
"Kebetulan sekali. Aku ... juga mencari kalian."
Mendengar ucapan Ciel, Marquis Fergus dan Count Blackscar saling memandang. Entah kenapa, saat itu juga mereka merasakan krisis.
Pada saat itu juga, tekanan berat membebani tubuh mereka berdua. Keduanya langsung memandang ke arah Ciel dengan ekspresi horor di wajah mereka. Sementara itu, si Pangeran Pemalas itu tampak dingin dan tak acuh. Benar-benar tidak menganggap mereka berdua di matanya.
Di mata Ciel, keduanya tidak lebih dari dua ekor anjing yang disuruh oleh Duke of West Duchy. Alasannya sudah jelas, itu karena keduanya datang ke Wilayah Black Lily untuk mengacaukan dirinya.
"A-Apa maksud dari semua ini, Pangeran Luciel?"
Marquis Fergus langsung menatap Ciel dengan ekspresi panik. Meski disuruh oleh Duke of West Duchy, dia masih tahu seberapa gilanya sosok pemuda di depan mereka itu.
"Maksud dari semua ini?" Ciel mengangkat sudut bibirnya dengan ekspresi sinin di wajahnya. "Seharusnya aku yang menanyakan hal itu kepada kalian, kan?"
Mendengar ucapan Ciel, ekspresi Marquis Fergus tampak berat. Sementara itu, Count Blackscar bahkan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun. Dia tahu … kali ini dirinya sedang dalam masalah besar.
"K-Kami sama sekali tidak mengerti, Pangeran Luciel. Kami datang ke tempat ini hanya untuk menangkap buronan, tidak lebih dari itu!" ucap Marquis Fergus dengan ekspresi pucat.
"..."
Sementara itu, Count Blackscar menggertakkan giginya. Keduanya merasa beban di tubuh mereka menjadi semakin berat dan lebih berat lagi. Keringat mulai mengucur deras di wajah keduanya. Napas mereka berdua pun juga menjadi lebih berat.
Ciel hanya memandang keduanya dengan tatapan dingin. Sama sekali tidak berniat mengurangi beban mereka. Menggunakan sihir gravitasi, dia terus menaikkan beban pada kedua orang itu.
Ingin menangkap buronan? Bukankah itu berarti mencari Elena?
Menangkap kekasihnya sendiri? Bukankah itu membuat masalah dan meminta dipukuli?
Jika bukan karena masih menghargai wajah bangsawan di Kekaisaran yang dikuasai oleh keluarganya sendiri, Ciel langsung menghancurkan keduanya tanpa mengucapkan apa-apa. Tentu saja, dia masih tidak bisa melakukannya. Pemuda itu masih dibatasi oleh hukum keluarga dan semacamnya.
Akan tetapi, jika mengetahui dan mendapatkan bukti korup dari salah satu bangsawan, Ciel sendiri berhak untuk mengeksekusi bangsawan itu di tempat.
Melirik ke arah Marquis Fergus, Ciel hanya menatap dingin. Sedangkan ketika melihat Count Blackscar, dia seperti kucing yang bermain-main dengan tikus.
Selama ini, dia sama sekali tidak diam saja. Ciel memiliki janji dengan Elena dan tidak berniat mengingkarinya. Pemuda itu diam-diam telah mengirim orang ke West Duchy untuk mencari informasi tentang Count Blackscar.
"Tidak ada buronan atau penjahat di Wilayah Blackfield. Jika ada, mereka pasti bersembunyi begitu dalam. Kalau tidak … mereka pasti sudah menjadi mayat karena pembersihan setiap musim dingin.
Apakah kalian tidak percaya itu?"
__ADS_1
Ciel melirik dengan ekspresi dingin. Kelihatannya Marquis Fergus masih bisa dianggap sebagai orang kepercayaan Duke Astorio. Dari kekuatannya yang ada di level 5 (awal), dia masih memiliki kemampuan.
Sedangkan Count Blackscar itu adalah iblis level 4 (awal). Memang pantas dengan gelar Count, hanya saja … kelihatannya orang itu mengandalkan latihan tanpa banyak pertempuran nyata. Ciel bisa melihatnya dengan sekilas. Benar-benar mengecewakan.
Kelihatannya Count Blackscar itu meraih prestasi militernya dengan cara yang bisa dianggap agak buruk. Jarang terjun ke medan perang, hanya mengandalkan pasukan yang dia latih dengan kekayaan.
“A-Apa yang anda coba lakukan, Pangeran Luciel! Dalam peraturan, anda tidak boleh langsung menyerang bangsawan. Hal itu bisa dianggap sebagai kejahatan dan-”
Sebelum Marquis Fergus menyelesaikan ucapannya, Ciel tiba-tiba muncul di depan Count Blackscar. Pemuda itu menepuk lembut bahu orang itu.
Bruak!
Sosok Count Blackscar langsung jatuh ke lantai, memecahkan perabot dan ubin. Meski terluka, dia tidak mau … bukan tidak mau, tetapi tidak bisa membalas karena Ciel benar-benar mengunci tubuhnya.
Melihat Count Blackscar yang berbaring terlentang dengan keadaan terluka, wajah Marquis Fergus tampak buruk. Menggertakkan gigi, orang itu berusaha membujuk Ciel.
“Pangeran Luciel, sebagai kandidat Kaisar berikutnya, sangat tidak disarankan untuk menyerang bangsawan dengan cara seperti itu. Meski Count bisa diganti, tapi-”
“Diam.”
Ciel melirik Marquis Fergus dengan ekspresi tak acuh. Dia kemudian mengangkat kaki kanannya perlahan, ekspresinya masih tampak tak acuh.
“Menjual warga Kekaisaran Black Sun sebagai budak ke Kerajaan tetangga.”
CRACK!
“ARGHH!!!!”
Count Blackscar langsung merasakan rasa sakit luar biasa ketika lengan kanannya dihancurkan. Sebelum rasa sakit mereda, dia melihat Ciel yang tampak tak acuh sekali lagi mengangkat kaki kanannya.
“Melakukan penyelundupan dan membeli senjata secara ilegal dari Kerajaan tetangga.”
CRACK!
“Mengorbankan orang-orang dalam perang untuk keuntungan pribadi yang merugikan Kekaisaran Black Sun.”
CRACK!
“Memberikan laporan palsu tentang keadaan wilayah yang dikelola.”
__ADS_1
CRACK!
“Mengambil pajak berlebihan, tetapi menyimpan sebagian besar untuk diri sendiri. Melakukan korupsi yang merugikan rakyat dan Kekaisaran Black Sun.”
CRACK!
“Melakukan …”
…
Suara tulang dihancurkan berkali-kali terdengar di ruangan. Suara jeritan putus asa Count Blackscar memenuhi tempat itu.
Marquis Fergus melihat jelas Ciel membawa catatan kecil di tangan kirinya yang entah dia ambil dari mana. Pemuda itu menyebutkan satu per satu kesalahan. Dia akan mengangkat kaki kanan, setelah menyebutkan kesalahan, pemuda itu akan menginjak salah satu bagian tubuh Count Blackscar dan menghancurkannya.
Apa yang membuat Marquis Fergus takut bukan cara Ciel menyiksa, tetapi ekspresi pemuda itu. Menghancurkan Count Blackscar perlahan dan menyiksanya, pemuda itu sama sekali tidak merubah ekspresinya. Tampak tak acuh, seperti sebuah danau tenang yang tersembunyi dalam pegunungan.
Setelah beberapa saat, Ciel menyimpan catatan di tangannya. Pemuda itu kemudian menoleh untuk menatap Marquis Fergus. Dia kemudian tersenyum lembut.
“Tidak perlu menyebutkan semuanya. Beberapa hal tadi sudah bisa membuat Count Blackscar sebagai pengkhianat. Sebagai seorang Pangeran, sudah kewajiban saya untuk membersihkan pengkhianat dari Kekaisaran Black Sun … kan?”
Melihat senyum Ciel yang lemah lembut dan kontras dengan apa yang pemuda itu lakukan, Marquis Fergus menggigil. Tidak tahu bagaimana, Marquis Fergus tahu bahwa Ciel telah menggali rahasia Count Blackscar secara diam-diam.
Pangeran Luciel ini … lebih gila daripada yang aku dengar dalam cerita!
Dengan ekspresi pucat, Marquis Fergus langsung berlutut di depan Ciel.
“Suatu kehormatan sampai anda turun sendiri untuk membersihkan bangsawan yang mencoba merusak Kekaisaran Black Sun ini, Pangeran Luciel.”
“Berbeda dengan Count Blackscar, aku dengar, meski sombong … kamu adalah penguasa wilayah yang adil, Marquis Fergus.”
Mendengar ucapan Ciel, tubuh Marquis Fergus menggigil. Dia benar-benar merasa ketakutan. Punggungnya mulai basah karena keringat dingin.
“S-Suatu kehormatan mendapat pujian dari anda, Pangeran Luciel.”
“Angkat kepalamu, Zander Fergus!”
Mendengar suara dingin dan tegas Ciel, Marquis Fergus mendongak. Pada saat itu, dia melihat sepasang mata dengan warna berbeda menatapnya. Mata itu berkilau dengan cahaya misterius, membuat dirinya merasa lebih ketakutan. Kemudian, suara tak acuh terdengar.
“Sebagai Pangeran dari Kekaisaran Black Sun, aku memberimu perintah. Kembali ke wilayahmu …
__ADS_1
Aku ingin seluruh anggota Keluarga Blackscar … MATI.”
>> Bersambung.