
Di tempat penonton, ada tiga kelompok kecil yang masing-masing dipimpin oleh Ratu Victoria, Ratu Margaret, dan Ratu Lilith. Di sekitar mereka, ada putra dan putri masing-masing.
“Menurut kamu, apa alasan Kaisar Julius melakukan ini, Xavier?”
Duduk di kursinya, Ratu Margaret melirik ke arah putra bungsunya. Dari semua anak-anaknya, mungkin hanya Xavier yang paling mengenal Ciel. Itu karena mereka sempat tinggal di Istana yang sama ketika berada di Kerajaan Natrace.
“Saya tidak tahu, Ibunda. Yang saya ketahui, Pangeran Luciel adalah sosok yang lebih suka menjauhi masalah dan sangat membenci masalah. Hanya saja …”
“Hanya saja apa, Xavier?” tanya Sullivan dengan ekspresi penasaran.
“Pangeran Luciel sama sekali tidak takut dengan masalah.”
Mendengar itu, putra dan putri Ratu Margaret cukup terkejut. Sementara Sullivan sendiri menunjukkan senyum licik khasnya.
“Memiliki kemampuan tapi memilih menghindari dan menjauhi, saya rasa tipe pengecut seperti itu tidak pantas duduk di kursi Putra Mahkota,” bisik Sullivan lirih.
Ratu Margaret membuka kipas lipat di tangannya lalu menutupi separuh wajahnya. Wanita itu menatap sosok Ciel lekat-lekat.
“Menurutku … daripada pengecut, dia adalah sosok pemalas. Ya … kata itu lebih cocok.”
“Bukankah itu juga bukan hal yang pantas bagi calon pemimpin berikutnya, Ibunda?” tanya Sullivan dengan ekspresi agak bingung.
“Memang. Hanya saja … ya, kalian tidak perlu tahu hal kecil tidak penting itu.”
Mendengar ucapan ibunya, mata Sullivan menyempit. Dia merasa ibunya sedang menyembunyikan sesuatu yang penting dari mereka. Lelaki itu kemudian mengalihkan pandangannya ke arah Ciel yang ada di arena.
Sementara itu, di kubu Ratu Victoria juga menilai Ciel dengan cermat. Namun mereka merasa tidak senang karena pemuda malas itu memiliki beberapa konflik dengan kubu Ratu Victoria.
Di tempat Ratu Lilith.
“Apa yang sebenarnya Kak Ciel pikirkan sampai membuat masalah seperti itu?!”
Lilia menggembungkan pipinya dengan ekspresi tidak puas. Dia merasa bahwa kakak dan ayahnya sedang bertengkar.
“Jangan lihat dari sisi buruknya, Lilia. Mungkin saja Yang Mulia Kaisar sedang menguji Ciel untuk sesuatu, kan?” Alexander tersenyum menghibur.
Karena Julia berada di Wilayah Blackfield sampai akhir tahun untuk membantu Ciel, hanya ada mereka berdua di sisi Ratu Lilith. Awalnya Lilia menyarankan untuk membawa Eve, tetapi jelas ditolak oleh Ratu Lilith.
Keberadaan Eve sendiri sebenarnya bukan sesuatu yang bisa dirahasiakan, tetapi juga tidak boleh dengan mudah disebarkan.
Sementara keduanya bingung, Ratu Lilith tampak agak cemas.
__ADS_1
Kaisar Julius memberitahu dirinya tentang apa yang telah terjadi di malam sebelumnya. Di satu sisi, Ratu Lilith merasa senang dan bangga karena Ciel mau menolong sahabatnya. Di sisi lain, wanita itu takut sesuatu hal yang buruk terjadi jika Ciel pergi ke tempat berbahaya seperti itu.
Pada akhirnya … semuanya masih bergantung kepada kemampuan Ciel sendiri.
...***
...
“Pangeran ke-8 dari Kekaisaran Black Sun, Luciel Dawnbringer. Mohon bimbingannya!”
Setelah mengatakan itu, Ciel langsung menghilang dari tempatnya. Pemuda itu langsung muncul di depan Kaisar Julius lalu menebas bertubi-tubi dengan kecepatan luar biasa.
Sebagai tanggapan, Kaisar Julius menangkis semua serangan dengan satu pedang di tangannya. Ekspresinya tampak begitu tak acuh. Dia sesekali membuat Ciel mundur hanya dengan ayunan pedangnya.
Beberapa waktu kemudian, Kaisar Julius melirik ke sekeliling. Sudut bibirnya tiba-tiba terangkat.
“Pengalihan yang cukup bagus … lumayan.” Kaisar Julius berkata dengan ekspresi tenang.
Pada saat semua penonton terkejut dengan apa yang telah terjadi, Ciel melompat mundur sambil menyarungkan kedua pedangnya. Sebelum kakinya menginjak ubin, pemuda itu menepuk kedua tangan sambil berkata dingin.
“Hellflame magic … Gehenna Butterflies!!!”
Garis-garis di mana Ciel sebelumnya terpental mundur bergabung menjadi satu lingkaran sihir raksasa yang hampir menyelimuti seluruh arena.
BLAAARRR!!!
Ledakan keras yang sampai mengguncang arena terjadi ketika seluruh kupu-kupu meledak secara bersamaan. Pada saat asap mereda, penampakan luar biasa di mana ubin hancur berantakan terlihat. Namun di tengah arena, Kaisar Julius masih berdiri dengan tenang.
Di sekeliling Kaisar Julius terlihat barrier hitam semi transparan yang mampu menahan seluruh serangan Ciel.
“Menarik, tetapi jika hanya seperti itu … kamu tidak bisa menembus Undestroyable Hellflame Barrier ini, Luciel.”
Setelah mengatakan itu, Kaisar Julius terkejut melihat Ciel tidak lagi berdiri di tempatnya. Memanfaatkan ledakan tadi, pemuda itu berlari mengelilingi Kaisar Julius dengan satu katana yang diselimuti api hitam yang telah terkompresi.
“Saya penasaran. Apakah Undestroyable Hellflame Barrier … benar-benar tidak bisa dihancurkan?”
Ketika suara Ciel jatuh, jutaan kelopak bunga sakura berwarna hitam melayang berputar mengelilingi arena. Semua orang, tak terkecuali Kaisar Julius terpana karena keindahannya.
Pada saat itu, Ciel mengayunkan katana di tangannya dengan lembut sembari berkata,
“Sen no Hana … Black Sakura.”
__ADS_1
Dimulai dari tebasan sederhana sebagai pemicu, seluruh kelopak bunga sakura menyatu dan berputar menjadi sebuah pusaran api. Ya … sebuah tornado api yang kian lama kian membesar sampai membumbung tinggi ke langit.
“K-Kekuatan ini …”
Alexander yang merasakan panas dari api yang berada di kejauhan itu benar-benar terpana. Bukan hanya dia, tetapi semua penonton terpana. Bahkan para penjaga dan orang-orang yang berada di luar arena sangat terkejut ketika melihat tornado api hitam yang tiba-tiba muncul dan membumbung tinggi ke angkasa.
Beberapa saat kemudian, tornado api hitam itu menghilang. Mengungkapkan sosok Kaisar Julius yang terpana.
Sihir Undestroyable Hellflame Barrier yang digadang-gadang bisa menahan hampir semua serangan sihir level 6 benar-benar penuh dengan retakan seolah bisa pecah kapan saja.
“Luar biasa … sungguh luar biasa!”
Kaisar Julius berkata dengan ekspresi kagum. Tidak menyangka putranya bisa mencapai level seperti itu di usia yang masih begitu muda. Dia melanjutkan.
“Meski belum bisa melukaiku, tapi-”
Ekspresi Kaisar Julius berubah dari kagum menjadi terkejut ketika melihat ker arah Luciel.
Pyarr!!
Pemuda itu melempar empat botol potion mana yang kosong ke samping. Lalu menyeka sudut bibirnya.
“Sebenarnya aku tidak ingin mengguakan ini …”
Semua orang terkejut ketika mendengar ucapan dingin Ciel.
“Ayahanda, apakah anda tahu? Api menyebabkan uap dan asap, uap dan asap yang berkumpul bisa memicu awan. Awan gelap yang begitu padat membawa hujan serta … petir.”
Ketika suara Ciel masih menggema, suara gemuruh terdengar di telinga semua orang. Mereka semua mendongak ke atas, melihat awan gelap yang hampir menyelimuti Royal Capital.
Kaisar Julius langsung menatap ke arah putranya yang sedang mengangkat satu tangan ke langit dengan senyum terpesona di wajahnya.
“Bocah gila …” gumam Kaisar Julius.
Ciel mengangkat sudut bibirnya sebelum menjentikkan jarinya.
“Dark Lightning magic … Lightning Judgement!”
Bersamaan dengan ucapan Ciel, Naga timur yang seluruh tubuhnya terbuat dari petir hitam turun untuk menghancurkan segalanya.
BLAAARRRR!!!!
__ADS_1
>> Bersambung.