Salah Kamar

Salah Kamar
Lingerie


__ADS_3

Firman kemudian menatap Vallen sambil memberi kode untuk tidak berteriak karena beberapa pengunjung cafe kini memandang ke arah mereka.


"Iya.. Iya." kata Vallen kemudian menutup mulutnya.


"Ayo kita ke apartemenku sekarang, letaknya tidak jauh dari sini mungkin cuma sekitar 10 menit, kalian akan melangsungkan ijab qabul pukul tujuh tiga puluh, kita masih punya waktu untuk mempersiapkan diri kalian."


"Iya Kak, ayo cepat." jawab Vallen kemudian beranjak dari tempat duduknya sambil menarik tangan Firman. Firman pun tersenyum kemudian menggandeng tangan Vallen berjalan ke area parkir.


"Enak sekali mereka meninggalkan aku begitu saja, rasanya memang benar-benar seperti obat nyamuk." gerutu David sambil berjalan di belakang Firman dan Vallen. Tak berselang lama, mereka pun sudah sampai di apartemen milik David.


CEKLEK


Saat David membuka apartemen tersebut, tampak Stella yang sudah menunggu mereka di dalam sambil tersenyum dengan begitu manis pada Vallen.


"Kak Stella, kau sudah mempersiapkan semuanya?" kata Vallen saat melihat ruang tamu yang sudah dihias menjadi tempat untuk melangsungkan ijab qabul. Di atas meja akad pun sudah tersedia beberapa bingkisan berupa mahar dan mas kawin untuk pernikahan mereka.


"Ya, sekarang kau mandi lalu ganti pakaianmu kemudian aku akan membantumu berdandan seperti layaknya pengantin. Kau masuk kamar yang itu ya, Vallen."


"Terimakasih Kak Stella." teriak Vallen kemudian menubruk tubuh Stella untuk memeluknya.


"Hati-hati Vallen, kau hampir saja menendang perut besarku."


"Hahahaha, mungkin aku terlalu bahagia. Aku benar-benar tidak menyangka jika aku akan menikah secepat ini. Hahahaha."


"Vallen jangan membuang-buang waktu, lebih baik kau persiapkan dirimu sekarang."


"Iya Kak." jawab Vallen lalu masuk ke dalam kamar diikuti Stella di belakangnya. David pun menatap Firman yang masih berdiri di sampingnya.


"Kau juga persiapkan dirimu, Firman. Kau mandi di kamar mandi itu lalu ganti pakaianmu dengan pakaian itu." kata David sambil menunjuk sebuah stelan jas dan kemeja warna putih serta kopiah dan dasi warna hitam yang terletak di sofa bagian tengah apartemen milik David tersebut.


"Tapi Kak David, bagaimana dengan mahar itu? Kau yang mempersiapkan semuanya?"


"Ya."


"Itu seharusnya menjadi bagianku Kak."


"Sudah jangan dipikirkan."


"Tidak, aku akan tetap mengganti semua itu."


"Itu terserah dirimu, aku tidak akan pernah mempermasalahkan itu."

__ADS_1


"Aku tetap akan menggantinya."


David pun mengangguk sambil tersenyum. "Lebih baik sekarang kau persiapkan dirimu saja, kita bisa membicarakannya di lain waktu."


"Iya Kak, sekali lagi terimakasih banyak."


"Ya."


Satu setengah jam kemudian, semua persiapan pun sudah selesai, beberapa orang saksi juga sudah datang. Vallen keluar dari kamar dengan mengenakan kebaya pengantin modern sederhana serta riasan minimalis di wajahnya, rambut panjangnya pun tertata rapi dengan cepol minimalis menggunakan rambutnya sendiri serta sebuah hiasan rambut berupa mahkota kecil semakin menambah kecantikannya. Firman pun sudah mengganti pakaiannya dengan stelan jas beserta kopiah yang dia kenakan di kepalanya.


Stella lalu menuntun Vallen berjalan ke arah meja akad, tampak seorang penghulu, Firman dan David yang sudah menunggunya di meja tersebut. Firman lalu tersenyum pada Vallen.


"Kau cantik sekali." bisik Firman yang membuat Vallen tersenyum.


"Bisa kita mulai sekarang?" tanya penghulu tersebut.


"Iya." jawab Firman dan David bersamaan.


Acara ijab qabul pun dimulai, perasaan cemas yang begitu berkecamuk di hati Vallen pun seketika hilang saat, Firman mengucapkan ijab qabul dengan begitu lantang dalam satu tarikan nafas. Suara beberapa orang saksi yang mengucapkan kata SAH pun membuat mereka saling berpandangan lalu tersenyum. Stella kemudian menghampiri mereka lalu memeluk Vallen. "Selamat ya Vallen sayang."


"Iya Kak Stella."


"Jaga adikku baik-baik." kata David saat akan beranjak dari tempat duduknya.


Saat beberapa orang yang ada di apartemen tersebut sedang menikmati sajian hidangan yang sudah dipersiapkan. David kemudian menghampiri Vallen. "Aku sudah menepati janjiku padamu, sesuai kesepakatan kita. Sekarang kau yang harus menuruti semua perintahku, Vallen. Apa kau mengerti?"


"Ya ya ya, iya Kak." jawab Vallen sambil menggerutu.


"Vallen, setelah semua tamu pulang lebih baik kau beristirahat saja, besok ada jasa cleaning service yang sudah kuperitahkan untuk membersihkan apartemen ini."


"Wowwww kau benar-benar baik dan pengertian, Kak Stella. Terimakasih banyak, kalian memang kakak terbaik untukku." kata Vallen sambil terkekeh.


"Sekarang kau jadilah adik yang baik untukku, kau mengerti kan, Vallen?"


"Iya iya." gerutu Vallen kembali.


"Ya sudah, kami pulang dulu." kata Stella sambil melirik David. David pun mengangguk.


"Kami pulang dulu, jaga apartemen ini dengan baik karena ini tempat penuh kenangan bagi kami berdua."


"Iya Kak David, terimakasih banyak." jawab Firman.

__ADS_1


David dan Stella, beserta beberapa orang saksi dan penghulu akhirnya keluar dari apartemen tersebut, menyisakan Firman dan Vallen yang kini sedang berdiri di ruang tengah apartemen sambil tersenyum.


"Kenapa kau tersenyum sambil menatapku seperti itu, Firman?"


"Memangnya aku tidak boleh menatapmu seperti itu? Bukankah kau adalah istriku? Aku berhak atas dirimu."


Firman kemudian mendekatkan tubuhnya pada Vallen. "Kau sekarang adalah istriku." kata Firman kemudian membopong tubuh Vallen lalu berjalan masuk ke dalam kamar.


"Awwww kau benar-benar mengagetkanku." jawab Vallen sambil menyenderkan kepalanya di bahu Firman. Firman kemudian merebahkan tubuh Vallen di atas ranjang.


"Aku ganti pakaian dulu, Firman. Aku tidak mungkin tidur dengan memakai pakaian seperti ini." kata Vallen kemudian berjalan menuju walk on closet sambil melepas sanggul dan mahkota di kepalanya. Namun saat memasuki walk on closet tersebut Vallen pun begitu terkejut saat melihat isinya.


"Firman lihat ini, semua pakaian kita ada di sini. Kak Stella memang sangat baik, dia sudah mengurus semuanya."


Firman pun berjalan menghampiri Vallen ke dalam walk in closet, dia pun kemudian tersenyum.


"Kak Stella memang sangat baik, Vallen. Bahkan dia juga sudah mempersiapkan ini untukmu." kata Firman sambil memperlihatkan dua buah lingerie seksi berwarna merah dan hitam.


"Hahahaha, Kak Stella ada-ada saja."


"Lebih baik malam ini kau pakai ini saja, Vallen."


"Tidak Firman, itu terlalu terbuka. Aku malu."


"Hei kau istriku Vallen, kenapa kau harus malu padaku? Bukankah kau yang memintaku untuk menghamilimu?"


"Ya."


"Sekarang coba kau pakai yang ini, aku tunggu kau di kamar." kata Firman dengan tatapan meledek. Vallen pun mengambil lingerie itu dari tangan Firman kemudian memakai lingerie berwarna hitam tersebut sambil tersenyum.


Beberapa saat kemudian, Vallen pun keluar dari walk in closet lalu berjalan ke arah Firman yang sedang duduk di atas ranjang sambil memainkan ponselnya. Tubuh atletisnya yang hanya menggunakan pakaian dalam pun terbuka begitu saja hingga membuat jantung Vallen berdegup semakin kencang.


'Astaga, dia tampan sekali. Tubuhnya benar-benar menggoda, aduh kenapa ini kenapa tiba-tiba perutku terasa begitu geli saat melihatnya. Apakah ini yang sering disebut "rahim anget" oleh orang-orang? aaww aaww awww aku benar-benar tergoda.' gumam Vallen sambil menelan ludahnya dengan kasar.


Firman pun tersenyum melihat Vallen yang datang mendekat ke arahnya dengan menggunakan lingerie berwarna hitam yang membalut tubuh putih mulusnya. Dia kemudian berdiri lalu mendekat ke arah Vallen yang terlihat ragu-ragu saat berjalan ke arahnya.


"Kau kenapa Vallen? Bukankah tadi kau begitu bersemangat? Kenapa tiba-tiba kau seperti orang ketakutan?" kata Firman sambil tersenyum.


"Tidak apa-apa, aku hanya gugup."


"Gugup kenapa?"

__ADS_1


"Karena kau sangat seksi, Firman."


__ADS_2