Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Datangnya Musim Gugur


__ADS_3

Setelah beberapa hari, panen berakhir dan musim gugur telah datang.


Banyak daun di pepohonan mulai menguning. Meski di tempat khusus seperi Blackwood Forest tidak terpengaruh, perubahan telah terlihat jelas di tempat-tempat lainnya.


Suhu mulai turun. Memang masih panas karena baru saja menginjak ke musim gugur. Namun udara sejuk sudah mulai berembus. Suhu tidak sepanas sebelumnya.


Dalam ruang bawah tanah, Ciel melihat pemandangan di depannya dengan kagum.


Ciel datang ke ruang bawah tanah untuk mengirim persediaan yang akan digunakan bulan ini. Namun, dia terlihat takjub saat melihat puluhan Dark Elf yang terlihat semakin cantik karena terawat. Mereka makan, berolah raga, dan beristirahat cukup. Hal itu membuat para Dark Elf terlihat lebih baik.


Selain itu, Ciel juga memberikan mereka potion dan membesarkan mereka seperti orang-orang dalam divisi bayangan. Karena … ya, mereka juga tersembunyi dalam bayangan dan merupakan pasukan pribadi Ciel.


“Selamat datang, Tuan!” para wanita Dark Elf berkata serempak.


Mendengar suara dan melihat penampilan mereka, Ciel agak gugup. Dia tanpa sadar menelan saliva. Sebagai seorang pria, dia juga memiliki fantasi. Namun, pemuda itu juga mengerti bagaimana membedakan fantasy dan reality. Jadi dia dengan kuat menahan pemikiran buruknya.


“Angkat kepala kalian. Kalian bisa melanjutkan apa yang kalian lakukan.”


Ciel mengatakan hal itu sambil mengaktifkan ‘Eye of The Lord’. Meski dalam penampilan terlihat baik, dia juga ingin melihat perkembangan mereka. Tidak ingin tertipu dengan cover depan saja.


Setelah memindai mereka, Ciel mengangguk puas. Meski tidak banyak yang naik level, jelas kemampuan mereka banyak meningkat. Kondisi fisik dan mental mereka juga lebih baik daripada sebelumnya.


“Mengantarkan makanan untuk kami, Tuan?”


Suara lembut seorang wanita dewasa menyadarkan Ciel dari lamunannya. Menoleh, pemuda itu melihat Verrona yang berjalan mendekat. Di belakangnya, tampak Lyfalia yang masih terlihat dingin. Namun wanita itu tidak memberi sikap bermusuhan terhadap Ciel.


“Iya.” Ciel mengangguk.


Setelah itu, ketiganya menuju gudang. Ciel segera memindahkan bahan makanan yang dia simpan sementara dalam cincin ruang. Banyak karung biji-bijian, kotak berisi sayuran serta daging kering, juga beberapa jenis bumbu. Selain itu, Ciel membawakan mereka buah-buahan yang dapat bertahan cukup lama.


Melihat tumpukan makanan, Verrona tersneyum penuh syukur. Dibandingkan pada saat dirinya menjadi budak, wanita itu merasa diperlakukan lebih baik. Selain dirinya, para wanita lain pasti diperlakukan lebih buruk oleh tuan yang sebelumnya. Lagipula, dia budak seorang Marquis sementara yang lain budak bangsawan kecil.


Meski begitu, Verrona sangat tidak menyukai gelar budak. Dia dan lima komandan di bawahnya memang melakukan kontrak jiwa, tetapi mereka masih bisa dibilang sebagai budak Ciel.


Hanya saja, Verrona, Lyfalia, dan lainnya tidak merasa kalau Ciel memperlakukan mereka layaknya seorang budak. Pemuda itu juga tidak menyuruh mereka melayani atau memuaskan hasratnya meski para Dark Elf adalah budak dan tidak bisa menolak perintahnya. Verrona kagum dengan sikap Ciel.


Awalnya Ciel berkata membuat mereka menjadi budak hanya karea mencegah pengkhianatan, siapa yang akan percaya hal semacam itu. Para Dark Elf memutuskan menjadi budaknya karena merasa itu tempat berlindung teraman. Meski mungkin diperintahkan untuk ‘menghibur’ sang pangeran, itu adalah pilihan terbaik bagi mereka.


Akan tetapi, setelah lebih dari setengah bulan, mereka benar-benar dibuat terkejut oleh sikap Ciel yang sama sekali tidak ingkar. Para Dark Elf yang telah mengalami kejamnya dunia menjadi terkagum-kagum dengan tuan baru mereka. Sangat bersyukur telah memilih pilihan ini.

__ADS_1


“Kenapa kamu tersenyum seperti itu?” tanya Ciel yang melihat Verrona tampak bahagia.


“Bukan apa-apa, Tuanku.” Verrona menggeleng ringan. “Anda tidak akan segera kembali, kan? Lagipula, anda baru muncul setelah lebih dari dua minggu.”


“Aku tidak akan mengganggu kalian.”


“Anda sama sekali tidak mengganggu, Tuanku.” Verrona langsung menggeleng ringan. Dia mengedipkan matanya sembari berkata, “Jika anda ingin, mungkin saya bisa memberi ‘pijatan’ untuk melepaskan kepenatan serta rasa stres anda.”


Ciel tanpa sadar melihat wajah cantik Verrona lalu memandangnya dari atas ke bawah. Melihat tubuh wanita dewasa yang lebih baik daripada model di kehidupan Ciel sebelumnya, pemuda itu menelan saliva. Namun, dia juga mengutuk dalam hati.


Sial! Wanita ini benar-benar menggodaku!


Menarik napas panjang sebelum mengembuskannya perlahan, Ciel segera tenang. Tanpa merubah ekspresi santai di wajahnya, dia menggeleng ringan.


“Terima kasih, Verrona. Itu tidak perlu. Bahan makanan ini cukup untuk satu bulan. Sedangkan untuk potion, mulai sekarang aku akan datang sekali seminggu untuk membagikannya.


Hanya itu yang ingin aku katakan. Kalau begitu … aku akan kembali.”


Melihat punggung Ciel yang mulai menjauh, Verrona mengedipkan matanya. Wanita itu menjilat bibirnya. Tatapan penuh keinginan terlintas dalam pandangannya.


“Kami menunggu kedatangan anda, Tuanku.”


“Saya pikir anda akan bersenang-senang di bawah, Tuan.”


Mendengar suara dingin itu, Ciel yang baru saja naik lengsung menoleh. Di sana, terlihat Elena yang memandangnya dengan ekspresi dingin. Pemuda itu langsung tersenyum pahit. Dia merasa seperti seorang suami yang dipergoki istri karena datang ke rumah bordil.


“Bagaimana keadaan Kota Black Lily dan sekitarnya? Apakah ada sesuatu yang mencurigakan?” tanya Ciel yang mengalihkan perhatian.


“Tidak ada. Terlihat tenang.”


Ciel memandang Elena sebelum mengingatkan. “Jangan lengah. Biasanya, setelah tenang … badai akan datang.”


“Saya mengerti, Tuan.”


Menghela napas panjang, Ciel merasa semuanya menjadi lebih lancar sekarang. Awal musim gugur ini, para bawahan Ciel telah melakukan banyak hal.


Di daerah Greenscale, Jean dan kawan-kawan mulai melakukan rencana pertanian bahan obat. Di daerah Blackrock, Asterious dan Kun telah melatih para pasukan Heteromorph dengan baik. Di Kota Black Lily, Camellia telah mengurus para Alkemis dan kegiatan pembuatan potion telah berjalan. Di kota yang sama, Isabella juga mengawasi perkembangan tiga divisi bayangan yang meningkat dengan cepat.


Ciel melirik Elena. Wanita ini adalah pengawas perkembangan tiga divisi normal sekaligus mengawasi daerah sambil mengajak Lil-White terbang berkeliling.

__ADS_1


Selain mengerjakan tugasnya di ruang kerja dan menemani Ariana di perpustakaan pada sore hari sampai makan malam bersama, Ciel merasa … hidupnya mulai tenang.


Usaha tidak mengkhianati hasil, ketihatannya kalimat itu masih bisa dianggap benar.


Pikir Ciel sambil tersenyum. Namun hal yang mengerikan terjadi di hari berikutnya.


Berdiri di depan gerbang kastil utama, Ciel melihat sosok yang tampak akrab ada di depannya.


Rambut dan mata merah menyala. Wajah tampan penuh dengan senyum percaya diri. Tatapannya begitu bersemangat seolah matahari pada musim panas. Orang itu adalah pemuda yang mengaku sebagai rival sekaligus teman Ciel … Zack Flamehart.


Sial! Apa yang dilakukan orang ini di perbatasan selatan!


Ciel meraung dalam hati. Membenci takdir yang tidak mengizinkannya untuk bersantai.


“YO! AKU DATANG UNTUK MENGUNJUNGIMU, RIVALKU!”


Zack yang menaiki singa merah dengan api menyala di keempat kakinya berteriak dengan gembira. Turun dari tunggangannya, dia berlari menuju Ciel yang masih memakai baju tidur untuk memberi pelukan hangat.


Bukannya sambutan hangat, apa yang menyambutnya adalah tendangan tepat di perut, membuatnya terseret mundur beberapa meter.


“SEPERTI YANG DIHARAPKAN DARI-”


“Diam! Berhenti berteriak! Apa yang kamu lakukan di sini, Zack! Pulanglah!” ucap Ciel memotong perkataan Zack.


Zack menepuk debu di pakaiannya sembari tersenyum penuh kemenangan. Hal itu membuat Ciel curiga.


“HAHAHAHA! Aku tahu kamu akan mengatakan itu! Tetaoi tidak mungkin, Ratu Lilith yang mengizinkanku untuk datang kemari menjemputmu.” Zack mengeluarkan perkamen dan menunjukkannya ke arah Ciel.


“Meski pesta pernikahan Kak Alex masih bulan depan?” tanya Ciel dengan curiga.


“Seharusnya aku tiba dua minggu yang akan datang. Namun siapa yang peduli dengan itu? Bukankah kita akan menjadi saudara jauh? Mengunjungi kerabat bukanlah hal yang salah!” ucap Zack sambil tersenyum percaya diri.


Mendengar itu, sudut bibir Ciel berkedut. Alisnya terjalin erat.


Aku? Dia? Saudara? Kunjungan kerabat biasa?


Ciel menggertakkan gigi.


Wahai takdir, persetan denganmu! Jangan main-main denganku!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2