
“Apakah ini Frost Wyvern yang bermutasi?” tanya Zack dengan ekspresi ragu.
“Memang.” Ciel mengangguk.
“Kali ini kamu menang lagi, Sahabatku.” Zack menghela napas panjang setelah mengatakan itu.
Sebelum Ciel merasa lega, Zack memandangnya dengan tatapan berapi-api. Pemuda itu tiba-tiba menyeringai.
“Aku dengar kamu memiliki sihir api yang kuat, Sahabatku! Mari kita bandingkan!” seru Zack.
“Aku memiliki sihir Hellfire, Dark Ice, dan gravitasi. Mau mencobanya?” tanya Ciel dengan nada bosan.
“Sihir es juga? Sial! Bukankah kamu hanya memiliki dua sihir, api dan gravitasi?” Zack tampak heran.
“Ayah dan ibu juga sudah mengetahuinya. Tidak ada gunanya menyembunyikan itu.” Ciel menggeleng ringan.
Meski mengatakan demikian, Ciel sebenarnya ingin memanfaatkan mulut Zack untuk menyebarkan informasi tentang dirinya. Setelah dia kembali, semua orang pasti mengira kalau dirinya adalah iblis level 5 (menengah) dengan tiga jenis sihir.
Ciel sendiri juga memiliki alasan untuk memilih ketiga sihir itu. Sihir api karena ayahnya memiliki sihir api dan petir. Sihir es karena ibunya memiliki sihir es dan angin.
Sedangkan sihir gravitasi, hal itu bisa dibilang sihir unik karena bisa terjadi secara acak dengan keberuntungan. Tidak ada sistem pewarisan melalui darah leluhur atau semacamnya. Tentu saja, sebagai pemilik bakat bawaan ‘Arcana Lord’, Ciel sebenarnya bisa menggunakan semua jenis sihir.
“Kamu terlalu beruntung, Sahabatku.” Zack mengeluh. “Hellfire, sihir unik dan terkuat dalam jenis api. Dark Ice, sihir unik dan terkuat dalam jenis es. Ditambah lagi, kamu juga memiliki sihir bawaan gravitasi.”
Melihat Zack yang tertekan, Ciel menjadi bangga sekaligus pusing. Dirinya sendiri sebenarnya ingin sihir yang tampak biasa, tetapi bakat bawaannya memaksanya untuk menggunakan bentuk sihir terkuat di elemen itu. Itu bisa disebut berkat sekaligus kemalangan.
Bisa disebut berkat karena sihir yang dia lancarkan benar-benar kuat dan dahsyat dibanding sihir tipe normal biasa. Disebut kutukan karena bentuk sihir unik seperti itu akan menarik perhatian banyak orang. Kebanyakan orang yang tidak menyukai atau merasa terancam akan memiliki pemikiran buruk kepadanya. Resiko untuk menjadi target pembunuhan tidak rendah.
“Tapi kamu sendiri juga memiliki tipe api unik, Azure Flame, kan?” ucap Ciel berusaha menghibur Zack.
“Aku selalu dianggap sebagai jenius! Orang-orang itu memang buta. Dibandingkan dirimu, aku tidak ada apa-apanya!” seru Zack dengan nada frustrasi.
“Hellfire hanya satu tingkat di atas Azure Flame. Juga … masih ada tipe yang lebih kuat, kan? Kalau tidak salah namanya Eternal Flame.”
“Sial! Itu memang jenis sihir terkuat, Sahabatku. Namun kamu tidak bisa menipuku, jenis sihir yang mencantumkan nama ‘Eternal’ hanya tertulis dalam buku sejarah. Belum lagi, sosok yang memiliki jenis sihir itu hanya bisa menggunakan satu elemen sihir.”
Ya … Ternyata kamu tidak terlalu bodoh.
__ADS_1
Pikir Ciel ketika melihat temannya yang tampak sembrono. Dia pikir temannya itu berpikiran sederhana. Tidak menyangka, orang itu bahkan bisa berkembang dalam hal kecerdasan.
Alasan Ciel tidak bisa menggunakan sihir tipe ‘Eternal’ karena ‘Arcana Lord’ tidak bisa melanggar batasan itu. Meski dibilang terkuat, tetapi aturan dasar dunia masihlah aturan yang tidak bisa dilanggar.
“Seandainya aku punya jenis sihir itu,” ucap Zack. “Lagipula, aku dan kebanyakan orang juga hanya memiliki satu jenis sihir!”
“Sudahlah. Berhenti mengeluh, Zack.” Meski dingin, Ciel sebenarnya juga tidak berdaya melihat temannya seperti itu.
Zack menarik napas panjang sebelum mengembuskannya perlahan. Tanpa ragu, dia langsung menampar kedua pipinya sendiri dengan tatapan penuh tekad.
“Tidak peduli apa, aku bisa menjadi yang terkuat dengan sihir ini! Mari kita latih tanding, Sahabatku!” teriak Zack dengan semangat membara.
“Apakah kamu bodoh?” Ciel langsung berkata dingin. “Lihat pakaianku!”
“Sebagai pemuda, kenapa kamu begitu malas, Sahabatku! Ganti pakaian lalu kita bertanding sebagai ganti olahraga pagi!”
“Berhenti mengomel.” Ciel mengerutkan kening, menyesal telah mengkhawatirkan sahabatnya yang konyol itu. “Tunggu saja di ruang makan! Aku akan mandi!”
“Tapi-”
“Tidak ada tapi-tapian!” ucap Ciel dingin.
“Kamu juga tunggu di ruang makan!” seru Ciel.
“Baik.” Ariana mengangguk patuh, sama sekali tidak menyela atau terlihat marah.
Melihat Ciel pergi dengan ekspresi marah, Zack mengerjap. Dia kemudian menoleh ke arah Ariana.
“Apakah dia juga memperlakukanmu dengan begitu dingin?” tanya Zack.
“Tolong jangan berbicara dengan saya, Tuan Muda Flamehart. Tanpa adanya suami, saya tidak akan berada di tempat yang sama dengan lelaki lain. Jadi … permisi.” Ariana membungkuk sopan dengan senyum lembut dan tatapan kosong seperti biasa sebelum pergi.
Ditinggalkan bersama Deschia yang bahkan juga mengabaikannya, Zack benar-benar tidak bisa berkata apa-apa.
... ***...
Selesai sarapan bersama dan bersantai sebentar, Ciel akhirnya memutuskan untuk menuruti permintaan duel dari Zack yang terus mengoceh.
__ADS_1
“HAHAHA! Akhirnya kamu setuju dengan duel ini, Sahabatku!”
Zack yang berdiri di tengah ruang latihan yang luas tampak sangat bahagia. Sementara itu, Ciel mengerutkan kening. Alasannya adalah … cukup banyak orang yang menonton.
Kaisar Julius, Ratu Lilith, Ratu Elizabeth, saudara dan saudari Ciel. Tentu saja, Ariana juga melihat mereka. Karena tidak ada orang luar, Ciel cukup lega. Dia tidak berniat terlalu menahan diri.
“Kalau begitu, tanpa basa-basi … mari kita mulai!” teriak Zack.
“Aku tidak akan menahan diri. Azure Flame magic … Lion King Conqueror!” tambah Zack sambil berteriak kegirangan.
Sadar kalau Ciel memiliki level di atasnya, Zack tidak menahan diri dan langsung menggunakan kekuatan terkuatnya.
Iris merah Zack berubah menjadi azure. Sebuah tanda berwarna sama juga muncul di dahinya. Kedua tangan dan kakinya diselimuti oleh Azure Flame yang berbentuk cakar singa yang ganas dan tajam.
“Maju.” Ciel berkata dengan nada tak acuh.
Mendengar ucapan Ciel, Zack menyeringai. Pemuda itu tiba-tiba muncul di depan Ciel sambil mengayunkan kakinya ke kepalanya.
“Sungguh kekuatan dan kecepatan yang luar biasa,” ucap Lilia yang terkejut.
Sebagai balasan, Ciel memiringkan kepala. Benar-benar menghindari dengan gerakan paling minimal.
“MASIH BELUM!” seru Zack.
Sekali lagi Zack menghilang ketika menginjakkan kaki di tanah. Ketika muncul, dia sudah di belakang Ciel sambil mengayunkan cakarnya. Namun saat itu, Ciel juga tiba-tiba menghilang.
Pada saat Ciel muncul, dia terlihat berdiri dengan tenang. Tangan kirinya lurus ke depan dengan punggung tangan di dalam. Jari telunjuk dan tengah lurus ke depan, jari manis dan kelingking menekuk. Sementara jempolnya mengarah ke bawah.
Ciel kemudian membuat gerakan seolah sedang menarik busur dengan tangan kanannya. Ini adalah jenis sihir yang dia pelajari tetapi tidak gunakan karena merasa tidak perlu.
Mari akhiri dengan ini.
Berpikir demikian, Ciel kemudian berkata, “Hellfire magic … Shadowflame Arrow of Destruction.”
Sebuah anak panah hitam legam terbentuk dari api. Di ujung anak panah, terlihat kobaran api kecil tetapi mengerikan. Orang-orang yang melihatnya langsung merasakan perasaan jahat dari anak panah itu. Semua orang yang melihatnya memiliki pemikiran yang sama.
Sebuah anak panah … benar-benar membawa kekuatan penghancuran bersamanya.
__ADS_1
>> Bersambung.