Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Sen no Hana


__ADS_3

“Apakah anda melihatnya, Pangeran Luciel?”


Vonda yang menumbuhkan kembali anggota tubuhnya tiba-tiba bicara. Meski terlihat buruk seperti gumpalan daging yang diremas menjadi bentuk humanoid, memang, tidak bisa disangkal kalau dirinya bisa beregenerasi.


Daripada iblis normal, Vonda lebih mirip ras Heteromorph. Keluarga Bathory menatap sosok Vonda dengan penuh kebencian. Khususnya Marcus, orang itu benar-benar marah. Tidak menyangka, sosok yang melakukan banyak eksperimen bersamanya ternyata adalah penipu.


“…”


Ciel tidak berbicara. Dia terus melangkah ke depan dengan sebuah katana di tangan kanannya. Vonda yang merasakan Ciel berjalan mendekat malah tertawa.


“Itu percuma saja, Pangeran Luciel. Anda tidak akan bisa membunuh saya.”


Belum sempat suara Vonda menghilang, sosok Ciel lenyap dan muncul beberapa meter di sekitar wanita itu. Ya … Ciel muncul di tengah kerumunan.


Ciel tampak tak acuh. Namun jika diperhatikan, ada noda darah di katana pemuda itu. Dia dengan santai memutar pergelangan tangannya. Darah langsung terciprat ke rerumputan di bawahnya. Seluruh tubuh katana kembali bersih seperti sebelumnya.


Pada saat itu, di bawah ekspresi kaget, tubuh Vonda terbelah menjadi dua tepat di tengah. Tubuhnya kembali jatuh ke tanah. Namun, darah di antara kedua tubuh yang terpisah menggeliat seperti cacing. Saling terjalin sebelum mengembalikan tubuhnya seperti semula.


Bangkit dari tanah, Vonda segera berkata, “Sudah saya bilang, Pangeran Luciel … anda-”


Sekali lagi Ciel berkedip dan menghilang. Kali ini, dua luka membentuk silang langsung menghancurkan mulut penuh taring di perut Vonda. Akan tetapi, itu masih gagal. Wanita itu benar-benar kembali berdiri.


Melihat itu, Ciel menyarungkan kembali katananya lalu menghilang dari kerumunan. Ketika muncul, dia kembali ke tempat dirinya sebelumnya bicara.


Menarik … dibandingkan dengan kehidupan seperti iblis yang memiliki titik lemah otak atau jantung, makhluk itu benar-benar seperti daging hidup.


Meski tidak bisa dibandingkan dengan skill Devour miliknya, Ciel merasa kalau keberuntungan Vonda tidak terlalu buruk. Tanpa sengaja dalam eksperimen, dia benar-benar mendapat versi lowgrade dari skill yang begitu ganas dan berbahaya.


Jika Ciel tahu kalau Vonda mungkin berusia sama dengan mendiang neneknya dan berusaha menghangatkan ranjangnya, pemuda itu pasti merinding ketakutan.


Ciel yang masih ingin menguji sesuatu akhirnya menatap sosok humanoid aneh itu.


“Aku akan memberimu waktu. Kamu boleh memakan seluruh prajurit bonekamu. Setelah itu, jika kamu bisa melawanku. Jika kamu benar-benar tidak mati … aku tidak keberatan menerimamu.”


Mendengar ucapan Ciel yang terdengar dingin dan begitu tak acuh, tubuh Vonda gemetar karena bersemangat.


Tanpa ragu, sulur dari daging yang tidak terhitung jumlahnya langsung menusuk ke tubuh para prajurit modifikasi. Vonda benar-benar tidak menganggap mereka makhluk hidup. Wanita itu mungkin menganggap mereka sebagai stok makanan.Terus makan satu per satu tanpa henti, perubahan mulai terjadi.


Sementara yang lain menatap Vonda yang ‘makan’ dengan ekspresi ngeri, Ciel tampak tak acuh.


Memakan 250 prajurit … Vonda tiba-tiba menerobos tingkat 5 (awal).


Memakan 550 prajurit … Vonda menerobos tingkat 5 (menengah).


Memakan 1000 prajurit … Von akhirnya menerobos tingkat 5 (akhir).


Pada saat itu, perubahan besar terjadi. Sosok Vonda yang awalnya seperti daging humanoid berubah menjadi sosok mirip mayat hidup.


Terlihat seperti wanita kurus dengan rambut panjang sampai menyentuh tanah dan kulit berwarna abu-abu. Selain itu, dua tangan sebelumnya benar-benar menjadi enam tangan yang kurus dan ramping. Meski begitu, Ciel tahu kalau tubuh itu dipadatkan dari seribu daging dan tulang, jelas kekokohannya tidak bisa diremehkan.

__ADS_1


Selain itu, Ciel juga menyadari sesuatu yang sangat penting. Meski bisa memadatkan tubuh sekuat itu dan meningkatkan levelnya, itu jelas hanya bersifat sementara. Setelah beberapa waktu, nutrisi dan energi dari tubuh yang diserap akan habis … tubuhnya akan kembali runtuh menjadi gumpalan daging.


Shura Corpse … temporary …


Melihat kalau Vonda membuat tubuh mayat salah satu ras yang bisa dibilang langka dan hampir punah di benua ini, Ciel merasa agak menarik. Wanita itu pasti tidak sengaja melihat catatan tentang ras Shura.


“Apakah anda terkejut, Pangeran Luciel? Tubuh yang saya buat ini adalah tubuh dari ras Shura yang legendaris. Selain itu … kekuatan saya telah menyamai anda, level 5 (akhir)!”


Melihat Vonda yang tertawa bangga, Ciel hanya menggeleng ringan. Memang .. dunia luar menganggapnya sebagai iblis level 5 (akhir). Akan tetapi, pada kenyataannya, dirinya sudah menembus level 6 (akhir).


Menekan kekuatannya tetap berada di level 5 (akhir), Ciel ingin mencoba sesuatu.


“Itu memang menarik. Kalau begitu aku juga ingin kamu melihat sesuatu yang menarik.” Ciel tersenyum. “Kamu tahu ras Shura, jadi kamu juga pernah membaca buku tentang daratan timur.”


“Apa maksud anda???” Vonda tampak cukup serius. Tidak menyangka, sosok muda seperti Ciel juga mengenal ras Shura.


“Tidak ada. Dari beberapa pengalaman, aku menciptakan teknik milikku sendiri. Aku menyebutnya … Sen no Hana.”


“Sen no Hana???”


Ciel memegang sarung dan gagang katana di pinggang kirinya. Dengan ekspresi santai, dia menjelaskan.


“Itu berarti Seribu Bunga.”


Sebelum suaranya memudar, Ciel telah menghilang dari tempatnya.


KLANG!


“Menarik …”


Suara lembut Ciel terdengar. Ditambah dengan suara desir seolah angin musim semi yang berhembus, tangan Vonda benar-benar langsung terpotong.


Melihat itu, Vonda langsung kaget dan melompat mundur. Dari tangannya yang terputus, cairan hitam seperti darah membentuk ribuan benang lalu mengambil tangan yang jatuh di tanah sebelum kembali merekatkannya. Benar-benar kembali normal seolah baru.


Kali ini Vonda sama sekali tidak sembrono. Dia merasa kalau gerakan Ciel begitu aneh. Menurut penelitiannya sendiri, seharusnya tubuh Shura ini bisa menahan hampir semua serangan fisik. Selain itu, tubuh itu seharusnya bisa menahan sihir di level 5. Namun serangan Ciel yang begitu aneh benar-benar memotong tangannya seolah pisau sedang memotong tahu.


Vonda langsung serius. Karena bertahun-tahun menjadi tentara bayaran, dia juga banyak belajar kemampuan bertarung dengan tangan kosong. Bahkan wanita itu juga membuat teknik bertarungnya sendiri. Memasang kuda-kuda, Vonda melapisi keenam kepalan tangannya dengan energi sihir.


Melihat sosok Ciel sekali lagi menghilang, Vonda langsung mengamati sekitar dengan ekspresi serius.


KLANG! KLANG! KLANG!


Satu per satu tinju sekeras baja dan katana terus bertemu. Ritme yang awlanya begitu harmonis menjadi lebih cepat dan semakin cepat. Dari satu atau dua tebasan pedang dalam satu detik … benar-benar meningkat menjadi enam atau tujuh tebasan per detik.


Vonda terlihat cukup panik. Jika tidak memiliki fisik Shura dan mengendalikan enam lengannya dengan baik, dia yakin kalau Ciel pasti telah memotongnya menjadi dadu sekarang. Pada saat dirinya hampir mencapai batasnya, Ciel tiba-tiba menghentikan gerakan lalu melompat mundur.


Melihat itu, Vonda tidak melepaskan kesempatan. Mengompres udara dalam keenam kepalan tangannya dan mencampurnya dengan sihir, dia langsung melakukan pukulan beruntun. Membuat enam peluru udara dan menembakkannya ke arah Ciel.


Ciel yang berada di udara langsung menarik napas dalam-dalam lalu membuat gerakan berputar. Selain menghindari empat peluru udara, dia menangkis dua peluru udara yang tidak terlihat.

__ADS_1


BLARRR!!! BLARRR!!! BLARRR!!!


Ditemani suara ledakan, peluru udara yang seukuran kepalan tangan tetapi tidak terlihat itu menghantam tanah dan menciptakan enam kawah kecil.


“Itu cukup berbahaya …” Ciel berkata santai.


Vonda yang melihat Ciel bisa menahan dan menghindari serangannya mengerutkan kening. Ciel yang napasnya sudah kembali stabil lagi-lagi menghilang.


KLANG!


Vonda menangkis serangan Ciel dari depan.


KLANG!


Kali ini dia menangkis serangan dari kiri.


KLANG!


Vonda terus menerus menangkis serangan Ciel dari segala arah. Akan tetapi, dirinya merasa kalau Ciel bergerak dalam rotasi yang sama beberapa kali. Pada saat wanita itu merasa agak aneh, dia melihat sebuah kelopak bunga berwarna hitam. Namun ketika kelopak bunga hitam itu menyentuh kulitnya, kulit yang sekeras baja itu langsung hangus.


Terlalu fokus dengan gerakan pedang Ciel, Vonda melupakan situasi di sekitarnya. Ketika menunduk, dia langsung gugup melihat banyak rune aneh di tanah. Sedikit mendongak, wanita itu melihat banyak kelopak hitam yang melayang lembut di udara.


Ribuan … mungkin puluhan ribu kelopak hitam melayang dengan lembut di sekitarnya seolah sedang ditiup oleh angin musim semi.


Indahnya …


Hanya kata itu yang terlintas di benak Vonda. Semua rasa panik, takut, dan semuanya menghilang sepenuhnya. Sadar kalau banyak rune di bawahnya mulai menyala, wanita itu melirik ke arah Ciel yang berdiri di kejauhan.


Pada saat itu .. Vonda sadar kalau dirinya telah kalah.


Ketika seluruh rune menyala. Embusan angin musim semi berputar dengan kecepatan luar biasa mengelilinginya. Membuat puluhan ribu kelopak bunga hitam berputar mengelilinginya. Pada akhirnya … menciptakan sebuah tornado api hitam yang membumbung ke angkasa.


Berdiri cukup jauh dari sana, Ciel yang memunggungi tornado hitam memejamkan mata sembari menyarungkan katana.


“Gerakan pertama … Badai Sakura.”


Setelah mengembuskan napas panjang, Ciel tiba-tiba mendengar suara tepuk tangan. Tepuk tangan meriah seolah sedang menonton pertunjukkan luar biasa.


“Wow! Gerakan apa itu? Aku belum pernah melihatnya. Benar-benar indah!”


Menatap ke arah sumber suara, Ciel melihat sosok lelaki jangkung yang duduk di atas kepala ular hitam raksasa bersayap sedang menatapnya. Sosok itu agak kurus dengan rambut hitam acak-acakan. Matanya berwarna hijau seperti batu giok. Sebuah tombak hitam legam terlihat di pelukannya.


Sosok sembrono itu tiba-tiba tersenyum, memperlihatkan gigi dengan taring seperti Vampir sebelum berbicara.


“Apakah kamu terkejut karena tidak mendeteksi keberadaanku, Pangeran Luciel?”


“...”


Ciel hanya diam, menatap sosok itu dengan saksama. Orang itu mendecak dengan ekspresi tidak puas sebelum berdiri di atas kepala ular dengan tombak di tangannya. Sekali lagi dia tersenyum sebelum memperkenalkan diri.

__ADS_1


“Satu dari 13 Jenderal Curses of Shadow … Vesperr.”


>> Bersambung.


__ADS_2