
“Ugh! Menyebalkan …”
Mengamati area di sekelilingnya, Ciel melihat hutan yang begitu lebat. Pemuda itu masih ingat pesan dari ayahnya. Karena teleportasi dengan jarak yang begitu jauh tanpa titik koordinat pasti, dia akan muncul di tempat yang acak.
Pemuda itu menghela napas panjang ketika sadar bahwa dirinya di teleportasi ke hutan yang berbatasan dengan kerajaan Black Star. Kerajaan itu memiliki tambang logam yang kaya dan tanah yang relatif subur. Namun, kerajaan tersebut lebih kecil daripada kerajaan lain di sekitar Kekaisaran Black Sun.
“Membawa Deschia pasti terlalu mencolok dan sulit untuk menyusup. Namun jika seperti ini … haruskah aku berjalan kaki?” gumam Ciel.
Pada saat itu, Ciel mendengar suara gemerisik daun. Melihat ke arah sumber suara. Di kejauhan, dia melihat sosok kuda besar dengan bulu hitam legam dan cukup lebat. Terlihat juga sebuah tanduk panjang setajam pedang di dahinya.
Melihat makhluk itu, Ciel merasa terkejut.
Membutuhkan tunggangan lalu tunggangan datang? Bukankah aku begitu beruntung?
Jika aku memiliki panel status seperti para reinkarnator dari novel yang aku baca di kehidupan sebelumnya, mungkin aku memiliki stat luck +999.
Pikir Ciel bangga sambil mengelus dagunya. Kuda itu juga melihat ke arahnya, bukannya berlari, makhluk itu malah mendekat ke arahnya.
Nama makhluk itu adalah Dark Unicorn. Ya, tanpa tambahan Lightning, Flame, Wind, atau yang lainnya. Makhluk itu adalah spesies leluhur dari beberapa yang disebutkan sebelumnya. Dibandingkan dengan keturunan yang tidak murni, Dark Unicorn sangat kuat karena bisa mencapai level 4 ketika dewasa. Jika memiliki kesempatan, naik ke level 5 masih sangat mungkin.
Benar-benar tidak kalah dari ras Frost Wyvern seperti Deschia.
Menurut beberapa catatan yang Ciel baca, Dark Unicorn sendiri dianggap sebagai manifestasi kejahatan. Itu disebabkan oleh tingkah makhluk itu yang mencintai makhluk kuat yang kejam dan telah membunuh banyak makhluk lainnya. Pernah tercatat bahwa Dark Unicorn bisa mencium bau kejahatan.
Kemungkinan besar makhluk itu tertarik dengan kekuatan dan kekejaman Ciel.
Pemuda itu sendiri tidak peduli dianggap jahat atau apa. Selama itu makhluk yang keren, kuat, dan cepat ... mau berbentuk seperti apa Ciel masih menerimanya. Bahkan jika makhluk yang terlihat mengerikan seperti Abyssal Basilisk.
Ciel sendiri tidak menganggap dirinya baik. Selama itu perlu, pemuda itu tidak akan segan menyiksa atau membunuh lawannya. Melihat makhluk itu mendekat, dia membuka lebar kedua tangannya.
“Kemarilah, Manis. Kamu pasti tertarik kepadaku, kan?” ucap Ciel dengan agak bangga.
__ADS_1
Dark Unicorn mendekati Ciel dan berhenti di depannya. Makhluk itu kemudian mengendus tubuh Ciel, kuda hitam itu tampak penasaran sebelum mundur beberapa langkah.
Dark Unicorn kemudian memandang ke arah Ciel dengan ekspresi jijik dalam matanya.
“...” Ciel langsung terdiam.
Pemuda itu tiba-tiba mengingat salah satu penemuan dan catatan di salah buku. Dalam buku tersebut, dicatat bahwa Dark Unicorn membenci anak kecil dan gadis yang masih suci.
Untuk para iblis, khususnya bangsawan laki-laki, itu sama sekali tidak terlalu penting karena biasanya mereka akan melepas keperjakaan mereka dengan pelayan atau budak yang mereka suka ketika remaja.
Sedangkan Ciel yang menahan diri … dia merasa Dark Unicorn itu menatapnya dengan ekspresi penuh penghinaan. Sudut bibir pemuda itu bergerak-gerak, tidak menyangka dirinya sedang dihina oleh seekor kuda.
“Hehehe … apakah kamu menghinaku karena masih perjaka?”
Ciel mengangkat sudut bibirnya dengan senyum sinis.
“Percaya atau tidak … aku akan membuatmu menyesal karena telah hidup, tetapi tidak mengizinkanku naik ke punggungmu!”
Dalam waktu beberapa jam, dari dalam hutan yang begitu lebat, terdengar suara kuda yang terdengar begitu putus asa.
...***
...
Tiga hari kemudian.
Di sebuah padang rumput, seekor Dark Unicorn yang tampak luar biasa berlari membelah angin. Di punggung makhluk itu, tampak sosok lelaki bertopeng. Dia mengenakan subah hitam, dua katana hitam menggantung di sisi pinggangnya.
Tentu saja, itu adalah Ciel yang telah menaklukkan Dark Unicorn dua hari yang lalu.
Sekarang, Dark Unicorn tampak memiliki bulu hitam yang lebih terawat. Tampak begitu indah dan menawan. Hanya saja, tatapan kosong terlihat di mata makhluk itu.
__ADS_1
Dark Unicorn masih mengingat kejadian tiga hari yang lalu. Dia ditangkap dan dipukuli oleh tuannya. Ketika hampir sekarat, pemuda itu mengikatnya dengan rantai khusus lalu memanggangnya hidup-hidup di atas api hitam yang membara.
Bukan hanya itu, pemuda kejam itu bahkan menaburkan garam ketika seluruh bulunya terbakar dan hampir matang. Rasa perih itu benar-benar masih teringat di otak kuda hitam itu.
Awalnya, Dark Unicorn masih sombong dan siap untuk mati begitu saja. Namun saat dirinya sudah nyaris mati, pemuda itu mematikan api dan menurunkannya. Pemuda itu kemudian mengeluarkan dua potion. Satu potion disiramkan ke tubuhnya, sementara potion lain dengan paksa dimasukkan ke mulutnya.
Ya, itu potion penyembuh tingkat atas. Ketika Dark Unicorn sembuh tetapi masih lemah, pemuda itu sekali memukuli, memanggang, dan menaburkan garam kepadanya. Hal itu diulang sampai tiga belas kali, benar-benar membuat kuda hitam itu nyaris gila.
Ingin mati tapi tak bisa mati. Pada akhirnya, dia memilih untuk menyerah. Dark Unicorn sudah tidak tahan lagi! Bahkan makhluk itu mengutuk leluhurnya dalam hati.
‘Bukankah leluhur bilang para anak kecil, gadis, dan perjaka itu terlalu lemah lembut dan tidak bisa diandalkan? Leluhur mana yang bilang itu! Yang mana!
Biarkan dia hidup lagi menggantikanku dipanggang hidup-hidup tiga belas kali oleh pemuda gila ini! Omong kosong, dasar leluhur terkutuk!’
Sayangnya Dark Unicorn hanya tahu bahasa kuda, seperti para Naga yang memiliki bahasanya sendiri. Tidak seperti Naga dan keturunannya sendiri, mereka tidak bisa berbicara dengan bahasa iblis. Jika tidak, Dark Unicorn itu pasti sudah mengeluh kepada Ciel karena terlalu mendalami perannya sebagai iblis!
“Ada apa, Imiza? Apakah kamu lapar?” tanya Ciel dengan santai.
Melihat ekspresi ramah di wajah tuannya, Dark Unicorn bernama Imiza itu langsung berpura-pura tidak mendengarnya. Dia hanya bisa mengeluh dalam hati.
‘Jangan kira kamu bisa menipuku dengan wajah tampan itu! Dipanggang tiga belas kali … tidak mungkin aku bisa melupakan itu!’
“...”
Melihat kuda hitam yang malah berlari semakin kencang, Ciel hanya bisa tersenyum tak berdaya. Kelihatannya makhluk itu berbeda dengan Deschia yang agak pemaaf, atau mungkin … apa yang dia lakukan memang telah di luar toleransi untuk dimaafkan.
Ya … biarkan saja terlebih dahulu. Kita perbaiki hubungan ini perlahan.
Di sebuah padang yang rumput, ksatria hitam dan tunggangannya itu membelah angin, terus berlari menuju ke salah satu kota. Salah satu kota yang entah sudah runtuh atau belum. Yang jelas … itu adalah tempat di mana salah satu bangsawan Kerajaan Black Star yang bisa diandalkan berada.
>> Bersambung.
__ADS_1