Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Benar-benar Salah Menilaimu!


__ADS_3

Ciel menatap dua sosok yang memimpin acara. Saah satunya adalah lelaki yang bisa dianggap hampir tua dengan penampilan seperti Health. Dia adalah Raja dari Kerajaan Natrace, Garvin Springbell.


Di sebelah kanannya, ada sosok yang juga mirip Heath, tetapi lebih tua dan berbadan agak gempal. Dia adalah Pangeran Pertama dari Kerajaan Natrace, Helmut Springbell.


Mengalihkan pandangannya dari keduanya, Ciel menatap sekeliling lalu menghela napas panjang. Pemuda itu bahkan bingung harus berkata apa.


“...”


Duduk di luar ruangan, Ciel menatap dengan ekspresi kosong. Sekarang mereka semua berada di alun-alun kota. Di sana terlihat banyak sekali meja dengan berbagai jenis buah-buahan. Sangat banyak jenis maupun jumlahnya.


Duduk di bawah langit biru yang cerah, di mana begitu terang dan menyilaukan membuat Ciel merasa tidak nyaman. Belum lagi melihat suasana ramai dan ceria, entah kenapa dirinya merasa tidak menyukainya, tetapi juga tidak terlalu membencinya. Perasaannya mungkin lebih ke arah canggung karena belum terbiasa.


“Kelihatannya ini bukan tempat yang cocok untuk orang seperti aku,” gumam Ciel dengan ekspresi datar di wajahnya.


“Jangan terlalu kaku, Sahabatku! Kamu harus membiasakan hal seperti ini. Tidak baik untuk terus mengurung diri dalam kegelapan dan memikirkan banyak hal yang membuat sakit kepala.”


“...”


Ciel menoleh ke sumber suara. Di sana terlihat Zack yang begitu gembira. Benar-benar cocok dengan temperamennya.


“Bisakah aku melewati yang ini dan ikut di sore atau malam hari?”


“Ayolah … kamu bisa melakukannya. Hanya satu hari. Cobalah untuk bersenang-senang, okay?”


Dibandingkan mengikuti acara seperti itu, Ciel lebih suka bersantai di kamarnya sambil mendapat pijatan nyaman.


Akan tetapi hal itu tidak mungkin dilakukan. Alasan dirinya dan tamu lain diundang adalah untuk mengikuti rangkaian acara hari ini.


Acara ini sendiri dibuat untuk menyampaikan rasa syukur seluruh Kerajaan Natrace kepada tanah yang mereka tempati. Tanah yang begitu kaya sampai mereka tidak perlu mengkhawatirkan makanan sama sekali.


Tidak seperti di beberapa Kerajaan yang cukup sulit kehidupannya, bahkan para orang miskin di Kerajaan Natrace masih bisa makan. Selama mereka mau keluar kota, di sekitarnya akan ada beberapa tanaman yang bisa di makan baik itu umbi-umbian atau beberapa buah yang tumbuh di semak.


Tidak ada pemujaan kepada Dewa atau semacamnya karena tidak ada kepercayaan semacam itu. Namun, mereka membuat acara seperti ini setiap tiga tahun sekali untuk mengingat bahwa mereka harus bersyukur.


Di pagi sampai sore hari, itu akan menjadi acara festival buah. Sedangkan di sore hari dan malam hari, mereka memiliki acara lain.

__ADS_1


Beberapa waktu berlalu begitu saja.


Sore harinya, Ciel tampak begitu lelah. Bukan secara fisik, tetapi secara mental. Melihat bagaimana hampir semua orang antusias terhadap dirinya, pemuda itu hanya bisa tersenyum pahit.


Di sore ini, acara akan berubah dari festival buah ke festival bunga. Awalnya Ciel merasa agak aneh karena prosesnya seperti terbalik. Namun setelah mengerti maknanya, pemuda itu diam-diam mengangguk.


Semua orang akan berkumpul di alun-alun sambil membawa satu keranjang kecil berisi kelopak bunga warna-warni. Dipimpin oleh Raja, kemudian keluarga Kerajaan, bangsawan Kerajaan Natrace, bangsawan dari luar kerajaan, seratus orang ksatria, seratus orang penyihir, dan seratus orang perwakilan dari rakyat kecil … mereka berbaris menuju sungai di luar Ibukota.


Sesampainya di sana, mereka akan menunggu sebentar. Ketika matahari hendak terbenam dan warna jingga memenuhi langit, Raja memimpin mereka untuk menuangkan seluruh kelopak bunga ke sungai.


Pemandangan sungai jingga dengan kelopak bunga yang tidak terhitung jumlahnya tampak begitu mempesona. Acara itu memiliki makna …


“Biarlah kemakmuran dan kemuliaan terus dibawa oleh aliran waktu, tidak hilang atau padam meski harus melewati kegelapan,” gumam Ciel dengan sudut bibir terangkat.


Kedamaian abadi, kah?


Raja pertama Kerajaan Natrace membuat ini sebagai harapan untuk kerajaannya. Berharap tanah yang mereka tempati terus subur dan damai. Begitu aman serta tentram. Ya, keinginan atas perdamaian.


Ciel benar-benar menghargai dan cukup kagum dengan Raja pertama Kerajaan Natrace. Jelas, orang itu dulu lebih menyukai perdamaian daripada perang. Lebih memilih memiliki banyak teman daripada berebut kekuasaan dan mencari lawan.


Selain para bangsawan Kerajaan Natrace dan tamu undangan, yang lainnya kembali ke rumah masing-masing. Alun-alun juga telah dibersihkan oleh para warga dan petugas acara.


Sekarang, di alun-alun hanya tersisa beberapa barisan kursi dan meja. Di atas meja, ada wine kualitas terbaik yang sudah disiapkan.


Duduk di tempat yang telah ditunjuk, Ciel tampak agak linglung. Dia melihat alun-alun luas di depannya yang kosong, benar-benar tidak terlalu mengerti apa yang terjadi.


Menunggu beberapa saat, para warga kembali keluar dari rumah mereka. Semua lampu kristal sihir dimatikan, semua orang berbaris di tepi jalan utama sambil membawa lilin. Melihat pemandangan itu membuat para tamu cukup terkejut.


Sedangkan para bangsawan dari Kerajaan Natrace termasuk sang Raja sendiri tampak bangga.


Pada saat itu, Ciel dan yang lainnya mendengar suara musik tradisional dari kejauhan. Ciel yang memiliki mata tajam langsung melihat ke kejauhan. Jalan utama di ibukota itu lurus dari gerbang luar kota langsung menuju alun-alun. Dia melihat sekelompok orang berbaris dari gerbang menuju ke alun-alun dengan iringan musik.


Ciel merasa itu sedikit mirip dengan Carnival do Rio dalam kehidupan sebelumnya. Hanya saja, tidak ada mobil dan lampu berkelap-kelip. Melainkan suasana cukup sakral dan tenang. Namun, apa yang membuat dia lebih tercengang adalah … cara mereka berpakaian.


“Dua puluh kelompok, dalam setiap kelompok ada 50 gadis.” Heath yang duduk tidak jauh dari Ciel menjelaskan.

__ADS_1


Ciel yang memiliki pandangan tajam melihat dengan jelas. Sekelompok gadis menari dengan pakaian warna-warni berbaris menuju alun-alun dengan iringan musik. Bahkan, bagi pemuda itu … apa yang mereka gunakan tidak pantas disebut sebagai pakaian.


Daripada pakaian, itu lebih mirip dengan beberapa potong kain kecil yang menutupi beberapa bagian paling sensitif. Lebih terbuka daripada pakaian penari Carnaval do Rio dalam kehidupan Ciel sebelumnya.


Kelompok pertama yang berisi lima puluh orang gadis sampai di alun-alun. Diiringi dengan alunan musik, mereka mulai menari dengan penuh semangat dan gairah. Ketika para gadis itu menari, sepotong kain yang nyaris tidak menutupi tubuh mereka itu bergoyang. Ciel yang memiliki pandangan tajam bahkan bisa melihat jelas apa yang ada di baliknya.


Sementara Ciel tercengang, para bangsawan bahkan rakyat yang menonton tampak panas. Setelah satu tarian selesai, mereka akan bertepuk tangan dengan meriah.


Kelompok ke-2, ke-3 … sampai ke-20 akhirnya menyelesaikan tarian singkat mereka.


Meski singkat, setelah dua puluh tarian, itu hampir tengah malam. Pada saat itu, para penari … seribu gadis berbaris rapi di alun-alun. Raja kemudian berdiri dengan senyum di wajahnya.


“Terima kasih untuk semua orang yang telah mengikuti Festival Sepuluh Ribu Buah sampai akhir. Seperti biasanya …


Para tamu dipersilahkan berdiri.”


Mendengar itu, Ciel dan tamu lain berdiri. Ekspresi kosong masih terlihat di wajah pemuda itu. Masih tidak percaya dengan apa yang telah dia lihat sebelumnya. Namun, suara Raja kembali terdengar.


“Para tamu terhormat, seperti tradisi … silahkan maju untuk memilih partner anda malam ini.”


“...”


Ciel terdiam. Pada saat itu, dia mendengar suara bisikan Heath dari belakang.


“Mereka semua belum berkeluarga, tidak perlu merasa bersalah. Anda boleh melakukan one night stand atau membawanya pulang. Tentu saja … suci atau tidak itu tergantung keberuntungan anda.”


Mendengar itu membuat kulit kepala Ciel mati rasa. Bagaimana dia tahu bahwa festival akan ditutup oleh tarian semacam itu. Bahkan seribu gadis cantik yang dikumpulkan dari seluruh penjuru Kerajaan Natrace siap untuk dipilih.


Pada saat itu, Ciel merasakan tatapan semua orang yang di arahkan kepada dirinya. Itu memiliki arti yang sangat jelas. Ciel adalah tamu yang paling kuat dan terhormat, mereka memberikan hak pertama untuk memilih kepada pemuda itu.


Melihat para bangsawan yang menatapnya dengan ekspresi tidak sabar seperti monyet di musim kawin atau seribu gadis yang menatapnya dengan tatapan membara, Ciel yang berdiri di tempatnya terdiam. Dia langsung mengeluh dalam hati.


Wahai Raja Pertama dari Kerajaan Natrace, aku tarik kembali kata-kataku. Aku pikir kamu iblis yang bisa diandalkan, tapi …


Aku benar-benar salah menilaimu!

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2