
Selesai pesta, para bangsawan muda segera pergi menuju ke penginapan untuk beristirahat.
Pada saat itu, di ruang pesta masih tersisa seorang tamu, dia adalah Ciel. Pemuda itu menyuruh Savian dan Ferel untuk kembali terlebih dahulu sementara dia duduk menunggu sambil menikmati anggur.
Ciel mengamati sekitar. Ruangan pesta yang belum lama ini dibangun kembali. Pertama kali datang, dia tidak menyangka kalau iblis akan seefisien ini. Tanpa menunggu waktu yang terlalu lama, Kastil Jade Water yang dulu nyaris roboh sudah kembali seperti semula.
Tentu saja, Ciel tahu kalau membangun kembali secepat ini memerlukan banyak uang dan tenaga. Kelihatannya, Count baru dari Keluarga Jadewine mengeluarkan banyak uang untuk segera memastikan keamanan wilayah.
Benar. Bukan Keluarga Jadeline, tetapi Keluarga Jadewine. Menurut informasi yang Ciel dapat dari Savian, Keluarga Jadewine dulunya adalah seorang pembuat wine (anggur). Tentu saja, sampai sekarang masih berlanjut dan bahkan menjadi bisnis besar.
Wine dari Keluarga Jadewine sangat terkenal di South Duchy. Ada beberapa jenis wine yang mereka buat. Namun, yang paling terkenal adalah Green Pearl dan Jade Flower.
Kedua wine itu terbuat dari bahan dasar yang sama, yaitu anggur giok. Jenis anggur yang tumbuh di daerah kekuasaan mereka. Jika dibandingkan dengan beberapa jenis anggur lain, anggur giok sedikit kurang manis. Namun memiliki keunggulan sendiri yaitu rasanya yang menyegarkan dan aroma manis yang memanjakan indera penciuman.
Melihat wine berwarna hijau semi transparan di cangkir, Ciel tersenyum. Ini adalah wine jenis Green Pearl yang terkenal. Hal itu disajikan kepada tamu sebagai bentuk penghormatan. Meski dikatakan masih kalah dengan Jade Flower, Ciel sama sekali tidak membenci anggur ini.
Haruskah aku juga memulai bisnis kilang anggur? Kelihatannya sangat menguntungkan.
Ciel diam-diam berpikir, tetapi akhirnya menggeleng ringan. Dia tidak ingin membuat terlalu banyak rencana yang pada akhirnya membuat dirinya menjadi kewalahan karenanya. Belum lagi, membuat anggur tidak sesederhana kelihatannya.
Akan tetapi, Ciel masih tertarik dengan cara pembuatan anggur. Bukan untuk berbisnis, tetapi dibuat untuk diminum sendiri. Jenis anggur yang bisa dibilang tonik dan obat. Ciel akhirnya memikirkan hal itu.
“Maaf membuat anda menunggu, Pangeran Luciel.”
Melihat ke arah sumber suara, tampak sosok Baxter dan seorang wanita berambut pirang. Cukup cantik, tetapi tidak ada senyum di wajahnya. Ciel telah melihatnya, wanita itu adalah istri Baxter. Yang membuatnya agak aneh adalah beberapa sosok di belakang mereka.
Melusine, Arachne, dan Centaur. Ketiganya … adalah wanita.
“Apakah anda merasa heran, Pangeran Luciel?” tanya Savian. “Mereka adalah budak-budak saya yang cantik.”
Memang, bagian humanoid sangat cantik. Hanya saja, melihat sebagian tubuh yang berupa ular, laba-laba, dan kuda … Ciel bingung harus berkomentar bagaimana. Ketiganya juga tampak berusia sekitar 26 sampai 28 tahun. Beberapa tahun lebih tua dibanding Baxter.
__ADS_1
“Jangan melihat dari usia, Pangeran Luciel. Yang terpenting adalah cantik dan setia,” ucap Baxter.
Mendengar ucapan suaminya, istri Baxter mengerutkan kening. Tampak tidak puas, tetapi hanya diam. Wanita itu memandang Ciel dengan tatapan aneh. Seolah sedang memandang rekan suaminya yang sama-sama memiliki hobi aneh.
“Istriku tercinta, kamu kembali dulu. Aku akan mengantar Pangeran Luciel jalan-jalan. Ingat, jika mulutmu mengatakan hal-hal aneh …” Baxter memandang istrinya dengan dingin.
Wanita itu mengangguk dengan ekspresi ketakutan. Dia bahkan melihat Ciel dengan ekspresi lebih ketakutan. Bagi wanita itu, Ciel adalah pembunuh berdarah dingin. Rumor tentang pembantaian di musim dingin telah menyebar ke wilayah lain, hal itu membuat rakyat South Duchy ketakutan hanya karena mendengar namanya.
Melihat sosok wanita yang pergi agak terburu-buru, Ciel terdiam. Dia bahkan menyentuh wajahnya sendiri.
Apakah aku begitu menakutkan? Kenapa kamu melihatku dengan ekspresi semacam itu! Sial! Ada apa dengan selera orang-orang di dunia ini!
Pada saat itu, Baxter tiba-tiba berkata, “Ini hadiah kecil, Pangeran Luciel.”
Ciel mengambil kantung dimensi. Melihat apa yang ada di dalamnya, dia langsung memandang Baxter. Apa yang ada di dalamnya adalah 35 barel anggur. Setiap barel berisi 5 liter anggur. Sepuluh barel memiliki lambang bunga, lambang dari anggur Jade Flower. Sisan 25 barel adalah anggur Green Pearl.
Orang ini … benar-benar tahu cara menghargai orang.
“Terima kasih.” Ciel mengangguk ringan.
“Hehehe …itu baru permulaan, Pangeran Ciel.Tolong ikuti saya.”
Melihat Ciel yang menerimanya, Baxter menjadi lebih bersemangat. Dia segera menyuruh Ciel untuk mengikutinya.
Mengikuti orang itu, mereka akhirnya sampai di sebuah pintu. Ciel sudah menebak pintu itu mengarah ke mana. Setelah mengikutinya, benar saja, mereka sampai ke ruang bawah tanah.
Mungkinkah dia akan memberi anggur yang berusia tua? Hmmm … kelihatannya tidak buruk.
Memikirkan itu, Ciel mengangguk ringan dengan puas. Namun apa yang dia lihat berbeda dengan apa yang dia harapkan.
Ternyata, di dalam ruang bawah tanah dibuat menjadi ruangan seperti sel penjara. Di setiap ruangan, ada banyak wanita. Anehnya lagi … setiap wanita itu adalah sosok semi-heteromorph.
__ADS_1
Ciel langsung melihat Baxter dengan ekspresi luar biasa. Tidak menyangka, sosok pria yang terlihat jujur itu memiliki hobi yang aneh.
“Sebenarnya, itu dimulai ketika saya remaja …”
Baxter mulai bercerita. Dari cerita panjangnya, Ciel akhirnya memahami alasan hobi pria itu.
Pada usia dewasanya, 15 tahun, Baxter ingin memiliki budak cantik. Namun, dengan uang yang diberi oleh ayahnya, tidak cukup untuk membeli budak cantik dari ras iblis biasa, apalagi Succubus atau Dark Elf.
Memang, Baxter bisa membeli wanita yang tampak ‘biasa’, tetapi dia tidak melakukannya. Budak dari ras semi-heteromorph seperti Lamia, Arachne, dan lannya lebih murah. Pada saat itu, dia akhirnya memutuskan untuk membeli budak Lamia yang sampai sekarang mengikutinya.
Setelah beberapa waktu, Baxter mulai menikmati sensasi ‘unik’ bersama dengan ras semi-heteromorph. Mulai saat itu, dia mulai mengoleksi mereka.
“Satu minggu yang lalu, saya mendapat 15 koleksi baru, Pangeran Luciel. Tentu saja, semuanya masih dalam kondisi bersih sampai sekarang.
Alasan saya mengajak anda kemari adalah agar anda memilih 5 dari koleksi saya yang baru untuk dibawa pulang. Saya dengar anda memiliki beberapa wanita dari ras berbeda di sekitar anda.
Jadi, saya menyarankan … ras semi-heteromorph sama sekali tidak buruk!”
Melihat ekspresi fanatik Baxter, Ciel terdiam. Ekspresinya menjadi agak muram. Dia tahu kalau pria itu berniat melakukan hal baik. Hanya saja, Ciel bukan tipe yang menyukai hal-hal ‘eksotis’ semacam itu.
Memang, Ciel tidak menolak ras Heteromorph karena sebagai pemilik wilayah, dia harus bisa menjadi pemimpin yang baik juga. Sedangkan memikirkan untuk membentuk hubungan dengan hal semacam itu. Ciel sama sekali tidak memikirkannya!
Mengabaikan Ciel, Baxter mengeluarkan ‘koleksi’ baru miliknya. Ada empat jenis ras yang dikeluarkan oleh Baxter. Empat Lamia, tiga Arachne, empat Centaur, dan empat Harpy.
Ciel terkejut, masing-masing mereka terlihat begitu cantik. Menurut Baxter, itu adalah koleksi yang dia cari mati-matian hanya untuk menyambutnya.
Mendengar itu membuat Ciel agak terharu. Hanya saja, dia merasa hal semacam itu masih salah. Melihat Baxter yang antusias, Ciel tersenyum pahit. Namun saat itu, perkataan berikutnya Baxter membuatnya semakin terkejut.
“Setelah memilih 5, saya akan memberi anda informasi aneh yang berhubungan dengan Marquis Bathory.”
Mendengar kata ‘Bathory’, mata Ciel menyipit. Keduanya saling memandang. Tidak ada lagi ekspresi konyol atau tak acuh. Kedua orang itu tampak serius.
__ADS_1
>> Bersambung.