Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Kesepakatan Tersembunyi


__ADS_3

“Nubuat? Ramalan? Apakah anda bilang … anda bisa meramalkan masa depan?”


Ekspresi terkejut tampak di wajah Ciel. Sementara itu, Raja Garvin tersenyum pahit sambil menggeleng ringan.


“Tentu saja bukan sepenuhnya nubuat. Namun, memang … saya bisa mengintip masa depan. Mesti tidak terlalu jelas dan samar.”


“...”


Perkataan itu membuat Ciel langsung tidak bisa tenang. Meski banyak kemampuan aneh di dunia itu. Baru kali ini dirinya melihat kemampuan untuk melihat masa depan. Jika digunakan dengan tepat, kemampuan seperti itu bahkan bisa dianggap sebagai kemampuan untuk menolak takdir.


“Jadi begitu …” gumam Ciel dengan ekspresi muram.


“Hahaha.” Raja Garvin tertawa ramah. “Anda terlalu memikirkannya, Pangeran Luciel. Apa yang saya maksud dengan nubuat sama sekali berbeda dengan apa yang anda bayangkan.”


“Lalu?” Alis Ciel berkerut.


“Saya hanya bisa melihat beberapa pertanda dan menyimpulkannya sendiri. Bahkan, hal itu bisa dibilang kurang bermanfaat.”


“Maksud anda?”


Raja Garvin tidak mengatakan apa-apa. Dia membuka kancing bajunya lalu memperlihatkan apa yang ada di dalamnya. Melihat itu, mata Ciel langsung menyempit. Tampak kaget dan sedikit tidak percaya.


Tepat di bagian jantung, Ciel melihat sebuah tanda hitam yang menyebar ke seluruh tubuh dengan pola seperti akar. Tampan terlihat aneh dan mengerikan.


“Itu …”


“Ini adalah konsekuensi karena telah mencoba melihat apa yang seharusnya tidak dilihat. Mengintip masa depan, anda tidak akan percaya jika tidak ada harga yang harus dibayar, kan?”


Ciel diam. Tentu saja dia tidak memikirkan hal semacam itu. Meski ada beberapa kemampuan kuat tanpa resiko, tetapi sebagian besar memang memiliki resiko tersendiri. Jika diperkirakan, mengintip masa depan … harga yang dibayar tentu tidak murah.


“Anda tidak hanya memanggil saya untuk minta maaf dan berterima kasih, kan? Sebenarnya … apa yang anda inginkan?”


“Pria tua ini kemungkinan hanya bertahan sekitar tiga setengah tahun. Paling lama, mungkin sampai lima tahun.” Raja Garvin tersenyum lembut.


Mendengar itu membuat Ciel mengerutkan keningnya. Raja Garvin hanya tiga atau empat tahun lebih tua dibanding ayahnya. Dia tidak menyangka, harga yang harus dibayar ternyata adalah usia. Selain itu, usia yang digunakan terlalu banyak! Benar-benar pedang bermata dua!


“Sebenarnya, saya ingin meminta bantuan anda, Pangeran Luciel.”


“Apakah … anda melihat masa depan saya?” tanya Ciel dengan ekspresi ragu dan penasaran.


“Hahaha. Ternyata anda cukup lucu, Pangeran Luciel. Tentu saja saya tidak bisa melakukannya.” Raja Garvin menggelengkan kepalanya. “Saya hanya bisa melihat samar dan menyimpulkannya sendiri sesuatu pertanda.”


“Lalu … apa yang anda lihat?” tanya Ciel.

__ADS_1


“Kehancuran Kerajaan Natrace. Tentu saja, seharusnya itu telah diatasi sekarang.”


Mendengar jawaban singkat Raja Garvin membuat Ciel tidak yakin. Dia menatap pria paruh baya itu dengan ekspresi serius.


“Kembali ke pertanyaan utama. Tolong jangan menghindarinya.”


“Baik.” Raja Garvin mengangguk.


“Bagaimana anda tahu bahwa saya menyembunyikan kekuatan saya? Apakah anda mengetahui semuanya? Lalu-”


“Tolong berhenti sebentar, Pangeran Luciel.” Raja Garvin menggeleng ringan. “Sepertinya anda salah paham. Sebenarnya, saya menyiapkan semua itu karena pertaruhan. Tidak saya sangka, tebakan saya benar. Anda adalah salah satu monster itu. Bahkan monster di antara monster.”


“Apa maksud anda, Raja Garvin?”


“Selain melihat runtuhnya Kerajaan Natrace. Saya juga melihat penyebabnya.” Raja Garvin tampak serius.


“Lalu … apa penyebabnya?”


“Datangnya Era monster.”


“Maksud anda?” Ciel sedikit bingung.


“Jika anda pikirkan baik-baik, sebenarnya ini adalah hal aneh. Banyak sosok yang terlahir di generasi anda adalah monster.


Dulu, biasanya hanya ada satu dua bakat yang cukup mencolok baik di Kerajaan atau Kekaisaran. Apakah menurut anda, iblis level 4 pada usia di bawah 20 tahun itu normal? Itu sudah dianggap aneh.


Saya tidak tahu apakah hal ini pertanda baik atau buruk. Mungkin saja, dengan ini dunia akan menjadi lebih damai. Atau mungkin … kembali ke awal. Di mana kekacauan akan kembali menimpa dunia.”


“...”


Mendengar itu membuat Ciel terdiam. Dia bahkan mengeluh dalam hati.


Dunia akan menjadi semakin kacau? Apakah aku harus terlahir di era yang salah seperti ini? Ini … agak keterlaluan.


“Ketika mendengar anda diusir dari Istana, saya mulai mengumpulkan banyak hal yang mungkin bisa membangkitkan minat anda. Saya bertaruh, apakah anda yang diusir adalah salah satu monster yang memang patut saya pertaruhkan atau tidak.


Ternyata … anda lebih dari yang saya perkirakan.


Kita tidak boleh berprasangka buruk, tapi … tidak ada salahnya kita berjaga-jaga jika era seperti itu akan datang, kan?”


Melihat senyum di wajah Raja Garvin, Ciel menghela napas panjang. Dia tidak menyangka bahwa telah dihitung oleh rubah tua itu. Namun dirinya juga tahu, Raja Garvin melakukan semua itu untuk kerajaan miliknya. Bukan hanya keegoisannya semata.


“Anda sekarat. Dalam tiga setengah tahun anda harus membantu Pangeran Heath kokoh di posisinya dan memastikan Kerajaan Natrace berjalan sebagaimana mestinya.”

__ADS_1


Mendengar ucapan Ciel, Raja Garvin mengangguk. Dia memang menyadari itu.


“Karena itu, saya ingin mengajukan kerjasama.”


“Bukankah sudah ada kerjasama antara Kerajaan Natrace dengan Kekaisaran Black Sun?”


“Maksud saya … Kerja sama antara Keluarga Springbell dengan anda, Luciel Dawnbringer.”


Setelah menimbang semuanya. Ciel memang merasa bahwa Keluarga Springbell yang menguasai Kerajaan Natrace juga memiliki pengaruh baik jika bisa membantunya. Masalahnya, apa yang disebut kerjasama berarti saling menguntungkan.


Ciel menopang dagu dengan ekspresi agak lelah. Mengembuskan napas panjang, dia akhirnya membuka mulutnya.


“Kalau begitu … lebih baik kita segera membicarakan harganya.”


...***...


Dua hari kemudian.


“Apakah kamu benar-benar tidak berniat untuk pergi ke Royal Capital terlebih dahulu, Sahabatku?”


Melihat Zack yang hendak masuk ke gerbong kereta kuda, Ciel menggeleng ringan.


“Aku sudah bilang kalau aku tidak bisa melakukannya.”


“Kalau begitu … kita bertemu di lain kesempatan, Ciel.”


Zack tersenyum cerah ke arah Ciel. Sementara Pangeran Malas itu mengangkat tangannya.


“Hati-hati di jalan. Jangan membuat masalah lain sehingga merepotkan keluarga dan tunanganmu.”


“Aku tahu itu!”


Zack membalas dengan ekspresi kesal lalu masuk ke dalam gerbong kereta kuda.


Melihat seluruh kereta kuda dari para perwakilan Kekaisaran Black Sun pergi, Ciel menghela napas panjang. Dia sendiri juga sudah berkemas dan berniat untuk kembali ke Wilayah Blackfield.


Setelah mengantar para perwakilan pergi, Ciel sendiri segera berpamitan dengan para pangeran dari kelima kerajaan lain (termasuk Kerajaan Natrace). Pemuda itu kemudian pergi bersama dengan tujuh orang lainnya.


Ketujuh orang itu berada di punggung pelican raksasa, sementara Ciel naik Black Wyvern.


Ketika terbang melewati Istana, Ciel melihat sosok Raja Garvin yang berdiri di depan gerbang istana. Tidak ada kata-kata manis dan sopan. Keduanya saling memandang sebentar lalu mengangguk bersamaan.


Terbang naik menembus awan, Ciel dan rekan-rekannya memulai perjalan.

__ADS_1


Ya … perjalanan kembali ke Wilayah Blackfield!


>> Bersambung.


__ADS_2