Salah Kamar

Salah Kamar
Mengganggu Pikiran


__ADS_3

"Vallennnn!!"


"Iya ma sebentar, ini minumannya sudah kubuatkan untuk mama." jawab Vallen sambil membawakan secangkir teh camomile muntuk Nurma.


"Terimakasih banyak, Vallen." kata Nurma kemudian meminum teh itu.


"Teh buatanmu enak sekali, biasanya kau tidak pernah bisa membuatkan teh untuk mama."


"Itu karena aku terbiasa membuatkan teh."


"Membuatkan teh? Untuk siapa?"


"Oh.. O.. E.. Itu untuk diriku sendiri ma, hahahaha ya maksudku membuatkan teh untuk diriku sendiri."


"Oh, kenapa tiba-tiba kau ceria sekali Vallen? Bukankah tadi saat mama baru datang kau terlihat sedikit murung? Apa karena mama membatalkan perjodohanmu jadi kau berubah seperti ini?"


Vallen pun mengangguk dengan sangat cepat sambil tersenyum. Nurma pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Dasar anak nakal. Ya sudah mama pulang dulu, mama mau menyiapkan makan malam untuk kakakmu, kau tahu sendiri jika Stella sebentar lagi melahirkan jadi dia sudah tidak bisa leluasa bergerak."


"Iya ma, hati-hati di jalan." jawab Vallen sambil meringis. Dia kemudian mengantarkan Nurma ke pintu apartemennya.


"Salam buat Kak Stella."


"Ya, kau jaga dirimu baik-baik disini."


"Iya ma."


Setelah menutup pintu apartemennya, Vallen kemudian mengambil ponselnya.


[Halo Firman, mama sudah pulang. Ayo cepat kau harus pulang sekarang, aku sudah sangat merindukanmu.] kata Vallen sambil terkekeh.


[Iya sayang.] jawab Firman kemudian berjalan menuju ke apartemennya. Saat sedang berjalan di lobi apartemen tiba-tiba sebuah suara mengejutkan dirinya.


"Hai anak muda, kita bertemu lagi."


Firman lalu membalikkan tubuhnya dan melihat wanita paruh baya yang ditolongnya sedang berdiri di belakangnya.


"Oh tante."


Wanita itu pun tersenyum.


"Maaf tadi saya sedikit terburu-buru jadi lupa menanyakan nama anda, kalau boleh tahu siapa nama anda?"


"Oh saya Firman."


"Oh Firman kenalkan saya Nurma, kebetulan putri saya juga tinggal di apartemen ini, sebagai ucapan terima kasih karena sudah menolong saya, bisakah saya mengundang anda makan malam?"


"Oh ya, tentu saja."


"Terimakasih Firman, bolehkah saya meminta nomor ponsel anda jadi suatu saat saya bisa menghubungi anda jika saya akan mengajak anda makan malam."


"Oh tentu saja tante, ini nomor ponsel saya." kata Firman sambil memberikan sebuah nomor ponsel miliknya pada Nurma.


"Terimakasih banyak Firman, saya permisi dulu."


"Iya tante."

__ADS_1


Nurma lalu meninggalkan Firman sambil tersenyum.


"Aku yakin jika Vallen bertemu denganmu, dia pasti tertarik padamu, dia tidak mungkin akan menolak laki-laki setampan dirimu." kata Nurma sambil berjalan ke arah basemen.


Sementara Firman saat ini juga sudah sampai di apartemennya. Saat baru saja membuka pintu apartemen itu tiba-tiba Vallen sudah menubruk tubuhnya.


"FIRMANNN!! HAHAHAHA!!"


"Ada apa Vallen? Kenapa kau terlihat sangat bahagia?"


"Hahahaha tidak apa-apa, tadi mama hanya membawa berita bagus untukku."


"Bukankah tadi kau mengatakan jika mamamu sedang kesal? Kenapa sekarang kau mengatakan jika dia membawa berita bagus? Memangnya apa yang dia katakan?"


"Sudahlah Firman, kapan-kapan saja kuceritakan. Lebih baik kau gendong aku sekarang ke ruang tengah, aku ingin menonton film sekarang."


"Dasar manja." gerutu Firman kemudian mengangkat tubuh Vallen.


"Aaawwww hati-hati Firman!!"


🏡🏡🏡🏡🏡


Sebuah mobil sedan warna hitam berhenti di depan lobi sebuah rumah sakit.


"Vallen, kenapa kau menatapku seperti itu?"


Vallen lalu memonyongkan bibirnya. Firman pun tersenyum.


"Jadi ini alasannya kau belum memakai lipstik?"


"Tentu saja, memangnya kau tidak mau menciumku terlebih dulu?"


"Sudah Firman jangan terlalu lama, nanti banyak yang melihat." gerutu Vallen.


"Hahahaha, bukankah kau yang memintaku untuk menciummu."


"Iya, tapi jangan terlalu lama." kata Vallen sambil memakai lipstiknya.


"Sudah cantik, jangan terlalu tebal nanti terlihat menor."


"Jika terlalu tebal bukankah kau bisa menghapusnya?"


"Apa mau kuhapus?" kata Firman kemudian mendekatkan wajahnya kembali, namun di saat itu juga Vallen hanya menjulurkan lidahnya lalu bergegas keluar dari mobil sambil tertawa. Firman pun hanya menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Saat akan melangkahkan kakinya ke ruangannya tiba-tiba dia teringat sesuatu.


"Bukankah kemarin aku pulang lebih awal? Aku belum sempat mengecek keadaan Amanda, ah lebih baik sekarang aku mengecek keadaannya terlebih dahulu." kata Vallen kemudian berjalan ke ruangan Amanda. Namun di saat membuka pintu kamar perawatan tersebut, tampak seorang laki-laki duduk di samping Amanda sambil mengamatinya.


'Siapa laki-laki itu? Apakah Abimana? Ah tapi sepertinya bukan karena postur tubuhnya bukan seperti Abimana.' gumam Vallen saat memasuki kamar perawatan Amanda.


"Selamat pagi, apakah anda salah satu keluarga Amanda?"


Laki-laki itu lalu membalikkan tubuhnya.


"Selamat pagi Vallen, aku adalah pengacara Amanda."


"Ka.. Kau? Bukankah kau ada di London?" kata Vallen dengan begitu terkejut.


'Oh tidak.' gumam Vallen dalam hati. Ingin rasanya dia melangkahkan kakinya dari ruangan itu namun keadaan mengharuskannya untuk tetap berada di ruangan itu untuk memeriksa keadaan Amanda.

__ADS_1


Rayhan pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


"Ya, aku diperintahkan oleh almarhum Om Raka untuk menjadi pengacara dari Amanda. Almarhum Om Raka adalah teman baik papa, aku akan sangat menyesal jika tidak bisa membantunya, jadi aku memutuskan untuk kembali ke Indonesia."


"Oh. Bagaimana kabar Inara dan bayi yang ada di dalam kandungannya?"


"Baik, mereka semuanya sehat."


'Astaga, kenapa aku harus bertemu dengan dia lagi, jadi setelah ini kemungkinan aku akan sering bertemu dengannya.' gumam Vallen dalam hati.


"Aku kemarin juga sudah bertemu dengan Firman saat pemakaman Om Raka. Apa dia tidak mengatakan apapun padamu?"


"Tidak, dia tidak mengatakan apapun padaku karena kami jarang sekali membicarakan pekerjaan saat sedang bersama."


"Oh. So he can treat you better Vallen?" tanya Rayhan sambil menahan sesak di dadanya.


Vallen pun hanya tersenyum.


"Maaf, aku sebenarnya tidak bermaksud mengatakan itu."


"Tidak apa-apa."


"Sekali lagi maafkan aku, aku akan bersikap lebih profesional, aku tidak sengaja mengatakan itu."


"Iya Rayhan."


"Apakah kau ingin mengontrol keadaan Amanda?"


Vallen pun mengangguk.


"Silahkan."


"Aku juga sudah membicarakan keadaan Amanda dengan kakakmu."


"Sejak kemarin siang aku memang belum bertemu dengan Kak David karena kemarin aku sedang tidak enak badan jadi aku pulang lebih awal. Aku pulang saat jam makan siang."


"Oh, jadi kau sudah tidak serumah dengan orang tuamu dan Kak David?"


Vallen pun mengangguk disertai dengan sebuah senyuman sambil memeriksa keadaan Amanda dengan sedikit salah tingkah.


"Kau tidak perlu sungkan, aku tahu kau sudah menikah dengan Firman."


Vallen lalu memandang Rayhan.


"Darimana kau tahu? Apa Kak David yang memberitahumu?"


"Bukan, bukan Kak David yang memberitahu padaku. Semua orang di kantor sudah tahu jika Firman sudah menikah, Pak Yanuar yang mengatakannya padaku karena aku dengar jika di kantor banyak karyawan yang menyukainya jadi dia mengatakan yang sebenarnya karena tidak ingin memberikan harapan pada mereka. Dia memang laki-laki yang tampan, Vallen."


'Kenapa Firman tidak pernah mengatakan itu?' gumam Vallen dalam hati sambil menahan rasa kesal di dadanya. Melihat raut wajah Vallen, Rayhan pun tersenyum.


"Apa kau cemburu karena aku mengatakan itu?"


"Tidak." jawab Vallen sambil menahan perasaan kesal di dalam hatinya.


"Aku permisi dulu Rayhan. Aku sudah ada janji dengan beberapa pasien, pasti mereka sudah menungguku."


"Iya Vallen, terimakasih banyak."

__ADS_1


"Ya." jawab Vallen kemudian keluar dari ruang perawatan Amanda dengan perasaan begitu kesal, dia lalu berjalan ke arah toilet lalu mencuci mukanya untuk menghilangkan rasa kesal di hatinya. "Bukankah tadi Rayhan mengatakan jika di kantor banyak karyawan wanita yang menyukai Firman? Kenapa dia tidak pernah menceritakan padaku tentang hal ini? Aaarrghhhhh ini benar-benar mengganggu pikiranku, ini tidak bisa dibiarkan, aku harus segera bertindak, akan kutunjukkan pada semua karyawan wanita yang ada di kantor Firman jika dia sudah memiliki istri yang sangat cantik." kata Vallen saat menatap wajahnya di cermin dengan senyum nakalnya sambil merapikan riasan di wajahnya.


__ADS_2