
"Tante, sebenarnya apa yang tante katakan pada Tante Santi?"
"Sepertinya kau begitu penasaran, Calista?"
"Tentu saja, berulangkali aku beradu mulut dengannya tapi tidak membuatnya sadar."
"Kakak, jadi kau bertengkar dengan Tante Santi? Kakak, Tante Santi sudah berusia lanjut, bagaimana bisa kau bertengkar dengannya, itu tidak sopan." gerutu Olivia.
"Sudahlah Olive, orang seperti Tante Santi tidak pantas dikasihani." jawab Calista.
Risma pun tersenyum mendengar percakapan Calista dan Olivia.
"Biarpun kalian kakak beradik tapi sifat kalian sangatlah berbeda." kata Risma sambil terkekeh.
"Ya sejak dulu Olivia memang seperti itu, dia terlalu baik pada semua orang." jawab Calista.
"Tentu, Olivia selalu baik pada semua orang, termasuk padamu kan Calista? Bahkan dia selalu mengalah agar kau bahagia." kata Risma yang membuat Calista sedikit salah tingkah.
"Sudah jangan dipikirkan kata-kataku, perselisihan diantara kalian sudah lama berlalu kan?"
"Tentu, bahkan sekarang aku sangat menyayangi Olivia." jawab Calista dengan begitu berapi-api yang membuat Risma dan Olivia tertawa terbahak-bahak.
"Tante, tante belum menjawab pertanyaanku, apa yang sebenarnya telah tante katakan pada Tante Santi?"
"Tidak banyak, dia selalu mencela Giselle sebagai menantu yang tidak pantas baginya, lalu aku hanya membandingkannya dengan calon menantuku. Bukankah masa lalu calon menantuku tidak lebih baik daripada Giselle? Bahkan masa lalunya begitu buruk." kata Risma.
"Calon menantu?" kata Olivia dan Calista bersamaan.
"Ya, bukankah Rima calon menantuku?" jawab Risma sambil tersenyum.
"Ja.. Jadi?" kata Calista sambil menelan ludahnya dengan kasar.
"Ya, aku tahu segalanya tentang Rima dan Drey."
"Jadi tante juga tahu tentang pernikahan mereka yang hanya sandiwara?"
"Ya Olive, tante tahu semua tentang mereka sejak awal tante melihat mereka berdua, tante sudah curiga karena mereka terlihat sangat kaku tidak seperti sepasang kekasih yang saling mencintai. Tante juga tahu semua tentang masa lalu Rima yang mencintai David, mencoba membunuh calon istri David, lalu setelah itu menikah dengan Ilham, bahkan tante juga tahu jika mereka seperti itu karena ulah Ilham, bukan pencuri." kata Risma sambil terkekeh.
"Darimana tante tahu semua itu?"
"Apa kalian lupa jika pekerjaan ayahnya Drey adalah seorang polisi internasional? Aku pun sama terlatihnya seperti suamiku, hanya mencari tahu tentang masa lalu Rima itu sangatlah mudah bagiku."
"Tante memang luar biasa." kata Calista.
"Itulah sebabnya ayahnya Drey begitu mencintaiku." jawab Risma sambil terkekeh.
"Jadi saat aku dan Giselle mengajak David ke ruang perawatan Drey, tante tahu jika dia orang yang Rima cintai dulu?"
Risma pun mengangguk.
"Karena itulah tante mengatakan takut jika Rima jatuh cinta pada David?"
"Ya, kukatakan itu agar Drey cemburu." jawab Risma sambil terkekeh.
__ADS_1
"Tante ada-ada saja, jadi tante juga sudah tahu tentang masa lalu Rima?" tanya Olivia lagi.
"Ya, aku tahu semua latar belakang tentang dirinya."
"Dan tante tidak mempermasalahkan itu?"
Risma pun tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.
"Tante memang wanita yang luar biasa."
"Kalian selalu berlebihan dalam memujiku. Perlu kalian tahu, masa laluku tidak berbeda dengan Rima, aku juga dibesarkan di panti asuhan karena keluargaku tidak mau merawatku, namun meskipun latar belakang kami sama, sifatku sangatlah berbeda dengan Rima."
"Tentu saja tante, tante sangat dewasa dalam menjalani kehidupan ini, sedangkan Rima meskipun pernah berbuat jahat tapi hatinya sangat rapuh."
"Ya, dia sangat rapuh, hatinya sangat sensitif tapi selalu berfikiran pendek untuk mencapai apa yang dia inginkan karena itulah dia sampai bisa memiliki keinginan untuk membunuh Stella. Sebenarnya yang dia butuhkan adalah kasih sayang, itulah sebabnya aku memberikan kasih sayang yang lebih padanya."
"Tante benar, Rima memang harus mendapatkan kasih sayang yang selama ini tidak pernah dia dapatkan."
"Tante, maukah tante juga membantu kami." kata Olivia.
"Membantu apa Olive?" tanya Risma sambil mengerutkan keningnya.
"Tolong bantu saudara kami yang menjadi korban kecelakaan tersebut, dia telah mengalami berbagai hal buruk di dalam hidupnya. Tolong bantu dia memberikan semangat untuk menjalani kehidupan."
"Oh, hanya itu?"
"Iya tante."
"Iya tante." jawab Olivia dan Calista bersamaan lalu bergegas ke ruang perawatan Aini.
🌸🌿🌸🌿🌸🌿🌸
"Ada apa Roy?"
"Tidak apa-apa, tadi kau mengigau jadi aku mendekat untuk memastikan keberadaanmu."
"Benarkah aku sampai mengigau? Biasanya aku tidak pernah seperti itu."
"Ya, itu bisa saja terjadi Aini, hal itu bisa saja terjadi pada seseorang yang baru saja mengalami kejadian buruk di hidupnya." jawab Roy dengan sedikit gugup untuk menutupi kebohongannya.
"Oh jadi seperti itu."
"Ya."
"Oh, lalu dimana Mba Olive? Kenapa dia tidak ada di sini?"
"Tadi Olivia dan Calista keluar sebentar untuk menjenguk salah satu temannya yang juga sedang sakit di rumah sakit ini."
"Jadi Mba Calista juga sudah datang kesini!"
"Iya Calista sudah datang kesini lalu mengajak Olivia pergi sebentar."
"Oh, lalu kenapa kau masih disini? Bukankah sekarang masih banyak tamu di rumah duka, lebih baik kau pulang saja."
__ADS_1
"Tidak Aini, aku tidak mungkin meninggalkanmu sendirian."
"Aku tidak apa-apa, kau pergi saja."
"Tidak Aini, aku sudah berjanji pada Olivia dan Calista untuk menjagamu."
"Oh, baik kita tunggu beberapa menit lagi, jika mereka belum kembali ke sini lebih baik kau tinggalkan aku sendiri. Percayalah aku baik-baik saja."
"Iya Aini, kita tunggu sebentar lagi." jawab Roy kemudian duduk di samping Aini.
"Roy."
"Ya, ada apa Aini?"
"Apa kau sangat mencintai istrimu?"
"Kenapa kau bertanya seperti itu?"
Aini pun tersenyum. "Karena aku belum pernah merasakannya. Hidupku begitu tersiksa bersama suamiku, aku tidak pernah merasakan apapun kecuali dendam dan rasa marah."
"Kenapa kau harus dendam dan marah padanya? Apakah selama kau menikah dengannya dia pernah menyakitimu?"
Aini pun kemudian menggelengkan kepalanya. "Selama menikah dengannya dia memang tidak pernah menyakiti ku tapi sebelum dia menikah denganku dia begitu menyakitiku, karena itulah aku begitu membencinya."
"Bagaimanapun juga dia adalah suamimu."
"Tapi aku tidak pernah menganggapnya sebagai suamiku."
"Aku yakin suatu saat kau pasti bisa merasakan cinta dalam kehidupan rumah tanggamu."
"Ya, tapi bukan dengannya."
"Kau terlihat sangat membencinya."
"Ya, aku sangat membencinya."
"Lalu apa yang kau inginkan?"
"Bercerai dengannya."
"Jadi karena itu kau pergi ke Jakarta? Untuk menjauh darinya kan?"
Aini pun kemudian mengangguk.
"Lalu setelah kau bercerai dengannya, apa yang akan kau lakukan?"
"Kau sudah tahu jawabannya." jawab Aini yang membuat Roy mengerutkan keningnya, namun sebelum mereka melanjutkan percakapannya pintu kamar perawatan itu pun terbuka.
CEKLEK
Tampak Olivia, Calista, dan Risma pun masuk ke dalam ruangan itu. Olivia dan Calista yang melihat Roy ada di dekat Aini pun begitu terkejut.
"Roy, kenapa tiba-tiba kau sudah ada di dekat Aini? Apakah sesuatu telah terjadi padanya?" tanya Olivia yang membuat Roy terlihat salah tingkah.
__ADS_1