Salah Kamar

Salah Kamar
Ditangkap


__ADS_3

BRAKKK


Pintu rumah itu pun kemudian terbuka.


"Breng*sek! Siapa yang sudah berani membuat keributan di depan!" umpat Ilham kemudian bangkit dari tempat tidurnya. Namun baru saja dia berjalan ke arah pintu kamar. Tiba-tiba beberapa orang polisi telah berdiri di depan pintu kamarnya.


Ilham pun begitu terkejut melihat polisi tersebut.


"Aa.. Ada apa ini?" tanya Ilham dengan begitu gugup.


"Saudara Ilham, anda kami tahan."


"Aa.. ada apa ini Pak Polisi? Saya tidak bersalah, saya tidak melakukan perbuatan apapun yang melanggar hukum."


"Saudara Ilham, anda telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum dan anda harus mempertanggungjawabkannya."


"Tidak, itu semua tidak benar, saya tidak melakukan apapun."


"Lebih baik anda jelaskan di kantor, sekarang anda ikut kami." jawab salah seorang polisi yang berdiri di hadapan Ilham. Dia kemudian memborgolnya lalu menggelandangnya ke mobil polisi yang ada di depan rumah Ilham. Dengan terpaksa, Ilham pun mengikuti perintah polisi tersebut.


'Brengsek! Siapa yang sudah menjebakku seperti ini! Jangan-jangan ini perbuatan Leo dan Calista!' kata Ilham dalam hati saat masuk ke dalam mobilnya.


🍀🍀🍀


"Nyonya Rima, ayo kita pindah ke kamar perawatan." kata seorang perawat sambil membantu Rima turun dari brankar kemudian duduk di atas kursi roda. Perawat tersebut lalu membawa Rima ke sebuah kamar perawatan kelas VVIP yang membuat Rima merasa begitu terkejut.


'Drey mendaftarkanku ke kamar VVIP?' kata Rima dalam hati saat mereka masuk ke kamar perawatan tersebut.


"Nyonya Rima, silahkan beristirahat, tolong jangan terlalu banyak bergerak, jika ada yang anda butuhkan anda bisa memanggil kami dengan memencet tombol ini."


"Iya, terimakasih banyak."


"Sama-sama." jawab perawat itu kemudian pergi meninggalkan Rima.


Beberapa saat kemudian, Drey masuk ke ruang perawatan itu.


"Bagaimana Rima, apa ruangan ini nyaman untukmu beristirahat selama satu minggu?"


"Maaf Drey, apa ini tidak terlalu berlebihan? Kau baru saja mengenalku tapi kau sudah begitu baik padaku."


"Tidak apa-apa Rima, bukankah sudah berulangkali kukatakan jika sesama manusia harus saling tolong menolong?"


"Ya aku tahu, tapi bagaimana jika ternyata aku bukanlah orang baik? Bagaimana jika ternyata aku adalah seorang penjahat?"


"Hahahaha, memangnya untuk menolong seseorang, kita harus mengetahui dia manusia yang baik atau bukan? Kau ada-ada saja Rima." jawab Drey yang membuat Rima tersenyum.

__ADS_1


"Ya, kau benar. Terimakasih banyak."


"Cukup, kau sudah berulangkali mengatakannya padaku, aku bosan mendengar ucapan terimakasihmu. Hahahaha." kata Drey sambil tertawa. Rima pun kemudian ikut tersenyum.


"Rima, apa sebaiknya kuhubungi suamimu untuk menemanimu?"


Rima pun kemudian menggelengkan kepalanya.


"Tidak usah Drey."


"Memangnya kenapa?"


"Dia tidak akan peduli padaku, karena dia tidak pernah mencintaiku." jawab Rima yang membuat Drey terdiam kemudian menatap Rima dengan begitu sendu saat melihat air mata kembali menetes di pipinya.


🍀🍀🍀


"Ayo turun." kata seorang polisi pada Ilham.


Ilham pun kemudian turun dari mobil dengan muka begitu masam. Mereka lalu menggiring Ilham ke ruang pemeriksaan.


"Kau duduk di sini dulu, sebentar lagi ada penyidik yang akan meminta keterangan darimu. Bersikaplah kooperatif pada kami." kata polisi tersebut.


"Tapi saya tidak bersalah Pak."


"Ini pasti ada kesalahpahaman."


"Lebih baik anda jelaskan saja pada penyidik." kata polisi tersebut kemudian meninggalkan Ilham.


"Selamat datang, Ilham." kata sebuah suara dari sudut ruangan itu. Ilham pun kemudian memalingkan wajahnya mencari sumber suara itu.


" Jadi kalian berdua yang sudah melaporkanku? dasar bren*sek!" teriak Ilham pada Leo dan Calista yang kini duduk di salah satu sofa di pojok ruangan.


"Kami memang bren*sek tapi tidak seb*engsek dirimu!" jawab Leo sambil tersenyum kecut. Dia dan Calista lalu mulai mendekat pada Ilham.


"Lebih baik kau diam Leo! Akan kubuktikan jika diriku tidak bersalah. Kau pasti sudah berkomplot dengan Rima untuk menjebloskanku ke penjara!"


"Rima? Kami tidak ada urusannya dengan Rima."


"Tidak usah berbohong! Kalian pasti sudah menghasut Rima untuk memenjarakanku! Lebih baik kalian katakan dimana Rima sekarang!"


Leo pun kemudian mengernyitkan keningnya.


"Apa maksudmu, Ilham?"


"Kau mengatakan agar kami memberitahukanmu keberadaan Rima? Jadi saat ini kau tidak tahu Rima ada dimana? Apa sebenarnya yang telah terjadi antara kau dan Rima setelah kami pulang?"

__ADS_1


Mendengar perkataan Leo, Ilham pun diam hatinya terasa begitu campur aduk karena ada polisi di depannya yang bisa mendengar semua kata-katanya.


"Jangan diam saja, cepat katakan padaku, apa yang sebenarnya telah terjadi antara kau dan Rima?"


"Aku tidak tahu, setelah kalian pergi aku ada urusan dan pergi sebentar dari rumah, namun saat aku kembali ternyata Rima sudah tidak berada di rumah."


Leo lalu memandang Calista. "Calista, lalu dimana Rima sekarang?"


Calista pun kemudian menggelengkan kepalanya. "Jadi, kemungkinan Rima juga melarikan diri dari rumah."


"Iya Calista."


"Leo apa kau ingat tadi Rima begitu yakin mengatakan akan hidup bersama Ilham, tapi mengapa tiba-tiba dia melarikan diri dari rumah. Pasti sesuatu telah terjadi diantara mereka." bisik Calista pada Leo.


Leo pun kemudian mendekat pada Ilham. "Katakan padaku, apa kau kembali menyakiti Rima?" kata Leo sambil memegang kerah baju Ilham.


"Tidak, aku tidak melakukan apapun padanya."


"Jangan bohong! Dia tidak mungkin tiba-tiba meninggalkanmu begitu saja jika sesuatu tidak terjadi diantara kalian!"


Ilham pun kembali terdiam. "Bukankah sudah berulangkali kukatakan jika aku tidak bersalah, dan kalian tidak bisa menuduhku tanpa bukti. Kalian tidak bisa melaporkan tindakan kekerasan dalam rumah tangga kami!" bentak Ilham.


"Hahahaha.. Hahahaha." Leo dan Calista pun tertawa.


"Kenapa kalian tertawa?"


"Siapa yang melaporkan kasus kekerasan dalam rumah tangga, Ilham? Kami belum melaporkanmu atas kasus itu. Karena kau sudah mengatakannya, maka sekarang juga aku akan melaporkan kasus itu, jadi kau akan mendapat tuntutan berlapis atas beberapa kasus. Hahahaha "


"Dasar breng*ek kau Leo! Jika kau belum melaporkan aku atas kasus itu, untuk apa aku berada di sini, karena aku tidak melakukan kesalahan apapun pada kalian!"


"Kau yakin sekali tidak pernah melakukan kesalahan."


"Ya, aku yakin, aku memang tidak melakukan kesalah apapun pada kalian."


"Kau memang tidak melakukan kesalahan pada kami tapi kau melakukan teror pada rumah tangga Olivia, selain itu kau juga menjadi pelaku penusukan pada Kenan kan?" jawab Calista sambil tersenyum kecut.


"Tidak kalian tidak bisa menuduhku tanpa bukti!"


"Siapa yang bilang kami tidak punya bukti? Bukankah tadi polisi itu sudah bilang padamu jika mereka memiliki bukti yang cukup?"


"Tapi kalian tidak berhak melaporkan kasus ini karena kalian bukanlah pihak yang bersangkutan, seharusnya Olivia dan Kenan yang melaporkan kasus ini." kata Ilhan sambil tersenyum kecut.


"Memang bukan mereka yang melaporkan kasus ini Ilham, tapi kami yang sudah membuat laporan kepada polisi." jawab Olivia yang kini tampak memasuki ruangan itu.


"O.. Olivia." kata Ilham dengan begitu gugup.

__ADS_1


__ADS_2