
Keesokan paginya.
Isabella datang ke kamar Ciel untuk mengirim sarapan karena pemuda itu sedang tidak ingin turun ke bawah untuk makan.
Melihat sosok pemuda tampan dan apa yang terjadi semalam, Isabella menggigit bibir bawahnya dengan tatapan tanpa daya. Selain memainkannya dan membuatnya hampir gila, sang tuan benar-benar tidak memakannya. Menggodanya dan mempermainkannya begitu saja.
Delapan belas tahun, kah? Hanya dua tahun … aku akan menunggunya.
Isabella berpikir dalam hati. Meski benar-benar ingin Ciel memakannya, dia juga tahu kalau dirinya tidak bisa memaksa untuk menerobos begitu saja. Jika wanita itu mencoba melanggar batas bawah Ciel karena terbawa nafsu, dia mungkin akan terbunuh begitu saja.
Ingin tetapi tidak bisa melakukannya. Benar-benar tak tertahankan. Anda begitu jahat … Tuan.
“Terima kasih sudah membawakan sarapanku, Isabella.”
Ciel yang duduk di depan meja belajar sibuk menulis sesuatu di atas perkamen dengan pena bulu di tangannya.
Isabella yang mendengarkan suara Ciel langsung tersadar dari lamunannya. Dia dengan sopan mendekat lalu meletakkan sarapan di sisi meja yang kosong sembari membalas lembut.
“Itu sudah tugas saya, Tuan.”
“Kalau begitu kamu boleh kembali.”
“Sesuai perintah anda, Tuanku.”
Setelah melihat Isabella meninggalkan ruangan, Ciel berhenti menulis. Dia meletakkan pena bulu ke samping, menutup wadah tinta, lalu menyingkirkan perkamen.
Ciel kemudian mengambil sarapan yang disiapkan oleh Isabella untuknya. Di sana ada sandwich berisi irisan daging dan sayur. Hanya ada satu potong. Selain itu ada salad buah serta jus. Untuk sarapan, dia biasanya tidak makan terlalu banyak. Ya … bagi Ciel, hal seperti itu tidak dianggap banyak.
Selesai sarapan, Ciel menyingkirkan peralatan makan ke samping lalu mulai kembali menulis. Apa yang sekarang sedang dia tulis adalah nama-nama para Dark Elf di ruang bawah tanah.
Selain Verrona yang bekerja membantu Ariana serta Lyfalia yang akan Ciel tugaskan untuk mengatur penginapan di Kota Black Lily, dia mulai mengatur penempatan para Dark Elf di delapan daerah kekuasaannya kecuali Kota Blackrock.
Usai mengatur segala sesuatu yang diperlukan, Ciel melihat kalau matahari telah tinggi. Sadar kalau dirinya kembali lupa waktu, pemuda itu hanya bisa tersenyum pahit.
__ADS_1
Keluar dari kamarnya, Ciel kemudian menuju ruang kerja Camellia dan Ariana. Memberi pelukan hangat sebentar sambil berbicara beberapa patah kata. Hanya saja, karena Camellia masih dalam kondisi tidur, pemuda itu hanya bisa menyapa Ariana.
Ciel kemudian pergi menuju kandang. Pemuda itu menyapa Ular Bersayap dan Abyssal Basilisk sebelum pergi menuju kandang Deschia dan mengeluarkannya.
Ciel dan Deschia kemudian terbang di sekitar kastil untuk menghilangkan stress sambil mencari Elena. Menemukan wanita yang selesai patroli, Ciel kemudian menghabiskan waktu sebentar dan makan siang bersamanya. Setelah itu, dia membawa Deschia kembali ke kandang.
Memiliki tiga kekasih, keadilan masih diperlukan. Dan itu … agak melelahkan.
Setelah itu, Ciel kemudian mengawasi para prajurit dari tiga divisi bayangan yang sedang berlatih. Khususnya Theo, Clark, dan Shana. Kemudian, dia akhirnya kembali untuk mandi dan bersantai sejenak.
Itu kehidupan harian Pangeran Luciel. Bekerja sebentar, menghabiskan waktu dengan kekasihnya, mengawasi bawahannya, dan akhirnya kembali. Daripada bekerja, dia benar-benar banyak menghabiskan waktu untuk berkeliling. Tentu saja bukan tanpa manfaat, karena dia bisa melihat semua proses dan mengoreksi jika ada kesalahan.
Ya … meski jarang terjadi kesalahan. Hari-hari seperti ini memang menyenangkan.
Ciel mengangguk puas. Baru tahap awal, dia sudah bisa ‘hampir’ lepas dari banyak pekerjaan. Pemuda itu menargetkan, tahun depan dia harus merekrut semakin banyak pasukan dan calon pegawai pemerintahan.
Jadi dia hanya perlu mengecek beberapa dokumen. Masalah pemerintahan, sudah ada yang mengurus. Masalah keamanan, sudah ada yang mengurus. Ciel ingin menghabiskan waktu dengan santai bersama kekasihnya atau bahkan bersantai sendiri dengan suasana tenang di sekitar.
Untuk itu! Aku harus mengejar target! Lima … tidak! Dalam tiga tahun, aku harus kembali menjalankan kehidupan malas. Menjadi pemalas aling sukses di seluruh South Duchy!
“Selamat datang kembali, Tuan!”
Para Dark Elf cantik yang semakin terawat dan memancarkan aura kuat memberi hormat kepada Ciel. Melihat para wanita dengan tubuh indah dan kencang karena latihan itu membuat dirinya mengangguk puas. Pemuda itu merasa kalau usahanya membesarkan mereka secara diam-diam tidak salah.
Karena Verrona sekarang tinggal di permukaan, orang yang memimpin para Dark Elf adalah Lyfalia. Melihat wanita paling cantik di antara para Dark Elf tetapi memakai satu penutup mata membuat Ciel mengangkat sudut bibirnya.
“Lyfalia!”
“Iya, Tuanku.”
Lyfalia yang mendatangi Ciel langsung berlutut di depan pemuda itu layaknya seorang ksatria. Wanita itu menunggu perintah tuannya. Namun apa yang menyambutnya adalah sentuhan telapak tangan yang lembut dan halus di atas kepalanya.
“Kamu telah memimpin dan melatih para Dark Elf dengan baik.”
__ADS_1
Merasakan kepalanya dielus, rona merah muncul di pipi Lyfalia. Gadis yang biasanya bersikap keras dan sinis itu benar-benar merasa malu. Tidak menyangka kalau sang tuan akan memujinya.
“Itu sudah tugas saya, Tuanku.”
Lyfalia berkata dengan nada tulus, tidak munafik atau sombong. Membuat Ciel semakin puas dengannya.
“Di sini aku akan mengumumkan kalau kalian semua akan segera keluar dari sini satu minggu kemudian. Tentu saja, kalian keluar bukan untuk bermain, tetapi menjalankan misi.”
Para Dark Elf cantik saling memandang. Meski mereka semua keluar untuk menjalankan tugas dan tidak bebas, hal itu tetap tidak mencegah mereka semua bersemangat. Ciel kemudian mulai memanggil delapan orang yang akan ditugaskan untuk menjadi pemilik penginapan.
Setelah itu, Ciel memberi mereka secarik kertas dengan nama sepuluh Dark Elf yang akan menjadi bawahan mereka.
“Delapan penginapan, setiap penginapan memiliki 11 orang untuk mengelola. Berarti akan ada 88 orang. Sedangkan sisanya, mereka akan ikut di penginapan Kota Black Lily karena perjalanan panjang tidak terlalu cocok bagi anak kecil. Apa kalian mengerti?”
“Mengerti, Tuan!” jawab para Dark Elf serempak.
“Tujuh pemimpin penginapan telah naik ke level 4. Bahkan di antara kalian, Lyfalia dan Verrona yang telah berada di permukaan adalah level 4 (menengah).” Ciel berkata santai. “Selain itu, separuh anggota adalah level 3 dan sisanya level 2. Jadi, di wilayah ini, seharusnya tidak ada ancaman. Tentara bayaran atau bahkan ksatria di bawah bangsawan bukan lawan kalian.”
“...” Para Dark Elf mengangguk dengan tegas,
“Akan tetapi setiap penginapan hanya berisi 11 orang. Meski kalian tidak akan memiliki masalah, mungkin akan ada masalah jika harus berurusan dengan kelompok tentara bayaran besar atau satuan ksatria yang berjumlah lebih dari 50 orang.
Untuk itu, aku akan memberi setiap pemimpin sebuah emblem dan menulis surat untuk bangsawan di daerah itu agar tidak mengganggu urusan kalian. Jika masih ada orang yang mencoba melawan, bunuh! Anggap saja sebagai pengkhianatan. Jaga diri kalian baik-baik.
Kalian cantik dan mungkin kecantikan akan membawa kalian masalah. Aku ingatkan, tugas kalian adalah mencari informasi, tetapi tidak perlu membuang harga diri kalian untuk hal semacam itu. Kita membuka penginapan, bukan rumah bordil.
Jika ada yang membuat masalah, jangan ragu untuk melawan, aku ada di belakang kalian.”
Mendengar pertanyaan tegas Ciel, para Dark Elf merasa hangat di dalam lubuk hati mereka. Tidak menyangka sang tuan begitu baik, tidak hanya memanfaatkan mereka. Mereka diperlakukan sebagai pekerja, bukan budak atau hewan.
Dengan ekspresi syukur di wajah mereka, para Dark Elf membungkuk bersamaan.
“Terima kasih atas perhatian anda, Tuan!”
__ADS_1
>> Bersambung.