Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Bukankah Itu Membosankan?


__ADS_3

“Apakah tidak ada yang mau menjelaskannya kepadaku!”


Andrew berteriak dengan ekspresi garang di wajahnya. Kembali duduk di kursinya, pria paruh baya itu tampak begitu muram. Dia benar-benar sangat bingung.


Untuk mencegah kegagalan, Andrew sudah menyiapkan tujuh batalyon. Di setiap batalyon berisi 1000 ksatria. Anehnya, sebelum mereka menjalankan misi untuk mengacau barisan ksatria yang dipimpin oleh Raja Charles, mereka yang sedang siaga tiba-tiba menghilang begitu saja.


Beberapa orang telah ditugaskan untuk memeriksa, tetapi hasilnya nihil. Tidak ada bekas sama sekali. Sebenarnya ada sedikit petunjuk yaitu suhu tempat itu yang sangat berbeda dengan area sekitar. Itu saja masih kurang untuk menemukan bukti bagaimana seluruh ksatria itu menghilang.


Jika itu adalah sebuah kasus penyergapan …


Andrew yang membayangkan itu tiba-tiba merinding. Tidak peduli bagaimana, seharusnya ada bekas kerusakan akibat pertarungan. Kecuali … seribu ksatria mati tanpa sempat melawan sama sekali.


Membayangkan bagaimana seribu ksatria musnah begitu saja, Andrew menghirup napas dingin. Dia tidak tahu bagaimana Raja Charles menemukan bantuan yang begitu kuat. Hanya saja, pria itu merasa sangat kerepotan.


Andrew tiba-tiba mengingat ke mana Charles pergi sebelumnya. Sosok pemuda misterius yang digadang-gadang memiliki bakat melebihi para monster muncul dalam benaknya. Sosok pemuda yang bisa menggunakan sihir api skala besar dan membakar segalanya.


Apakah itu … Pangeran Luciel yang dirumorkan?


Merasakan kegentingan, Andrew segera bertanya.


“Katakan! Bagaimana suhu di sana berubah? Apakah menjadi sangat panas? Mungkinkan apa yang ada di area itu terbakar?”


Salah satu ksatria kepercayaan Andrew membungkuk sopan sebelum menjelaskan.


“Tidak, Tuanku. Ketika kami sampai di sana, tempat itu sangat sejuk. Rasanya seperti awal musim semi. Benar-benar aneh padahal sekarang sudah pertengahan musim semi.”


“Sejuk? Berarti … lebih ke arah dingin?”


Andrew mengerutkan kening. Menghadapi musuh yang ‘cukup’ dikenal saja sudah sangat merepotkan. Belum lagi sekarang dia harus dihadapkan dengan lawan misterius semacam itu. Pria itu menggebrak meja dengan wajah marah.


“CARI! CARI PENTUNJUK DAN JANGAN KEMBALI SEBELUM KALIAN MENDAPATKANNYA!”


...***...


Sementara itu, dalam sebuah bar kecil distrik perdagangan Ibukota Kerajaan Silver Fang.


Sosok yang membuat Andrew sakit kepala, Ciel sedang duduk sambil memakan makanan di mejanya. Di sebelahnya tampak Camellia yang sedang minum anggur dengan ekspresi tenang. Mereka berdua melepas jubah dan topeng mereka, terlihat agak mencolok, tetapi masih membaur dengan yang lainnya.


Di depan keduanya, terlihat tiga lelaki kurus dengan warna rambut merah, kuning, dan hijau. Mereka adalah pemimpin kelompok kecil yang cukup terkenal bernama Rainbow Stinger.


“Aku bilang, Kak Gin. Kamu dan istrimu benar-benar beruntung. Jika sampai tertangkap, itu sangat berbahaya.” Lelaki kurus berambut merah berkata sambil menghela napas panjang.


Tidak hanya dia, kedua adiknya juga melihat Ciel dengan ekspresi takjub. Lelaki tampan dan wanita cantik, sama-sama kuat dan pergi menjelajahi dunia bersama sebagai petualang. Benar-benar romansa banyak orang!


“Ya.” Ciel mengangguk. “Sebenarnya aku dan istriku ingin pergi setelah mendengar kalau Ibukota akan berada dalam kekacauan. Lagipula … orang luar seperti kami pasti dicurigai.”

__ADS_1


Setelah mengatakan itu, sebuah tangan yang memegang sapu tangan diarahkan kepadanya. Membersihkan sisa minyak di dekat bibirnya. Melihat ke arah Camellia yang perhatian, Ciel tersenyum.


Ciel kemudian mengecup lembut pipi Camellia sebelum berkata, “Terima kasih, Hara.”


“Jangan di depan umum. Itu memalukan,” ucap Camellia dengan ekspresi malu-malu.


Melihat pasangan romantis di depan mereka, ketiga bersaudara itu merasa terabaikan. Bahkan mereka merasakan ada yang pecah di dalam dada mereka.


“Kak Gin … bisakah kamu mengampuni kami? Tidakkah kamu merasa kasihan?”


Mendengar lelaki berambut merah itu mengeluh, Ciel terkekeh dengan agak sembrono.


“Maaf … kami sangat dekat dan ya, terkadang terlalu dekat.” Ciel tersenyum. “Ngomong-ngomong … aku dengar Ibukota akan menjadi pusat perang? Bukankah itu sangat berbahaya bagi warga?”


“Mau bagaimana lagi? Sekarang kota ditutup. Mencoba keluar pasti akan langsung dicurigai. Paling baik dipenjara, jika buruk … mungkin ditangkap dan dibunuh. Menghadapi para pemberontak, kerajaan ini akan berada dalam kekacauan.”


“Pemberontak?” Ciel tiba-tiba terkekeh. “Apakah kalian ingin tahu sebuah rumor menarik?”


“Apa itu, Kak Gin?”


“Ini adalah rahasia, aku tidak tahu harus mengatakannya atau tidak.”


Ciel mengelus dagu dengan ekspresi berat. Tampaknya sedang berpikir keras.


Si kepala merah, kuning dan hijau tiba-tiba berdiri. Si kepala merah menuangkan anggur ke cawan, si kepala kuning memotong steak daging dengan ekspresi hormat, sementara si kepala hijau memijat bahu Ciel.


“Ayolah, Kak Gin. Selain cerita petualanganmu, bukankah kamu bisa berbagi informasi itu kepada kami, adik laki-laki ini?” Si kepala merah membujuk.


Mendengar itu membuat Ciel hampir tersedak anggur di mulutnya. Melihat ke arah tiga orang yang menatap penuh harap, Ciel menghela napas panjang.


“Sebenarnya aku tidak ingin mengatakannya. Karena kalian menggapku sebagai seorang kakak tertua. Aku akan memberikan informasi berharga ini … gratis. Namun kalian harus menjaga rahasia?”


“Tentu saja kami akan menjaga rahasia!” ucap ketiganya serempak.


Mendengar jawaban mereka, Ciel mulai berbisik.


“Semua orang bilang bahwa Raja Charles telah meninggal, kan? Ksatria Tez dan keluarganya dianggap berkhianat lalu diadili. Namun … tahukah kalian? Itu semua palsu!


Sebenarnya, kakak Raja Charles, Tuan Andrew mencoba merebut tahta. Apa yang sekarang kalian sebut pembelot itu sebenarnya adalah Raja Charles, Duke Harry, dan para ksatria yang bergegas ke Ibukota.


Aku tahu ini sulit dipercaya, tetapi itu nyata! Aku mendapatkannya dari sumber terpercaya. Juga … aku dengar, selama ada orang yang bisa membantu mengungkapkan kebenaran ini pada barisan ksatria sehingga sebagian akan mendukung Raja Charles, orang itu akan diberi hadiah besar setelah perang usai!”


Ketiga orang itu menatap Ciel dengan curiga.


“Jangan tatap aku seperti itu. Aku ingin mengatakan ini kepada beberapa ksatria, tetapi aku tidak berasal dari Kerajaan Silver Fang. Belum lagi aku dan istriku tidak memiliki reputasi besar di tempat ini.

__ADS_1


Daripada percaya … pasti banyak ksatria akan curiga. Mereka pasti akan menangkap aku dan istriku lalu dihakimi oleh Tuan Andrew.”


Ciel kemudian menatap ke arah ketiga bersaudara itu dengan ekspresi serius.


“Kalian berbeda. Meski hanya tentara bayaran … kalian memiliki reputasi. Jika kalian mengambil kesempatan ini, kalian pasti akan melambung tinggi!


Hadiah dari Raja Charles … apakah itu uang, atau bahkan gelar? Itu pasti luar biasa. Dari tentara bayaran kecil lalu menjadi bangsawan Baron … atau mungkin Viscount?


Membayangkannya saja membuatku agak iri.”


“Tenang, Kak Gin! Kami bukan orang yang tidak tahu terima kasih. Jika kami benar-benar menjadi bangsawan, kami tidak keberatan memberimu sebuah lahan luas dan rumah mewah. Memastikan Kak Gin dan Kak Hera hidup bahagia!”


Sambil menyatakan itu, ketiga bersaudara itu melayani Ciel dengan anggur, steak, dan pijatan bahu.


“Pegang janji kalian. Setelah berkeliling dunia, mungkin aku akan mampir untuk menjenguk kalian. Wah! Aku tidak sabar pamer ke banyak orang kalau memiliki saudara bangsawan.”


“Hahaha! Minum yang banyak, Kak Gin!” Si rambut merah tampak bahagia.


Setelah makan dan minum anggur, Ciel kemudian berpamitan.


“Aku tidak kuat lagi,” ucap Ciel dengan ekspresi pura-pura mabuk. “Sayang … ayo kita pergi ke kamar. Aku sudah tidak sabar.”


“Ini tempat umum,” bisik Camellia yang pura-pura malu.


Di depan pandangan iri banyak orang, Ciel dan Camellia pergi ke kamar mereka. Sementara itu, ketiga saudara saling memandang.


“Jangan iri, kalian berdua! Setelah kita menjadi bangsawan … kita pasti juga memiliki pasangan cantik seperti Kak Hara!


Kita harus mengingat kebaikan Kak Gin. Lalu … kalian tahu apa yang harus dilakukan, kan?” ucap si kepala merah.


“Tentu saja kami tahu, Kak!” jawab dua lainnya bersamaan.


Memang, informasi yang Ciel berikan 75% benar. Sedangkan soal hadiah, itu masih tergantung Charles. Hanya saja, ketiga saudara itu tidak tahu. Ciel telah datang ke Ibukota dua hari sebelumnya. Pemuda itu juga telah menghubungi dua kelompok bayaran yang tidak kalah terkenal daripada Rainbow Stinger.


Masuk ke dalam kamar, ekspresi mabuk Ciel langsung menghilang. Dia dengan santai menjatuhkan diri ke atas ranjang dengan wajah tak acuh.


“Anda benar-benar telah membuat kekacauan, Tuan.”


Ciel memandang Camellia yangs sedang menatapnya penuh dengan kekaguman dan rasa takut.


Ciel kemudian duduk di atas ranjang tampak begitu tenang. Pemuda itu mengangkat sudut bibirnya, tersenyum dengan dingin.


“Seluruh pemain telah bersiap. Setelah satu minggu, akan ada kejutan dalam perang. Ya … biarkan tirai terbuka! Beri mereka kejutan.


Perang yang terlalu biasa … bukankah itu membosankan?”

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2