
“Saya akan mengganti baju anda, Tuan.”
“Saya akan mengganti celana anda, Tuan.”
“Saya akan memijat anda, Tuan.”
“Saya …”
“...”
Melihat beberapa wanita cantik yang bergegas ke arahnya, Ciel langsung terdiam. Pelayan pada umumnya tidak akan seberani itu. Namun dia juga paham kalau sebagian dari mereka juga mantan bangsawan yang jatuh. Alasan mereka mencoba memenangkan hati Ciel tentu saja … untuk menjadi selir seorang Pangeran dan naik kembali.
Bagi mereka … Ciel adalah kesempatan besar untuk merubah hidup mereka!
“Cukup.”
Ciel berkata dengan nada dingin. Melihat ke arah ketiga belas pelayan cantik miliknya, pemuda itu mendecak sebelum menggeleng dengan ekspresi pahit.
“Kalian semua keluar dan beristirahat. Beberapa hari kemudian kalian akan mengikuti aku ke Wilayah Blackfield.”
Melihat Ciel yang tidak tergoda, para wanita itu tampak kecewa. Mereka diam-diam mengamati tubuh mereka sendiri. Bingung apakah masih kurang cantik atau semacamnya.
Tidak bisa menarik perhatian Ciel, mereka hanya bisa membungkuk sopan sambil menjawab bersamaan.
“Baik, Tuan!”
Melihat ketiga belas pelayan cantik itu meninggalkan kamarnya, Ciel menghela napas lega. Bukannya dia tidak tertarik. Hanya saja, dia masih bisa menahan diri. Meski naluri lelaki dalam jiwanya meraung dengan gila, pemuda itu masih bisa menahannya.
Ugh! Semakin lama … semakin berat. Aku benar-benar ingin segera kembali!
...***...
Tanpa terasa, beberapa hari berlalu begitu saja. Di dalam Istana Kekaisaran.
Ciel tampak agak linglung. Dia merasa agak aneh karena tiba-tiba dipanggil oleh ayahnya. Melihat ke arah Ryo yang juga dipanggil, pemuda itu merasa tidak nyaman.
Mungkinkah kami ketahuan lalu akan dihukum? Omong kosong! Aku ingin segera kembali ke wilayah milikku. Tidak ada lagi waktu untuk disia-siakan di sini!
“Kenapa kamu tampak lesu, Luciel?”
Mendengar pertanyaan ayahnya, Ciel menggeleng ringan sambil menjawab, “Tidak apa-apa.”
__ADS_1
“Di sini aku ingin menyampaikan sesuatu kalian.”
Mendengar itu, Ciel dan Ryo menatap ke arah Kaisar Julius. Mereka berdua siap dihukum, tetapi tidak menyangka malah keduanya akan dipanggil hal lain. Kemungkinan besar, mereka berdua akan disuruh untuk melakukan misi lain bersama.
“Ryo …”
“Ya, Yang Mulia!” Mendengar panggilan Kaisar Julius, dia langsung memberi hormat.
“Aku sangat senang karena kamu mau menemani Luciel melakukan hal-hal berbahaya dan melakukan tugasmu dengan benar. Namun … aku cukup kecewa karena kamu tidak bisa menghentikan Luciel untuk melakukan hal-hal ceroboh.”
“Maafkan hamba ini, Yang Mulia!” Ryo langsung membungkuk dengan ekspresi tulus. Sama sekali tidak ada kebencian dalam tatapannya.
“Sebenarnya itu juga bukan salahmu.” Kaisar Julius melirik ke arah Ciel lalu menghela napas. “Sebenarnya, di sini aku akan memberimu tugas baru.”
“Saya akan melakukan segala perintah anda, Yang Mulia!”
“Mulai sekarang, kamu akan diberhentikan dari barisan ksatria. Sebagai gantinya … kamu akan mengikuti Ciel untuk pergi ke wilayahnya. Dia akan menjadi tuanmu yang baru.”
“...”
Ekspresi Ryo yang tegas tiba-tiba stagnan. Entah kenapa dia tiba-tiba mengingat beberapa kejadian dalam benaknya. Salah satunya … berjuang di tanah bersalju dengan seluruh tenaga dan tidak tahu apakah akan hidup atau mati. Namun, sosok ‘rekan’ yang dia tunggu benar-benar tidur pulas dalam tenda yang hangat.
“Ryo?” Kaisar Julius bertanya lembut.
“Bagus.” Kaisar Julius mengangguk puas.
Sebenarnya Ryo benar-benar ingin menolak tugas itu. Hanya saja, sebagai seorang budak sekaligus bocah malang yang telah diberi kesempatan, dia tidak bisa mengatakannya. Dia benar-benar mematuhi setiap perintah Kaisar Julius karena telah diselamatkan olehnya. Meski dijadikan budak untuk mencegah pemberontakan, Ryo tidak pernah diperlakukan kejam.
Ryo melirik ke arah Ciel. Melihat pangeran super malas yang mungkin bisa memerintahkan dirinya untuk mati kapan saja, dia merasa getir dalam hatinya. Namun untuk membalas kebaikan Kaisar Julius … Ryo akan tetap melakukannya.
Pada saat itu, Ciel mengangkat tangannya.
“Tidak perlu, Ayahanda. Mungkin Ryo lebih cocok untuk bekerja sebagai ksatria elit di Royal Capital. Lagipula … aku juga tidak ingin memaksanya.”
Seolah menyadari sesuatu, Kaisar Julius memandang ke arah Ryo.
“Maaf Ryo. Jika kamu tidak mau melakukannya, kamu boleh tetap tinggal di Royal Capital.”
“Saya …” Ryo merasa sulit untuk menjawab. Setelah mencoba untuk tenang, dia melanjutkan, “Saya sama sekali tidak keberatan untuk melayani Pangeran Luciel, Yang Mulia!”
“Bagaimana menurutmu, Luciel?” Kaisar menoleh ke arah putra bungsunya itu.
__ADS_1
“Jika Ryo tidak keberatan, aku dengan senang hati menerimanya sebagai salah satu bawahanku.” Ciel tersenyum sangat ramah.
Memandang Ciel, Kaisar Julius mengangguk dan tidak terlalu memikirkannya. Sedangkan Ryo, dia tahu kalau dirinya telah dijebak oleh pemuda itu. Dengan kata lain, Ciel membuatnya sengaja mengakui kesetiaan dan ketidak keberatan untuk mengikutinya.
Benar saja, sebenarnya ketika mendengar bahwa Ryo akan ditugaskan untuk menjadi bawahannya, Ciel merasa cukup senang. Semakin banyak bawahan yang baik, dia akan menjadi semakin senang dan tenang.
“Kalau begitu ikuti aku.” Kaisar Julius langsung memberi perintah.
Beberapa jam kemudian, Ciel terlihat keluar dari Istana Kekaisaran.
Sementara itu, Ryo masih menghadap Kaisar Julius dalam Istana Kekaisaran.
“Maaf merepotkanmu, Ryo.” Kaisar Julius berkata dengan lembut.
Ryo tampak sedikit rumit, sekarang Ciel telah menjadi tuannya. Mendengar ucapan Kaisar Julius membuatnya merasa agak aneh dan terkejut.
“Apakah kamu tahu. Selain melatihmu untuk menjadi ksatria yang melindungi Kekaisaran Black Sun, sebenarnya aku melatihmu secara khusus karena sesuatu.”
“...” Ryo menatap Kaisar Julius dengan ekspresi serius.
“Sebenarnya, diam-diam aku melatihmu untuk menjadi penjaga sekaligus tangan kanan Kaisar berikutnya.”
Mendengar itu membuat Ryo langsung terkejut. Dia tidak bisa tidak bertanya, “Maksud anda???”
“Tidak.” Kaisar Julius menggeleng ringan sebelum menjelaskan. “Luciel bukanlah Putra Mahkota dan dia belum tentu menjadi kaisar berikutnya. Hanya saja … aku berharap kamu bisa membantu anak itu. Jika bisa … aku ingin kamu menyadarkannya.”
“Menyadarkannya?” gumam Ryo dengan ekspresi aneh.
“Ya. Jujur saja, aku ingin memiliki penerus yang sangat kuat dan Luciel yang paling cocok dalam segi penampilan dan bakat. Bahkan dia juga seorang Abyssal Angel, jadi sangat cocok sebagai Kaisar berikutnya.
Namun … kamu pasti mengenalnya dan bisa membayangkan bagaimana jadinya jika Kekaisaran Black Sun dipimpin oleh bocah itu?”
“Kekaisaran Black Sun dipimpin oleh Pangeran Luciel???”
Ryo awalnya tidak menganggap aneh karena yakin Ciel akan memiliki pencapaian luar biasa dalam tingkatan kekuatannya. Akan tetapi, ekspresinya tiba-tiba berubah.
Entah bagaimana, Ryo membayangkan Ciel yang dewasa dan tidak bersemangat. Sosok yang tidur di ranjang luas Istana Kekaisaran bersama para istrinya sambil minum anggur padahal Kekaisaran Black Sun diserang oleh beberapa kerajaan lain di berbagai sisi.
Membayangkan pengorbanan para ksatria yang pulang hanya dengan nyawa karena sang Kaisar sibuk tidur dan malas bergerak dari ranjangnya, Ryo merasakan keringat dingin membasahi punggungnya.
Itu … pemandangan semacam itu sama sekali tidak boleh terjadi!
__ADS_1
>> Bersambung.