Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Bukan Sosok Yang Bisa Disentuh


__ADS_3

“A-Apa yang anda inginkan?”


Ralph tampak ragu. Dia merangkak ke depan, mencoba menghalangi sosok Catherine di belakangnya. Pria itu tidak ingin istrinya sendiri terlibat karena kebodohannya. Dia tidak ingin melakukan hal ceroboh dan terjatuh ke lubang lain.


“Kamu bisa tenang. Hal itu sama sekali tidak ada hubungannya denganmu,” ucap Ciel dengan ekspresi santai.


“L-Lalu … lalu apa yang anda inginkan?” tanya Ralph dengan ragu.


“Aku bisa menyelesaikan masalahmu dengan si Baron. Bisa dibilang, selama kamu hidup, dia tidak akan berani mengganggumu. Namun, aku menginginkan sesuatu …


Setelah kamu mulai memproduksi anggur. Aku ingin mendapat 30 … tidak. Aku ingin mendapat 25% dari anggur yang kamu produksi. Kontrak itu berlaku selamanya.


Kamu harus mengirimnya setiap akhir musim semi, musim panas, dan musim gugur. Tiga kali dalam setahun.”


Mendengar ucapan Ciel, Ralph tertegun. Dia tidak menyangka penawarannya akan semudah itu. Jika dia bisa kembali memproduksi anggur, meski harus disetorkan ke Baron 25% dan Ciel 25%, masih ada 50% yang bisa dijual. Paling tidak, dia tidak akan hidup dengan kondisi buruk seperti ini.


“A-Apakah itu benar, Tuan?”


“Aku juga bisa memberimu tawaran yang lebih menarik. Apakah kamu ingin mendengarnya?” Tidak menjawab, Ciel malah kembali bertanya.


“S-Saya ingin mendengarnya, Tuan.” Ralph berkata dengan gugup.


“Aku dengar, sedari dulu … keluargamu hanya memproduksi anggur dengan skala kecil karena keterbatasan lahan dan pekerja. Pada akhirnya, di generasimu … usaha ini bahkan nyaris bangkrut dan mati.”


“...” Tidak menjawab, Ralph hanya bisa menunduk malu.


“Aku memiliki lahan subur yang sangat luas. Cocok untuk menanam anggur. Jika kamu ingin, pergilah ke wilayahku lalu menjadi bawahanku.


Aku akan membuka kilang anggur yang besar. Hasil bersih dari penjualan anggur, yang berarti sudah dipotong biaya tenaga kerja, perawatan, transportasi, dan semacamnya … kamu akan menerima 5% dari hasil penjualan.


Jangan buru-buru menolak. Mungkin 5% terdengar sedikit, tetapi … aku rasa itu sudah bisa membuatmu kaya. Memiliki manor, banyak orang yang mau bekerja di bawahmu, dan keuntungan lainnya.


Kamu tahu kenapa?”


Ralph mendongak, menatap Ciel yang tersenyum misterius dengan ekspresi gugup. Dia tidak bisa tidak bertanya.

__ADS_1


“K-Kenapa, Tuan?”


“Karena lahan yang akan digunakan untuk menanam anggur sangat luas. Kilang anggur juga akan besar. Tempat itu akan menjadi satu-satunya tempat memproduksi anggur di sebuah wilayah.


Ya … sebuah wilayah yang paling tidak dimiliki seorang Marquis.”


Ciel memang sudah membuka lahan luas di Wilayah Black Lily yang berbatasan dengan Wilayah Scarlet Roze. Tanah itu memang cocok untuk menanam tanaman seperti anggur. Total wilayahnya mirip dengan wilayah dua orang Marquis, tetapi bagian anggur … Ciel ingin lebih memfokuskan pada Wilayah Black Lily.


Pangeran itu berniat untuk memperkaya wilayah utama miliknya. Membuat dirinya bisa mengembangkan prajurit kuat baik di divisi utama atau tiga divisi bayangan. Dari hasil bersih penjualan anggur, 50% akan dimasukkan dalam kepentingan wilayah, 5% akan diberikan kepada Ralph, sedangkan 45% akan masuk ke kantongnya sendiri. Tentu saja, itu akan digunakan untuk menumbuhkan dan memperluas prajurit dalam divisi bayangan.


Ciel sama sekali tidak khawatir Ralph akan menolak. Lagipula, orang itu sudah seperti binatang sekarat dan kehausan. Sementara dirinya seperti orang yang membawa makanan dan air di depannya.


Dibawah pilihan hidup lebih baik atau mati … siapa yang akan cukup bodoh untuk memilih kematian?


Benar saja, Ralph memandang Ciel dengan ekspresi cerah. Tampak luar biasa. Namun, masih ada sedikit keraguan dalam tatapannya.


Melihat itu, Ciel mengangkat sudut bibirnya. Meletakkan kembali botol anggur di rak dan mengembalikan cawan ke kantong dimensi, dia mendekati sosok Ralph dan Catherine.


Meletakan tangan kanan di dada kiri, Ciel membungkuk sopan.


“Perkenalkan, namaku Luciel Dawnbringer … Pangeran ke-8 dari Kekaisaran Black Sun.”


“Budak ini telah menemui Tuannya!” ucap Ralph dengan nada hormat, menyerahkan diri kepada Ciel.


“Bagus.” Ciel mengangguk dengan senyum tipis di bibirnya. “Aku berjanji, kamu tidak akan menyesali ini.”


“Budak ini percaya kepada Tuannya!”


“Angkat kepala kalian. Lalu … ceritakan, seperti apa Baron yang menguasai daerah ini.”


Melihat operasi Ciel tentang manipulasi, menarik orang ke sisinya, dan lainnya … Clark tampak sudah terbiasa. Savian tampak sangat kagum. Baginya, ucapan Ciel bahkan lebih meyakinkan daripada semua bangsawan yang telah dia temui … termasuk ayahnya.


Sedangkan Ferel, ekspresinya stagnan. Dia benar-benar tercengang dan hanya bisa mengeluh dalam hati.


Apakah ini kekuatan Pangeran Luciel? Begitu cerdik dan licik … benar-benar ganas?

__ADS_1


Aku harus banyak belajar darinya.


...***...


Sementara itu, di Kastil Green Oak.


Dalam ruang keluarga, sosok Boris terlempar dan merusak beberapa perabotan. Tidak jauh dari sana, terlihat sosok pria paruh baya gempal yang memiliki wajah mirip dengannya. Orang itu adalah ayah Boris, Baron Oakson.


“Kenapa kamu memukul putra kita, Sayang? Beraninya kamu … apakah kamu sudah gila! Jika kamu masih berani, aku akan meninggalkanmu!”


Sosok wanita gempal dengan riasan tebal berteriak kepada Baron Oakson. Tentu saja dia adalah istri Baron sekaligus ibu dari Boris.


“Meninggalkanku? Wanita bau sepertimu? Bahkan aku berani membunuh kamu dan putra tidak berguna yang kamu lahirkan!”


Melihat bagaimana suaminya yang biasanya santai benar-benar marah, istri Baron yang awalnya arogan langsung ketakutan. Dia tidak lagi berani membantah, malah berusaha menenangkan pria paruh baya itu.


“Tenang, Sayang. Kenapa begitu marah … anak bodoh itu tidak tahu apa-apa. Bukankah lebih baik memaafkannya? Dia pasti akan berubah.”


“Berubah? Lihat bagaimana dia membuat masalah di mana-mana hanya karena wanita! Daripada bangsawan, si bodoh ini lebih mirip monyet di musim kawin!” teriak Baron Oakson.


“Bukankah itu hanya wanita desa? Dengan kekuatan kita-”


“DIAM!!!” teriak Baron Oakson. “Tidak apa-apa? Kamu berpikir bahwa karena kamu, wanita tua tidak berguna sekarang istri bangsawan … kamu merasa anakmu bisa seenaknya?”


“Tapi-”


“AKU BILANG DIAM! Baron kecil sepertiku sama diangkat oleh seorang Count. Seorang Count dianggap bangsawan menengah dan diangkat oleh Duke. Sedangkan Duke sendiri dipilih langsung oleh Raja.


Kamu tahu siapa yang kamu coba provokasi, Bocah bau! Pemuda itu adalah Yang Mulia Luciel Dawnbringer! Pangeran dari Kekaisaran Black Sun!


Sosok seperti dirinya, bahkan Raja kami harus tersenyum dan hormat ketika menyambut kedatangannya! Kalian, wanita tua dan bocah tidak berguna … berani memprovokasi Yang Mulia Luciel hanya karena memiliki aku? Bodoh!


Bahkan Count yang telah memilihku akan dibuang dan dilengserkan hanya dengan acungan jarinya. Berhenti membuat masalah untukku, Bocah bau!”


Mendengar ucapan Baron Oakson, istrinya langsung menggigil ketakutan. Sementara Boris, pria gempal itu benar-benar pucat pasi. Dia sama sekali tidak menyangka, ternyata orang yang dia coba provokasi adalah …

__ADS_1


Sosok yang tidak bisa dia sentuh!


>> Bersambung.


__ADS_2