiba-tiba kau berkata seperti itu? Aku sangat mencintaimu! Tidak mungkin aku mengakhiri pernikahan kita!"
"Cinta katamu? Jangan munafik Kenan, aku sudah tahu semua yang kau lakukan di belakangku!"
"Apa maksudmu Olivia aku sungguh tak mengerti?"
"Jadi kau belum sadar juga Kenan? Kau selama ini selalu sibuk di luar dan jarang menghabiskan waktumu bersamaku dan anak-anak kita karena kau sudah memiliki wanita lain kan?"
"Wanita? Wanita siapa Olivia?"
"Oh jadi kau belum mau mengakuinya, lihat ini Kenan.!"kata Olivia sambil memperlihatkan ponselnya yang berisi foto Kenan dan Yasmine saat sedang berpelukan. Kenan pun melihat foto itu dengan seksama lalu mengusap kasar wajahnya.
"Astaga Olive, itu tidak seperti yang kau bayangkan. Saat keluar dari ruang rapat Yasmine terpleset dan aku reflek menangkap tubuhnya."
"Tidak usah banyak alasan Kenan. Lihat juga noda lisptik di kemejamu, apa belum cukup membuktikan semua yang kau lakukan di belakangku!"
"Olivia, noda lipstik ini kemungkinan menempel saat aku sedang menangkap tubuhnya. Percayalah padaku Olive, kau bisa menanyakan pada semua karyawan di kantor mengenai kejadian yang sebenarnya. Apa perlu sekarang kutelpon Syifa sekretarisku agar kau bisa menanyakan kejadian yang sebenarnya?"
Olivia pun hanya terdiam, air mata masih mengalir di wajahnya. Namun hatinya kini terasa begitu kalut, rasa sakit yang dirasakannya terasa begitu menusuk hatinya namun dalam hati kecilnya ada suatu bisikan agar dia mempercayai perkataan Kenan. Melihat Olivia yang kini tampak lebih tenang, Kenan pun mendekat ke arah Olivia dan mencoba memeluknya.
__ADS_1
"Olive, tolong percayalah padaku. Aku sangatlah mencintaimu, aku tidak akan mungkin mengkhianatimu dengan wanita lain. Maafkan aku jika selama ini aku terlalu sibuk dan mengabaikanmu. Maafkan aku Olivia, aku berjanji mulai hari ini aku akan lebih memperhatikan dirimu dan anak-anak kita." kata Kenan sambil memeluk dan membelai rambut Olivia.
"Olive tolong percaya padaku, aku akan melakukan apapun agar kau bisa mempercayaiku."
"Lepaskan aku Kenan, aku butuh waktu untuk memikirkan semua ini." kata Olivia sambil melepaskan pelukan Kenan kemudian keluar dari kamarnya.
"Oh s*it!!!" teriak Kenan.
Olivia pun mendekat pada Laurie yang tengah asyik bermain bersama Gisa. "Mama, malam ini Olivia menginap di rumah kak Calista. Olive titip Vansh ya Ma."
"Kenapa mendadak sekali Olive? Apa sesuatu telah terjadi?"
"Tidak ada apa-apa Ma. Leo sedang pergi keluar kota jadi Kak Callista memintaku untuk menemaninya."
"Oh iya, Olive. Berhati-hatilah." kata Gisa
Olivia bersama Laurie pun bergegas keluar dari dalam rumah. "Kita mau kemana mommy?" tanya Laurie saat di dalam mobil.
"Ke rumah aunty Calista."
"Sebentar, mommy belikan air untukmu ya sayang." kata Olivia kemudian mengendarai mobilnya ke sebuah mini market.
Laurie pun turun dari dalam mobil sambil berlari kecil masuk ke dalam mini market. Olivia pun tersenyum saat melihat Laurie yang kini terlihat bingung melihat deretan minuman dan makanan yang ingin dibelinya. Saat tengah asyik melihat tingkah Laurie tiba-tiba Olivia dikejutkan oleh suara seseorang yang memanggilnya.
"Olive."
"Oh Ilham."
"Ini sudah malam Olive, kenapa kau masih di luar? Apa Kenan tidak mencarimu?"
Olivia pun hanya tersenyum mendengar pertanyaan Ilham.
__ADS_1
"Emh Ilham bolehkah kutanyakan sesuatu padamu?"
"Ya Olive, ada apa?"
"Aku ingin tahu mengenai sikap Kenan di kantor, apa kau bisa menceritakan sedikit padaku?"
"Emh Kenan baik, dia juga ramah pada semua orang."
"Emhhh bukan itu maksudku, Ilham. Apa pernah ada yang membicarakan tentang kedekatan Kenan dengan salah seorang partner bisnisnya?"
Ilham pun tersenyum kecut dan terlihat sedikit canggung.
"Ilham kau tak perlu sungkan padaku, katakan saja yang sebenarnya, apa yang kau tahu mengenai Kenan?" kata Olivia dengan raut wajah cemas.
"Emh e... Begini Olive, aku hanyalah karyawan baru di kantor Kenan jadi tidak terlalu mengetahui yang sebenarnya terjadi, hanya saja ada beberapa karyawan yang bercerita jika Kenan kini sedang menjalin hubungan dengan salah satu klien bisnisnya." jawab Ilham dengan sedikit ragu.
Olivia pun menutup mulutnya, hatinya kian begitu hancur mendengar perkataan Ilham, air mata pun kini mulai mengalir di wajahnya.
"Apa kau baik-baik saja Olive?" tanya Ilham.
"Iya Ilham. Terimakasih, aku pulang dulu." kata Olivia sambil menggandeng Laurie berjalan ke kasir untuk membayar barang belanjaan mereka kemudian pergi dari mini market itu.
Melihat Olivia yang kini tampak begitu hancur, Ilham pun tersenyum. 'Olive, aku sudah mencintaimu sejak dulu, saat kita masih kecil. Kau adalah wanita yang begitu baik dan berhati lembut sehingga membuatku begitu tergila-gila padamu, sebenarnya aku ingin melupakanmu dan menjalani pernikahanku dengan Rima tapi ternyata sikap Rima sangatlah jauh dari yang kupikirkan. Dia bahkan telah begitu menyakiti hatiku, dan sekarang aku akan merebut kembali cinta pertamaku dan membalas semua sakit hatiku pada Rima.' kata Ilham dalam hati sambil melihat kepergian Olivia.
"Bahkan aku sudah memperhitungkan semua ini dan mulai mengikutimu sejak kau keluar dari dalam rumahmu, aku sengaja mengikutimu untuk membuat kau semakin ragu pada Kenan. Hahahaha." kata Ilham sambil tersenyum menyeringai.
Sementara Kenan di rumah tampak begitu panik, awalnya dia berfikir jika Olivia meninggalkannya untuk bermain bersama Vansh dan Laurie di kamar mereka. Namun sampai malam, Kenan tidak melihat Olivia di dalam rumah, dia pun kemudian mencari Olivia ke seluruh ruangan namun tidak menemukannya. Beberapa kali dia menelepon ponsel Olivia namun Olivia pun tidak mengangkat teleponnya ataupun membalas pesannya.
"Hei Kenan, kenapa kau terlihat panik?" tanya Gisa.
"Mama tahu dimana Olivia?"
__ADS_1
"Bukankah dia ke rumah Callista? Tadi dia ijin pada Mama untuk pergi ke rumah Callista. Apa sebenarnya yang sudah terjadi pada kalian berdua sampai kau tidak tahu keberadaan Olivia?"
"Jadi Olive pergi ke rumah Callista? Aku harus ke sana secepatnya." kata Kenan sambil bergegas pergi dari rumah.