Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Berbisnis


__ADS_3

Setelah Ciel menghabiskan waktu bersama Ariana, duduk santai sembari memandangi bintang, keduanya kembali ke Istana Utara. Pemuda itu berpikir kalau semua tamu telah kembali karena mereka semua juga memiliki properti berupa villa yang berada di Royal Capital.


Akan tetapi, Ciel salah. Di sana masih ada sosok yang menunggunya kembali. Jika itu keluarganya, dia tidak akan heran. Masalahnya, orang itu sama sekali bukan keluarganya. Jangankan keluarga, Ciel bahkan tidak mengenalnya.


Lelaki tampan itu memiliki rambut hitam kebiruan, iris matanya berwarna biru langit. Orang itu tampak tampan, kira-kira berusia 17 sampai 18 tahun. Mendekati Ciel, dia membungkuk sopan.


Di belakangnya tampak gadis tinggi dengan tubuh atletis. Bahkan Ciel kalah tinggi dan pemuda di depannya juga hanya setinggi pundak gadis itu. Kulitnya coklat gelap, memiliki warna rambut dan iris yang sama … hitam. Mungkin lebih mirip penampilan Amazoness dalam legenda kehidupan Ciel sebelumnya. Hanya saja, di sini mereka bukan legenda.


Gadis itu berasal dari Ras Abyssal Barbarian. Suku pedalaman yang beranggotakan wanita di sukunya. Hal yang lebih aneh, semua Abyssal Barbarian adalah wanita. Mereka menikahi lelaki ras lain untuk memiliki keturunan. Benar-benar mirip dengan legenda Amazoness dari kehidupan Ciel sebelumnya.


Mata Ciel menyipit ketika melihat keduanya. Lelaki yang berpenampilan seperti bangsawan adalah iblis level 2. Sedangkan wanita berkulit gelap di belakangnya yang bertindak seperti pengawal … seorang iblis level 4 (awal).


Kelihatannya juga belum lama naik ke level. Mungkin … kekuatannya setara dengan Elena.


“Perkenalkan, nama saya Savian Raevern. Sedangkan pengawal saya ini bernama Arla. Senang bertemu dengan anda, Pangeran Luciel.”


“Senang bertemu kalian. Raevern … keluarga Duke Selatan?” tanya Ciel.


“Benar.” Savian mengangguk sembari sedikit tersenyum. “Saya putra ke-3 Duke Raevern.”


“Ah! Aku hampir lupa. Silahkan duduk,” ucap Ciel mempersilahkan kedua orang di depannya duduk.


Mereka berdua berada di ruang tamu. Ciel yang duduk di sofa kemudian melihat ke arah Ariana. “Kamu kembali dan beristirahat dulu.”


“Baik, Sayang.”


Menatap Ariana yang meninggalkan ruangan, Ciel kemudian menoleh ke arah Savian.


“Lalu … apa yang putra ke-3 Duke Raevern cari dari orang sepertiku?” Ciel mengangkat sudut bibirnya.


“Saya tahu Pangeran Luciel tidak suka basa-basi. Terlebih lagi, ini sudah begitu malam. Maaf jika saya memaksa untuk bertamu pada saat seperti ini.


Tujuan saya datang kemari adalah … untuk berbisnis.”

__ADS_1


“Berbisnis? Dengan orang sepertiku?” Ciel terkekeh.


“Sebenarnya … awalnya saya datang kemari hanya untuk formalitas. Namun setelah melihat hadiah yang anda berikan kepada Pangeran Alexander … saya langsung memiliki niat lain.


Saya memang berencana membuka bisnis. Namun saya juga bingung karena tidak memiliki banyak produk unik. Sedangkan produk yang baik, saya sulit mendapat pasokan yang lebih murah.


Pada saat melihat anda, saya teringat kalau sekarang anda adalah pemilik wilayah yang terkenal subur dan kaya. Saya pikir anda juga belum membuka bisnis sendiri. Jadi … saya berusaha menawarkan usulan ini.”


“Membuat bisnis bersama, kah?” tanya Ciel.


“Benar.” Savian mengangguk tegas. Namun Ciel menyadari kalau pemuda di depannya gugup.


“Membuka sebuah perusahaan perdagangan bersama. Kalau boleh aku tahu … berapa saham yang akan aku terima di perusahaan itu?”


“Selama anda memberi pasokan cukup, 25% … tidak, anda bisa mendapat 30% saham perusahaan. Semuanya keuntungan akan dibagikan setiap akhir musim.”


“Menarik … tetapi aku rasa kamu kurang tulus. Juga, rencanamu masih banyak celah.”


“Maksud anda?” Savian tampak bingung.


“Itu …”


“Aku akan memberi saran serta harga,” ucap Ciel dengan senyum di bibirnya. Dia kemudian mengangkat tangan dan menunjukkan lima jari. “Aku ingin 50% saham. Sebagai gantinya, semua produk yang akan kita jual … aku akan memberi stock. Tentu saja tidak gratis, tetapi aku akan menjual lebih murah daripada saat menjual ke pedagang lain.”


“Bukankah itu berlebihan, Pangeran Luciel? Misalkan saja anda menjual barang seharga 10 koin emas, dan saya berhasil menjualnya 15 koin emas. Setelah dipotong biaya lain-lain 1 koin emas, tersisa untung 4 emas.


Anda masih mendapat 2 emas, sementara saya juga mendapat 2. Itu jika saya tidak menjual saham lagi. Saya rasa … itu agak berlebihan dan hanya menguntungkan anda.”


“Hehehe … ternyata kamu pintar dan tidak takut.” Ciel mengangguk. Dia kemudian menunjukkan empat jari. “Aku ingin 40% … ini sudah harga terendah.”


“Tapi-”


“Selain kebutuhan makanan yang berkualitas lebih baik dan jumlah banyak. Aku juga akan mulai menjual potion.”

__ADS_1


Ekspresi Savian tiba-tiba berubah. Potion merupakan salah satu kebutuhan penting. Banyak pasar dan barangnya lebih laris. Bukan hanya bangsawan yang membutuhkan, rakyat biasa atau para tentara bayaran juga sangat membutuhkan hal semacam itu untuk berlatih.


Banyak bangsawan yang mencoba membesarkan calon Alkemis, tetapi biaya mahal dan banyak kegagalan. Jadi … kecuali yang memiliki tekad kuat dan dompet tebal, mereka memilih untuk menyerah. Lagipula, tidak semua orang seperti Ciel … bisa melihat siapa orang yang cocok untuk pekerjaan apa.


“Tentu saja itu hanya potion tingkat rendah, Meski kualitasnya bagus, hanya bisa digunakan sampai iblis level 2. Iblis kelas menengah tidak perlu membelinya.” Ciel menambahkan.


“Setiap bulan atau … setiap musim anda akan menjual?” tanya Savian.


“Aku akan menjual setiap 4 minggu atau satu bulan. Aku pastikan berkualitas bagus. Sedangkan jumlah … minimal 600 botol. Tentu saja, dijual per batch. Yang berisi 50 botol per batch berjumlah enam. Yang berisi 100 botol per batch berjumlah 3.”


“Hal seperti itu … hanya bisa dibeli organisasi besar atau bangsawan, kan?” Savian merasa ragu.


“Ya. Itu memang targetku. Aku bilang minimal 600, tetapi bisa lebih. Untuk sisanya, kamu boleh menjualnya secara eceran.


Bisnis potion membawa banyak keuntungan. Bagaimana? Apakah kamu tertarik?”


Ciel menampilkan senyum licik. Benar-benar seperti predator yang mengawasi mangsanya.


“Jujur. Saya sudah membuat perjanjian dengan sahabat saya. Saya akan memberinya 25% saham. Jika memberi anda 40% … hanya tersisa 35% untuk saya.” Savian tersenyum pahit.


Barang-barang berkualitas dari Ciel, uang modal dari sahabatnya. Sedangkan Savian … dia hanya bertanggung jawab atas pemasaran dan pengiriman. Itu cukup banyak, tetapi sebagai pemilik, dia masih tidak mau jika pemegang saham memiliki saham lebih besar daripada dirinya.


“Sebenarnya … aku juga ingin menurunkan saham yang aku peroleh. Namun tidak bisa. Masalahnya … uang dari penjualan produk wilayah akan digunakan untuk wilayah.


Jadi, yang masuk ke dalam kantong pribadiku adalah uang keuntungan penjualan. Itu hanya selisih 5% saham, kamu benar-benar tidak mau merelakannya?”


Savian menatap Ciel dengan ekspresi tidak percaya. Kebanyakan bangsawan, bahkan ayahnya sendiri … tidak menggunakan 100% uang hasil wilayah untuk wilayah. Mereka akan menyimpan sebagian dan menggunakan secukupnya. Namun menghadapi Ciel yang lihai dan picik, pemuda itu menghela napas panjang.


“Bisnis adalah bisnis … daripada tidak dimulai sama sekali, saya akan bertaruh! Baik, Pangeran Luciel, saya setuju dengan anda!”


Pada saat itu, Ciel merasa lega dalam hatinya karena sudah memiliki tempat untuk menjual produk wilayahnya yang meningkat sekaligus potion. Dia tersenyum ramah dan menjabat tangan Savian yang terulur.


“Senang bekerja sama denganmu, Savian!”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2