
Apa yang mengejutkan Ciel, ternyata orang itu sama sekali tidak memiliki skill untuk menipu atau semacamnya. Itu berarti, dia memang seperti itu. Tidak ada sesuatu yang disembunyikan.
Biasanya, kebanyakan orang yang tersenyum akan memendam atau menyembunyikan sesuatu di balik senyumannya. Entah itu niat baik tau buruk. Sangat jarang Ciel melihat orang yang begitu ‘netral’, sama sekali tidak baik atau buruk. Hanya menyambut semua orang dengan sama.
“Senang bisa berjumpa dengan anda, Pangeran Luciel. Saya mendengar banyak hal tentang anda. Jika boleh mengevaluasi, aku akan berkata … itu luar biasa.”
Ciel melihat sosok yang berbicara. Sosok pemuda tampan dengan wajah persegi serta kulit kecokelatan, rambut cokelat muda dan mata seperti amber. Tubuhnya tinggi dan tegap, jelas dipenuhi oleh otot.
Penampilannya benar-benar menggambarkan sosok ksatria yang jujur dan baik hati.
Melihat orang itu, Ciel memiringkan kepalanya. Bertanya dengan nada ragu.
“Anda?”
Mendengar ucapan Ciel, ekspresi terkejut terlihat di wajah pemuda itu. Sama sekali tidak marah atau jengkel, hanya terkejut ditambah sedikit keheranan yang tergambar di wajahnya. Orang itu menggeleng ringan.
“Betapa tidak sopan saya. Perkenalkan, nama saya adalah Heath Springbell.”
Springbell …
Menyebut nama keluarga itu dalam hati, Ciel tampak sedikit terkejut ketika mengingatnya. Pemuda itu menatap sosok ramah di depannya dengan ekspresi agak penasaran.
“Ternyata Pangeran Heath. Anda membuat saya terkejut,” ucap Ciel dengan senyum santai.
Heath Springbell, Pangeran ke-2 dari Kerajaan Natrace. Sosok yang baru berusia di awal dua puluhan tahun. Anehnya, orang itu belum menikah. Benar-benar berbeda dengan bangsawan pada umumnya.
Pangeran Heath sendiri sebenarnya cukup terkenal. Bukan hanya karena agak aneh, tetapi juga karena dia sangat ramah. Orang itu terkenal tidak suka memihak salah satu sisi. Contohnya ketika ada masalah antara rakyat dan bangsawan. Dia benar-benar netral.
Heath tidak memihak bangsawan seperti kebanyakan orang, tetapi juga tidak membela rakyat. Dia hanya melihat dari sudut pandang lain. Tidak hanya dari pembicaraan sisi A atau B, tetapi melihat dari keduanya.
Cara Heath menyikapi sesuatu memang sedikit mirip dengan Ciel. Bedanya, Pangeran Heath lebih terkenal karena kejujurannya. Sedangkan Pangeran Luciel, dia lebih terkenal karena kegilaannya.
Ya. Bagi kebanyakan orang, apa yang dilakukan Ciel itu gila dan menyimpang dari kebiasaan orang-orang biasa.
__ADS_1
“Apakah Pangeran Luciel pernah mendengar nama orang tidak penting ini? Itu sebuah kehormatan.”
Mendengar ucapan sopan Heath, Ciel menggeleng ringan.
“Seharusnya anda tidak perlu menyambut seperti ini.”
“Hm?” Heath agak bingung. “Bukankah itu normal? Sudah sepantasnya bagi kami untuk menyambut tamu yang datang jauh-jauh untuk memenuhi undangan kami.”
“Ya. Normalnya begitu, tetapi tidak perlu repot-repot dengan kami. Anda sendiri tahu, saya itu … sedikit berbeda.”
Heath yang mendengar ucapan Ciel tertegun di tempat. Ketika mendengar seseorang berkata, ‘Hey, aku gila.’ … banyak orang pasti akan merasa aneh. Memandang Pangeran muda berambut hitam legam, tampak misterius dan tampan membuat Heath merasa lebih tertarik.
Dengan senyum di wajahnya, Heath berkata, “Aku akan mengantar kalian menuju ruangan kalian.”
Istana tamu itu sama sekali tidak kecil. Meski bukan bangunan utama yang didiami oleh Raja, untuk memberi tamu perawatan yang luar biasa, mereka membangun istana dengan megah.
Bangunan itu sendiri terdiri dari tiga lantai, tidak termasuk yang ada di bawah tanah. Sangat luas, memiliki ratusan ruangan. Sebenarnya, normalnya sebuah istana, kastil, atau benteng memiliki puluhan ruang tamu. Namun, entah kenapa ... di dunia Ciel berada saat ini, kebanyakan tidak menerima tamu menginap di tempat. Bahkan jika dari jauh.
Mereka kemudian diantar ke lantai tiga, ke area paling mewah dalam Istana. Di sana sudah tersedia banyak kamar. Di area yang mereka tuju, terlihat tiga kamar ekstra besar, lima kamar besar, sembilan kamar sedang, dan sepuluh kamar berukuran kecil (seukuran kamar pada umumnya).
Melihat penempatan itu, Ciel jelas tahu maksudnya. Tiga perwakilan Ratu, lima perwakilan Duke, sembilan orang yang dibawa oleh perwakilan Ratu, dan sepuluh orang yang dibawa oleh perwakilan Duke.
Meski dengan ukuran kamar yang biasa dan tidak terlalu luas, tetap saja, apa yang ada di dalamnya bisa digambarkan dengan kata mewah dan elegan.
Dalam perjalanan mereka, Heath juga berbicara tentang tamu yang diundang dari luar Kerajaan Natrace. Ada satu Kekaisaran dan empat Kerajaan. Tentu saja, perlakuan bagi keempat kerajaan sedikit berbeda.
Undangan untuk Kerajaan juga berjumlah delapan, tetapi orang yang boleh dibawa berbeda. Untuk perwakilan Duke sebuah kerajaan, hanya boleh membawa satu orang. Sedangkan perwakilan Ratu, boleh membawa dua orang. Totalnya 19 orang.
Sembilan belas dikali empat, berarti tujuh puluh enam. Ditambah dua puluh tujuh, berarti seratus tiga kamar di lantai tiga. Itu belum termasuk beberapa ruangan untuk bersantai, dan semacamnya.
Lantai tiga Istana tamu dikhususkan untuk tamu dari luar Kerajaan Natrace. Area yang paling mewah. Lantai dua untuk tamu undangan dari dalam Kerajaan Natrace. Area yang sedikit lebih buruk dibandingkan lantai tiga.
Sedangkan lantai pertama, tempat itu bisa dibilang area hiburan. Tempat pesta, berdansa, judi, dan sebagainya. Tempat di mana biasanya para tamu akan menghabiskan waktu satu minggu atau lebih untuk bersenang-senang di sana.
__ADS_1
“Jika membutuhkan sesuatu, kalian bisa memanggil pelayan. Boleh memanggil pelayan yang mana saja, dan mereka akan melakukan SEMUA keperluan yang anda butuhkan.”
Benar. Di Istana tamu, baik para pelayan, koki, bahkan sampai penjaganya adalah perempuan. Sedangkan tamunya hanya untuk laki-laki. Tanpa diucapkan pun, semua orang tahu maksudnya.
Kerajaan Natrace sangat memanjakan para tamunya secara detail. Dari pelayanan biasa, sampai pelayanan khusus.
Mendengar ucapan Heath, ketiga orang yang datang bersama Ciel tampak senang. Sementara pemuda itu sendiri mengerutkan alisnya. Tampak agak bingung dengan semuanya.
Ciel tahu kalau Kerajaan Natrace ramah dan menghargai tamunya. Namun, membuatkan sebuah istana bahkan memperlakukan mereka secara berlebihan … hal itu agak aneh baginya.
Menurut informasi, para tamu sebenarnya boleh tinggal di Istana tamu 2 minggu sebelum hari perayaan dan 2 minggu setelah hari perayaan. Jadi, total empat minggu.
Jika kebanyakan tamu melakukan hal itu, tentu saja konsumsi baik makanan atau hiburan sama sekali tidak akan sedikit. Jika untuk menjamu tahu, itu terlalu dilebih-lebihkan. Meski Kerajaan Natrace bisa terbilang kaya dibandingkan beberapa kerajaan lainnya, itu masih bukan angka kecil.
Jadi … apa yang sebenarnya mereka inginkan?
Tidak ingin terlihat mencurigakan, Ciel tidak memasang wajah terlalu penasaran. Dia tampak tak acuh. Kemudian pemuda itu bertanya.
“Apakah tempat ini juga menyediakan permainan lain? Seperti bermain dengan hewan peliharaan misalnya.”
Mendengarkan pertanyaan Ciel, Heath masih terlihat santai.
“Apakah anda memiliki hobi khusus seperti itu, Pangeran Luciel. Jika benar, itu juga bukan masalah. Gadis yang selalu menjulurkan lidahnya lalu menjilat seperti puppy, gadis yang suka dimanja seperti kucing kecil, atau bahkan wanita yang mengerang senang ketika dipukul seperti babi betina … anda boleh meminta apa yang anda mau.”
Mendengar itu, ekspresi Ciel berubah. Apa yang dia tanyakan adalah tempat seperti kebun binatang mini yang berisi Demonic Beast langka. Namun Heath malah jawaban seperti itu yang dia dapat.
Belum lagi ketika melihat ekspresi mabuk Ferel dan Savian, pemuda itu tidak bisa tidak mengeluh.
Apakah semua bangsawan harus seperti itu? Meski memiliki hobi semacam itu, kalian harusnya menutupinya di luar dan melakukannya bersama pasangan kalian, kan?
Kalian benar-benar tidak tahu malu!
>> Bersambung.
__ADS_1