Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Tidak Ada Pilihan Lain


__ADS_3

“Tolong … cukup! Akhiri saja semua ini … ARGH!”


Teriakan penuh penyesalan dan kesedihan sesekali terdengar dari hutan yang gelap. Terdengar begitu jauh, tetapi masih membuat orang yang mendengarnya merinding ketakutan.


Di malam yang gelap, beberapa orang yang mengeliling sebuah api unggun memiliki ekspresi yang berbeda-beda. Theo terlihat agak penasaran, Jenny terlihat tak acuh, sedangkan Charles, Rocky, dan beberapa sisa ksatria agak pucat.


Setelah cukup lama, akhirnya suara itu berhenti sepenuh. Beberapa saat kemudian, suara langkah kaki ketika menginjak rerumputan terdengar. Dari hutan rimbun dan gelap, sosok berjubah dengan topeng perak yang menutup wajahnya berjalan dengan tenang.


Ada beberapa bercak gelap di jubah hitamnya, bahkan ada juga beberapa bercak merah di topeng peraknya. Ditambah aura dingin di sekitarnya, hal itu membuat banyak orang merinding ketika menatap sosoknya.


“Bagaimana, Tuan Gin?” tanya Raja Charles dengan ekspresi serius.


“Bukan hal yang baik.” Ciel menggelengkan kepalanya.


“Kenapa???”


“Itu karena kakak anda, Andrew, memiliki kesepakatan dengan ... Curses of Shadow.”


Mendengar nama organisasi itu disebutkan, mata Raja Charles terbelalak. Bukan hanya dia, bahkan banyak orang terkejut. Sedangkan Jenny dan Theo, mereka tampak sangat serius. Keduanya tahu bagaimana berbahayanya organisasi tersebut.


Belum lagi … keduanya juga tahu bahwa Ciel memiliki hubungan berlawanan dengan organisasi tersebut. Dua orang jenderal telah mati di tangan Ciel. Kerugian yang belum pernah terjadi sebelumnya pada Organisasi Curses of Shadow sebelumnya. Hal itu sampai membuat mereka sempat tenang beberapa waktu.


“Apakah kamu yakin itu adalah mereka, Tuan Gin?” tanya Charles dengan ekspresi penasaran.


“Tidak diragukan lagi.” Ciel mengangguk ringan.


“Bisakah … Bisakah anda memberi kami bukti?” tanya Rocky.


Dia merasa agak khawatir ketika bersama dengan sosok berjubah itu. Merasa kurang aman, bahkan agak takut ternyata sosok berjubah itu adalah salah satu orang dari Curses of Shadow.


Sebuah benda jatuh tepat di depan Rocky. Itu adalah sebuah lengan kiri utuh. Di lengan tersebut terlihat sebuah tattoo yang sangat jelas. Lambang dari Curses of Shadow.


Melihat lengan itu, ekspresi Rocky menjadi labih pucat. Dia menatap Ciel dengan ekspresi gugup.


“Tenang.” Ciel berkata tak acuh. “Aku tidak akan menaruh dendam hanya karena dicurigai. Lagipula, itu normal untuk takut pada orang tak dikenal yang bisa mengancam nyawa kapan saja.”


Mendengar itu, Rocky dan para ksatria tampak sedikit lega. Pria paruh baya itu tidak bisa tidak mengangkat tangannya sebelum bertanya dengan nada sopan.

__ADS_1


“Lalu … tidak bisakah anda menunjukkan wajah anda kepada kami, Tuan Gin?”


Ciel memiringkan kepalanya sambil menunjuk topeng perak yang menutupi wajahnya.


“Apakah kalian yakin? Mungkin … kalian tidak akan bisa melupakannya.”


Mendengar ucapan Ciel, tanpa sadar Rocky dan para ksatria menelan saliva. Tampak agak ketakutan.


Mungkinkah wajahnya sangat buruk? Dirusak karena siksaan? Mungkinkah hal itu yang membuat Tuan Gin menjadi lebih kejam dan sadis?


Tahu apa yang dipikirkan orang-orang, Ciel tampak tak acuh. Sedangkan Raja Charles merasa itu cukup menarik. Orang itu merasa kalau acting Ciel sangat luar biasa.


Jenny dan Theo sendiri malah merasa kalau itu menyenangkan dan menghibur. Mereka agak tidak menyangka kalau Ciel juga memiliki sisi yang seperti itu. Bagi keduanya, sangat menyenangkan melihat sisi lain tuan mereka itu.


“Tidak perlu, Tuan Gin.” Rocky segera menbalas Ciel.


“Benarkah?”


“Tentu saja benar, Tuan Gin.”


“Baiklah kalau begitu.”


Setelah beberapa saat merenung, Raja Charles kembali bertanya kepada Ciel.


“Kalau begitu, apakah kamu memiliki saran, Tuan Gin?”


Ciel menatap ke arah Charles. Agak heran dan merasa tidak berdaya. Dia bahkan mengeluh dalam hati.


Bukankah itu kerajaanmu? Kenapa harus aku yang memikirkannya? Bukankah kamu seorang Raja?


Cobalah untuk lebih mandiri!


Meski begitu, Ciel juga ikut memikirkannya. Dia tetap harus memikirkannya setelah mendengar informasi yang dia peroleh sebelumnya. Mengurus orang-orang dari Kerajaan Silver Fang saja sudah merepotkan, belum lagi ditambah dengan orang-orang dari Curses of Shadow.


Belum lagi … ada dua Jenderal dari Curses of Shadows. Kelihatannya, karena operasinya yang cukup besar, mereka mengerahkan dua jenderal.


Bangsawan lain atau bawahan dari Curses of Shadows, Ciel bisa menyerahkannya kepada Raja Charles dan beberapa orang lainnya. Hanya saja, Charles dalam kondisi saat ini tidak akan bisa melawan kakaknya, Andrew.

__ADS_1


Itu berarti … Ciel harus melawan dua jenderal dan sosok yang setara dengan Raja.


”Apakah ada salah satu Duke dalam Kerajaan Silver Fang yang anda percaya, Raja Charles?”


“Tentu saja ada.” Charles mengangguk. “Dia juga merupakan saudara iparku. Adik dari istriku sendiri.”


“Kalau begitu kita akan pergi ke sana. Tidak langsung menuju ke ibukota. Tempat itu pasti terlalu kacau.” Ciel menghela napas lega. “Tempat itu pasti sudah sangat kacau. Kita perlu mencari bala bantuan sebanyak mungkin sebelum pergi ke ibukota.”


“Jangan bilang …”


“Ya. Kita akan berperang.” Ciel berkata dengan ekspresi dingin.


“Jika ada perang saudara. Setelah perang usai dan masalah internal terselesaikan, pasti kerajaan tetangga mencoba menyerang Kerajaan Silver Fang. Belum lagi, akan banyak korban.” Charles mengerutkan kening.


“Tidak ada pilihan lain.” Ciel menggeleng ringan. “Aku tidak bisa membantu masalah perselihan internal. Sedangkan masalah usai perang, aku akan meminta tuanku untuk mengulurkan tangan untuk membantu Kerajaan Silver Fang melewati masa kritis.”


“Tidakkah ada cara menghindari semua ini?” tanya Charles.


“Apakah kakakmu mungkin berubah?” Ciel balik bertanya.


“Kak Andrew tidak mungkin berubah.” Charles menggelengkan kepala dengan senyum pahit.


“Kalau begitu … tidak ada cara lain.” Ciel menghela napas. “Aku hanya bisa meyakinkan, itu lebih baik daripada Curses of Shadow yang menguasai Kerajaan Silver Fang. Karena kebanyakan dari mereka … agak kurang waras.”


Mengingat bagaimana Vonda mulai melakukan eksperimen gila atau Vesperr yang memulai pembantaian tanpa tujuan yang jelas, Ciel tersenyum pahit. Mungkin Aragil agak waras, tetapi itu pengecualian.


Ciel juga percaya, seseorang yang begitu kejam untuk meracuni ayahnya, menjual adik perempuannya, atau bahkan meledakkan adik lelakinya sendiri seperti Andrew … tidak akan bekerja sama dengan orang waras.


Ksatria level 4 (akhir) sebelumnya tidak mengatakan siapa dua jenderal tersebut. Ciel berusaha memeras informasi, tetapi masih agak ceroboh sehingga orang itu bisa bunuh diri. Satu hal yang pasti, orang itu bukan Aragil.


Sadar kalau dirinya banyak berpikir, Ciel menghela napas panjang.


Jika situasinya terlalu berbahaya, Ciel tidak lagi berniat menahan diri. Dia merasa kecerobohannya ketika melawan Aragil sudah cukup. Lagipula, pemuda itu tidak yakin apakah musuhnya kali ini akan melepaskannya atau tidak.


Ciel tidak ingin kehilangan hidupnya hanya karena sesuatu yang tidak pasti. Memejamkan matanya, dia menarik napas dalam sebelum mengembuskannya perlahan.


Lakukan saja sesuatu dengan situasi.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2