
“Luciel Dawnbringer …”
Suara yang dalam menggema di atas langit Kota Blackrock. Sosok yang diselimuti oleh jubah hitam dan memakai topeng melayang di langit. Iblis belalang tak terhitung jumlahnya seperti awan sebagai latar belakangnya.
Mendengar namanya disebut, sudut bibir Ciel berkedut. Dia tidak menyangka kalau sosok yang mengendalikan wabah ini benar-benar mengenalnya. Merasa terkenal, pemuda itu bingung harus menangis atau tertawa.
Aku tidak mengenalmu, Ok? Kenapa kamu muncul entah dari mana lalu mencoba memakamkanku dengan jutaan serangga itu?
Apakah itu masalah insektisida? Kenapa kamu benar-benar hampir menghancurkan seluruh kota karena insektisida?
“Kamu pasti tidak mengenalku. Orang-orang yang berdiri di atas sepertimu … sama sekali tidak peduli dengan kami yang berada di bawah!”
Sihir ‘Great Flame Wall’ langsung Ciel hentikan. Pemuda itu mengamati sosok musuh sambil mengisi kembali mana miliknya. Setelah menggunakan sihir dahsyat seperti ‘Shadowflame Imoogi’, dia benar-benar kelelahan.
Setelah mengamati dengan jelas, Ciel tampak terkejut. Alasannya adalah … sosok yang terbang di langit adalah iblis level 4 (akhir). Bukannya iblis semacam itu lemah. Hanya saja, mustahil mengendalikan puluhan juta belalang atau bahkan lebih hanya mengandalkan kekuatan dan mana milik orang itu.
Ciel langsung memusatkan sihir ke mata emasnya. Skill ‘Eye of The Lord’ langsung memindai seluruh awan besar di atas Kota Blackrock. Pemuda itu langsung menutup matanya dengan tangan kiri dan merasakan sakit kepala. Banyaknya informasi yang masuk ke dalam otak membuat pikirannya berguncang.
Cih! Orang-orang licik ini! Berpura-pura menjadi Dewa padahal hanya keroco!
Pemuda itu itu mengutuk dalam hati. Setelah memindai seluruh awan, selain sosok berjubah itu, ada enam sosok yang bersembunyi di antara kerumunan belalang. Keenam orang itu memiliki bakat bawaan yang sama yaitu … Entomancer.
Seperti namanya, Entomancer adalah bakat bawaan yang membuat pemiliknya mampu menjadi penyihir yang mengendalikan serangga. Setelah memeriksanya dengan teliti, bakat bawaan itu ternyata bukan bakat asli. Bisa dibilang, ketujuh orang itu memiliki satu lagi bakat bawaan yang berbeda.
Berarti … bakat bawaan ‘Entomancer’ itu adalah buatan?
Memikirkan itu saja sudah membuat Ciel merinding. Pemuda itu mengutuk orang tidak waras yang melakukan percobaan gila pada iblis untuk mendapat bakat bawaan itu. Satu hal lagi yang membuat Ciel yakin kalau bakat bawaan itu adalah buatan adalah kata ‘rusak’ di belakang bakat bawaan.
Ketika Ciel melihat ketujuh orang, selain orang yang berbicara dengan Ciel, keenam orang lainnya memiliki bakat bawaan yang bertuliskan … ‘Entomancer’ (broke). Jadi pemuda itu mengambil kesimpulan, orang yang bersikap seolah pemimpin itu adalah satu-satunya orang yang bisa melewati percobaan sampai akhir dan mendapatkan skill bawaan itu dengan sempurna.
__ADS_1
“Aku tidak mengenal kalian. Kenapa kalian ikut campur dan membuat kekacauan di wilayahku?” ucap Ciel dengan ekspresi dingin.
“HAHAHAHA!”
Bukannya segera menjawab, sosok bertopeng itu malah tertawa gila. Orang itu menunjuk ke arah Ciel sambil berkata, “Ketika melihatmu mencoba menyelamatkan orang, aku benar-benar merasa kesal. Iblis sepertimu seharusnya tidak perlu bersikap munafik! Kamu hanyalah seorang pembunuh! PEMBUNUH!”
Sial! Kenapa orang gila ini terlihat begitu membenciku?
Ciel merasa sedang dipermainkan. Pemuda itu hanya bisa menghela napas ketika melihat sikap orang gila yang melayang di langit itu. Dia kemudian mulai berbicara dengan nada tak acuh.
“Apanya yang munafik? Aku memang seorang pembunuh, tetapi aku bukan orang munafik. Juga, aku bukanlah orang yang membunuh tanpa alasan.
Aku hanya membunuh orang-orang yang bermusuhan denganku. Jika aku tidak membunuh, bisakah hidupku tenang? Bisakah aku bernapas lega? Bisakah aku benar-benar aman?
Berhenti mengucapkan omong kosong. Turun kesini dan lawan aku … bo-doh.”
Mendengar ucapan Ciel yang penuh nada sarkasme, sosok berjubah itu langsung diam. Sosoknya lalu menjentikkan jari. Setelah itu, dari kerumunan belalang, enam sosok berjubah melayang di belakangnya.
“Insect magic … Venomous Insect Spear.”
Puluhan ribu belalang tiba-tiba saling mengigit. Ketika mereka saling menyatu lalu melebur, sebuah tombak hitam sepanjang tujuh meter terbentuk. Tombak itu memiliki kilau kehijauan yang tampak begitu korosif. Kekuatannya mungkin bisa langsung membunuh puncak level 3 atau meracuni iblis level 4 dengan parah.
Ciel sebenarnya agak meremehkan sihir itu. Jika saja sihir itu hanya berjumlah satu. Namun bukan hanya pemimpin kelompok itu, keenam orang juga menggunakan sihir yang sama. Hal itu membuat sudut bibir pemuda itu berkedut.
Bukankah aku dikeroyok? Ini tidak adil! Sial! Kalau berani ayo by one!
Pada saat dia engutuk dalam hati, tujuh tombak yang dipenuhi racun langsung melesat ke arahnya. Ciel yang tidak puas tetap langsung melantunkan mantra sihir.
“Hellfire magic … Shadowflame Spear.”
__ADS_1
Empat tombak yang terbuat dari api hitam langsung muncul. Dengan perintah Ciel, keempat tombak itu langsung meluncur dan bertabrakan dengan tombak beracun. Ledakan besar tercipta di udara, kepulan asap beracun langsung menyebar karenanya.
Sebelum sempat bicara, tiga tombak yang tersisa langsung menuju ke arahnya. Mengepakkan sayapnya, Ciel meluncur ke kiri dan kanan untuk menghindari tombak itu. Ketiga tombak yang meleset langsung menancap ke bumi, membuat tanah di sekitarnya menjadi hitam karena efek racun.
Melihat itu, Ciel bergumam, “Racun di tanah. Racun di udara. Orang-orang ini benar-benar berusaha meracuniku sampai mati. Sial, ini curang.”
Ketika melihat banyaknya serangga (belalang), Ciel merasa muram. Salah satu yang membuat sihir ‘Entomancer’ agak rumit adalah proses penggunaan sihirnya. Biasanya mereka seperti tamer yang menggunakan serangga untuk menyerang. Namun mereka juga bisa membuat sihir yang kuat dengan mengorbankan serangga yang dikendalikan.
Masalahnya … jumlah serangganya terlalu banyak!
Ketika menatap serangga yang tak terhitung jumlahnya sampai-sampai membuat awan yang sangat besar dan luas, Ciel semakin marah.
Ini jelas cheat! Ini curang! Bukan hanya main keroyokan, mereka menggunakan infinity ammo!
Ketika melihat awan hitam itu, Ciel tiba-tiba memikirkan salah satu sihir tingkat 5 yang hampir tidak mungkin dikuasai. Sihir itu adalah sihir area yang sangat luas dan kuat. Masalahnya, itu menghabiskan terlalu banyak mana. Biasanya itu hanya bisa digunakan oleh beberapa iblis level 5 bersamaan. Namun karena dia sudah tingkat 6 dan memiliki bakat bawaan ‘Arcana Lord’, dia memiliki mana yang sangat banyak.
Bukan hanya masalah mana, tetapi yang paling parah adalah kelelahan mental setelah merapal mantra itu. Melihat tujuh tombak lain melesat ke arahnya, Ciel menggertakkan gigi. Dia melepaskan tombak api hitam sambil kembali menghindar.
“Sial! Kalian memaksaku!” seru Ciel.
Pemuda itu tiba-tiba menarik pedang yang selama ini dia gunakan sebagai pajangan lalu menyayat telapak tangannya sendiri. Cairan merah langsung mengucur ke tanah. Pemuda itu langsung menancapkan pedang tepat di genangan darah.
Sambil menahan rasa sakit, Ciel menghirup napas dalam-dalam. Ketika ekspresinya menjadi tenang, dia kemudian bergumam, “Bakar semua yang ada di dunia ini menjadi abu … Gehenna Butterflies.”
Setelah merapal mantra, lingkaran sihir raksasa yang hampir sebesar Kota Blackrock muncul. Ciel merasa mana dalam tubuhnya menurun dengan cepat. Kepalanya terasa berat seolah akan meledak. Namun setelah selesai, pemandangan luar biasa menampakkan dirinya.
Dari lingkaran sihir raksasa, kupu-kupu berwarna biru yang tak terhitung jumlahnya muncul dan mulai terbang ke langit. Kupu-kupu itu terbuat dari api biru yang terlihat misterius. Pemandangan indah dari kupu-kupu biru yang terbang dan menari sambil menerangi langit malam tampak di atas Kota Blackrock.
Meski terlihat pucat dan nyaris tidak bisa berdiri, Ciel masih bisa tersenyum.
__ADS_1
“Sekarang semua terserah kepada kalian.”
>> Bersambung.