Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Mengambil atau Melepaskan?


__ADS_3

Helena tertegun di tempat ketika mendengar ucapan Ciel. Gadis itu kemudian memandang keempat wanita di dekat pemuda itu.


Ariana, sosok putri cantik dan patuh seperti boneka. Camellia, sosok gadis cantik dengan pesona kecantikan yang hangat dan lembut bagai bunga di musim semi. Elena, sosok wanita cantik yang memancarkan kesan dingin dan elegan. Isabella, sosok wanita cantik dengan bentuk tubuh yang menggoda, membuat banyak lelaki tidak bisa berpaling darinya.


Ya … di antara mereka, semuanya cantik. Selain itu, mereka bahkan memiliki ciri khas tersendiri.


Belum lagi … mereka semua sangat kuat. Helena mungkin tidak tahu berada di level mana, tetapi sosok Putri Ariana yang tidak merubah ekspresinya itu lebih kuat daripada dirinya atau para ksatria yang mengawalnya. Sedangkan tiga wanita lain, Helena benar-benar tidak bisa mengira.


B-Bagaimana mungkin beberapa sosok kuat muncul di wilayah terpencil seperti ini? Aku harus mengingatkan Ayah!


Menurut Ayah Helena, orang yang perlu dikhawatirkan dalam Wilayah Black Lily hanyalah Pangeran Luciel. Namun setelah Helena datang secara pribadi ke wilayah ini, dia mengetahui betapa mengerikannya wilayah yang selalu dianggap remeh oleh para bangsawan itu.


Melihat sosok pasangan Ciel, Helena yakin kalau masih ada beberapa orang kuat di sisi pemuda itu. Lagipula, tidak mungkin Pangeran itu mengirim kekasihnya sendiri untuk pergi ke medan perang lalu membunuh musuh. Itu terlalu beresiko!


“Anda baik-baik saja, Nona Helena?” tanya Ciel santai.


Tentu saja aku tidak baik-baik saja!


Helena langsung berseru dalam hati setelah mendengarkan pertanyaan Ciel. Perkataan Ciel sebelumnya jelas langsung meruntuhkan rasa percaya dirinya. Tidak mungkin seseorang tidak menerima ‘damage’ ketika mendengar ucapan semacam itu!


Hanya saja, Helena masih tersenyum lembut dengan ekspresi malu-malu.


“Saya sama sekali tidak apa-apa, Pangeran Luciel.”


Meski baru saja ditolak mentah-mentah, Helena memandang Ciel dengan cara yang semakin berbeda. Semakin dia memandang pemuda tampan itu, semakin dia menginginkannya. Ya … gadis itu sama sekali belum menyerah.


Jika aku bisa menjadi salah satu wanita Pangeran Luciel, aku pasti mendapat banyak keuntungan. Perlindungan dari orang-orang kuat, kekayaan melimpah, dan yang terpenting … gelar pasangan bangsawan yang kokoh.


Gelar kokoh yang tidak mudah disingkirkan seperti gelar bangsawan keluargaku!


Buah tidak jatuh jauh dari pohonnya. Mungkin kalimat yang paling cocok. Seperti ayahnya, Helena juga sangat ambisius. Tidak ingin selalu terjebak dengan lingkungan sempit seperti itu.


Bahkan, dalam ambisinya, gadis itu hanya ingin menikahi sosok dari keluarga Duke atau di atasnya! Dengan kata lain … Keluarga Kekaisaran!


“Pangeran Luciel …apakah anda … benar-benar tidak ingin menerima kami?”


Helena mengedipkan mata dengan ekspresi sedih dan tertekan. Tentu saja, Ciel masih bisa melihat acting Helena. Pemuda itu hanya menggeleng ringan sebagai tanggapan.


Sementara empat wanita di sisi Ciel, mereka langsung merasa tidak puas dan cukup marah karena tindakan Helena. Bahkan Isabella yang sebelumnya juga melakukan hal mirip tetap marah. Lagipula … siapa yang tidak marah ketika kekasih mereka digoda tepat di depan mata?

__ADS_1


“Jujur saja, aku mungkin akan mengikuti para raja atau bangsawan kelas atas di masa lalu. Mereka memiliki tiga istri dan lima selir. Kamu memang sangat cantik, Helena. Namun …


Cantik saja tidak cukup.”


Ciel berkata dengan nada tak acuh.


Meski dingin, Helena merasakan secercah harapan dari ucapan Ciel. Gadis itu kemudian menatap pangeran tampan di depannya dengan ekspresi serius.


“Lalu … apa yang membuat anda bisa menerima saya, Pangeran Luciel?”


Mendengar percakapan antara Ciel dan Helena, keempat wanita lainnya merasa tidak senang. Namun mereka sangat setia dan percaya dengan segala keputusan yang dibuat oleh Ciel. Pada akhirnya, mereka hanya diam untuk mendengarkan.


“Apakah … kamu berani mengkhianati keluargamu sendiri?” tanya Ciel.


Merasakan tatapan dingin Ciel, punggung Helena langsung basah dengan keringat dingin. Dia tidak berani membalas langsung pertanyaan jebakan seperti itu. Helena jelas tahu apa yang dimaksud oleh pemuda di depannya.


Jika Helena memilih untuk menjawab ‘berani berkhianat’, Ciel pasti akan meragukan kesetiaannya. Bahkan mungkin membenci orang yang dengan tidak tahu malu mengkhianati keluarga mereka sendiri.


Jika Helena memilih untuk menjawab ‘tidak berani berkhianat’, Ciel pasti akan menganggapnya setia. Namun, pemuda itu juga menganggapnya tidak berguna dan pengecut karena tidak mau mengikuti keinginan Ciel.


Keduanya adalah jawaban yang kurang tepat. Apa yang membuat Helena berpikir adalah … jawaban mana yang lebih disukai Ciel.


Suara dingin Ciel langsung membangunkan Helena yang sedang berpikir keras.


“Aku bilang, kita tidak cocok.” Ciel terlihat tak acuh ketika mengatakan hal itu.


“Sebenarnya jawaban mana saja sama sekali tidak berpengaruh. Aku suka yang setia, tetapi aku juga menyukai yang menyayangi keluarga. Apa yang aku uji adalah ketegasan, kejujuran, dan keteguhan hatimu.


Namun … orang yang memiliki banyak ide di kepala sepertimu pasti akan terlalu banyak menimbang masalah dan ragu. Ya … itu sedikit mengecewakan.”


Mendengar ucapan Ciel, Helena langsung menunduk. Dia benar-benar merasa dihajar habis-habisan secara fisik dan mental. Gadis itu mengepalkan kedua tangannya dengan erat. Dia berpikir kalau dirinya cukup cerdas, tetapi semua telah terbuka di depan Ciel.


Helena merasa seperti gadis tanpa busana yang tidak bisa menyembunyikan apa-apa di depan Ciel.


Mengangkat wajahnya, Helena menatap Ciel dengan ekspresi tegas. Tidak ada lagi kepura-puraan di wajahnya yang cantik. Hanya terlihat tatapan tegas, membuat orang pasti mengira bahwa itu orang lain.


“Lalu … saya ingin membuat kesepakatan dengan anda, Pangeran Luciel.”


Melihat ekspresi tegas Helena, Ciel mengangkat sudut bibirnya. Pemuda itu menunjukkan ekspresi tertarik.

__ADS_1


“Katakan.” Ciel berkata santai.


“Saya ingin perlindungan anda.”


“Berapa lama?” tanya Ciel dengan ekspresi tak acuh. “Dan apa yang kamu tukar sebagai gantinya?”


“Selama saya masih hidup. Sebagai gantinya, saya melakukan apa yang anda minta.”


“Terlalu lama. Aku bukan bodyguard. Juga … bayaran yang kamu katakan kurang. Bahkan dengan hidupmu sendiri, itu masih kurang.” Ciel kemudian menunjukkan senyum misterius. “Bagaimana kalau aku yang memberimu penawaran?”


Mendengar ucapan Ciel, Helena langsung menatap pemuda itu dengan ekspresi serius.


“Tolong katakan,” ucap Helena tegas.


“Jadilah bawahanku.” Ciel berkata dengan ekspresi santai. “Selama menjadi bawahanku, aku akan memberimu kekuatan. Selama kamu mencapai prestasi khusus dalam menjalankan misi, aku akan memberi apa yang pantas kamu dapatkan.”


“Bawahan …” gumam Helena. “Maksud anda, budak anda?”


Helena tentu tahu beberapa rumor tentang Ciel yang suka membuat bawahannya sebagai budak. Meski itu memang membuat para bawahan setia, hal itu juga membuat banyak orang menjadi takut dan merasa ingin menghindarinya. Namun, anehnya banyak bawahan Ciel yang sama sekali tidak keberatan menjadi ‘budak’.


“Ya. Tentu saja … budak hanya dalam nama.” Ciel menunjukkan senyum misterius.


“Maksud anda???” Helena mengangkat alisnya.


Ciel bangkit dari kursinya lalu berjalan ke arah Helena. Tidak terlalu memperdulikan keempat kekasih yang menatapnya, dia membelai lembut pipi gadis itu lalu memegang dagunya. Pemuda itu kemudian menarik dagu Helena sedikit ke atas agar gadis itu bisa menatap tepat di wajahnya.


“Kamu akan tetap menjadi Putri dari Keluarga Roschild. Hanya saja, kamu tidak akan bisa mengkhianatiku. Aku akan memberimu misi … menerima atau menolak, aku tidak terlalu peduli.


Jika kamu menerima misi dan menyelesaikannya, kamu akan mendapat hadiah yang sesuai. Jika kamu menolak misi, aku akan memerintah orang lain untuk melakukannya.


Selain itu, selama menjadi bawahanku kamu bebas karena jika membocorkan rahasia kamu akan mati. Kamu boleh menikah, memiliki keluarga, dan sebagainya. Aku tidak akan menyuruhmu menghangatkan ranjangku hanya karena kamu budak.


Apa yang aku butuhkan hanya kesetiaan mutlak.”


Melihat wajah tampan Ciel, Helena merasakan pesona khusus. Meski tahu itu berbahaya seolah hal jahat yang akan menariknya jatuh ke dalam kegelapan, gadis itu masih tergoda. Hatinya menjadi bimbang dan berkonflik.


Pada saat itu, Ciel berbisik di telinganya.


“Jadi Helena … apakah kamu akan mengambil … atau melepaskannya?”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2