
Di medan perang luas kota.
Di area luas tempat para ksatria tidak berani mendekat, dua sosok tampak saling berhadapan. Keduanya sama-sama memakai armor indah khas Keluarga Kerajaan Silver Fang.
“ANDREW!!!’
“CHARLES!!!”
Klang!
Suara dentingan logam terdengar. Tidak hanya itu, gelombang kejut akibat tebrakan keduanya sampai menghancurkan area sekitar. Tidak ada ksatria yang berani dekat-dekat dengan orang itu.
Charles dan Andrew. Raja dari Kerajaan Silver Fang dan kakaknya. Keduanya sama-sama menggunakan great sword. Suara dentingan logam datang dari waktu ke waktu. Tidak ada satu dari mereka yang mundur. Bahkan, kekuatan fisik mereka sama.
Sebenarnya Charles sedikit lebih unggul. Namun karena belum lama sembuh dari luka, kemampuannya sedikit menurun. Hal yang mengakibatkan Andrew malah memiliki lebih banyak keuntungan.
“Kenapa kamu melakukan ini, Andrew!” seru Charles dengan wakah marah.
“Ini semua salahmu, Charles!”
Kedua pedang bersilangan. Wajah mereka saling berdekatan. Menatap satu sama lain penuh dengan kebencian.
“Lelaki tua itu lebih menyayangmu dan mendukungmu! Adik bodoh itu juga memilih untuk mendukungmu! Semua orang memilihmu!
Padahal … aku Pangeran Pertama! Aku yang seharusnya mewarisi posisi Raja! Aku … LEBIH BAIK DARIMU!”
Bang!
Suara ledakan terdengar kemudian terlihat sosok Charles yang terpental ke belakang lalu berguling-guling di tanah. Ketika bangkit, pria itu menatap kakaknya dengan ekspresi tidak percaya.
“Sejak kapan kamu menembus level 6, Andrew!”
“Apakah itu mengejutkan? Sudah sangat lama! Hanya saja, aku tidak bisa menyusulmu ke level 6 (menengah) segera. Jadi akhirnya aku merahasiakan itu.” Andrew menyeringai. “Namun untuk menghadapimu yang sekarang. Level seperti ini lebih dari cukup!”
Sosok Charles dan Andrew tiba-tiba tumbuh lebih tinggi. Tubuh mereka mulai dipenuhi dengan bulu dan kepala mereka berubah menjadi layaknya serigala. Tidak seperti Harry yang sebelumnya harus merobek pakaian. Pada saat berperang, Kerajaan Silver Fang memiliki armor khusus yang bisa menyesuaikan tubuh.
Armor itu sendiri tidak khusus untuk para bangsawan, bahkan para ksatria juga memiliki armor dengan efek semacam itu. Tentu saja, armor semacam itu juga memiliki tingkatan tersendiri.
Dua serigala humanoid dengan surai perak … tidak. Lebih tepatnya, dua Lycan dengan surai perak saling memandang. Mencengkeram erat pedang di tangan mereka, kedua sosok itu langsung melesat ke depan.
“ANDREW!”
“CHARLES!”
BLARR!!
__ADS_1
Ketika keduanya bertabrakan, ledakan keras yang menghancurkan area sekitar dengan dampak yang lebih besar terjadi.
Sementara itu, di sisi lain medan perang.
“Orang-orang yang penuh kebencian ini!”
Seorang ksatria berseru dengan ekspresi marah. Dia marah karena merasa tidak berdaya ketika menghadapi beberapa orang dari Curses of Shadow. Napasnya mulai tidak beraturan ketika dirinya terpojok.
Mengingat sosok istri dan putrinya, dia menggertakkan gigi. Tampak marah, tetapi hanya bisa pasrah.
Maafkan aku tidak bisa menepati janjiku, Semuanya.
Ksatria itu menutup matanya. Bersiap untuk menghadapi kematian. Suara benda tajam yang merobek daging terdengar, tetapi anehnya … dia tidak merasakan rasa sakit. Ketika ksatria itu membuka matanya, dia tampak terkejut.
Beberapa orang yang menyerangnya sebelumnya telah jatuh ke tanah bersimbah darah. Kebanyakan dari memiliki luka dalam di leher mereka. Yang lebih parah, beberapa orang langsung dipenggal.
Tidak jauh dari sana, terlihat sosok ksatria dengan armor serba hitam. Namun banyak noda darah pada armornya. Apa yang membuatnya terlihat lebih unik adalah … sosok ksatria itu cukup pendek dibandingkan yang lainnya!
“A-Anda siapa, Tuan?” tanya ksatria itu.
Menoleh ke belakang, wajah seorang remaja tampan membuat ksatria itu linglung. Remaja itu tesenyum ringan sambil mengingatkan.
“Nama saya Theodore. Jika anda merasa lelah, mundur sebentar untuk beristirahat sebelum kembali melawan musuh. Dalam pertempuran ini … kita harus menang!”
“Demi kemuliaan Kerajaan Silver Fang!”
“...”
Tidak membalas salam itu, Theodore tersenyum ringan sebelum mengangguk lalu pergi.
Melihat sosok yang pergi menolong ksatria lainnya, orang itu menghela napas panjang. Dia merasa kagum dalam hatinya.
Bangsawan yang mana? Benar-benar memiliki generasi muda yang kuat semacam itu!
Theodore terus bergerak di medan perang. Ekspresinya begitu dingin ketika menebas lawannya dengan kejam. Daripada langsung bergegas melawan banyak orang, sebenarnya remaja itu lebih fokus ke arah dukungan.
Mendukung beberapa ksatria yang kewalahan, tanpa sadar Theodore mulai banyak dikenal. Orang-orang dibuat kagum dengan penampilannya.
“Siapa ksatria itu? Kenapa terlihat begitu muda?”
“Apakah ada yang tahu tuan muda itu dari Keluarga Bangsawan yang mana?”
“Level 4 (awal) di usia yang begitu muda?Aku takut bahkan para pangeran tidak sebaik itu!”
“...”
__ADS_1
Banyak komentar baik yang di arahkan kepada Theo. Namun remaja itu sama sekali tidak memperhatikannya. Dia lebih fokus untuk bertarung dan membantu yang membutuhkan. Seperti pesan yang disampaikan oleh Tuan sekaligus Ayah tirinya itu, Theo sekarang mencoba memanfaatkan medan perang untuk mengasah kemampuannya.
Memang, Theo sudah sangat baik dalam latihannya. Hanya saja, latihan tanpa praktik itu bisa dibilang kurang berguna. Lagipula, musuh tidak mungkin seperti boneka latihan yang diam saja ketika dipukuli.
Pada saat Theo hendak membantu salah satu ksatria, dia tiba-tiba merasakan ancaman. Ramaja itu langsung mencoba menghindar, tetapi sedikit terlambat.
BANG!
Theo terpental mundur beberapa meter. Meski begitu, dia sama sekali tidak berguling di tanah. Remaja itu menahan serangan tadi dengan pedang yang dia posisikan secara horizontal di depan dadanya. Mata Theo berkilat dingin ketika memandang musuh yang baru saja tiba.
Level 4 (awal) … benar-benar lawan yang pas.
“Wow! Kamu benar-benar mampu menahan serangan itu, Nak! Lumayan! Benar-benar berbakat!” Sosok itu menjilat bibirnya dengan ekspresi tidak waras. “Aku benar-benar suka membunuh orang-orang berbakat sepertimu!”
KLANG!
Dua sosok itu langsung melesat ke depan dan saling mengayunkan pedang. Merasakan kekuatan Theo yang mengimbanginya, sosok anggota dari Curses of Shadow itu malah tertawa.
“HAHAHAHA! Sungguh luar biasa!”
Melihat wajah orang gila itu, Theodore tanpa sadar mengerutkan kening. Dia merasa agak tertekan.
Seperti pimpinan, seperti bawahan. Mungkin itu ungkapan yang cukup tepat. Orang gila itu sebenarnya adalah salah satu bawahan Vesperr. Setelah tuannya menghilang dalam misi tertentu, akhirnya dia dipindahkan ke bagian lain.
KLANG!
Setelah satu lagi tabrakan, keduanya mundur secara bersamaan.
“HAHAHAHA! Ayo … Ayo hibur aku lagi!”
Mendengar teriakan orang gila itu, Theo menggeleng ringan. Dia kemudian menatap lawannya dengan tatapan dingin. Tubuhnya mulai menjadi lebih tinggi dan besar. Surai hitam dengan kilau kebiruan muncul di tubuhnya.
Tidak seperti versi pertama kali bangkit. Selain warna surai lebih gelap, Theo benar-benar terlihat sangat tenang. Petir hitam menari-nari pada mata pedang yang dia pegang.
“LUAR BIASA!!! AYO KITA-”
Belum sempat menyelesaikan ucapannya, dia melihat Theo menghilang dari tempatnya. Pada detik berikutnya, dia merasakan pandangannya berputar. Orang itu benar-benar melihat tubuhnya sendiri. Namun … tubuh itu tanpa kepala.
Theo muncul di belakang tubuh yang akhirnya jatuh dan mengembuskan napas terakhirnya itu. Remaja itu kemudian kembali ke bentuk awalnya. Entah karena dia memiliki darah Ciel dalam tubuhnya, atau telah mengikuti Pangeran itu cukup lama … Theo memiliki ekspresi tak acuh dan tatapan dingin.
Melihat lawannya yang telah mati, Theo membuka mulutnya.
“LEMAH.”
>> Bersambung.
__ADS_1