
"Apa yang terjadi kepadamu, Ferel? Apakah kamu berhibernasi dan tidak makan pada musim dingin?”
Ciel benar-benar merasa penasaran. Menurutnya, menurutkan dan membakar lemak secepat itu hampir mustahil dilakukan. Jika hanya sedikit berlebihan, itu bisa dilakukan agak cepat. Jika bulat seperti Ferel sebelumnya, 3 bulan jelas masih kurang.
Mendengar pertanyaan Ciel, ekspresi Ferel berubah menjadi buruk. Dia teringat hari-hari yang dia alami sebelumnya.
“Karena aku beruntung bisa pulang pada kejadian itu, Ayahku langsung mendidikku dengan baik.” Meski perkataannya seolah memuji, terlihat jelas dari wajah pucat Ferel kalau itu tidak hanya ‘mendidik’ seperti yang dia katakan.
“Masuk. Kalian pasti lelah. Beristirahat dahulu, nanti siang kita bicarakan bersama.”
“Terima kasih, Pangeran Luciel.” Savian dan Ferel membalas serempak.
Waktu berlalu. Setelah makan siang, di ruang santai Kastil Black Orchid.
Ciel, Savian, dan Ferel duduk dengan santai. Sementara itu, Arla dan Runa berdiri di belakang Savian. Kelihatannya sudah terbiasa. Benar-benar tidak menjauh dari tuan mereka.
“Makanan khas setempat benar-benar enak, Pangeran Luciel. Saya benar-benar senang bisa datang kemari.” Ferel tampak antusias.
“Ya. Saya juga senang bisa datang ke tempat ini.” Savian menambahkan dengan senyum elegan khasnya.
“Kita berteman, panggil saja Ciel.” Ciel berkata santai.
Savian dan Ferel saling memandang dengan tatapan terkejut. Mereka tidak menyangka sosok pangeran seperti Ciel mau menganggap mereka sebagai teman. Khususnya Ferel, dia sangat senang karena Ciel mau berteman dengan bangsawan rendah sepertinya.
“Terima kasih, Pangeran Ciel.” Keduanya berkata bersamaan.
Melihat keduanya masih tidak berani memanggil langsung namanya, Ciel hanya menggeleng ringan. Dia tidak terlalu mempermasalahkan hal itu.
“Ngomong-ngomong … seharusnya kamu tidak perlu buru-buru datang kemari, Savian. Apakah lukamu sudah baikan?” tanya Ciel.
Mendengar ucapan Ciel, ekspresi Savian sempat terlihat sedih sebelum kembali normal dengan cepat. Dia membuka jubah luar yang menutupi pakaiannya. Pada saat itu, terlihat kalau tangan kiri Savian telah hilang.
“Tangan kiri tidak bisa diselamatkan.” Savian tersenyum lembut. Melihat Ciel dan Ferel memandangnya dengan ekspresi kasihan, dia menggeleng ringan. “Tidak apa-apa. Aku dianggap tidak berguna. Kehilangan satu lengan tidak banyak berpengaruh untukku.”
“Savian …” Ferel tidak tahu harus berkata apa.
“Bersabarlah. Kalian tahu kalau aku sedang mengembangkan pertanian obat-obatan dan membesarkan para Alkemis.
Meski tidak tahu kapan, ada kemungkinan untuk menyembuhkan lukamu dan mengembalikan tanganmu seperti sedia kala.”
Savian dan Ferel memandang Ciel dengan ekspresi terkejut. Meski mengetahui kalau sedang mengembangkan hal-hal tentang obat-obatan, keduanya tidak tahu kalau Ciel memiliki target yang begitu besar.
__ADS_1
“Terima kasih sudah menghiburku, Ferel … Pangeran Luciel.”
Melihat kalau keempat orang itu tidak memercayainya, Ciel terlihat tak acuh. Karena belum ada bukti, untuk sekarang, dia memilih untuk diam.
“Jadi, untuk urusan bisnis … apakah kami harus mengambil pasokan ke Kota Black Orchid, Pangeran Ciel?” tanya Ferel.
Melihat sosok yang membuka percakapan, Ciel mengangguk kemudian menggeleng.
“Benar. Selain karena kota ini lebih dekat ke daerah kalian, aku juga ingin membuat dermaga dan kapal. Aku ingin barang dagangan dikirim cepat dengan kapal.”
“Mengarungi sungai? Maksud anda … Sungai Black Vorago ini, Pangeran Ciel?” tanya Savian dengan ekspresi terkejut.
“Seperti itulah niatku,” jawab Ciel dengan jujur.
“Saya tidak setuju, Pangeran Ciel.” Savian langsung membalas tanpa pikir panjang.
“Saya juga tidak setuju,” tambah Ferel.
“Kenapa??? Menggunakan kapal besar, kecepatan akan meningkat dan barang yang diangkut bisa lebih banyak. Itu akan lebih menguntungkan.
Belum lagi jika kota ini dijadikan pusat perdagangan. Pasti uang yang didapat tidak akan sedikit.”
“Seperti yang Ferel katakan. Bukan itu masalahnya, Pangeran Ciel. Hanya saja, menyebrangi Sungai Black Vorago saja sudah sangat berbahaya. Belum lagi menggunakan kapal dan berlayar di sepanjang sungai.” Savian menggeleng dengan ekspresi pahit.
“Demonic Beast?” tanya Ciel.
“Benar. Berbeda dengan di darat, pada saat dalam air, resiko kematian pasti lebih tinggi.” Savian menghela napas panjang. “Belum lagi, para Demonic Beast di sungai itu lebih pintar menyembunyikan diri dan membuat serangan kejutan. Itu terlalu berbahaya.”
“...”
Setelah berpikir sejenak, Ciel berkata, “Aku akan tetap melakukannya. Membangunan pelabuhan dan kapal memerlukan banyak waktu. Pada saat itu, aku akan memikirkan solusinya.”
“Pangeran Ciel-”
“Aku tahu itu beresiko. Aku senang kalian berdua khawatir. Namun ini wilayahku, sebaiknya kalian tidak ikut campur.
Apa yang perlu kita lakukan adalah urusan bisnis. Kalian tidak perlu memikirkan dermaga, kapal, sungai, atau lainnya.”
“...”
Mendengar ucapan Ciel, Savian dan Ferel saling memandang. Mereka menggeleng ringan sebelum mengembuskan napas panjang. Keduanya tahu kalau sosok pangeran di depan mereka terkenal dengan ide-idenya yang gila.
__ADS_1
“Untuk sekarang, aku tidak ingin menjual kebutuhan pokok. Penjualan bahan pokok dilakukan mulai panen berikutnya.”
“Lalu kita akan menjual apa, Pangeran Ciel?” tanya Ferel dengan ekspresi konyol.
“Aku ingin menjual tiga ribu potion kelas rendah. Itu tipe nutrisi yang baik digunakan untuk latihan prajurit atau ksatria. Aku ingin kalian mencari pembeli potensial.” Ciel berkata dengan santai.
“Tiga ribu-” Mata Ferel terbelalak. “Apakah anda serius, Pangeran Ciel? Tiga ribu potion?”
“Benar.” Ciel mengangguk ringan.
Tidak menungg Ferel mulai mengoceh, Savian segera berkata, “Kalau begitu kita harus melakukannya dengan baik. Ini adalah transaksi pertama. Selain itu, hal ini tidak bisa dianggap kecil.”
“Memang, itu bukan hal kecil.” Ferel mengangguk dengan ekspresi setuju.
“Anda benar-benar berani, Pangeran Ciel. Menjual banyak potion untuk pertama kali sebagai debut. Anda benar-benar ingin membuat nama untuk kelompok dagang kecil kita.”
Mendengar apa yang dikatakan oleh Savian, Ferel menatap Ciel dengan ekspresi terkejut. Dia tidak menyangka kalau Ciel ternyata memikirkan banyak hal dan tidak melakukannya dengan impulsif. Padahal, Ferel berpikir kalau Ciel tipe yang sama seperti dirinya.
“Ngomong-ngomong … apa nama perusahaan dagang kita?” tanya Ciel.
“Kami belum menentukannya,” ucap Savian dengan ekspresi pahit.
“Sudah!” ucap Ferel dengan tegas. “Aku memberi Savian banyak saran yang bagus, tetapi dia tidak mau mendengarkan!”
“Banyak saran? Apa itu?”
“Grup Tongkat Emas! Grup Puncak Tertinggi! Grup Gunung Kembar! Grup-”
“Cukup.” Ciel langsung memotong ucapan Ferel.
Ciel kemudian melihat ke arah Savian yang memandangnya dengan senyum pahit. Sekarang Ciel tahu kalau selera penamaan Ferel ‘cukup’ buruk.
Setelah memikirkan sesuatu, Ciel akhirnya berkata santai, “Golden Dusk. Itu nama yang akan kita gunakan.”
“Apakah itu memiliki makna kuat dan mendalam, Pangeran Ciel?” tanya Ferel.
“Tidak. Aku hanya kepikiran,” jawab Ciel dengan ekspresi bosan.
Mendengar jawaban Ciel yang asal-asalan, Savian dan Ferel saling memandang dalam diam.
>> Bersambung.
__ADS_1