Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Beli Satu Gratis Dua


__ADS_3

Membuka matanya di pagi hari, ucapan ayahnya kemarin masih terngiang di telinga Ciel. Duduk di atas tempat tidur, dia menghela napas panjang.


Bangkit dari tempat tidurnya, dia segera berganti pakaian. Mata pemuda itu memancarkan kilau dingin dan menghina.


Karena mereka akan datang dan Istana Utara sedang sibuk, ini adalah kesempatan untuk melarikan diri!


Siapa yang peduli tunangan! Aku masih 15 tahun! Aku memilih kebebasan!


Ciel tertawa dalam hatinya. Dia segera membuka jendela dan akan melompat, tetapi …


“Kelihatannya kamu sangat bersemangat, Luciel.”


Seorang pria tampan dengan rambut hitam dan iris merah duduk di tepi balkon. Melihat itu, sudut bibir Ciel berkedut.


“Selamat pagi … Yang Mulia.” Ciel berkata sopan. Meski begitu, dia mengutuk ayahnya dalam hati.


Sial! Ini masih pagi buta! Apa yang kamu lakukan di sini, Ayah!


“Hehehe …” Kaisar Julius terkekeh. “Dari raut wajahmu, aku tahu dirimu bingung kenapa aku ada di sini.”


“Bukan begitu, Yang Mulia. Hanya saja, saya pikir anda sibuk karena sedang mempersiapkan kedatangan tamu dari Kerajaan Black Star.” Ciel langsung menyangkal.


“Itu agak ironis.” Kaisar Julius menggeleng ringan. “Seharusnya aku bahagia karena kamu menjadi Iblis tingkat tinggi di usia semuda itu. Hanya saja, jika kamu sekuat itu, bahkan ksatria elit bisa kamu bodohi. Ayah tahu kamu keras kepala, jadi Ayah menunggumu di sini. Dan ya … ternyata dugaanku benar.”


Apakah ini pembullian genre baru?


Ciel menanyakan itu dalam hati. Dia tidak bisa tidak merasa marah. Ayahnya adalah seorang kaisar. Belum lagi, orang itu adalah iblis tingkat 7.


Bukankah kamu seorang kaisar, Ayah? Kenapa kamu menungguku di balkon? Mana martabatmu!


“Saya-”


“Segera mandi dan berpakaian rapi!” seru Kaisar Julius memotong ucapan Ciel. “Jika kamu berpenampilan seenaknya … hehehe.”


Ah! Sial! Sungguh sialan!


Ciel hanya bisa meraung dalam hati. Dipandang oleh ayahnya, pemuda itu hanya bisa kembali ke kamarnya dengan kepala tertunduk lesu.


... ***...


Di ruang tamu Istana Utara, Ciel tampak duduk dengan ekspresi kosong.

__ADS_1


Dia terlihat dengan pakaian bangsawan indah berwarna hitam dengan garis ungu dan emas. Beberapa ornamen dan aksesoris emas juga melengkapinya. Warna pakaiannya benar-benar sangat cocok dengan warna rambut serta iris Ciel.


Selain itu, di belakang punggung Ciel tampak enam sayap hitam yang terlihat misterius. Sebenarnya, pemuda itu tidak ingin menunjukkan sayapnya. Namun ibunya memaksanya. Wanita itu bilang Ciel harus tampil dengan baik di depan temannya.


Sial! Aku merasa diperlakukan seperti merak pejantan yang pamer ekor di musim kawin!


Ciel terus mengeluh dalam hati. Namun, dirinya juga tidak bisa berbuat apa-apa. Meski kemampuan aslinya kuat dan dirinya juga iblis level 6, membongkar semua rahasianya benar-benar tidak sepadan untuk hal semacam ini.


Siapa yang takut! Ini hanya pertunangan! Ini hanya bertemu dengan seorang gadis kecil! Maju sini!


Ciel meraung dalam hati. Namun saat itu juga dia mengingat tunangan pertama Pangeran ke-3. Ekspresi pemuda itu tiba-tiba pucat.


Aku … Aku tidak akan dijual untuk menikahi wanita semacam itu, kan?


“Yang Mulia Ratu Elizabeth dari Kerajaan Black Star telah tiba!”


“Putri Ariana Vandiir dari Kerajaan Black Star telah tiba!”


“...”


Mendengar pengumuman itu, Ciel tiba-tiba merinding. Pemuda itu secara refleks berdiri dan hendak berbalik. Namun … Kaisar Julius yang berdiri di sampingnya menepuk pundak Ciel sambil menggeleng ringan.


“Itu sia-sia, Luciel. Jangan berlarian.”


“Saya merasa mual, Yang Mulia. Izinkan saya pergi ke kamar mandi.”


Raut wajah Kaisar Julius langsung menjadi muram ketika mendengar omong kosong dari mulut Ciel. Sementara itu, Ratu Lilith tidak menggubris ucapan Ciel dan tampak bahagia karena kedatangan temannya. Wanita itu bahkan langsung menarik tangan Ciel untuk segera ikut menyambut kedatangan Ratu dan Putri dari Kerajaan Black Star.


Ketika menunggu di depan pintu sebentar, sebuah kereta kuda yang ditarik oleh dua unicorn putih level 4 muncul dalam pandangan. Kereta itu berhenti kemudian pintunya terbuka.


Yang pertama kali turun adalah seorang wanita dewasa yang teramat cantik. Dia memiliki rambut pirang serta iris berwarna magenta. Kulitnya seputih salju dan tubuhnya tidak kalah dengan model terpanas di dunia Ciel sebelumnya. Belum lagi, senyum lembut dan sopan selalu terpatri di wajahnya.


Berikutnya, sosok gadis turun dari kereta. Dia secantik ibunya. Bahkan untuk gadis berusia 15 tahun, tubuhnya agak terlalu berkembang. Yang membuat berbeda dari ibunya ialah sepasang iris emerald dengan pola seperti bunga. Gadis itu juga tersenyum lembut. Hanya saja, tatapan matanya agak kosong.


Setelah keduanya turun, ksatria dan penyihir berbaris di belakang mereka. Ciel sedikit terkejut ketika melihat dua orang yang segera mendekat dan mengikuti sang Putri Kerajaan Black Star. Mereka berdua adalah Flora dan Fiona.


“Akhirnya kamu tiba, Elizabeth! Kamu pasti lelah setelah perjalanan panjang. Ayo masuk! Biarkan para ksatria itu beristirahat.”


“Senang bertemu dengan anda, Ratu Lilith. Suatu kehormatan bisa berjumpa dengan anda, Yang Mulia Kaisar Julius.” Ratu Elizabeth dan Ariana yang berjalan mendekat memberi sebuah salam hangat dan sopan.


“Ah! Lihatlah gadis kecil ini. Begitu cantik dan tampak penurut.” Ratu Lilith yang sudah memperlakukan Ratu Elizabeth sebagai saudari langsung mendekati Ariana lalu memeluknya.

__ADS_1


“Jangan terlalu sopan, Ariana kecil. Kamu bisa memanggilku ibunda, okay?” tambah Ratu Lilith.


“Kalau begitu … senang berjumpa dengan anda, Ibunda.” Ariana langsung menurut dan berkata sopan.


“Gadis baik … gadis baik!” ucap Ratu Lilith sambil mengelus kepala Ariana.


Apanya yang gadis baik! Iya … dia memang terlihat baik! Tapi … Sial! Kenapa aku merasa diperlakukan seperti anak tiri selama ini!


“Senang berjumpa dengan anda, ratu Elizabeth. Tidak perlu terlalu sopan. Perlakukan seolah rumah anda sendiri.” Kaisar Julius menyambut dengan hangat. Orang itu kemudian menepuk punggung Ciel sambil meliriknya.


Baik! Aku mengerti! Jangan pandang aku dengan tatapan seperti itu!


Meski marah, Ciel masih memberi hormat dengan sopan sambil berkata, “Senang berjumpa dengan anda, Ratu Elizabeth. Juga … Putri … Ariana.”


Ciel hampir tidak bisa mengatakan kalimat terakhir dengan lancar karena Ratu Lilith memelototinya dengan pandangan ‘aku akan menyuruh ayahmu menghukum dirimu jika terus main-main’. Pemuda itu benar-benar merasa tak berdaya.


“Sungguh anak muda yang luar biasa. Sangat tampan dan juga memiliki bakat yang menjanjikan,” ucap Ratu Elizabeth dengan senyum di wajahnya.


“Kami orang dewasa memiliki urusan sendiri. Ciel, bawa Ariana jalan-jalan untuk melihat pemandangan Istana Utara.” Ratu Lilith memandang Ciel dengan tatapan mengancam.


“Meski agak tidak sopan, bisakah saya mengundang Putri Ariana untuk berkeliling?” ucap Ciel dengan nada basa-basi.


“Tentu saja, Sayang.” Ariana mengangguk sambil tersenyum lembut.


Mendengar ucapan Ariana, Ratu Elizabeth mengangguk. Sementara itu, ayah dan ibu Ciel tampak bahagia. Sementara itu, si Pangeran Sampah tertegun.


Sial! Apanya yang ‘Sayang’! Aku bahkan tidak mengenalmu!


Dengan terpaksa, Ciel segera menunjukkan jalan kepada Ariana. Dua gadis, Flora dan Fiona juga mengikuti di belakang Ariana.


Pada saat sampai di ruang santai, Ciel dan Ariana duduk. Sementara itu, Flora dan Fiona berdiri di belakang kursi Ariana.


“Kenapa kamu memandang kedua pelayanku, Sayang? Mungkinkah kamu merasa tertarik dengan gadis kembar ini?” tanya Ariana dengan senyum lembut.


“...” Ciel hanya diam.


“Jika itu benar, kamu sebenarnya tidak perlu khawatir, Sayang. Mereka adalah budakku. Setelah kita menikah, mereka juga akan menjadi milikmu.


Bagaimana bilangnya … beli satu, gratis dua?”


Mendengar ucapan Ariana, Ciel tertegun. Otaknya tiba-tiba terasa berjalan begitu lambat. Dia hanya bisa mengutuk dalam hati.

__ADS_1


Sial! Berhenti bicara seolah dirimu adalah sales yang menawarkan promo akhir bulan!


>> Bersambung.


__ADS_2