
Tiga minggu sebelum musim dingin.
Pada saat panen terakhir tahun ini dimulai. Sosok bayangan hitam melintasi langit Kota Black Lily.
Para warga yang melihat itu melambai ke langit sambil berteriak, menyambut sosok Tuan Wilayah yang disebut-sebut sebagai pahlawan. Sosok yang melindungi bangsawan lain sekaligus sosok yang bertarung dengan ganas melawan Jenderal dari Curses of Shadow.
Melihat betapa antusiasnya para warga, Ciel hanya bisa tersenyum pahit. Dia tidak menyangka berita yang tersebar luas menjadi semakin berlebihan. Sementara dalam kenyataan, dirinya jelas dikalahkan.
Ciel dan Deschia turun di halaman depan bangunan utama Kastil Black Lily. Di depan kastil, banyak orang yang menyambut kedatangannya. Yang memimpin mereka semua adalah Ariana dan Camellia. Bahkan Ciel melihat Elena yang juga menunggunya.
“Aku kembali.” Ciel berkata singkat.
“Selamat datang, Tuanku.” Semua orang membungkuk dan berkata dengan sopan.
Melihat Ariana atau Camellia yang tidak menyambutnya secara berlebihan, Ciel mengangguk lega. Bukannya dia tidak suka perasaan dicintai. Hanya saja, jika berlebihan, itu malah membuatnya agak risih.
“Aku akan mandi. Flora, Fiona … siapkan makanan. Setelah mandi aku ingin makan masakan kalian.”
“Baik, Tuanku!” Flora dan Fiona menjawab bersamaan.
Setelah mandi dan berganti dengan pakaian santai, Ciel tampak lega. Dia merasa kalau bebannya sedikit terangkat ketika sampai di Kastil Black Lily. Makan sendirian, pemuda itu malah terlihat santai dan agak bebas.
Selesai makan, Ciel menuju ke ruang kerja. Tentu bukan untuk langsung bekerja layaknya kuda, tetapi hanya sekadar memeriksa.
Melihat dua gadis yang bekerja di sana, senyum lembut muncul di wajah Ciel.
“Kalian telah bekerja keras,” ucap Ciel.
“Ini sudah tugas saya sebagai istri untuk mendukung anda, Suami.” Ariana tidak mengubah ekspresinya, tetapi nada dalam ucapannya sedikit lebih lembut.
“Saya juga merasa demikian, Tuan.” Camellia menambahkan.
“Bagaimana dengan perkembangan wilayah ini?” tanya Ciel yang menghampiri Ariana.
“Panen lebih meningkat. Bukan hanya itu, pertanian obat juga sukses dan bisa dipanen sebelum musim dingin.
Pendidikan disiplin para ksatria Heteromorphic di Kota Blackrock tidak memiliki kendala. Perkembangan rekrutan ksatria baru dalam tiga divisi utama sangat baik. Para Alkemis juga berkembang dengan lancar. Mereka sudah terbiasa.
Sedangkan tiga divisi bayangan, karena itu milik anda pribadi dan tidak ditugaskan kepada saya, saya tidak mengetahuinya karena tidak ikut campur di dalamnya.”
__ADS_1
Ciel mengelus kepala Ariana sembari tersenyum. “Sangat bagus. Benar, kamu tidak perlu ikut campur dengan urusan tiga divisi bayangan.”
“Terima kasih atas pujiannya, Suami.”
“Bagaimana denganmu, Camellia? Apakah masalah di lima daerah yang dipimpin oleh para Count berjalan lancar? Apakah ada masalah?”
“Sama sekali tidak, Tuan. Semuanya berjalan dengan baik. Pajak pertanian atau perdagangan juga telah dikirim. Selain itu, mereka juga memberi buku catatan pendapatan secara detail.
Benar-benar tidak berani membuat anda curiga.”
“Bagus.” Ciel mengangguk. “Aku harap mereka tidak main-main.”
“Saya rasa, mereka tidak memiliki keberanian untuk melakukannya, Tuan.”
Mendengar ucapan Camellia, Ciel tersenyum.
“Aku harap begitu. Ngomong-ngomong … aku ingin membuat latihan ksatria lebih ketat. Tidak perlu menambah beban latihan mereka, tetapi mereka harus disiplin.”
“Sesuai dengan perintahmu, Tuan.” Ariana dan Camellia menjawab bersamaan.
Setelah mengatur semuanya, Ciel berjalan-jalan di sekitar kastil utama. Dia akhirnya sampai di ruang latihan pribadi yang luas dan bersih. Ya … meski dia tidak pernah menggunakannya.
Pada saat dirirnya tertarik untuk membaca, Ciel akhirnya sadar kalau sekarang bukan waktunya santai untuk membaca buku. Pemuda itu mencari, di antara beberapa buku, terlihat buku tentang beberapa teknik bertarung dengan senjata seperti pedang, tombak, dan belati ganda.
“Baiklah … aku rasa teknik pedang paling cocok.”
Beberapa waktu berlalu, setelah Ciel membaca sekilas buku-buku tentang teknik berpedang, Ciel menyingkirkannya.
“Oke … terlalu banyak gerakan, terlalu agresif, sepertinya melelahkan. Itu tidak cocok untukku.
Aku rasa menggunakan tombak panjang lebih keren, kan?”
Waktu kembali berlalu, Ciel menyingkirkan teknik menggunakan tombak ke samping.
“Bukankah gerakan itu agak sulit dipelajari? Memang, aku cukup jenius, tetapi siapa yang sudi menghabiskan banyak waktu mempelajari teknik semacam ini.
Baiklah, tumpukan buku terakhir! Aku tidak percaya aku tidak bisa menemukan teknik yang cocok!” geram Ciel dengan ekspresi muram.
Setelah membaca beberapa buku, ekspresi Ciel akhirnya menjadi lebih cerah. Dia menemukan sebuah buku yang bercampur di sana.
__ADS_1
Teknik itu menggunakan senjata berupa pedang ganda, tetapi pedang itu adalah jenis pedang pendek dibandingkan pedang biasa, kelihatannya harus dibuat khusus.
Apa yang membuat Ciel menyukainya adalah, banyak gerakan menangkis, serangan tidak bertele-tele dan bertujuan langsung membunuh, tidak memiliki banyak gerakan ... intinya adalah menangkis, menghindar dengan gerakan minimal, itu seperti teknik untuk menyerang secara pasif.
“Daripada banyak gerakan, ini lebih seperti banyak berpikir. Hahaha … teknik ini memang diciptakan untuk seorang pemalas sepertiku!” Ciel berkata dengan nada bahagia.
Jika pembuat teknik itu mendengar apa yang diucapkan Ciel, orang itu pasti sudah pingsan karena marah.
Pembuat teknik yang ingin Ciel pelajari adalah seorang assassin ternama pada eranya. Sosok itu memiliki mana serta kondisi fisik yang terbatas. Untuk mengalahkan musuh-musuhnya, dia berpikir dengan keras dan akhirnya membuat teknik yang cocok untuknya.
Dalam fokus menggunakan otak sebagai ganti fisik dan kapasitas mana, teknik itu tercipta. Benar-benar kebalikan dari kondisi tubuh Ciel yang kuat atau mana yang sangat banyak!
Puluhan tahun setelah orang itu meninggal, tekniknya juga dilupakan. Alasannya sederhana, teknik itu kurang menarik, kurang terlihat bergaya, dan terlalu banyak menguras otak.
“Baik. Tekniknya sudah ketemu, sekarang saatnya-”
Melihat langit malam di luar jendela, sudut bibir Ciel bergerak-gerak. Karena suka membaca, pemuda itu benar-benar lupa waktu. Dia tersenyum pahit sambil bergumam, “Kita lakukan saja besok.”
Keesokan harinya di ruang latihan.
“Memang teknik itu sangat bagus dan cocok, tetapi seperti yang diucapkan Aragil … aku masih memiliki kontrol yang buruk dengan kekuatanku sendiri.
Ya … jika dalam permainan, aku seperti newbie bermodal cheat. Kelihatan kuat, tapi dasarnya memang seorang pemula. Menyedihkan.”
Pada akhirnya, Ciel melakukan apa yang dilakukan seorang karakter botak sakti di kehidupan sebelumnya. Tetapi mengalikannya sepuluh kali.
Melakukan 1000 kali push up.
Melakukan 1000 kali sit up.
Melakukan 1000 kali squat.
Terakhir, berlari 100 kilometer.
“Ditambah aku menggunakan sihir gravitasi agar beratnya menjadi 10 kali lebih kuat … aku tidak percaya kalau semua itu tidak membuahkan hasil!”
Seolah menyadari sesuatu yang sangat penting, Ciel tampak syok. Dia menyentuh rambut hitam panjang dan lembut bagai sutra sembari berbicara pada dirinya sendiri.
“Aku … aku tidak akan menjadi botak karena latihan seperti ini, kan?”
__ADS_1
>> Bersambung.