Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Clark Menggila!


__ADS_3

“Imutnya …” Clark tampak terpesona. Dia mendekati gadis Centaur kecil untuk membantunya berdiri sambil bertanya, “Apakah kamu tidak apa-apa, Gadis kecil?”


“M-Monster …”


Melihat sosok Clark yang tidak lagi kurus seperti dulu, tetapi tubuhnya dipenuhi dengan otot, tinggi, dan penampilan cukup garang (ketika kamu mengabaikan ekspresi konyol yang sesekali muncul di wajahnya) … gadis Centaur kecil itu ketakutan dan menangis.


“...”


Clark yang ingin membantu gadis kecil itu langsung terdiam. Tangan yang terulur di udara berhenti. Dia menarik kembali tangannya lalu menggaruk kepalanya sembari mengalihkan pandangannya.


Melihat itu, awalnya Ciel merasa agak lucu, tetapi juga merasa kasihan. Di luar Wilayah Blackfield di mana semua orang mengenal Clark sebagai salah satu bawahannya sekaligus ksatria terhormat, orang itu selalu dianggap monster.


Bukannya Clark tidak tampan. Di antara Dragonborn, dia sebenarnya tampan, tetapi … Ras Dragonborn itu sendiri sangat langka. Bahkan, orang-orang biasa akan menganggap mereka sebagai Lizardmen bermutasi.


Ciel maju lalu menepuk kepala gadis kecil itu dengan lembut. Gadis kecil itu awalanya mencoba menghindari, tetapi entah kenapa telapak tangan lembut tetap saja menyentuh kepalanya.


“Gadis kecil, jangan menilai seseorang dari penampilannya, okay? Lihat, kakak besar itu berusaha menolongmu, sama sekali tidak berniat menyakitimu.”


“...”


Meski agak ketakutan, gadis kecil itu sudah tidak memiliki banyak perlawanan. Dia menatap sosok Ciel lalu ke arah tiga sosok lainnya.


“Maaf,” gumam gadis kecil itu sambil menundukkan kepalanya. Terlihat merasa bersalah.


“Tidak apa-apa.” Ciel menggeleng ringan. “Apakah kamu lapar, Gadis kecil? Bagaimana kalau makan siang bersama kami?”


“Itu …” Mengendus aroma di udara, gadis kecil itu terlihat ingin tetapi tetap menggeleng. “Ibu bilang … Ibu bilang Caca tidak boleh menerima makanan dari orang asing.”


“Jadi namamu Caca?” tanya Ciel.


Dengan agak ragu, Caca mengangguk sambil berkata, “En.”


“Itu makanan yang baru kami masak dan akan kami makan. Kamu tidak perlu khawatir, kami sama sekali bukan orang jahat.”


Mendengar bagaimana Ciel membodohi gadis kecil, yang lainnya menahan diri untuk tidak mengutuk. Belum lagi ketika pemuda itu berkata ‘bukan orang jahat’, mereka bertiga ingin muntah.


Jika apa yang Ciel lakukan selama ini dianggap sepenuhnya baik, tanpa ada kejahatan … berarti, tidak ada hal yang bisa dianggap jahat di dunia mereka.


Tidak seperti ketika orang itu, Caca yang polos menatap Ciel. Melihat sosok tampan, lembut, dan terlihat seperti orang yang bahkan tidak berani menyembelih seekor ayam … gadis kecil itu mengangguk.


“Baik. Caca percaya kepada kamu, Kak.”


Melihat senyum lembut di wajah Ciel, ketiga rekannya langsung berseru dalam hati.


Orang itu pasti sedang memikirkan hal-hal jahat dalam kepalanya!


Kelima orang itu pun akhirnya makan sup ikan yang dibuat oleh Ciel. Setelah membagi sup ke dalam mangkuk, sosok Caca mendekati Clark dengan takut-takut.

__ADS_1


“Ada apa, Gadis kecil?” tanya Clark. Berusaha ramah agar gadis kecil itu tidak takut.


“Caca salah. Caca minta maaf. Sebagai gantinya, Kakak boleh mengambil ikan ini.”


Clark tertegun ketika melihat Caca memasukkan satu potong ikan ke dalam mangkuknya. Melihat gadis imut di depannya, dia merasa melihat bidadari kecil. Si kadal itu bahkan ingin menangis karena diperlakukan dengan baik.


“Clark …” ucap Clark singkat.


“Maksudnya?” tanya Caca sambil memiringkan kepalanya. Tampak agak bingung.


“Nama Kakak ini adalah Clark. Jadi kamu bisa memanggilku Kak Clark,” ucap Clark.


“Baik, Kak Clark!” Tahu bahwa Clark tidak jahat, gadis kecil itu tersenyum polos.


Imutnya …


Clark berseru dalam hati. Pada saat itu, suara Ciel terdengar.


“Selesaikan makanan kalian terlebih dahulu sebelum mengobrol.”


“Baik,” jawab yang lainnya bersamaan.


Setelah makan siang bersama.


“Aku pikir tidak ada suku Centaur di daerah hutan ini, Caca. Dari mana asalmu?” tanya Ciel ramah.


“Ada suku Centaur di hutan ini? Apakah kalian pindah dari tempat lain?”


Setelah mengingat agak lama, Caca akhirnya menjawab, “Kata Ibu … kami pindah dari jauh ke tempat ini beberapa tahun yang lalu.”


Beberapa tahun yang lalu? Kemudian … peta yang diberikan kepadaku? Itu jelas informasi kadaluarsa!


Jika Ciel tahu ada suku Centaur di hutan ini, dia akan mencoba menghindarinya dan memilih rute lain. Itu karena … pemuda itu mengalihkan pandanganya. Benar saja, si kadal bersayap memandangnya dengan mata berkilauan.


Sejak Clark mencoba mendekati Zenara tetapi terus ditolak, dia tampak depresi dan tertekan. Sesekali si kadal akan pergi ke rumah budak untuk mengecek budak Centaur. Dia berpikir, mungkin ‘cinta sejatinya’ ada di sana.


“Clark …” gumam Ciel.


“Kita harus mampir, Tuanku! Aku yakin … aku yakin ‘dia’ ada di sana!”


“Dia???” Ferel dan Savian tampak bingung.


“Kalian tidak perlu tahu,” ucap Ciel.


Pemuda itu tidak ingin mengumbar aib bawahannya sendiri. Lebih baik memendamnya. Meski Clark pasti tidak keberatan, Ciel masih tidak ingin kadal bodoh dihina dan dipermalukan oleh orang lain.


Ya … meski dia sering memperlakukan bawahannya itu dengan buruk.

__ADS_1


“Clark, kamu pasti tahu … kita tidak bisa langsung masuk ke suku Centaur. Kita harus meminta izin, lalu-”


“Caca … bolehkah kami berempat mampir ke rumahmu?” tanya Clark.


Caca yang sedang minum jus buah agak bingung. Memiringkan kepalanya seolah sedang memikirkan sesuatu, gadis kecil itu mengangguk ringan.


“Seharusnya boleh. Tapi, Caca akan bertanya pada Ibu dulu. Mungkin besok pagi?” Gadis kecil itu memiringkan kepalanya agak bingung.


Sementara itu, Ciel melihat Clark yang menatapnya sambil mengacungkan jempol.


“Kita bisa melakukannya, Tuan!”


“...”


Sudut bibir Ciel berkedut. Pada akhirnya, pemuda itu menghela napas panjang sebelum menjawab, “Terserah padamu.”


Setelah makan siang, Ciel dan rekan-rekannya menjawab berbagai pertanyaan Caca yang penasaran. Gadis kecil itu kelihatannya sangat penasaran dengan dunia luar. Tentu saja, Ciel juga memperingatkannya untuk hati-hati terhadap orang asing.


Tidak semua orang asing baik seperti mereka. Mungkin saja, ada pemburu yang akan menjual Centaur menjadi budak atau jenis penjahat lainnya.


Ketika diberi nasihat oleh Ciel, Caca kecil mengangguk seperti burung pelatuk. Ketika menjelang sore, Caca berpamitan untuk pulang dan meminta izin. Awalnya Clark ingin mengikutinya, tetapi Ciel dengan tegas menolak.


Meski kuat, sebagai tamu, paling tidak … mereka harus sedikit menghargai tradisi setempat.


Pagi di hari berikutnya.


“Makan sarapan dulu, Clark. Mereka paling-paling akan tiba nanti siang.”


“Tapi Tuan-”


“Diam! Lihat wajahmu, kamu benar-benar tidak tidur karena bersemangat. Kamu tampak berantakan! Cuci wajahmu lalu sarapan.”


“Baik.”


Selesai sarapan bersama, mereka mengemas tenda. Selesai berkemas, Ciel agak terkejut ketika melihat Caca kecil datang dengan dua Centaur yang berpenampilan seperti pejuang suku.


Ciel langsung bertukar salam pada mereka, memberi alasan untuk datang ke suku dan memberi ketulusan berupa beberapa benda yang berguna kepada mereka berdua. Akhirnya, pemuda itu dan rekan-rekannya pergi ke suku Centaur dengan tenang. Tentu saja, agar tidak membuat orang-orang dalam suku panik, Ciel tidak membawa Deschia atau Pelican raksasa.


Ketika hampir siang hari, mereka akhirnya sampai di suku Centaur.


Sampai di sana, bahkan Ciel, Ferel, dan Savian agak terkejut. Itu karena para perempuan di suku Centaur itu terlihat cantik. Benar-benar seperti para budak dengan standar tinggi, tidak seperti Centaur pada umumnya.


Melihat kecantikan Centaur ada di mana-mana, Clark tidak bisa tidak berseru.


“Ini … Ini adalah tempat yang selama ini aku cari!”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2