Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Tidak Akan Mati Semudah Itu


__ADS_3

Sekitar satu jam kemudian.


Duduk di kursi sambil memandangi kolam jernih yang dipenuhi ikan, Ciel menghela napas panjang. Dia kemudian menepuk kepala gadis kecil yang duduk di sampingnya.


“Pasti berat, kan?”


“En.” Rey yang duduk di samping Ciel mengangguk.


Satu jam sebelumnya, Ciel, Rey, Zack, dan Vexia duduk bersama. Mendengar bagaimana Zack bercerita tentang menyayangi adiknya, sudut bibir Pangeran Muda itu berkedut. Dia merasa kalau wajar jika Rey membenci kakaknya.


Sejak awal, Zack sangat lengket dengan adiknya. Pemuda itu bahkan bisa dibilang terlalu lengket sampai anak usia dua tahun merasa tidak nyaman karenanya. Setelah dua tahun terus diganggu oleh sang kakak, Rey mulai memiliki resistensi tinggi terhadapnya.


Mungkin rasanya seperti orang yang dipaksa untuk makan mie instan setiap hari tanpa berhenti selama dua tahun. Awalnya orang itu pasti merasa mie instan enak, tetapi karena berlebihan, dia merasa perutnya tidak nyaman ketika melihat mie instan di depannya.


Ya … mungkin seperti itu.


Ciel mengangguk dengan ekspresi penuh makna sambil terus mengelus kepala Rey kecil. Menatap gadis kecil itu, dia tidak bisa tidak menghela napas panjang.


Kamu sudah berjuang, Rey kecil. Aku tahu perasaan itu. Mungkin aku yang paling tahu karena diganggu selama bertahun-tahun.


“Hey! Bukankah ini salah, Rivalku? Rey itu adikku, kan? Seharusnya dia duduk di sampingku seperti pengikut kecil yang patuh, kan?”


“Grrr …” Rey memegang baju Ciel. Menggeram ke arah Zack sambil memelototi kakaknya itu.


“Lihat? Bukankah itu kasar? Dia benar-benar seperti kucing liar,” ucap Zack dengan ekspresi pahit di wajahnya.


“Akhirnya saya menemukan anda, Nona Rey.”


Suara wanita terdengar. Menoleh ke sumber suara, terlihat seorang pelayan yang berkeringat deras sambil terengah-engah.


“Sudah waktunya mandi sore, Nona Rey. Setelah itu, ada jadwal untuk belajar menulis dan membaca.”


Rey kecil memandang ke arah pelayan lalu ke arah Ciel dengan mata bulat. Itu membuat Ciel terkekeh.


“Rey kecil adalah gadis yang patuh. Ikuti kakak maid untuk mandi lalu belajar. Aku akan tinggal di sini beberapa hari. Kita bisa bermain besok.”


“En.”


Rey kecil mengangguk dengan ekspresi patuh dan agak bersemangat. Dia kemudian turun dari kursi dan mengikuti maid pergi. Sebelum pergi gadis kecil itu melambaikan tangan ke arah Ciel dengan senyum hangat. Tentu saja, Pangeran muda itu membalas dengan ekspresi tenang dan santai.

__ADS_1


Melihat Rey yang pergi dengan pelayan, ekspresi santai di wajah Ciel berubah menjadi serius. Dia menatap ke arah Zack dengan ekspresi curiga.


“Kenapa kamu tidak beristirahat? Jangan terlalu banyak berlarian dan melukai dirimu sendiri.”


“Berlarian? Memangnya aku anak kecil?” Zack mengeluh. Dia menatap ke arah Ciel dan bertanya, “Kamu tidak mengajak Ariana untuk datang, Rivalku?”


“Ariana? Tentu saja tidak. Aku datang ke Royal Capital seorang diri untuk Pertemuan Para Pangeran. Kebetulan aku mendapat kabar kalau kamu terluka dan datang ke tempat ini.


Ngomong-ngomong … kenapa kamu tidak memberi kabar jika dirimu terluka? Meski South Duchy dan North Duchy cukup jauh, aku akan tetap datang meski sedikit tertunda.”


“Karena informasi harus diblokir. Kamu sendiri pasti tahu, Rivalku. Banyak orang yang menatap Keluarga Flamehart. Apa yang akan terjadi jika mereka tahu kalau putra satu-satunya dalam keluarga ternyata belum sembuh dan sekarat?


Kamu tahu jawabannya, Rivalku.”


Melihat situasi Kastil Flamehart yang lebih sepi daripada yang dia dengar, Ciel mengangguk. Menurut informasi yang dia dapat, biasanya kastil ramai dan cukup padat. Banyak tamu yang berkunjung dan banyak pelayan.


Jelas, sekarang Kastil Flamehart tidak menerima tamu. Sedangkan untuk pelayan, sebagian besar pasti diberhentikan. Sedangkan yang lainnya … mungkin dibersihkan agar berita tidak bocor ke luar.


“Aku tahu tentang itu. Hanya saja, vitalitasmu menurun begitu cepat. Bagaimana itu bisa terjadi?” Ciel bertanya dengan curiga.


“Seharusnya kamu tahu kalau aku sedang sekarat.” Zack menggaruk belakang kepalanya.


“...”


“Aku tidak percaya orang kepercayaan Kaisar Julius adalah penjahat.”


“...”


Melihat Ciel yang diam, Zack berkata dengan nada serius.


“Ciel, sebenarnya aku punya permintaan.”


“Permintaan?” Ciel memiringkan kepalanya.


“Ya! Jika aku mati, tolong bantu aku untuk melindungi Keluarga Flamehart. Juga … tolong jadilah ayah baptis anakku!”


“...”


Ayah baptis?

__ADS_1


Ekspresi tak acuh Ciel tiba-tiba stagnan, dia langsung menoleh ke arah Vexia. Wanita itu menunduk dengan ekspresi malu-malu.


“Vexia … hamil?” Ciel berkata dengan nada aneh.


“Belum.” Zack menggeleng ringan. “Kamu pasti tahu, keturunan iblis tingkat tinggi seperti kita sulit untuk memiliki keturunan. Belum lagi, Keluarga Flamehart lebih parah dalam hal ini.”


Ciel mengangguk ringan. Memang, Keluarga Flamehart cukup kesulitan dalam urusan keturunan. Karena itu Duke Flamehart sangat marah ketika nyawa putra satu-satunya dalam krisis.


Sedangkan Keluarga Dawnbringer memiliki kelebihan tersendiri. Meski juga iblis tingkat atas, Abyssal Angel bisa membuat keturunan dengan ras lain. Bahkan, mereka bisa membuat bibit yang unggul. Dengan kata lain, memperkuat garis keturunan ras yang berpasangan dengannya.


Walau kelahiran Abyssal Angel bisa dibilang sangat langka bahkan lebih langka dari Keluarga Flamehart, Keluarga Dawnbringer bisa dibilang besar meski tidak berisi banyak ras Abyssal Angel.


Ada ketuntungan dan kerugian di kedua sisi. Abyssal Angel sulit memiliki keturunan Abyssal Angel lain, tetapi bisa memiliki banyak keturunan dengan ras berbeda. Sedangkan Keluarga Flamehart sebaliknya. Meski sangat sulit untuk memiliki keturunan, 95% kemungkinan keturunan yang lahir mewarisi gen Keluarga Flamehart yang kuat dan mendominasi.


Kasus seperti Rey kecil sangat langka dan jarang terjadi di Keluarga Flamehart. Akan tetapi, hal seperti itu juga bisa dianggap wajar. Sebagai keluarga yang sulit memiliki keturunan, mereka tidak membedakan atau bahkan mengucilkan Rey yang bisa dianggap berbeda. Keluarga ini terbilang harmonis jika dibandingkan dengan keluarga lain yang suka memperebutkan kekuasaan atau kursi kepala keluarga berikutnya.


Seolah menyadari sesuatu, Ciel menatap Zack dengan ekspresi aneh.


“Jadi alasan kamu kehilangan banyak vitalitas …”


“Ya! Aku melakukannya setiap malam, berusaha dan berjuang keras! Sebelum pergi, aku akan memastikan ayah dan ibu memiliki cucu.”


Melihat Zack yang berbicara tanpa malu dan bahkan bangga, Ciel terdiam. Roy yang berdiri di belakangnya tercengang. Sedangkan Vexia yang duduk di samping Zack menunduk lebih dalam … benar-benar tidak berani memperlihatkan wajahnya. Jelas, wanita itu sangat malu!


“Jadi bagaimana, Rivalku? Kamu mau menerima calon anakku menjadi anak baptis, kan? Kamu pasti mau kan, Rivalku?”


Mendengar bagaimana Zack berkata tentang anak ini dan anak itu, sudut bibir Ciel berkedut. Meski Zack tidak berniat mengejeknya, pemuda itu merasa kalau sahabatnya agak terlalu sombong. Dia bahkan mengutuk dalam hati.


Kayuh saja terus sampai pinggangmu patah, Bodoh!


“Bagaimana, Rivalku???” Zack memiringkan kepalanya dengan ekspresi konyol. Membuat Ciel ingin memukuli wajahnya.


“Ayah baptis, aku setuju. Sedangkan untuk menjadi guru atau semacamnya … aku tidak berbakat untuk melakukan itu. Juga, jangan terlalu putus asa seperti itu.”


Memandang Zack yang kebingungan, Ciel memalingkan wajah dengan ekspresi datar. Memandang kolam ikan dengan mata dingin, dia berkata dengan nada tak acuh.


“Aku yakin, kamu tidak akan mati semudah itu.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2