Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Satu Pergi dan Satu Datang


__ADS_3

“Ada apa, Pangeran Luciel?”


Pertanyaan dari Duke Raevern membuat Ciel tersadar dari lamunannya. Dia kemudian menoleh ke pria paruh baya tampan itu sebelum menggeleng ringan.


“Tidak apa-apa.”


Ciel menggeleng ringan. Pemuda itu tahu bahwa semakin luas wilayah … semakin sulit diatur. Selain itu, dia harus merekrut dan memiliki lebih banyak sosok berbak di bawahnya.


Mengurus Wilayah Black Lily (yang sekarang dikenal dengan Blackfield) sudah sangat menyusahkan? Sekarang … mulai wilayah lain? Wilayah Scarlet Roze? Itu pasti melelahkan!


Memikirkan hal itu saja sudah membuat Ciel merasa agak pusing. Jika memerintah wilayah dengan cara biasa, itu relatif lebih mudah. Hanya saja … dia ingin semua yang berada dala kekuasaannya tampak pada tempatnya dan tidak ada celah.


Ya … tidak ada celah berbahaya yang mungkin membuatnya dalam bahaya di masa depan.


“Kalau begitu … saya akan berpamitan.”


“Tinggal untuk beristirahat selama beberapa hari,” ucap Ciel dengan sopan.


“Tidak bisa, Pangeran Ciel.”


Duke Raevern menggeleng ringan dengan ekspresi pahit di wajahnya. Jika bukan karena menghormati dan menghargai Ciel, orang itu tidak akan repot-repot datang ke Kota Black Lily untuk menemui pemuda itu secara langsung. Dia akan memilih untuk mengirim utusan.


Hanya saja Duke Raevern juga tahu kalau Ciel memiliki kesombongan tersendiri. Jika yang datang adalah utusan, jelas, pemuda itu tidak akan repot-repot menerimanya.


Duke Raevern sendiri sangat sibuk. Jika bukan mementingkan wilayah baru yang sangat mempengaruhi perkembangan South Duchy ke depannya, dia pasti memilih untuk menyelesaikan urusannya sebelum datang. Namun, kepemilikan wilayah penuh tambang itu sangat penting … Duke Raevern merasa harus mengurusnya sesegera mungkin.


“Kalau begitu izinkan aku mengantar anda sampai ke pintu keluar.”


“Baik.” Duke Raevern mengangguk.


Keduanya kemudian berjalan keluar dari kastil. Pada saat itu, Duke Raevern sekali lagi bertanya untuk memastikan sesuatu.


“Soal pemindahan kepemilikan wilayah …”


“Selama kamu sudah mengurus yang lain dan mengumumkan kepada para bangsawan di Wilayah Scarlet Roze bahwa mereka boleh pindah atau turun menjadi biasa, kita bisa langsung melakukannya.”


Melihat bahwa Ciel juga tidak berniat menunda atau membuatnya dalam masalah, Duke Raevern menghela napas lega.


“Terima kasih, Pangeran Luciel.”


“Sama-sama.” Ciel menjawab dengan santai.


Melihat sosok Duke Raevern yang akhirnya masuk ke dalam gerbong kereta kuda lalu pergi, Ciel menghela napas panjang. Melihat sosok dengan gelar ‘Duke’ itu, dia memberi sebuah tatapan kasihan.

__ADS_1


Bukankah dia adalah seorang Duke? Tapi … dia masih harus pergi ke sana-sini dan mengurus banyak hal secara pribadi.


Duchy yang begitu luas? Itu pasti sangat melelahkan!


Belum lagi tidak ada banyak orang yang bisa diandalkan. Huuh … aku turut berduka, Duke Raevern!


Jika tahu sosok pangeran yang sedang mengasihani dirinya, Duke Raevern pasti sudah muntah darah. Kebanyakan orang pasti akan menyanjungnya. Namun, seorang pemuda yang membenci kesibukan benar-benar mengasihani dirinya!


...***...


Waktu pun kembali berlalu.


Setelah kembali ke Kastil Black Lily, kecuali mengurus beberapa pekerjaan dan bermanja dengan kekasihnya, Ciel benar-benar seperti beruang di musim dingin.


Mengabiskan sebagian besar waktu untuk tidur!


Melihat salju yang mulai mencair, rerumputan hijau mulai tumbuh, dan merasakan angin segar musim semi menerpa wajahnya … senyum sama sekali tidak terlihat bahagia. Sebaliknya, dia tampak cemberut!


Kurang! Waktu santai kurang dari dua minggu ini masih kurang!


Ciel meraung dalam hatinya. Pemuda itu tahu sejak tibanya musim semi, banyakpekerjaan akan datang kepadanya. Memikirkan bagaimana dia harus mulai mengatur pertanian bahan obat di Kota Greenscale, mulai merekrut prajurit baru, dan mendirikan sekolah … Ciel merasa tertekan!


Belum lagi, Duke Raevern memiliki kinerja cepat sehingga kedua wilayah telah ditukar. Itu berarti … Ciel juga harus pergi ke Wilayah Scarlet Roze untuk mengatur banyak hal.


Melihat burung-burung terbang, menari, dan berkicau … Ciel tampak enggan.


Jika orang lain melihat Ciel menyalahkan musim semi, mereka pasti bingung apakah harus menangis atau tertawa.


Bagi kebanyakan orang, musim semi itu seperti harapan baru. Harapan di mana semua akan berjalan lebih baik daripada tahun sebelumnya. Waktu di mana mereka mulai menjadi penuh harap dan bersemangat.


Para petani akan mengharapkan panen yang berlimpah, para pedagang akan mengharapkan perjalanan aman serta kesuksesan bisnis, bahkan para bangsawan berharap daerah atau wilayah di bawah mereka akan menghasilkan lebih banyak dan berkembang lebih baik.


Tidak ada yang membenci musim semi yang mewakili harapan!


Tok! Tok! Tok!


Mendengar suara ketukan pintu, Ciel tersadar dari lamunannya.


“Masuk.”


Pintu terbuka, sosok wanita memasuki ruangan. Melihat sosok cantik Isabella, Ciel memiringkan kepalanya.


“Ada apa?”

__ADS_1


“Tidak apa-apa, Tuanku. Saya hanya berpikir anda belum bangun.”


Ciel menatap Isabella dengan senyum lembut. Semenjak beberapa hari setelah pemuda itu kembali, dia menyuruh Camellia dan Isabella mengganti pakaian mereka.


Awalnya mereka sering berpakaian seperti seorang pelayan, tapi sekarang mereka mengenakan pakaian bagus. Meski tak sebaik pakaian para gadis bangsawan kelas atas, pakaian itu lebih baik daripada pakaian bangsawan kelas rendah.


Sedangkan Elena. Jika di dalam kastil, dia juga akan memakai pakaian seperti itu. Namun ketika keluar dan mulai berpatroli, wanita itu masih memakai pakaian ksatria wanita. Tentu saja, Ciel juga meng-upgrade pakaian tempur Elena. Dia tidak pelit terhadap bawahannya … belum lagi kekasihnya!


“Saya ingin melaporkan sesuatu, Tuan.”


“Ada apa?” Ciel mengangkat sudut alisnya dengan ekspresi tidak puas.


“Salah satu Viscount memberi pesan bahwa ada kereta bangsawan yang dikawal oleh banyak ksatria berkuda. Mereka datang dari luar. Menurut laporan … seharusnya mereka akan tiba dalam empat atau lima hari.”


“Apa hubungannya denganku?” tanya Ciel dengan tidak puas.


“Kelihatannya mereka salah satu perwakilan dari Wilayah Scarlet Roze. Karena kemungkinan besar anda akan segera disibukkan dengan urusan Wilayah Scarlet Roze …


Tolong selesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan Wilayah Black Lily sebelum itu.”


“...”


Ciel terdiam. Mengetahui dia harus melakukan kerja lembur di awal musim semi, pemuda itu mengeluh dalam hati.


Bukankah musim semi mewakili harapan? Lalu apa-apaan dengan kerja lembur dan masalah ini?


Ini jelas bukan harapan, tetapi hal yang membuat putus asa!


Sudah aku duga … aku memang membenci musim semi!


Tanpa terasa, empat hari berlalu begitu cepat.


Sebuah gerbong kereta bangsawan yang dikawal banyak ksatria berkuda akhirnya sampai di Kastil Black Lily.


Ciel dan Ariana turun untuk menyambut kedatangan orang itu. Namun setelah melihat lambang di kereta kuda, Ciel merasa agak tertekan dan kurang nyaman. Ketika pintu terbuka, sosok gadis cantik menuruni kereta. Di belakangnya … terlihat dua pelayan wanita yang menemaninya.


Ya … gadis itu adalah Helena Roschild!


“Terima kasih sudah mau turun untuk menyambut kami, Pangeran Luciel.”


Suara yang begitu lembut terdengar. Banyak ksatria melihat sosok Helena yang cantik dengan ekspresi penuh pemujaan. Sementara itu, Ciel mengerutkan kening dan Ariana sama sekali tidak merubah ekspresinya.


Ciel tidak bisa tidak menghela napas dalam hatinya.

__ADS_1


Apa yang sebenarnya gadis ini lakukan di sini?


>> Bersambung.


__ADS_2