
Dua minggu setelah pembukaan Akademi Black Lily.
Dalam ruang kerja Ciel, dua orang sedang berlutut di depan pemuda itu.
“Terima kasih atas berkah anda, Tuan!”
Melihat keduanya, Ciel menghela napas panjang. Mereka adalah Jean dan Raniel. Dalam dua minggu ini, dia telah mencoba dan akhirnya menemukan cara untuk menyempurnakan kondisi cacat Entomancer.
Setelah melihat bagaimana Raniel kembali terlihat normal dan cantik, Ciel menghela napas lega. Pada saat percobaan, dia nyaris membunuh wanita itu. Tidak menyangka kalau Raniel cukup beruntung untuk selamat. Bahkan dengan ilmu pengetahuannya dan catatan Vonda, Ciel hanya memiliki kemungkinan berhasil 50%.
“Aku tidak terlalu membantu. Itu juga karena tekad dan keberuntunganmu, Raniel.”
Mendengar ucapan Ciel, Raniel dan Jean saling memandang lalu menggelengkan kepala. Bagi mereka, sosok pangeran itu terlalu rendah hati. Tidak hanya rendah hati, tetapi sangat baik dan tidak ingin mencolok.
Jika Ciel tahu apa yang ada pikiran para bawahannya yang terlalu meninggikan dirinya, pemuda itu pasti sudah bingung harus menangis atau tertawa. Ciel sendiri tidak pernah menganggap dirinya sempurna atau semacamnya. Bisa hidup tenang saja sudah membuatnya bahagia.
“Apakah anda memiliki perintah untuk kami, Tuan?” tanya Jean.
“Ada.” Ciel mengangguk.
“Tolong sebutkan saja, Tuan.”
Ciel yang melihat ekspresi serius kedua bawahannya itu menggeleng ringan sembari tersenyum.
“Jaga Daerah Greenscale dengan baik. Selain itu, aku berharap kamu bisa segera menembus level 5. Jika ada pertanyaan masalah peningkatan level, kamu boleh bertanya kepadaku.”
“Baik, Tuan!” jawab Jean.
Melihat dua orang yang akhirnya berpamitan, Ciel mengangguk ringan. Mengetahui bahwa Wilayah Black Lily mulai stabil, dia menghela napas lega. Sedangkan memikirkan Wilayah Scarlet Roze, pemuda itu sekali lagi mengerutkan kening.
Untuk wilayah itu … biarkan saja seperti sekarang untuk sementara.
Tok! Tok! Tok!
Mendengar ketukan pintu, Ciel segera berkata, “Masuk.”
Pintu segera terbuka lalu sosok Isabella memasuki ruangan. Ekspresinya terlihat sangat serius ketik membungkuk sopan.
“Ada surat untuk anda, Tuan.”
“Dari siapa?”
“Duke Raevern. Kelihatannya sangat penting.”
__ADS_1
“Bawa kemari.”
Mendengar perintah Ciel, wanita itu segera mendekat lalu meletakkan surat yang disegel di atas meja.
Karena sudah mempercayai Isabella sebagai kekasihnya sendiri, Ciel langsung membuka surat. Setelah beberapa saat membaca isinya, pemuda itu mengerutkan kening. Tidak menyangka ada hal semacam itu.
“Panggil Jenny untuk segera datang ke sini.”
“Baik, Tuan!” ucap Isabella sebelum meninggalkan ruangan.
Beberapa waktu kemudian.
Sosok Jenny dan Isabella memasuki ruangan. Tanpa mengatakan sepatah kata, Ciel langsung mengulurkan tangan yang memegang surat. Menyerahkannya kepada Jenny secara langsung.
Melihat apa yang tertulis dalam surat tersebut, ekspresi Jenny langsung menjadi pucat.
“B-Bagaimana bisa? Tidak mungkin Tez mengkhianati Kakak!” seru Jenny tidak percaya.
“Tidak ada yang tidak mungkin.” Ciel tampak tak acuh. “Sudah jelas, Tez dipaksa untuk melakukan itu. Ya … untung saja Raja Charles cukup beruntung.”
“En.” Jenny mengangguk. “Kak Charles beruntung karena bertemu rombongan Caravan Golden Dusk milik anda.”
“Mungkin itu sudah takdir.” Ciel berkata dengan ekspresi tak acuh.
Ciel hanya bisa menghela napas dalam hatinya. Firasatnya sekali lagi terbukti benar. Pemuda itu melihat Tez memiliki niatan buruk terhadap Charles. Hanya saja, Tez tampak sangat ragu. Jadi Ciel menyimpulkan kalau orang itu pasti terpaksa.
Tez meledakkan diri setelah gagal berusaha membunuh Raja Charles tanpa cara ekstrem. Seharusnya Charles mati bersama pasukannya ketika Tez meledakkan diri. Namun dia masih hidup karena potion pertahanan yang diberikan oleh Ciel sebelum kembali.
Ledakan yang dibuat oleh iblis level 5 (menengah) yang membakar sumbuh hidupnya sendiri. Paling tidak, itu sekuat Sen no Hana - Black Sakura milik Ciel. Jadi … masih selamat dari serangan seperti itu merupakan keberuntungan.
Sebenarnya keberuntungan Charles cukup baik. Ketika dia selamat tetapi sekarat, Caravan Golden Dusk melewati lokasi itu dan sengaja mengecek penyebab ledakan.
Sekarang Charles memulihkan diri di Kastil Raevern. Menurut orang itu, kakaknya sendiri mencoba menyabotase dirinya. Memfitnah Kekaisaran Black Sun telah membunuh seorang Raja dan menculik seorang putri.
Hal yang akan menyebabkan banyak Kerajaan di sekitar Kekaisaran Black Sun tidak puas. Kejadian itu akan membuat beberapa Kerajaan untuk bersatu dan melawan Kekaisaran Black Sun yang kuat.
Meski kuat, menghadapi lebih dari lima Kerajaan masih membuat Kekaisaran Black Sun dalam bahaya. Oleh karena itu, Ciel sendiri tanpa sengaja berkontribusi untuk mencegah perang. Tidak hanya itu, Raja Charles juga berkata bahwa dirinya memiliki hutang budi kepada pangeran pemalas itu.
Siapa yang mencoba memprovokasi Kerajaan sekitar? Bukankah ayah dan kakek itu suka hidup damai?
Kenapa orang-orang suka memulai perang? Untuk apa? Bahkan Kekaisaran Black Sun tidak pernah memperlakukan mereka dengan buruk!
Ciel tidak bisa tidak mengutuk dalam hatinya. Dia bahkan diam-diam memfitnah leluhurnya sendiri.
__ADS_1
Apakah leluhur Kekaisaran Black Sun itu ceroboh atau seorang diktaktor? Wahai para leluhurku … kalian tidak akan begitu bodoh, kan?
Izinkan pemuda ini beristirahat sejenak!
Dalam akhir surat tersebut, Raja Charles meminta Ciel untuk menjaga Jenny dan Theo baik-baik. Kemungkinan besar sosok yang mengincar tahta itu juga menargetkan Theo karena bakatnya. Hal itu benar-benar membuat Ciel marah.
Ciel langsung mengeluarkan sebuah potion dan menaruhnya di atas meja. Setelah menimbang sesuatu, pemuda itu akhirnya memutuskan untuk meminum potion tersebut.
Jenny dan Isabella tampak bingung. Beberapa saat kemudian, perubahan tampak pada tubuh Ciel. Rambut hitam berubah menjadi perak, iris emas + ungu berubah menjadi cyan dan biru. Kulitnya tampak sedikit lebih pucat.
“Apa yang coba anda lakukan, Tuan?” tanya Isabella dengan heran.
Bukannya menjawab, Ciel langsung memberi perintah.
“Panggil Theo dan Clark.”
Meski agak bingung, Isabella langsung menurutinya. Sementara itu, Jenny tampak ragu.
Beberapa saat kemudian, sosok Theo dan Clark memasuki ruangan bersama dengan Isabella. Melihat penampilan Ciel yang berbeda, Clark memiringkan kepalanya.
“Apakah anda terlalu stres … Tuan?”
Mendengar pertanyaan itu, sudut bibir Ciel berkedut. Dia hanya menggeleng ringan sebelum menjelaskan.
“Clark, kamu akan mengikuti aku untuk pergi ke Kerajaan Silver Fang. Sedangkan Theo, kamu akan mengikuti Jenny untuk pergi ke Kastil Raevern dan menemui Raja Charles.”
“Apa yang kita lakukan di Kerajaan Silver Fang, Tuan?” tanya Clark agak ragu.
“Tentu saja melakukan apa yang harusnya aku lakukan.” Ciel berkata dengan nada tak acuh.
“Maksud anda???” Isabella membelalakkan matanya.
“Benar.” Ciel mengangguk dengan ekspresi tak acuh. “Wilayah Blackfield tidak menyukai masalah, tapi Wilayah Blackfield juga tidak takut dengan masalah. Mereka ingin bertarung? Maka kita akan memberikannya!”
Mendengar Ciel, keempat orang lainnya langsung menjadi lebih bersemangat. Setelah banyak berlatih, mereka juga ingin menunjukkan hasil yang telah mereka raih. Khususnya Clark, kadal bodoh yang naik level begitu cepat itu sering melamun setelah latihan. Kelihatannya menginginkan lawan yang sebenarnya.
Sedangkan Ciel sendiri … dia benar-benar mengeluh dalam hati.
Sangat menyebalkan. Benar-benar mengganggu kehidupan tenangku.
Aku sangat malas mencari siapa itu. Bagaimana kalau membakar pusat Kerajaan Silver Fang? Mungkin membekukannya juga baik?
Hmm … mungkin yang terbaik adalah meledakkan mereka dengan petir penghakiman!
__ADS_1
Ya. Sementara yang lain tidak sabar untuk mencoba kekuatan musuh, Ciel sudah membuat banyak daftar yang berisi berbagai cara orang-orang menyebalkan itu mati.
>> Bersambung.