Salah Kamar

Salah Kamar
Menghamili Putriku


__ADS_3

"JANGAN DIAM SAJA, VALLEN!! KATAKAN PADA MAMA SIAPA YANG SUDAH MENGHAMILIMU!!"


"Ma, ini hanya salah paham ma."


"SALAH PAHAM BAGAIMANA? KAU PIKIR MAMA BODOH VALLEN!! SEJAK TADI MALAM KAU MUNTAH-MUNTAH, TUBUHMU LEMAS, WAJAHMU PUCAT DAN KEPALAMU PUSING KAN? LALU SEKARANG ADA TASPACK INI DI ATAS SOFA, APA INI BELUM BISA MENUNJUKKAN JIKA KAU SEDANG HAMILLLL, VALEENNNNN!!"


"Sekarang katakan pada mama, siapa yang sudah menghamilimu?"


Mendengar teriakan Nurma, Vallen hanya menundukkan kepalanya.


"Vallen, jangan diam saja! Cepat katakan pada mama siapa yang sudah menghamilimu?"


"Fi... Firman, ma. Aku sedang mengandung darah daging Firman ma."


"Jangan bohong, Vallen. Bukankah kau baru saja mengenal Firman, bagaimana mungkin dia bisa secepat itu menghamilimu? Tidak mungkin dia bisa menghamiliku hanya dalam waktu semalam saja, Vallen!!"


"Tapi ma ini benar-benar anak Firman, sebenarnya aku sudah lama mengenal Firman ma."


"APAAA KAU SUDAH LAMA MENGENALNYA? KENAPA KAU TIDAK MENGATAKANNYA PADA MAMA?"


"Maaf ma, Vallen takut."


"Takut kenapa Vallen!!"


"Takut mama tidak menyetujui hubungan kami."


"Tidak menyetujui hubungan kalian? Yang benar saja! Jangan mengada-ada, Vallen! Bagaimana mungkin mama menolak menantu yang tampan dan memiliki pekerjaan yang mapan seperti, Firman!!"


'Sebenarnya aku tidak memberitahu mama karena aku takut mama tidak akan menyetujui hubungan kami karena Firman hanya seorang duda.' gumam Vallen dalam hati sambil menatap Nurma disertai perasaan yang begitu tak menentu.


"Maaf ma, Vallen hanya sedikit ragu."


"Kenapa kau harus ragu dan takut pada mama? Mama ini orang tuamu! Kau pikir mama itu hantu??"


"Bukan ma, bukan itu maksudku tapi...."


"Tapi apa? Sekarang mama tanya padamu, jika kau hamil anak dari Firman, berarti kalian sudah memiliki hubungan yang cukup jauh kan? Layaknya suami istri? Bukankah kalian belum menikah Vallen!! Kenapa kau tidak bisa menjaga harga dirimu? Apa kau mau meniru perbuatan kakakmu yang menghamili wanita yang saat itu masih menjadi istri orang, Vallen!! Memalukan sekali."


"Ta... Tapi."

__ADS_1


"Tapi apa?"


"Tapi Vallen sudah menikah ma. Vallen sudah menikah dengan Firman."


"APAAAAAA LELUCON APA LAGI INI? KAU INGIN MEMBUAT MAMA MATI BERDIRI, VALLEN!! APA SEBENARNYA YANG TELAH TERJADI DI HIDUPMU!! KAU BENAR-BENAR LANCANG!! SIAPA YANG SUDAH MENIKAHKANMU!"


"Ka..Ka.. Kak David. Dia yang menyuruh kami untuk menikah secepatnya."


"APAAAAA?? DAVIDDDDD? JADI KALIAN SEMUA SUDAH MEMPERMAINKAN MAMA? APA SEBENARNYA YANG TELAH TERJADI HINGGA MEMBUAT KALIAN BERANI BERMAIN-MAIN DI BELAKANG MAMA SEPERTI INI? KALIAN SEMUA BENAR-BENAR KURANG AJAR, KALIAN SEMUA BENAR-BENAR LANCANG!!" teriak Nurma kemudian mengambil ponselnya.


[HALO DAVIDDDD!! KUTUNGGU KAU SEKARANG JUGA DI APARTEMEN VALLEN!!] teriak Nurma.


"MAMA BENAR-BENAR TIDAK HABIS FIKIR PADA KALIAN SEMUA!!!" teriak Nurma dengan menggebu-gebu dan nafas yang tersengal-sengal menahan amarah yang begitu bergejolak di dadanya.


"Mama." panggil sebuah suara di belakang Nurma. Nurma kemudian membalikkan tubuhnya dan melihat Stella yang sudah berdiri di belakangnya sambil tersenyum.


"KAU MAU APA STELLA?? KAU JUGA IKUT MEMPERMAINKAN MAMA KAN?"


"Mama, dengarkan dulu penjelasan Stella."


"Penjelasan apa, Stella?"


Stella kemudian memalingkan pandangannya pada Vallen.


"Vallen, tolong ambilkan minum untuk mama."


"Iya Kak." jawab Vallen kemudian mengambilkan air minum untuk Nurma.


"Mama minum dulu."


Nurma kemudian meminum air tersebut lalu menghempaskan nafas panjangnya.


"Bagaimana ma?"


"Jauh lebih baik, sekarang kau tidak usah basa basi, Stella cepat ceritakan yang sebenarnya kenapa kalian menikahkan Vallen tanpa sepengetahuanku!"


"Begini ma, saat itu aku dan David sedang berkunjung ke apartemen ini untuk menyelidiki kekasih Vallen yang sering dibicarakan orang-orang di rumah sakit. Di saat itulah tanpa sengaja kami melihat Vallen dan Firman yang sedang berciuman. Tentu saja David sangatlah marah, mama tahu kan David sangat protektif pada Vallen? Dia juga sedikit trauma jika Vallen kembali mengalami patah hati dan ditinggalkan begitu saja oleh lelaki seperti Rayhan, jadi David mengambil keputusan untuk menikahkan mereka saat itu juga. Keputusan David pun semakin bertambah kuat saat mengenal lebih dalam siapa Firman sebenarnya karena pemilik perusahaan tempat Firman bekerja ternyata adalah pasien David. Dan apakah mama tahu, ternyata di perusahaan tempat Firman bekerja, begitu banyak wanita yang menyukainya. Tentu saja kami tidak mau membuang kesempatan untuk menikahkan Vallen dengan laki-laki seperti Firman, sebelum ada wanita lain yang merebutnya, maka David mengambil keputusan untuk menikahkan mereka secepatnya."


"Tapi kenapa kalian tidak memberitahu mama?"

__ADS_1


"Mama, apa mama lupa jika bulan lalu penyakit darah tinggi mama sedang kumat. Kami hanya tidak ingin ini menambah beban pikiran mama, jadi kami merahasiakan ini untuk sementara waktu. Namun saat kami akan mengenalkan Firman, ternyata mama sudah mengenalnya terlebih dulu. Itulah yang membuat kami bingung. Lalu kami memutuskan mengikuti skenario mama saja karena kami tidak ingin mengecewakan mama. Bukankah mama tahu kami sangatlah menyayangi mama." kata Stella dengan begitu lembut disertai raut wajah memelas.


"Astaga Stella, kalian ternyata melakukan tindakan yang tepat. Maafkan mama kalau mama sudah curiga pada kalian semua. Kita memang tidak boleh membiarkan Vallen dipermainkan dan diberi harapan palsu lagi. Langkah kalian sudah tepat jika ada laki-laki yang mapan sedang dekat dengan Vallen, kita memang harus segera meminta kepastian padanya. Apalagi di luar sana banyak wanita yang menyukai Firman, mama sungguh tidak rela jika laki-laki setampan Firman jatuh ke pelukan wanita lain. Dia harus menjadi milik Vallen, Stella."


"Ya, mama benar."


Nurma kemudian menatap Vallen yang masih menatapnya dengan tatapan penuh kecemasan, lalu senyum pun tersungging di bibirnya.


"Vallen sayang, kenapa kau tidak mengatakan semua ini pada mama? Jika kau jujur pada mama tentu mama tidak akan menjodohkanmu dengan Zian."


"Ma...Maaf ma."


"Jadi itu alasannya tadi malam kalian tampak begitu akrab, namun saat Firman akan mengatakan hubungan kalian yang sebenarnya, kau selalu mencegahnya dengan berulangkali menginjak kakinya kan?"


Vallen kemudian tersenyum sambil meringis.


"Dasar anak nakal, kau tahu mama sangatlah bahagia saat ini kau sedang mengandung cucu mama, anak kandung Firman."


"Oh.. E.. Iya ma."


"Sekarang kau istirahat saja, jaga kehamilanmu. Mama mau menelepon Firman terlebih dulu." kata Nurma kemudian mengambil ponselnya lalu berjalan ke arah balkon apartemen.


"Bagaimana Vallen? Sudah beres kan? Mama merestui hubungan kalian, dia juga tidak marah padamu dan Firman. Apalagi saat ini kau sedang hamil anak dari Firman, dia sangat bahagia."


"Iya Kak, tapi itu karena mama belum tahu jika Firman seorang duda, kalau mama tahu Firman seorang duda, mungkin lain lagi ceritanya, Kak Stella."


"Vallen, dengarkan aku. Jika tidak ada yang menceritakan semua ini pada mama tentu mama tidak akan tahu jika Firman adalah seorang duda."


"Jadi menurut Kak Stella, kita akan menyembunyikan kenyataan jika Firman adalah seorang duda?"


"Ya, rahasia kita akan aman karena tidak ada yang tahu jati diri Firman sebelumnya."


"Iya Kak Stella."


🏡🏡🏡


"Tante Nurma." kata Firman saat melihat sebuah nama di layar ponselnya. Dia kemudian mengangkat panggilan itu di sela kesibukannya.


[Halo Tante Nurma.]

__ADS_1


[HALOOO FIRMANNNN!! TERIMAKASIH KARENA KAU TELAH MENGHAMILI PUTRIKU!!]


__ADS_2