
“Ini tidak mungkin dimasukkan ke dalam cincin dimensi …”
Ciel bergumam pelan. Karena apa yang di depannya termasuk makhluk hidup, tidak mungkin memasukkannya ke dalam cincin dimensi. Satu-satunya cara adalah membawanya secara manual.
Duke yang awalnya berada di luar ruangan hendak masuk, tetapi Ciel langsung menghentikannya.
“Tolong bawakan aku kain hitam yang paling lebar.”
Melihat ekspresi serius Ciel yang melarangnya mendekat, Duke Raevern hanya bisa menghela napas panjang. Dia mengangguk ringan sebelum akhirnya pergi untuk menyuruh seseorang mengambil kain hitam itu.
Tidak lama kemudian, seorang ksatria datang membawa kain hitam dengan ekspresi aneh. Ciel keluar dari ruangan untuk mengambilnya lalu kembali masuk ke dalam ruangan.
Beberapa menit kemudian, sosok Ciel keluar dari ruangan dengan sebuah bungkusan kain hitam yang ada di punggungnya. Dalam pandangan aneh para ksatria, dia menghampiri Duke Raevern.
“Karena urusanku di sini telah selesai, aku akan kembali.”
“Tidak beristirahat satu atau dua hari?” tanya Duke Raevern dengan aneh.
“Tidak. Aku telah meninggalkan wilayahku cukup lama. Meski tidak akan kacau, aku masih merasa khawatir.” Ciel menjawab santai.
“Baik.” Duke mengangguk ringan.
Melihat sosok Ciel yang pergi menaiki Deschia dengan sebuah bungkusan hitam besar, Duke Raevern menghela napas panjang. Dia tidak menyangka sosok Pangeran Sampah itu benar-benar sangat rajin. Orang yang bertanggung jawab terhadap wilayahnya. Diam-diam pria itu menaikkan nilai Ciel dalam benaknya.
Jika Ciel bisa membaca pikiran Duke Raevern, dia pasti merasa aneh. Pemuda itu jelas berbicara banyak omong kosong secara terbuka.
Sebenarnya, Ciel ingin segera mengambil harta yang ditinggalkan oleh Marcus lalu pulang. Tidur nyenyak di ranjang empuknya. Kembali menikmati masa tenang dan santainya.
Bekerja terlalu keras? Lalu untuk apa aku mencari banyak bawahan yang baik? Pajangan?
Merasa nyaman sekaligus senang, Ciel yang merasakan angin membelai lembut wajahnya tersenyum. Dia tidak sabar untuk segera sampai ‘rumah’, tempat ranjang empuknya telah menunggu.
...***...
__ADS_1
Sekitar sepuluh hari kemudian.
Ciel dan Deschia akhirnya mendarat di Kastil Black Lily. Banyak orang di kastil menyambutnya dengan hangat karena pulang dengan kemenangan. Terlebih lagi, dia benar-benar dipuji banyak rakyat karena kembali tanpa korban.
Memang, meski hanya mencegat sisa orang yang melarikan diri, jasa Ciel tidak bisa dianggap kecil. Ciel agak terkejut melihat sosok Ronn dan Jean yang seharusnya berada di Kota Blackrock dan Kota Greenscale.
Setelah mengingat kalau sebenarnya sudah berada di akhir musim semi, waktu panen, Ciel sadar kalau mereka datang untuk melapor masalah panen. Tidak seperti lima Viscount yang langsung mengirim laporan dan hasilnya ke Kota Black Lily. Sebagai bawahan kepercayaan Ciel, Jean dan Ronn ingin bertemu dengan teman-teman lain sekaligus meminta saran kepada Ciel.
Ciel yang baru tiba berterima kasih kepada mereka lalu pergi meletakkan ‘cangkang’ ke ruangan kosong di dekat kamar pribadinya lalu menguncinya di sana. Dia kemudian mandi, makan, dan beristirahat.
Malam harinya, ruang makan.
Ciel dan lainnya makan bersama. Banyak hidangan yang terlihat nikmat. Mereka semua merayakan kemenangan dengan pesta kecil-kecilan.
“Aku bilang, Jean. Jika kamu di sana … kamu pasti akan ketakutan. Naga hitam besar turun dari langit dan … DUARRR!!! Tiba-tiba ada sebuah danau buatan tanpa air di depanmu.”
Asterious membuat gerakan berlebihan dengan tangannya sambil menunjukkan kepada Jean. Dia bahkan mengejek Jean karena hanya menunggu Kota Greenscale. Melakukan hal membosankan tanpa mendapat pengalaman baru.
Jean yang biasanya tenang dan sabar menatap Asterious dengan tidak puas. Sudut bibirnya berkedut, benar-benar ingin memukul kepala kerbau yang terus memuntahkan omong kosong.
Itu seperti daun di musim gugur, tetapi semuanya adalah kelopak bunga hitam. Benar-benar keren!”
Theo kecil terus mengoceh di depan Jenny, berharap ibunya memujinya. Sedangkan untuk penggambaran, karena belum pernah melihat bunga sakura, Theo hanya bisa menggambarkannya seperti daun di musim gugur. Lagipula, tumbuhan yang mirip dengan bunga sakura terdengar hanya di bagian timur benua yang sangat jauh.
“Kamu pasti bekerja keras.” Jenny mengelus kepala Theo penuh dengan kasih sayang.
Tidak jauh dari sana, Tania yang mendengar Theo mengoceh tampak iri. Lagipula, sebagai seorang Alkemis, dia lebih sering menghabiskan waktunya di lab daripada melihat dunia luar. Diam-diam gadis itu memutuskan untuk segera menjadi Alkemis hebat dan membuat sang tuan kagum atas pencapaiannya.
Sementara bawahan-bawahan lain bercengkerama ria, Ciel terlihat duduk bersama dengan Ariana, Camellia, dan Elena.
“Lain kali anda harus berhati-hati, Tuan.” Camellia berkata dengan ekspresi khawatir.
Setelah mendengar cerita dari Elena kalau Ciel berhadapan dengan Jenderal dari Curses of Shadow dua kali berturut-turut, daripada bangga, Ariana dan Camellia merasa khawatir. Lagipula, tidak ada yang tahu kapan kemalangan akan datang. Lebih baik mencegah dan menjauhinya.
__ADS_1
“Semua pasti tidak akan berhenti di sini kan, Sayang?”
Sebagai seorang Putri, Ariana mengerti keputusan yang Ciel pilih. Itu juga keputusan dengan resiko besar.
“Benar. Membunuh dua jenderal mereka, Curses of Shadow cepat atau lambat akan mengetahuinya. Mungkin mereka akan mencurigai Duke Raevern karena informasi yang minim. Namun, untuk berjaga-jaga … kita harus memperkuat para prajurit dalam Wilayah Blackfield.” Ciel menghela napas panjang.
Dari tiga belas jenderal, Ciel menghabisi dua. Tidak apa-apa untuk Vonda karena menurut informasi, dia adalah jenderal terendah. Sedangkan Versperr … menurut informasi, dia adalah yang terkuat nomor 5. Sedangkan pria bernama Celeval, dia adalah yang terkuat nomor 2.
Jadi menurut dugaan Ciel, jenderal pertama dan pemimpin. Dua sosok itu kemungkinan besar adalah iblis level 6 (akhir), atau mungkin … iblis level 7.
Memikirkan untuk melawan sosok yang disebut Celeval saja, Ciel sudah memutar otak. Jika harus berhadapan dengan dua iblis di atas orang itu, Ciel sudah bingung bagaimana mengelak.
Bahkan gurunya sendiri baru dalam proses menembus level 7. Ayahnya juga iblis level 7. Jika musuh benar-benar di level itu … kemungkinan besar kematian adalah hasil akhirnya.
Keparat! Kenapa ada kumpulan orang aneh seperti itu dalam sebuah organisasi?
Bukankah tingkat kekuatan sebuah kekaisaran sudah ada di puncak dunia ini? Apakah Curses of Shadow adalah penjahat top di dunia ini?
Sial! Aku berada di rute yang salah, kan? Bukankah aku, sebagai pemuda, seharusnya melawan para keroco dalam generasi muda terlebih dahulu? Kenapa aku harus langsung melawan penjahat top?
Benar-benar tidak adil!
Ciel meraung dalam hatinya. Meminum anggur cangkir demi cangkir, pemuda itu benar-benar merasa kurang nyaman. Sekarang dia benar-benar menjauh dari rute aman di mana dirinya seharusnya hidup ‘nyaman dan bahagia’.
Belum lagi, Ciel mendapat informasi kalau beberapa orang dari West Duchy dan East Duchy pergi ke South Duchy. Kemungkinan besar, mereka adalah orang-orang yang ditugaskan oleh Ratu Pertama dan Ratu ke-2. Lagipula, kekuatan yang Ciel tunjukkan, iblis level 5 (akhir) sudah melebihi pangeran-pangeran lain.
Apakah masalah perebutan gelar Putra Mahkota?
Memikirkan itu, Ciel mengerutkan keningnya. Dia mengutuk dalam hati.
Sial! Tidak bisakah kalian meninggalkan aku sendiri di sudut selatan yang terpencil ini?
Biarkan aku hidup dengan tenang!
__ADS_1
Mengingat harta ‘warisan’ dari Marcus, mata Ciel bersinar dingin. Dia berniat menggunakan semuanya untuk memperkuat para ksatria lebih cepat. Itu karena … dia benar-benar pulang dari perang dengan kantong penuh!
>> Bersambung.