Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Boleh Aku Ikut Bergabung?


__ADS_3

“Kenapa kamu diam saja, Andrew?”


Ratu Claudia berkata dengan ekspresi dingin. Namun, di dalam hatinya dia sangat bahagia seperti gadis kecil. Wanita itu tidak menyangka kalau sosok Ciel, yang bisa dianggap iparnya sendiri ternyata begitu cakap.


Meski pemuda itu tidak melakukan semuanya secara cuma-cuma, Ratu Claudia masih merasa sangat bahagia. Dengan semua ini, Kerajaan Silver Fang pasti akan menjadi lebih tenang dan makmur ke depannya.


Sementara wanita itu sedang berhalusinasi, Ciel tampak lebih serius. Dia menatap ke arah Andrew, siap untuk melakukan pencegahan atau serangan balasan. Pemuda itu sangat mengetahui ‘sifat binatang’ dalam jiwa orang-orang licik. Mungkin karena dirinya adalah jenis yang sama.


Apa yang Ciel maksud dengan ‘sifat binatang’ adalah … sifat di mana makhluk yang mulai menunjukkan taring dan menyerang ketika disudutkan (terpojok).


Melihat bagaimana Andrew menunduk dalam diam, Ciel merasakan firasat buruk. Pria itu tiba-tiba mendongak, menatap langit sembari tertawa gila.


“HAHAHAHAHA!!! Haah … Aku tidak menyangka. Aku benar-benar tidak menyangka telah dibodohi seorang pemuda yang bahkan tidak aku kenal!


SUDAH CUKUP! Jika semua strategi tidak berguna … LAKUKAN RENCANA TERAKHIR!”


Ketika ucapan Andrew memudar, banyak orang dalam barisan ksatria tiba-tiba menikam ksatria dalam armor yang mirip. Banyak orang yang lengah dan terbunuh secara tiba-tiba.


Dalam satu gerakan, ribuan … bahkan lebih dari sepuluh ribu ksatria dalam kubu Andrew tumbang begitu saja.


Pada saat itu juga, Ciel baru menyadari hal yang teramat penting tetapi telah dia lupakan. Sebagai kakak seorang Raja, Andrew pasti juga punya pendukung setia sendiri. Belum lagi … ada kemungkinan para anggota Curses of Shadow bercampur di dalamnya.


Alasan Ciel hampir lupa karena pasukannya sendiri memiliki loyalitas 100%. Hal yang biasanya tidak mungkin dicapai bahkan oleh pasukan elit lainnya. Dia mengamati sekeliling, melihat Charles, Harry, bahkan Claudia yang terkejut … sudut bibirnya berkedut.


Apakah kalian bahkan tidak tahu ada penyusup seperti anggota Curses of Shadow dalam barisan ksatria? Benar-benar tidak bisa diandalkan!


Suasana dalam kubu Andrew tampak runyam. Banyak ksatria yang tidak bersalah tampak bingung. Mereka hendak menyerang, tetapi tidak tahu yang mana kawan dan lawan. Pada akhirnya, mereka terbunuh setelah mendapat serangan kejutan.


Dalam waktu singkat, hampir separuh ksatria tumbang. Beberapa cukup beruntung untuk melarikan diri dari barisan. Hanya saja … mereka terluka parah dan tidak bisa ikut membantu kubu Charles.


Kira-kira ketika pasukan mulai turun dengan jumlah yang sama dengan barisan ksatria dalam kubu Charles, orang-orang dalam kubu Andrew berhenti. Jumlah mereka cukup banyak … sampai puluhan ribu. Tentu saja, itu bukan seluruh ksatria dalam Kerajaan Silver Fang.


Dalam kerajaan itu sendiri juga memiliki empat Duke,. Satu mendukung Charles, satu mendukung Andrew, dan dua lainnya bersikap netral. Ksatria di Ibukota seharusnya juga netral, tetapi jelas terjebak dan dihabisi secara mendadak.


“HAHAHAHA! Akhirnya kita kembali ke titik awal yang sama. Bukankah ini adil, Charles?”


“ANDREW!!!” teriak Charles dengan nada dan ekspresi marah.


Charles tidak menyangka kalau kakaknya itu benar-benar kejam untuk mengabaikan orang-orang yang tidak bersalah dan membunuh mereka begitu saja. Sedangkan Claudia yang melihatnya dari atas langsung merasa lemas. Wanita itu hamoir terjatuh tetapi Camellia mendukungnya.


“Kalian mundur,” ucap Ciel dingin.

__ADS_1


Sementara yang lain fokus ke arah Andrew, Ciel mengamati sekeliling. Namun, dua Jenderal dari Curses of Shadow sama sekali tidak menampakkan dirinya.


Apakah mereka tidak berada di medan perang. Lalu … ada di mana mereka?


BLARRR!!!


Suara ledakan keras terdengar. Semua orang menoleh ke arah yang sama, itu berasal dari kota!


Melihat asap yang mengepul, Ciel merasakan firasat buruk. Di dalam kota masih banyak tentara bayaran. Karena arahan CIel, mereka sekarang sedang menjaga kota dari serangan orang-orang Curses of Shadow. Pemuda itu berpikir kedua Jenderal … atau paling tidak satu akan menemani Andrew berperang agar memastikan kemenangan.


Ciel tidak menyangka … keduanya benar-benar memilih untuk menunggu dalam kota. Pemuda itu kemudian menatap Charles di kejauhan. Orang itu merasakan tatapannya. Menoleh ke arahnya, Charles berteriak.


“Serahkan yang ada di sini kepada kami.”


Ciel mengangguk sebelum melesat pergi menuju kota. Andrew ingin menghentikannya, tetapi teriakan Charles membuatnya tidak berani memalingkan wajahnya dari medan perang.


“DEMI KEMULIAAN KERAJAAN SILVER FANG!”


Memacu kudanya, Charles bergegas maju diikuti oleh puluhan ksatria. Tidak seperti sebelumnya, dua kubu bertabrakan dengan keras. Adegan saling tebas dan sihir yang bertabrakan terlihat di mana-mana.


Bahkan Andrew juga turun dari atas tembok kota. Menaiki tunggangannya lalu pergi ke medan perang untuk menghadapi Charles.


...***...


Banyak warga yang panik, bangunan hancur, bahkan kebakaran. Melihat daerah distrik kumuh dan perdagangan yang kacau, Ciel ingin berhenti. Namun dia tahu prioritasnya sekarang. Pemuda itu langsung menuju Istana Kerajaan di pusat kota.


BLARRR!!!


Suara ledakan keras kembali terdengar.


“Apakah kita akan mati, Kak? Kita bahkan belum menjadi bangsawan dan belum menikahi istri yang cantik!” Pria berambut kuning mengeluh ketika mengangkat perisainya.


“Tentu saja kita, tiga bersaudara sama sekali tidak akan mati.” Si rambut merah meyakinkan sembari memegang pedang dengan erat.


“Apakah menurut kalian … Kak Gin dan istrinya juga ada di kota?” Si rambut hijau yang terus memanah musuh terlihat agak suram.


Ketika bersaudara, tampak kurus dengan warna rambut berbeda, pemimpin kelompok Rainbow Stinger dikelilingi oleh banyak anggota Curses of Shadow. Namun ketiga orang itu masih bisa bertahan dengan baik.


Meski tidak terlalu kuat, mereka memiliki kombinasi yang cukup baik. Si merah yang ahli pertarungan dekat, si kuning yang ahli bertahan, dan si hijau yang ahli dalam serangan jarak jauh. Ketiga saudara itu benar-benar saling menjaga dan sulit ditumbangkan.


Dua buah bola cahaya merah gelap dan biru terang tiba-tiba melesat ke arah mereka. Ketika dua bola itu bertabrakan satu sama lain. Sebuah ledakan keras tercipta.

__ADS_1


BLARRR!!!


Asap mengepul. Ketika asap memudar, ketiga bersaudara yang membuka mata mereka tampak begitu terkejut melihat sekitar. Bukan hanya banyak bangunan yang rusak, tetapi sebagian besar anggota Curses of Shadow juga banyak yang mati.


Hal itu membuat ketiga saudara itu bingung. Dua bola cahaya tadi dari kawan atau lawan.


Suara langkah kaki yang berat terdengar. Melihat ke sumber suara, mereka melihat dua sosok yang berjalan mendekat dari kejauhan.


Dua orang itu memiliki penampilan yang bisa dibilang, ganas dan kejam. Keduanya tampak seperti lelaki di awal usia dua puluhan. Bahkan penampilan dan pakaian mereka mirip. Sama-sama mengenakan pakaian pemburu berwarna hitam.


Apa yang membedakannya adalah warna mereka. Bisa dibilang. Mereka mirip tetapi terbalik. Keduanya memiliki satu tanduk seperti tanduk Wyvern, satu sayap besar seperti kelelawar, dan lengan yang seperti cakar monster. Ketiga bagian itu tertutup dengan sisik.


Yang satu memiliki tanduk, lengan monster, dan sayap di bagian kiri tubuhnya. Sisiknya berwarna merah gelap. Sedangkan yang lainnya memiliki tanduk, lengan monster, dan sayap di bagian kanan tubuhnya. Sisiknya berwarna biru cerah.


“Bukankah mereka tiga bersaudara? Benar-benar lemah dibandingkan dua saudara kita? Itu aneh, Fito.” Sosok merah itu berkata dengan nada tak acuh.


“Kamu benar, Ferdo.” Sosok biru yang bernama Fito itu mengangguk ringan.


“Aku kecewa. Setelah mendengar tentang mereka, aku pikir mereka lumayan, Fito.”


“Aku juga, Ferdo.”


“Kalau begitu berhenti main-main. Kita masih punya banyak pekerjaan, Fito.”


“Kamu benar, Ferdo.”


Sosok bernama Ferdo dan Fito itu mengangkat lengan monster mereka. Menunjuk ke arah ketiga bersaudara. Bola cahaya berwarna merah gelap dan biru cerah muncul di depan mereka berdua. Pada detik berikutnya, kedua bola cahaya ditembakkan.


Ketika kedua bola bersentuhan, ledakan keras kembali terdengar.


BLARRR!!!


Keduanya hendak berbalik pergi, tetapi gerakan mereka terhenti ketika melihat ke arah kepulan asap. Ketika asap mereda, mereka melihat benda hitam berkilau yang menahan serangan mereka.


Benda hitam itu terbuka, membentuk dua sayap hitam seperti sayap naga. Di depan Ferdo dan Fito, terlihat sosok berjubah hitam yang memandang keduanya. Orang itu tentu adalah Ciel.


Melihat dua sosok di depannya, pemuda itu memiringkan kepalanya.


“Yo ... boleh aku ikut bergabung?”


Mendengar pertanyaan dingin Ciel, Ferdo dan Fito saling memandang. Kemudian, seringai kejam dan penuh rasa penasaran muncul di wajah keduanya.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2