
Ryo menghela napas panjang, dia kemudian menjatuhkan diri. Duduk di tanah bersalju, dia membuat gerakan untuk menyuruh Ciel pergi.
“Aku lelah, semua terserah padamu.”
Setelah mengatakan itu, sekali lagi Ryo menghela napas panjang. Daripada lelah dengan pertarungan keras sebelumnya, lelaki tampan itu merasa hatinya lebih lelah. Ryo diam-diam memuji Ratu Lilith serta saudara-saudari Ciel yang bisa bertahan dengan sifat pemuda itu.
“...”
Melihat Ryo yang tertekan dan actingnya yang terbongkar, Ciel menggeleng ringan. Dia kemudian menatap langit di mana salju yang turun semakin lebat. Kemudian dia memegang rambut di dahinya dengan ekspresi sedikit terkejut.
Beberapa helai rambut mulai kembali menjadi hitam. Sadar kalau batasan potion warna akan segera berakhir karena dirinya menghabiskan waktu terlalu banyak di Kota Redstone dan melenceng agak jauh dari jadwal, pemuda itu mengangguk.
Merasakan badai salju yang akan segera mendekat didahului dengan angin yang berembus semakin kencang, ekspresi Ciel tiba-tiba berubah. Ya … berubah menjadi tak acuh dan bosan seperti biasa.
Seolah tidak menganggap keberadaan orang-orang di depannya sebagai lawan, ekspresi Ciel menjadi semakin datar.
“Siapa kamu sebenarnya!” teriakan lelaki tua yang marah sekaligus bingung kembali terdengar.
Ciel berjalan santai ke depan. Tangan kanan yang memegang tombak mencengkeram lebih erat.Niat membunuh yang kental dan dingin terpancar dari tubuhnya. Dengan ekspresi tak acuh, dia membuka mulutnya.
“Lebih baik untuk tidak membuang napas. Lagipula … orang mati tidak bicara.”
Energi sihir yang kuat melapisi tombak di tangan kanannya. Kemudian … sosok Ciel tiba-tiba menghilang.
Sosok Ciel tiba-tiba muncul tepat di depan lelaki tua yang berada dekat dengan gerbong kereta. Melewati lebih dari seratus ksatria dan kuda, pemuda itu menghilang dan muncul begitu saja.
Memasang ekspresi tak acuh di wajahnya, Ciel sekali lagi berkata.
“Sen no Hana … Blood Saxifrage.”
Pada saat ucapannya masih bergema, sebuah lingkaran sihir raksasa muncul di bawah lebih seratus orang dan kuda yang Ciel lewati. Lingkaran sihir itu muncul dan menghilang di detik berikutnya.
Setelah itu, seluruh makhluk dalam lingkaran sihir tiba-tiba meledak. Namun sesaat setelah meledak, mereka semua membeku dan membentuk bunga-bunga aneh berwarna merah darah. Memunculkan ratusan bunga merah yang terbuat dari es yang berada di atas lapisan batu dan es yang dingin. Pemandangan yang mengerikan sekaligus indah.
Blood Saxifrage, Ciel terinspirasi untuk memberi nama itu karena sebuah bunga yang bernama purple saxifrage. Bunga yang tumbuh di Gunung Alpen, bunga indah berwarna ungu yang hidup di celah batu dan mekar di akhir musim dingin sampai dengan awal musim semi.
Melihat pemandangan seperti itu di depannya, lelaki tua yang merupakan satu-satunya yang selamat selain beberapa orang dalam gerbong kereta panik.
Tanpa banyak bicara, lelaki tua itu langsung berbalik. Menggunakan sihirnya, dia segera melarikan diri. Apa yang lelaki tua lihat itu bukan bukan iblis level 5 (awal), tetapi iblis level 5 (akhir).
Melihat penampilan Ciel yang separuh rambutnya perak, dan separuh lagi hitam. Ditambah dengan satu iris mata yang kembali menjadi warna emas … lelaki tua itu menyadari identitas pemuda itu. Sebagai orang tua yang hidup lama, dia sangat berhati-hati. Namun dia tidak menyangka, sosok pangeran yang hanya dia dengar kekejaman dan kengeriannya tiba-tiba muncul menghadang jalan.
__ADS_1
Luciel Dawnbringer … kenapa Pangeran sepertinya tiba-tiba muncul di sini?
Aku harus melarikan diri lalu melaporkannya pada raja, setelah itu-
“Puas berlari?”
Suara tak acuh menyela pikiran lelaki tua itu. Menoleh ke sumber suara, dia melihat sosok pemuda melayang dengan tenang. Tidak ada sayap atau semacamnya … jadi dugaannya jelas. Itu adalah pangeran gila yang bisa menggunakan sihir gravitasi!
“A-Apa yang anda lakukan di tempat seperti ini … Pangeran Luciel!” Lelaki tua itu berteriak. Namun karena angin dingin yang bertiup semakin kencang, suaranya sedikit memudar.
Ciel turun. Menginjakkan kakinya ke tanah, dia berjalan menuju lelaki itu perlahan, langkah demi langkah tanpa tergesa-gesa.
Lelaki tua itu hendak melawan. Namun melihat sosok yang mengembun di belakang Ciel, dia kehilangan semua harapannya.
Di belakang Ciel, sosok naga timur berwarna hitam dengan garis-garis cyan mulai mengembun. Setiap langkah, sosoknya semakin jelas. Energi yang terkumpul di tombak juga kian kuat dan memancarkan energi yang mengerikan.
“Bermain-main dengan nyawa sahabatku dan mengincar saudariku. Kalian pikir … bersembunyi dalam Kerajaan Blood Diamond aman?”
Bukannya menjawab secara langsung, Ciel balik bertanya dengan ekspresi tak acuh.
Lelaki tua itu gemetar. Iblis level 5 (awal) sepertinya tidak bisa melakukan apa-apa di depan kekuatan absolut. Dia pikir dirinya setara dengan Duke dan diperlakukan tidak kurang seperti Marquis meski tidak memiliki keluarga. Namun di depan kekuatan yang bisa saja membunuh iblis level 6 (awal), dia merasa begitu kecil dan lemah.
Lelaki tua itu langsung bersujud di tanah sambil ketakutan.
Tolong … tolong pertimbangkan untuk mengampuni saya!”
“...”
Ciel berhenti beberapa meter di depan lelaki tua itu. Dia kemudian berkata dengan ekspresi tak acuh, “Bangun.”
Mendengar suara Ciel, lelaki tua itu menjadi bersemangat. Daripada menjadi pengikut Pangeran bodoh seperti Fenton, dia tentu lebih memilih mengikuti Ciel yang berbakat dan luar biasa. Dia bahkan berpikir … mungkin dapat mempelajari sihir yang lebih kuat dan menjadi iblis yang lebih hebat.
Alasan hidupnya adalah mengejar kekuatan dan umur panjang!
“Aku bisa mengampuni dan menerimamu sebagai budak, tapi …” Ciel berkata dengan nada tak acuh.
“Saya akan melakukan segalanya, Tuanku! Oh, Pangeran Luciel Yang Agung!” Lelaki tua itu berteriak dengan ekspresi fanatik.
Melihat itu, Ciel yang awalnya tak acuh langsung terdiam. Melihat kalau lelaki tua itu tidak memiliki kebencian yang di arahkan kepadanya, dia merasa mungkin cukup baik untuk menerimanya. Namun ekspresinya agak aneh.
Sekrup dalam kepalanya tidak longgar, kan? Aku tidak akan menerima orang gila di sisiku, kan?
__ADS_1
Setelah orang bodoh … aku tidak ingin menerima pengikut gila!
Mengeluh dalam hatinya, Ciel masih menunjukkan ekspresi tak acuh di wajahnya. Dia tiba-tiba memikirkan sesuatu.
“Aku tidak menerima sampah. Tahan satu serangan dariku, lalu aku akan menerimamu.”
“Saya siap, Tuanku!”
Lelaki tua itu merentangkan kedua tangannya dengan ekspresi serius.
Karena ingin menguji kekuatan tombak seperti yang digunakan Vesperr, Ciel yang telah mengembunkan kekuatan tombak melambaikan tombak sambil berkata, “Tangkap.”
Raungan naga terdengar. Sosok naga timur berwarna hitam langsung melesat ke arah lelaki tua itu.
Lelaki itu tentu tidak diam. Dia langsung menggunakan seluruh mana dari dalam tubuhnya. Sebuah perisai merah raksasa yang terkondensasi dari sihir api muncul di depannya.
BLARRR!!!
Ledakan yang mengguncang langit dan bumi terdengar. Sosok lelaki tua itu terdorong oleh naga sampai menabrak dan menghancurkan bukit. Kepulan asap membumbung di udara. Setelah kepulan asap menghilang, sosok lelaki tua itu kembali muncul.
Lelaki tua itu terlihat sedang ersandar pada reruntuhan dengan tubuh rusak. Pakaiannya compang-camping, seluruh tubuhnya penuh dengan darah. Tidak diketahui apakah hidup atau mati.
Tiba-tiba, suara tawa lelaki tua terdengar.
“HAHAHAHA! Takdir telah memilihku! Hidup! Aku akan hidup dan menjadi lebih kuat!”
Ternyata, meski sudah hampir tidak berwujud, lelaki tua itu masih hidup. Selain menggunakan sihir pertahanan terkuat yang dimiliki olehnya, dia juga mengaktifkan beberapa item sihir seperti cincin, kalung, dan gelang perlindungan. Bukan hanya itu, dia juga mengorbankan tongkat sihirnya yang paling berharga.
Dengan kata lain … lelaki tua itu mengorbankan semua kekayaannya untuk berjudi. Jadi ketika dia merasa menang dalam judi, dia sangat bahagia.
Sementara itu, Ciel tercengang. Melihat tubuh yang rusak dari orang tua itu, dia tidak berkomentar. Hanya saja, ketika dia melihat lelaki tua yang melihatnya seolah sedang melihat Dewa atau semacamnya padahal barusan hampir terbunuh, Ciel terdiam.
Barusan aku hampir membunuhmu, okay? Lihat dirimu! Kamu bahkan terlihat sangat buruk!
Kenapa kamu melihatku dengan cara seperti itu? Apakah sekrup di otakmu longgar?
Melihat lelaki tua yang begitu bahagia, Ciel merinding. Tanpa sadar dia mundur satu langkah.
Mungkinkah lelaki tua ini juga suka di siksa? Apakah orang-orang di dunia ini sangat suka disiksa?
Ugh! Lelaki tua itu … berbahaya.
__ADS_1
>> Bersambung.