
Dalam kantor Ciel, tampak empat orang duduk di dua sofa yang saling berhadapan.
Di meja depan empat orang itu, terlihat empat cangkir teh yang masih mengepul. Mereka saling berhadapan tanpa mengucap sepatah kata. Lebih tepatnya, tiga orang lainnya menunggu seseorang untuk bicara.
“Perkenalkan, ini salah satu selirku, Camellia. Selain dia, ada juga yang lainnya. Yang jelas, empat wanita yang kalian lihat tadi adalah tunangan dan selirku.
Camellia, yang muda itu bernama Ryo. Sedangkan yang tua bernama Gordon. Mereka juga akan mulai menjadi salah satu orang kepercayaanku mulai sekarang.”
“Saya mengerti, Tuan.”
Camellia duduk sambil bersandar kepada Ciel. Dia melirik Ryo dan Gordon lalu mengangguk ringan untuk menyapa. Kemudian dia mengabaikan keduanya. Gadis itu hanya ingin duduk di dekat Ciel untuk mengobati rasa rindunya.
“Untuk beberapa orang lainnya, kalian akan mengenalnya ketika makan malam bersama. Ada juga beberapa orang yang berada di kota lain, mungkin mereka akan datang beberapa hari lagi.”
Apa yang Ciel maksud tentu saja Jean dan Asterious. Seolah menyadari sesuatu, dia menatap ke arah Camellia.
“Ngomong-ngomong … aku tidak melihat Clark tadi. Dia ada di mana?”
“Clark?” Camellia memiringkan kepalanya. “Dia pergi ke Kota Blackrock satu minggu yang lalu.”
“Untuk apa?” Ciel mengerutkan kening.
“Laporan musiman. Karena Asterious sangat sibuk dan tidak memiliki orang kepercayaan yang kuat, Clark memutuskan untuk membantunya.”
“Jadi begitu …”
Ciel menghela napas lega. Dia berpikir kalau si kadal bersayap mencoba memberontak ketika dirinya pergi dari Wilayah Blackfield. Jika sampai seperti itu, pemuda itu tidak akan keberatan mendidik Clark lebih keras.
“Apakah Clark sudah mulai membeli … itu?” tanya Ciel.
Camellia menggeleng ringan. “Ketika anda pergi, itu sudah hampir akhir musim gugur. Sampai musim dingin … apa yang Clark cari tidak tersedia.”
Mendengar itu, Ciel menghela napas.
“Dia pasti tertekan. Ya … keluar ke Kota Blackrock mungkin bisa menyegarkan pikirannya.”
Ryo dan Gordon saling memandang. Akan tetapi, hanya Ryo yang memiliki pikiran rumit. Dia diam-diam mencatat nama Asterious dan Clark dalam hatinya.
Asterious? Clark? Siapa mereka berdua? Kenapa Pangeran Luciel sampai menghela napas seperti itu ketika membicarakan mereka?
Dari ekspresi Pangeran Luciel, mereka pasti sosok merepotkan dan sulit dihadapi.
Membayangkan dua orang yang lebih merepotkan daripada Ciel, Ryo merasa agak tertekan. Dia bahkan mengutuk dalam hati.
__ADS_1
Bukankah satu Pangeran Luciel sudah cukup? Siapa lagi Asterious dan Clark ini? Benar-benar membuat depresi!
“Ryo.”
Mendengar suara yang memanggilnya, Ryo tersadar dari lamunannya. Dia kemudian menoleh ke arah Ciel dan membalas dengan hormat.
“Ada apa, Tuan?”
“Sebelumnya, kamu adalah salah satu orang kepercayaan Ayah. Aku percaya, kamu memiliki pengetahuan tertentu tentang pemerintahan, kan?”
“Itu …” Ryo tampak linglung. “Meski tidak banyak, saya mengetahui beberapa hal tentang hal itu, Tuan.”
“Bagus! Kalau begitu, setelah kamu lebih mengenal rekan-rekanmu yang lain, aku akan mengirimmu ke Kota Black Orchid. Kota itu dan daerah sekitarnya … aku akan menyerahkannya kepadamu.”
Mendengar itu, bukan hanya Ryo, bahkan Gordon dan Camellia juga terkejut. Mereka tidak menyangka kalau Ciel langsung mempercayakan Kota Black Orchid dan daerah sekitarnya kepada Ryo. Lagipula, secara tidak langsung, hal itu seperti memberi gelar seorang Viscount atau bahkan Count secara langsung.
Padahal, Ciel sendiri memiliki pikiran yang berbeda. Daerah Greenscale telah diserahkan kepada Jean. Daerah Blackrock telah diserahkan kepada Asterious. Terakhir, Daerah Black Orchid akan diserahkan kepada Ryo untuk dikelola.
Selain itu, Ciel juga sudah memiliki tiga belas pelayan baru yang akan membantu Jenny dan Verrona untuk mengelola permasalahan pemerintahan Daerah Black Lily dan Wilayah Blackfield.
Siapa yang peduli gelar apa? Selagi orang itu adalah bawahan yang setia, aku tidak terlalu banyak berpikir. Yang terpenting … aku akan segera terbebas dari pengelolaan wilayah yang menyebalkan dan melelahkan ini!
Jika orang lain tahu apa yang dipikirkan Ciel, mereka pasti akan terdiam dan tak bisa berkata-kata. Lagipula, sangat jarang ada penguasa semacam itu baik di Kekaisaran Black Sun atau kerajaan lainnya.
Para pemimpin pasti akan takut pengkhianatan atau hal-hal merugikan lainnya. Mereka pasti memilih untuk mengawasi dengan ketat dan melakukan berbagai pencegahan. Sementara Ciel memiliki keuntungannya tersendiri.
Seperti Daerah Blackrock sebelumnya. Mencoba melawan atau mengkhianati? Jawabannya sederhana, kematian yang menanti.
Meski sifat yang super malas, Ciel adalah sosok yang sangat menentukan dalam mengambil keputusan. Bukan hanya para bawahannya yang mengetahui itu, bahkan orang-orang di Wilayah Blackfield, khususnya para bangsawan juga mulai mengetahuinya.
Ciel kemudian menatap Gordon.
“Gordon.”
“Ya, Tuanku.” Gordon menjawab dengan ekspresi tegas.
“Aku akan memberimu tugas yang teramat berat. Aku harap, kamu tidak akan mengecewakan diriku.
Aku ingin kamu menjadi kepala Akademi Black Lily yang sedang aku buat. Tempat itu akan menjadi sekolah untuk mendidik murid-muridnya belajar membaca dan etiket. Selin itu, mereka juga diajari untuk bertarung dan menggunakan sihir.”
“Akademi? Sekolah untuk para bangsawan?” tanya Gordon dengan ragu.
Mendengar pertanyaan Gordon, Ciel langsung menggeleng ringan.
__ADS_1
“Tidak. Akademi Black Lily akan menerima murid dari semua kalangan masyarakat. Juga, biaya sekolah gratis!
Tentu saja, tidak semua anak bisa mendaftar. Untuk sekarang, kita hanya menerima anak-anak yang memiliki bakat bagus dengan latar belakang keluarga yang jelas dan bersih. Maksudku bukan bangsawan, tetapi paling tidak mereka tidak berasal dari keluarga penjahat atau semacamnya.
Tidak peduli apa latar belakang mereka. Selama mereka bersih, tidak ada perlakuan berbeda antara bangsawan atau rakyat biasa dalam Akademi Black Lily! Bahkan, kami juga menerima yatim piatu berbakat yang bisa melayani Wilayah Blackfield di masa depan.”
Mendengar itu, tiga orang lainnya tercengang. Bukan hanya membuka Akademi yang biasanya hanya digunakan untuk mengajar anak bangsawan untuk mengajar rakyat biasa. Selain gratis, mereka sangat terkejut tentang keadilan yang tidak membedakan antara bangsawan dan rakyat biasa.
“A-Apakah hal semacam itu bisa dilakukan, Tuan?” tanya Gordon dengan ragu.
Sebagai tanggapan, Ciel menatap dingin sambil balik bertanya kepada Gordon.
“Apakah menurutmu … hal itu mustahil?”
“T-tentu saja tidak, Tuan! Hanya saja, itu pasti akan membuat banyak orang tidak puas. Jadi-”
“Siapa yang memiliki Wilayah Blackfield? Itu aku.
Siapa yang memberi gelar Viscount atau Count pada wilayah ini? Itu aku.
Mencoba menantang pendapatku? Merasa kalau mereka adalah bangsawan suci atau semacamnya? Jangan bercanda!
Seorang pembelot, aku tak keberatan menggorok leher mereka dan memajangnya di luar dinding kota agar dunia melihat. Di Wilayah Blackfield … ucapanku, MUTLAK!”
Mendengar ucapan sombong dan merasakan aura mendominasi yang keluar dari tubuhnya membuat yang lainnya merinding. Mereka tidak menyangka, sosok yang biasanya malas dan tak acuh itu ternyata begitu sombong serta mendominasi.
Sekali lagi, ucapan dingin Ciel masuk ke telinga mereka.
“Omong kosong bangsawan apa. Di Wilayah Blackfield, mencoba memonopoli pengetahuan dan membiarkan rakyat tetap bodoh tidak akan dibiarkan.
Aku katakan sekali lagi. Tidak ada yang bisa mencegah diriku untuk membuat Wilayah Blackfield menjadi lebih baik.
Coba saja menghentikanku, lalu … MATI.”
Ryo dan Gordon memandang Ciel dengan ekspresi terkejut. Sebagai sosok dari rakyat biasa, mereka merasa kalau apa yang di dalam hati mulai membara. Keduanya merasa kalau sosok Ciel adalah sosok pemimpin yang selama ini mereka cari.
Sedangkan Camellia, di matanya hanya ada pemujaan kepada kekasihnya. Tatapan penuh dengan rasa cinta, kekaguman, dan kebanggaan.
Ciel sendiri … memiliki pemikiran lain.
Siapa yang mencoba menghentikanku untuk mengasah bakat-bakat muda untuk membuat masa depanku lebih nyaman? Siapa!
Tunjukkan diri kalian dan aku akan langsung menghapus kalian!
__ADS_1
Masa depan santai dan tenang yang aku inginkan … tidak ada yang boleh menghalanginya!
>> Bersambung.