Salah Kamar

Salah Kamar
Mantan Istri


__ADS_3

Mendengar teriakkan Nurma, Aini dan Delia pun bergegas masuk ke dalam ruangan Vallen.


"Ada apa Tante?"


"Dia memang terkadang histeris sendiri seperti ini," gerutu Nurma.


Mereka kemudian mengangkat tubuh Vallen ke atas brankar yang ada di ruangan Vallen.


"Kalian tolong tunggu Vallen sebentar," kata Nurma pada Aini dan Delia.


"Baik tante."


Nurma kemudian berjalan ke arah sofa lalu mengambil ponselnya.


[Halo David, tolong ke ruangan Vallen sebentar.]


Aini dan Delia pun hanya bisa mengintip gerak-gerik Nurma.


"Aini, kira-kira siapa wanita itu? Lalu siapa David yang baru saja ditelepon oleh olehnya?"


"Setahuku David adalah kakak kandung Vallen."


"Astaga, jangan-jangan dia adalah ibunya Vallen."


"Kemungkinan seperti itu, Delia. Dan dia tidak tahu jika Firman adalah seorang duda?"


"Ya, karena itulah dia sangat terkejut saat tahu Vallen ternyata menikah dengan duda?"


"Ya, sepertinya kita telah membuat kesalahan, Delia."


"Iya Aini, lalu kita harus bagaimana?"


"Kita harus membantu Vallen menjelaskan semuanya pada ibunya."


"Ya, kita tunggu dulu sampai kakaknya datang, mungkin kita bisa sama-sama membujuk ibu mereka."


"Semoga saja."

__ADS_1


Tak berselang lama, seorang laki-laki pun masuk ke ruangan tersebut.


"Aini apakah dia yang bernama David?"


"Ya, dia kakak Vallen."


Sementara David yang kini berdiri di depan Nurma tampak begitu terkejut karena tiba-tiba Nurma sudah ada di ruangan Vallen.


"Mama, kenapa mama tiba-tiba ada di sini?"


"Bukankah tadi kau menyuruh mama untuk mengantarkan beberapa berkasmu yang tertinggal?"


"Ya, tapi kenapa mama tidak mengantarkan ke ruanganku? Lalu dimana Vallen ma?"


"Vallen pingsan karena mama memarahinya, tadi saat mama sampai di rumah sakit ini, mama pergi ke toilet sebentar. Lalu mama secara tidak sengaja mendengar percakapan dua orang wanita yang mengatakan kebenaran tentang Firman."


'Astaga jangan-jangan mama sudah tahu tentang semua itu,' gumam David dalam hati.


"Tidak usah berpura-pura, David! Kau juga selama ini menutupi kebenaran tentang Firman kan? Bahkan mama juga yakin kalau kau lah yang membuat adikmu menikah secara diam-diam tanpa sepengetahuan mama? Pasti kalian takut jika mama tahu kalau ternyata Firman seorang duda, mama tidak akan menyetujui hubungan Vallen dan Firman? Iya kan?"


"Mama bukanlah sudah kukatakan jika aku menikahkan mereka agar tidak sesuatu terjadi hal yang tidak-tidak?"


"Mama mengertilah, Vallen sangat mencintai Firman. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan Vallen jika mama tidak menyetujui hubungan mereka karena Firman seorang duda ma."


"Tapi kenapa kalian juga menyembunyikan status Firman sebagai seorang duda?"


"Apakah jika kami mengatakan yang sebenarnya jika Firman adalah seorang duda, maka mama akan menyetujui hubungan mereka?"


"Tentu saja tidak karena mama tidak mau Vallen menikah dengan seorang duda, mama tidak bisa membayangkan bagaimana kehidupan rumah tangga Firman dulu hingga dia sudah menyandang status duda di usia muda. Pasti dia bukan laki-laki yang baik, David. Apakah kau tidak bisa berfikir dengan jernih? Bagaimana jika ternyata dia tidak sebaik yang kita pikirkan?"


"Mama, Firman menikahi mantan istrinya itu karena dijebak ma. Tolong jangan selalu memiliki pemikiran yang buruk karena statusnya. Firman adalah laki-laki yang baik dan bertanggung jawab, dia juga sangat mencintai Vallen. Begitu pula sebaliknya, apa mama tega memisahkan mereka berdua? Tolong pikiran perasaan Vallen ma, coba pikirkan apa yang akan terjadi pada Vallen jika mama tidak merestui hubungan mereka. Apa mama tidak lihat kondisi Vallen? Dia langsung memburuk saat mama memarahinya. Lalu apa mama lupa bukankah mama sudah berjanji jika ada seseorang yang menyelamatkan mama saat akan tertabrak motor maka orang itu yang akan menjadi menantu mama? Itu adalah sebuah pertanda dari Tuhan jika Firman adalah jodoh Vallen yang sebenarnya."


Nurma kemudian menarik nafas panjangnya. Sementara Delia dan Aini kini masih saling berpandangan satu sama lain dengan begitu cemas.


"Lalu apa alasan Firman menjadi duda di usia muda? Bagaimana masa lalunya dengan mantan istrinya? Apa kau yakin dia laki-laki yang baik karena sudah bercerai di usia muda?"


Saat David akan menjawab pertanyaan Nurma, tiba-tiba sebuah suara mengejutkan mereka.

__ADS_1


"Biar saya yang menjawabnya," kata Delia sambil berjalan ke arah mereka. Nurma dan David pun mengerutkan keningnya.


"Memangnya siapa kau?" tanya Nurma.


"Saya adalah mantan istri Mas Firman, suami dari Vallen."


"Astaga," kata Nurma sambil menutup mulutnya.


"Kau benar-benar mantan istri dari Firman?"


"Ya, saya Delia, mantan istri dari Mas Firman kalau tante tidak percaya silahkan tante bisa menanyakan langsung pada Vallen jika nanti dia sudah sadar."


"Jadi Vallen pun mengenalmu?


"Ya, dan kami memiliki hubungan yang baik. Saya minta tolong pada tante, tolong jangan pernah memiliki pemikiran buruk pada Mas Firman karena dia adalah laki-laki yang sangat baik dan bertanggungjawab."


"Kau bisa berkata begitu setelah dia menceraikanmu?"


"Ya, karena saya memang pantas untuk diceraikan. Mas Firman menikahi saya karena saya yang menjebaknya, sebenarnya saat itu saya sedang hamil anak dari laki-laki lain tapi dia tidak mau bertanggung jawab, jadi dia menawarkan kesepakatan untuk menjebak Mas Firman agar mau bertanggung jawab atas janin yang saya kandung. Mas Firman adalah laki-laki yang sangat baik dan tampan, tentu saja saya menyanggupi penawaran tersebut. Akhirnya kami pun menjebak Mas Firman lalu saya pun menikah dengannya, namun sepandai-pandainya kami menutupi kebohongan, akhirnya Mas Firman pun tahu jika anak itu bukanlah darah dagingnya. Saat itu dia sangat marah dan langsung menceraikan saya. Jadi tolong jangan pernah salahkan Mas Firman karena status dudanya, ini semua adalah kesalahan saya dan laki-laki yang sudah menghamili saya," kata Delia sambil terisak. Dia kemudian menghapus air matanya lalu mengambil nafas panjang lalu kembali meneruskan kata-katanya.


"Tante, saya mohon restui hubungan mereka, mereka saling mencintai. Apa tante tega memisahkan dua orang manusia yang mencintai satu sama lain karena prinsip yang tante miliki? Bukankah Vallen adalah putri tante? Tante pasti ingin dia bahagia kan? Dan kebahagiaan Vallen adalah hidup bersama dengan Firman. Tolong restui hubungan mereka."


Aini pun kemudian ikut mendekat ke arah mereka.


"Saya juga sangat mengenal Mas Firman dengan baik, bahkan sejak kami kecil karena orang tua kami sudah dekat. Mas Firman adalah orang yang baik, tolong restui hubungan mereka tante, tolong jangan memandang Mas Firman sebelah mata karena status dudanya. Lihatlah kebaikan hatinya, dia sangat mencintai Vallen. Saya yakin mereka pasti akan hidup bahagia, tante mau kan melihat mereka hidup bahagia? Apalagi saat ini Vallen sedang mengandung darah daging Firman. Apa tante tega memisahkan mereka? Tolong jangan pisahkan mereka," kata Aini dengan tatapan memelas.


Nurma pun hanya bisa menggelengkan kepalanya.


"Mama dengar sendiri kan? Bahkan dari mantan istri Firman secara langsung. Mama juga harus ingat janji mama, jangan mengingkari janji yang telah mama ucapkan."


Nurma pun kemudian memijit keningnya, tiba-tiba terdengar suara Vallen memanggilnya.


"Mamaaaa."


"Vallen sudah sadar," ucap Aini. Dia dan Delia pun bergegas mendekat ke arah Vallen. David pun ikut mendekat ke arahnya.


"Aini, Delia, Kak David. Mama mana? Tolong bilang pada mama agar tidak memisahkan aku dan Firman."

__ADS_1


"Mama disini," teriak Nurma yang mulai mendekat ke arah Vallen.


"Ma tolong jangan pisahkan kami berdua."


__ADS_2