
Ketika berbicara dengan Ferdo dan Fito, Ciel merasa deja vu. Bukan karena mengalami percakapan yang sama, tetapi dia merasakan sensasi sakit kepala yang tidak asing. Menatap dua sosok di depannya … pemuda itu baru sadar.
Si kembar ini, mirip dengan Kerbau dan Kadal bodoh?
Apakah … aku membuat pilihan yang salah karena sudah menyelamatkan mereka?
Ciel diam-diam meragukan pilihannya. Dua sosok konyol di kepalanya sudah membuat pemuda itu merasa sakit. Dua ditambah dua adalah empat. Yang berarti … dia akan merasakan sakit kepala dua kali lipat dengan kehadiran si kembar, dua kadal junior.
Tentu, jika Ciel tahu Gordon dengan sepenuh hati menghasut anak-anak di Akademi Black Lily, pemuda itu pasti akan merasa lebih putus asa.
“Tuan … mereka berdua?” Camellia bertanya.
Mendengar pertanyaan itu, Ciel dengan santai memperkenalkan.
“Si merah ini adalah Ferdo, dan si biru ini adalah Fito. Mereka adalah bawahanku yang baru, sekaligus rekan seperjuangan kalian.
Identitas sebelumnya … Jenderal dari Curses of Shadow.”
Ciel berharap reaksi terkejut dan aneh setelah mengatakan itu. Benar saja, ketiga orang itu terkejut. Namun bukan karena dirinya merekrut dua orang bermasalah, tetapi sebaliknya … mereka terkejut dengan kharisma Ciel yang sampai bisa merekrut Jenderal dari organisasi jahat semacam itu.
Seperti yang diharapkan dari Tuan kami … luar biasa!
“Baiklah. Karena kita juga belum makan, mari tangkap sesuatu untuk dimakan.
Ferdo dan Fito … tangkap ikan untuk dimakan.”
“Ikan???” Ferdo dan Fito saling memandang.
“Bukankah itu amis dan tidak enak, Fito?”
“Iya. Itu memang amis dan tidak enak, Ferdo.”
“...”
Melihat keduanya, sudut bibir Ciel berkedut. Menarik napas dalam-dalam lalu mengembuskannya perlahan, pemuda itu berkata dengan sabar.
“Lakukan saja.”
“Baik, Guru!” Keduanya memberi hormat dengan tidak profesional lalu pergi.
Tiga jam kemudian.
“Wow! Bagaimana mungkin benda amis seperti ini bisa enak, Fito?”
“Aku tidak tahu, Ferdo.”
“Ini cukup ajaib, Fito.” Ferdo berkata dengan takjub sementara Fito mengangguk.
Melihat keduanya, Ciel mengangguk dengan ekspresi cukup puas. Menangkap ikan besar, dia memutuskan untuk membuat sashimi. Daging ikan segar yang dicelupkan dengan saus yang dia buat khusus benar-benar merupkan hidangan yang tidak buruk.
Camellia, Jenny, dan Theo juga cukup terkejut. Karena biasanya mereka makan makanan yang diolah, memakan daging segar semacam itu cukup jarang bari mereka. Ketiga orang itu memandang sosok Ciel dengan penuh penghargaan.
“Hidangan yang anda sebut dengan sashimi ini … bukankah hidangan yang biasanya ada di timur benua, Tuan?” tanya Jenny dengan agak linglung.
__ADS_1
“Kamu memiliki cukup banyak pengetahuan, Jenny.”
“Pedang katana, bunga sakura, sashimi … kelihatannya anda cukup menyukai tempat itu, Tuan?”
“Tidak bisa dibilang aku menyukai tempat itu, tetapi tidak bisa disangkal kalau aku cukup tertarik dengan budaya mereka.”
Tentu saja, Ciel hanya tertarik dan tidak ingin pergi ke sana. Dia tinggal di bagian selatan benua. Untuk pergi ke bagian timur benua, itu terlalu jauh dan melelahkan. Pemuda malas itu tidak akan melakukan hal merepotkan semacam itu.
“Tuan, ajari kami membuat sashimi seperti ini.” Ferdo dan Fito berkata secara bersamaan.
“Saya juga, Tuan.” Theo tidak mau kalah, ingin ikut belajar.
Jika berada di luar, Theo benar-benar masih malu memanggil Ciel dengan sebutan lain. Jadi, selain di depan keluarganya … dia akan tetap memanggil Ciel dengan sebutan Tuan.
Ciel yang mendengar permintaan tiga orang itu mengangguk ringan.
“Tentu. Aku akan mengajari kalian.”
...***...
Tanpa terasa waktu kembali berlalu.
Sekarang, waktu telah berada di akhir musim semi. Ciel dan lainnya benar-benar menghabiskan banyak waktu dalam perjalanan. Selain itu, mereka juga cukup lama berada di Kerajaan Silver Fang.
Pada akhirnya, Ciel dan rombongan akhirnya sampai di Kota Black Lily. Ferdo dan Fito mulai mengenal sosok Camellia, Jenny, dan Theo. Tentu saja, mereka tidak terlalu memperdulikan orang lain karena mereka lebih sering berbicara dan menghabiskan waktu berdua.
Keduanya juga mengenal beberapa tokoh penting yang merupakan bawahan Ciel langsung. Ferdo dan Fito bertanya seberapa kuat mereka, setelah tahu bahwa yang paling kuat adalah pria tua bau tanah di level 5 (awal) … mereka berhenti tertarik.
Setelah sambutan hangat seperti biasanya, Ciel menghabiskan waktu dengan para wanitanya.
Duduk di kantornya, Ciel memandang sosok Ferdo dan Fito. Keduanya sudah membuat kontrak jiwa dengan Ciel di pagi hari. Sekarang, pemuda itu ingin bertanya beberapa hal penting kepada keduanya. Ya … permasalahan dengan Curses of Shadow.
“Jadi … seberapa kuat Aragil sekarang?” tanya Ciel dengan ekspresi serius.
Menurut keduanya, setelah menjalankan misi dan mengalami pertarungan terus-menerus, Aragil menjadi lebih kuat. Belum lagi, sekarang pria itu sekarang mendapatkan sebuah senjata artifak dengan jenis Great Sword yang cocok untuknya. Hal itu membuat Ciel tertekan.
Di mana para orang ini menemukan senjata artifak dengan begitu mudah? Aku juga ingin satu yang cocok untukku!
Ciel tidak menyadari betapa tamaknya dirinya. Sekarang, di Wilayah Blackfield sendiri sudah ada lima senjata artifak yang bahkan lebih banyak daripada Duchy dalam Kekaisaran Black Sun.
Tombak naga air miliknya, rapier milik Camellia, pedang hitam milik Theo, dan dua belati milik si kembar, kadal junior.
Jika berita itu bocor, pasti akan banyak orang yang bergesas dan berusaha mendapatkannya dari Wilayah Blackfield. Mereka pasti juga sangat terkejut jika mengetahui bahwa di wilayah terpencil seperti itu ada tiga sosok iblis level 6, satu iblis level lima, dan beberapa iblis level 4.
Bisa dibilang … itu sudah seperti barisan elit!
“Aragil … pria tua itu, dia sekarang lebih kuat dari kami jika satu lawan satu kan, Fito?”
“Kamu benar, Ferdo. Pak tua itu sepertinya sudah lebih kuat dari si Gila yang Guru telah bunuh.”
Lebih kuat dari Vesperr, kah? Itu agak merepotkan.
Ciel kemudian menatap ke arah Ferdo dan Fito dengan ekspresi serius.
__ADS_1
“Lalu bagaimana dengan ketua dan wakil ketua?” tanya Ciel.
“Kami tidak tahu, Guru.” Keduanya menggeleng ringan.
“Bagaimana dengan orang yang kalian sebut Kake Will dan Celeval?”
“Celeval … pria menyebalkan itu sangat kuat. Setiap serangannya benar-benar kuat kan, Fito?”
“Benar, Ferdo. Dia menyebalkan, tetapi kuat.”
“Bagaimana dengan Kakek Will?” tanya Ciel lebih penasaran.
“Kami tidak terlalu tahu, tetapi wakil ketua pernah bilang … hanya ketua yang bisa menandingin sosok Kakek Will. Bahkan si menyebalkan itu bisa dihajar oleh Kakek Will. Benar kan, Fito?”
“Kamu sangat benar, Ferdo.”
Okay … barisan seperti itu. Aku takut, hanya kakek atau guru yang mampu menahan mereka.
Ekspresi Ciel menjadi lebih serius. Sekarang dia merasa sedang berada dalam masalah besar. Selain membunuh dua Jenderal, sekarang dia menculik dua Jenderal lain. Pemuda itu tahu … ketua dari Curses of Shadow pasti sangat membencinya.
Ciel kemudian bertanya dengan suara berat.
“Apa tujuan dari Curses of Shadow?” tanya Ciel.
“Tidak tahu!” ucap Ferdo dan Fito bersamaan.
“Aku serius.” Ciel berkata dingin.
“Kami benar-benar tidak tahu, Guru.”
“Lalu … kenapa kalian bergabung dengan Curses of Shadow?”
“Alasan kami?” Keduanya saling memandang.
“Kami dibesarkan untuk bertarung. Awalnya, banyak orang-orang yang mencoba mengendalikan kami dengan alat-alat aneh. Dan … kami membunuh mereka semua. Benar kan, Fito?”
“Kamu benar, Ferdo. Bunuh mereka semua.”
“Curses of Shadow awalnya juga mencoba mengendalikan kami, tapi gagal. Lalu … wakit ketua datang dengan Celeval dan memukuli kami.” Mengatakan itu, ekspresi Ferdo suram.
“Pria menyebalkan itu …” Fito juga bergumam tidak puas.
“Wakil ketua mengajak kami bergabung. Kecuali disuruh melakukan misi khusus seperti urusan di Kerajaan Silver Fang, kami dibebaskan untuk melakukan apa saja. Jadi kami bergabung.
Benar kan, Fito?”
“Ya … kamu benar, Ferdo.”
Merasakan bahwa keduanya tidak bohong, Ciel mengerutkan kening. Dia benar-benar tidak bisa berkomentar apa-apa tentang si kembar yang bergabung dengan organisasi bahkan tanpa tujuan yang jelas. Ketika ingin melakukan, mereka akan melakukannya.
Mengetahui sifat keduanya, sudut bibir Ciel berkedut.
Si kembar mati otak ini …
__ADS_1
>> Bersambung.