Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Api di Kota Blackrock


__ADS_3

Sial! Sial! Sial!


Pagi hari sebelum matahari terbit. Dari atas benteng, David Nixon tampak muram ketika melihat pasukan besar yang berkumpul tidak jauh dari kota.


Seperti namanya, benteng adalah bangunan yang digunakan untuk bertahan, mirip dengan kastil. Bisa dibilang ada tiga jenis bangunan utama bagi para bangsawan tingkat tinggi. Ketiga bangunan itu adalah istana, kastil, dan benteng.


Istana adalah bangunan yang bisa dibilang sebagai pusat kerajaan atau kekaisaran. Bangunan itu juga tempat Royal Family tinggal. Sedangkan kastil dan benteng sebenarnya memiliki fungsi yang mirip yaitu sebagai simbol status dan tempat berlindung. Keduanya juga memiliki karakteristik sama yaitu sulit diserang dan mudah dipertahankan.


Jika perbedaan, tentu saja bentuk bangunannya. Kastil itu biasanya terlihat lebih tinggi daripada benteng. Juga, keduanya dibangun di lokasi yang berbeda. Biasanya kastil dibangun di atas bukit atau pegunungan rendah, tempatnya sulit dicapai oleh musuh. Sedangkan benteng biasanya di tempat yang lebih datar dan berada di lokasi perbatasan dengan wilayah lain.


Meski berada di benteng, David merasa tidak nyaman. Apalagi setelah mendengar kalau bocah yang dia hina ternyata Iblis tingkat tinggi. Dia menggertakkan gigi, merasakan penghinaan yang diberikan oleh Ciel terhadapnya.


Dengan kemampuannya, Ciel seharusnya bisa menyusup ke dalam benteng dan melakukan pembantaian. Namun pemuda itu sama sekali tidak melakukannya dan memilih memimpin 5 Viscount yang dia angkat untuk melawan David. Jelas, pemuda itu berniat menggunakan Keluarga Nixon sebagai batu pijakan sekaligus ancaman terhadap wilayah tetangga.


“Saya datang untuk melapor, Tuan!” seru seorang ksatria yang mendekati David.


“Ada apa? Apakah Pangeran Luciel akhirnya menerima permintaan maafku?” tanya David penuh harap.


Setelah mendengar kalau Ciel adalah Iblis level 5 (menengah), David langsung mengirim surat permintaan maaf dan memilih untuk menyerah. Dia bilang kalau akan menyerahkan wilayah serta gelar kebangsawanannya. Namun sama sekali tidak ada jawaban.


Bukannya langsung menjawab, ksatria itu membawa beberapa perkamen dan memberikannya kepada David. Ketika melihat isi perkamen, pria paruh baya itu tampak pucat dan putus asa. Dalam perkamen itu, Ciel menyebutkan kalau telah mengirim dokumen asli tentang hubungan David dengan Marquis Lawyer ke Royal Capital.


Dalam tujuh hari, 5 orang Viscount tidak hanya menyapu desa dan kota. Mereka juga diberi misi untuk mengambil dokumen dan catatan transaksi apapun yang berhubungan dengan David. Benar saja, usaha mereka membuahkan hasil. Bukti-bukti kecil berkumpul dan menjadi bukti yang tidak bisa disangkal.


Jika pada awalnya David berusaha pindah ke wilayah Marquis Bathory, sekarang dia tidak bisa melakukannya. Apabila dia memaksa pergi, Marquis Bathory juga akan menolaknya untuk mencari aman. Lagipula, sekarang dia sudah menjadi pengkhianat Kekaisaran Black Sun. Dia tidak bisa lari.


Melihat mentari yang terbit, David memejamkan matanya. Meski dia sombong dan licik, pria paruh baya itu sadar kalau semuanya telah berakhir. Bukan hanya dia, bahkan para ksatria merasa putus asa. Mereka sadar kalau telah melakukan banyak hal buruk dan tidak mungkin diampuni.

__ADS_1


Suara terompet terdengar dari kejauhan disusul dengan suara derap kaki kuda. Pasukan dari segala sisi langsung menuju ke arah Kota Blackrock.


Melihat pemandangan itu, David meraung sekeras-kerasnya.


“Persiapkan pasukan! Pertahankan gerbang! Aku tahu kita tidak akan menang, tapi kita juga tidak mungkin hanya diam dan menunggu mati!


Orang-orangku … paling tidak bawa satu orang untuk pergi mati bersamamu!!!”


...***...


Di gerbang kota bagian selatan, ledakan dahsyat terdengar.


Gerbang yang kokoh benar-benar bisa dihancurkan. Ketika kepulan asap menghilang, tampak seorang Minotaur hitam yang membawa kapak raksasa. Tanpa menunggu lawan bereaksi, makhluk itu meraung.


“Saudaraku, tunjukkan kepada dunia kekuatan kita … para Minotaur! Bunuh musuh! Tunjukkan kepadan Tuan bahwa kita pantas mendapat kepercayaannya!”


Setelah seruan Asterious, teriakan demi teriakan yang penuh semangat terdengar. Dalam sekejap mata, pasukan infanteri dari suku Minotaur masuk ke dalam kota dalam mulai membanjiri lawan-lawannya. Di belakang mereka, pasukan Gnoll dan Troll juga datang.


BRUAK!


Sebelum menyelesaikan ucapannya, kepala ksatria itu terbang ke udara. Tubuh tanpa kepala itu langsung jatuh dan cairan merah mulai membasahi tanah.


Pada saat orang-orang tertegun, suara marah Asterious terdengar.


“Kalian ingat perkataan Tuan Luciel??? BERSIHKAN!!!” teriak Asterious.


“OOOHHH!!!”

__ADS_1


Para prajurit dari suku Minotaur tampak memiliki semangat lebih tinggi sementara ksatria pihak lawan menjadi semakin putus asa. Adegan berdarah dapat dilihat dimana-mana kemudian.


Berbeda dari gerbang selatan, gerbang timur lebih sulit ditembus karena di sana ada area cukup luas serta banyak pemanah yang berjaga di atas tembok. Hal itu membuta para ksatria kesulitan untuk maju. Pada saat itu, suara anak panah yang merobek udara terdengar.


Swoosh! Swoosh! Swoosh!


Bukan hanya satu atau dua panah, tetapi suara anak panah terus-menerus terdengar. Ketika para ksatria melihat ke atas tembok. Pemanah pihak lawan jatuh satu per satu. Satu panah senilai satu nyawa, benar-benar hal yang mengerikan.


Pada saat mereka melihat ke arah anak panah berasal, orang-orang terkejut melihat seorang Dark Elf cantik yang duduk di atas kuda hitam dengan ekspresi tak acuh. Dia terus menarik tali busur dan menembakkan anak panah seolah mesin pemanah otomatis.


“Apa yang kalian lamunkan! Kesempatan terbuka! SERANG!!!” Viscount Lawrence berseru sambil memacu tunggangannya menuju ke gerbang timur.


Meski pria paruh baya itu takjub dengan kemampuan bawahan Ciel, dia tahu apa yang harus diprioritaskan sekarang. Lagipula, pria paruh baya itu tidak ingin tampil buruk di depan tuan barunya.


Pasukan yang dipimpin oleh Viscount Lawrence dan Viscount Carter pun langsung maju menembus gerbang timur.


Pemandangan yang mirip juga terjadi di gerbang utara. Viscount Foster dan dua lainnya memimpin pasukan untuk menyerang gerbang utara. Karena banyaknya jumlah mereka dan ksatria yang ditempatkan di utara lebih sedikit, mereka dengan mudah menerobos.


Hal yang berbeda terjadi di barat. Selain Minotaur, Gnoll, dan Troll yang menyerang bagian selatan, ras Heteromorphic lain menunggu di gerbang barat. Gerbang yang menentukan harapan atau keputusasaan. Jika bisa melarikan diri lewat gerbang barat, meraka bisa pergi ke wilayah milik Marquis Bathory yang beberapa kilometer jauhnya dari kota.


Di sini Ciel jelas mengetes kesetiaan para Orc. Sedangkan para Goblin, mereka agak kurang akal dan suka bertarung. Lebih tepatnya, mereka seperti umpan meriam.


Seperti yang Ciel duga, pertarungan kejam terjadi di gerbang barat. Namun para Orc juga bukan vegetarian, mereka benar-benar melakukan pekerjaan yang baik. Tidak ada musuh yang berhasil kabur maupun lolos.


Ciel yang berada di depan camp tanpa maju untuk bertempur puas ketika melihat Kota Blackrock yang diselimuti oleh api. Tidak seperti pertempuran biasa yang berlarut-larut, pada sore hari, perang sudah sampai titik akhir.


Perasaan kritis tiba-tiba mendatangi Ciel. Saat melihat ke barat, pemuda itu melihat awan hitam yang hampir menutupi langit sore, membuat dunia lebih gelap. Namun ketika dia melihat menggunakan ‘Eye of The Lord’, wajah pemuda itu menjadi pucat. Alasannya adalah …

__ADS_1


Yang datang dari barat bukanlah awan badai, tetapi iblis belalang yang tak terhitung jumlahnya sampai-sampai menutupi langit.


>> Bersambung.


__ADS_2