Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Pembukaan Akademi


__ADS_3

Sementara Ciel dan Jenny duduk berdampingan dalam diam, seseorang mengawasi mereka dari balik pintu kamar.


Sementara Jenny tidak sadar, Ciel yang menyadari itu tersenyum pahit.


“Mengintip itu bukan hal yang baik, Theo.”


Mendengar ucapan Ciel yang tiba-tiba, Jenny kaget. Pintu kamar tiba-tiba terbuka dan sosok Theo memasuki kamar sambil menggaruk kepalanya. Senyum canggung terlihat di wajah bocah itu.


“Apa yang kamu lakukan si sini. Theo?” tanya Jenny dengan lembut. Ketika pintu terbuka, wanita itu segera menjauh dari Ciel.


“Aku pikir ibu sedang sedih. Jadi aku datang untuk memeriksa, tapi …” Theo tidak melanjutkan. Hanya tersenyum sambil menggaruk kepalanya.


Theo yang sesekali melirik ke arah Ciel tidak bisa menyembunyikan kegembiraannya. Hal itu membuat Ciel menggeleng ringan.


“Ada apa, Theo? Kamu boleh mengatakannya.”


Theo menatap Ciel dengan ekspresi ragu dan malu-malu. Menggaruk belakang kepalanya sambil tersenyum, bocah itu akhirnya bertanya.


“Apakah saya akan segera memiliki adik, Tuan?”


“...”


Mendengar pertanyaan Theo, Jenny dan Ciel langsung diam. Wajah Jenny langsung merah seperti apel. Sementara itu, Ciel malah tampak agak khawatir.


“Theo … siapa yang memberitahu kamu hal itu?”


“Senior Asterious bilang, jika laki-laki dan perempuan berada di kamar yang sama, bayi akan muncul. Bukankah seperti itu? Itu agak aneh … tetapi ajaib.


Saya terkadang iri terhadap Vahn yang memiliki adik seperti Aiz. Namun sekarang saya tidak lagi iri. Saya akan segera memiliki adik, bahkan tuan yang memberikannya kepada saya.


Saya … sangat bahagia!”


“...”


Mendengar jawaban dari Theo yang masih begitu polos meski sudah remaja, Ciel merasa agak tertekan. Bukannya kepolosan Theo yang membuatnya tertekan, tetapi orang-orang di sekitarnya.


Kerbau itu … awas saja nanti.


“Karena Theo sudah ada di sini, aku akan kembali. Kalian berdua … tidur nyenyak.”


Melihat Ciel yang pergi dengan senyum lembu di wajahnya, Theo tiba-tiba merasa menyesal.


“Apakah aku melakukan hal yang salah, Ibu?” tanya Theo khawatir.


“Sama sekali tidak, Theo. Hanya saja … pemahamanmu agak salah.” Jenny menjelaskan dengan lembut.


“Bagian mana yang salah?”

__ADS_1


“Bukan karena berada di kamar yang sama. Seorang bayi akan muncul jika laki-laki dan perempuan melakukan sesuatu. Namun, sebelum melakukan hal itu … keduanya harus menikah.


Jika tidak, itu dianggap buruk. Bahkan bisa dianggap kejahatan.”


Mengabaikan bagian bagaimana bayi dibuat, Theo malah fokus ke bagian lain.


“Jadi … Ibu dan Tuan akan menikah? Tuan akan benar-benar menjadi ayahku?” tanya Theo dengan ekspresi kagum dan penuh harap.


“Itu … Itu agak rumit.” Jenny menghela napas panjang setelah mengatakannya.


“Kenapa?” tanya Theo dengan ekspresi bingung.


“Kamu akan mengetahuinya nanti. Bukankah kamu lelah? Kembali lalu tidur. Jangan mengecewakan Tuan dengan bermalas-malasan dan datang terlambat ketika latihan.”


“Baik.” Theo mengangguk patuh. “Kamu juga harus segera tidur. Selamat malam, Ibu.”


“Selamat malam, Theo.”


Setelah Theo pergi dan menutup pintu kamarnya, Jenny menghela napas panjang. Dia terlihat lesu ketika menjatuhkan diri ke atas ranjang.


Jenny merasa bimbang. Wanita itu sadar kalau dirinya menyukai Ciel, tetapi dia sadar bahwa wanita sepertinya tidak pantas untuk pemuda seperti Ciel. Jenny hanya bisa mengeluh dalam hatinya.


Apa yang harus aku lakukan???


...***...


Beberapa hari kembali berlalu begitu saja.


Ada murid dari kalangan bangsawan dan warga biasa. Melihat bagaimana anak-anak memakai seragam yang sama membuat banyak orang heran dengan pemandangan baru semacam itu.


‘Dalam akademi tidak membedakan apakah bangsawan atau bukan. Karena tujuan akademi adalah … mendidik para murid dan memberi mereka ilmu pengetahuan.’


Semua orang yang mengingat perkataan Ciel menantikan masa depan. Masa depan di mana rakyat tidak selalu bodoh. Masa depan di mana ada tokoh-tokoh penting yang muncul dari kalangan rakyat biasa.


Dalam auditorium akademi, para anak disuruh berbaris dan menunggu. Anak-anak itu berperilaku dengan patuh. Mereka tahu kalau mereka mendapat kesempatan untuk merubah nasib. Hal itu bukanlah sesuatu yang bisa anggap ringan.


Setelah mereka duduk dan menunggu cukup lama … akhirnya seseorang naik ke atas panggung. Melihat orang itu, mata anak-anak tampak memiliki kekaguman. Senyum muncul di wajah mereka.


“Itu Kepala Sekolah Gordon,” bisik salah satu anak.


“Saya dengar Kepala Sekolah Gordon datang dari tempat yang jauh hanya untuk mengajari kita semua. Beliau adalah lelaki tua yang sangat baik.”


“Jangan tertipu dengan wajah lembut Kepala Sekolah Gordon. Saya dengar, beliau adalah seorang iblis leve 5 (awal) … bahkan lebih kuat dari beberapa bangsawan.”


“Wow! Apakah Kepala Sekolah Gordon benar-benar bukan bangsawan?”


“Iya. Itu yang membuat beliau hebat!”

__ADS_1


“...”


Banyak anak-anak yang mulai berbisik. Gordon tentu saja mendengar banyak pujian yang diarahkan kepadanya itu. Mengingat bagaimana Ciel menunjuknya sebagai kepala sekolah, lelaki tua itu begitu bahagia. Tidak menyangka bahwa para iblis kecil akan mengganggap dirinya sebagai idola.


Gordon bertepuk tangan untuk mendapatkan perhatian anak-anak. Benar saja, mendengar itu membuat anak-anak segera diam dan memperhatikan Gordon.


“Pertama-tama … aku akan memperkenalkan diri. Namaku Gordon, iblis level 5 (awal). Penyihir api.”


Melihat mata anak-anak yang fokus kepadanya, Gordon segera melanjutkan.


“Ya … sebelumnya aku adalah seorang penyihir. Namun, mulai sekarang aku juga akan mengajar kalian semua. Aku akan menjadi kepala sekolah di akademi ini. Jadi mulai sekarang kalian bisa memanggilku kepala sekolah.


Tentu saja, aku tidak akan sendiri. Akan ada beberapa guru lain yang akan mengajari kalian. Kalian akan belajar banyak hal dari menulis, menghitung, bahkan … cara bertarung dan menggunakan sihir.


Dan itu semua … GRATIS!”


Meski sudah mengetahui itu, anak-anak masih sangat bersemangat dan bertepuk tangan dengan ekspresi ceria.


“Awalnya sebagai orang yang ditunjuk sebagai kepala sekolah … aku ragu. Akademi dan pendidikan semacam ini biasanya hanya diberikan kepada bangsawan. Itu pun masih harus membayar dengan harga yang … mahal.


Namun, Tuan kita yang begitu baik dan penyayang memberi kalian semua kesempatan. Beliau percaya … bahwa masa depan Wilayah Blackfield ada di tangan kalian! Kalian akan berkontribusi untuk membangun Wilayah Blackfield yang lebih baik untuk semua orang!


Apakah Tuan kita, Pangeran Luciel hanya mementingkan dirinya sendiri? Hanya mementingkan para bangsawan? Atau … bahkan ada yang berkata dia sangat kejam dan ganas!


Apakah kalian tahu, anak-anak … murid-muridku yang tercinta! Pangeran membunuh untuk melindungi kita semua! Dia membuat perubahan yang baik. Membuat masa depan yang lebih bersinar bagi Wilayah Blackfield!


Jadi … apakah kalian takut bahkan membencinya? Jika itu aku … aku sangat bersyukur dan memuja Tuan kita itu. Dia telah memberi kita kesempatan untuk merubah masa depan kita yang suram. Jadi …


Apakah kalian sudah siap berjuang untuk masa depan gemilang?!”


Mendengar pidato Gordon membuat anak-anak sangat bersemangat. Mereka bertepuk tangan keras sambil menjawab serentak.


“Ya, Kepala Sekolah!!!”


Gordon membuka lebar kedua tangannya lalu memejamkan matanya.


“Ini adalah anugerah dari Tuan kita, Pangeran Luciel. Jadi … puji Yang Mulia Luciel!!!”


Anak-anak bersorak sambil mengangkat tangan kanan mereka.


“Puji Yang Mulia Luciel!!!”


Sementara sesuatu yang besar terjadi dalam Akademi Black Lily, Ciel yang berada di kantornya tiba-tiba merinding. Dia menoleh ke kiri dan kanan.


Apa yang sebenarnya terjadi?


Ciel tidak tahu, sosok lelaki tua yang terlalu fanatik itu tidak hanya menjadi kepala sekolah. Lelaki tua itu bahkan diam-diam mencuci otak anak-anak seperti pemimpin kultus yang berbahaya.

__ADS_1


Lelaki tua yang membuat anak-anak memiliki rasa kuat pada tanah air dan memuja Ciel seolah patokan hidup mereka!


>> Bersambung.


__ADS_2