
Dalam sebuah kota yang dikeliling oleh tebing, sosok ksatria tinggi dan berotot dengan kulit hitam bergegas menuju benteng.
“Tuanku, saya telah menerima laporan lain.”
Mendengar ucapannya, sosok lelaki berusia kira-kira di awal lima puluh tahun dengan penampilan bijak menggeleng ringan. Pria itu memiliki rambut dan janggut yang mulai memutih karena usia. Memakai pakaian ksatria berwarna perak, orang itu tampak berwibawa.
Namanya adalah Silas Griswold, atau biasa disebut Count Griswold. Dia adalah salah satu dari lima Count yang ada di bawah Duke Rowley. Dia juga satu dari tiga bangsawan di bawah Duke Rowley yang tidak ikut mengkhianati Kerajaan Black Star.
Dalam Duchy yang dipimpin oleh Duke Rowley, atau orang biasa menyebutnya Rowley’s Duchy, tiga dari delapan bangsawan di bawah Duke Rowley memilih untuk tidak berkhianat kepada Kekaisaran Black Star.
Mereka adalah Marquis Bostel, Count Browning, dan Count Griswold.
Tentu saja, ketiga bangsawan itu langsung ditargetkan oleh Duke Rowley, tetapi karena Keluarga Rowley masih harus fokus untuk membantu penaklukkan Ibukota, ketiga bangsawan itu masih bisa bertahan.
Akan tetapi, dalam satu bulan ini, ada berita yang menggemparkan Rowley’s Duchy. Itu adalah kemunculan seorang penunggang Dark Unicorn yang datang dan memulai pembantaian hanya dengan dirinya sendiri. Banyak orang mulai memanggil sosok ksatria hitam itu dengan sebutan ‘The Doom Knight’.
Ksatria yang datang untuk membawa petaka.
Tentu saja, sebutan itu tidak dibuat tanpa alasan yang jelas. Selain karena nyawa tak terhitung jumlahnya yang hilang karena pedangnya, ksatria hitam itu menunggangi seekor Dark Unicorn. Makhluk yang dijuluki sebagai manifestasi kejahatan.
Petaka bagi sebagian orang, tetapi penyelamat bagi sebagian lainnya.
The Doom Knight tiba-tiba muncul dan membantu Marquis Bostel untuk melawan tiga bangsawan yang berusaha mengepung Wilayah Ashpool. Dalam dua minggu, satu Marquis dan dua Count dipenggal kepalanya oleh ksatria hitam itu. Bukan hanya ketiga bangsawan, tetapi juga bawahan mereka yang dianggap kuat dan berpengaruh dalam perang.
Berita itu membuat gempar seluruh Rowley’s Duchy. Marquis Bostel kemudian mengumpulkan para ksatria yang tidak bersalah dari tiga wilayah lain yang telah kehilangan pemimpin mereka. Sementara itu, dikatakan bahwa The Doom Knight mulai melanjutkan perjalanannya.
“Ada apa, Milos? Kamu harus mengatakannya perlahan. Jangan terlalu terburu-buru.”
“M-Maaf, Tuanku! Saya hanya terlalu bersemangat.” Ksatria bernama Milos itu menggaruk belakang kepalanya.
“Lalu … berita apa yang membuatmu bersemangat?” tanya Count Griswold.
“The Doom Knight kembali muncul di Wilayah Count Browning. Ternyata, lima hari yang lalu dia memenggal kepala Count yang menyerang Wilayah Count Browning! Kita … kita terselamatkan, Tuanku!”
“...”
Tidak tampak begitu bersemangat, Count Griswold mengelus dagu sambil termenung. Dia jelas memikirkan banyak hal dalam kepalanya sekarang.
Termasuk sebelumnya, The Doom Knight telah mengambil empat bangsawan pengkhianat yang ada di bawah Duke Rowley. Apakah orang itu memiliki kebencian besar kepada Duke Rowley?
Atau memang mencoba membunuh para pengkhianat di Rowley’s Duchy? The Doom Knight … sebenarnya siapa kamu?
__ADS_1
Berbeda dengan kasus Marquis Bostel atau Count Browning, tidak ada bangsawan yang repot menyerang Count Griswold. Masalahnya sederhana, kota yang mereka tempati berada di tempat yang strategis. Mudah untuk menyerang lawan, tetapi sulit untuk diserang.
Oleh karena itu, dibandingkan dua bangsawan yang mati-matian terus berperang, Count Griswold lebih tenang.
“Itu berati … tinggal Duke Rowley dan Marquis Cathloy yang tersisa?” gumam Count Griswold.
Satu Duke ditambah satu Marquis. Jika harus berhadapan dengan mereka, dua Count dan satu Marquis masih tidak terlalu diuntungkan. Count Griswold langsung memikirkan itu. Memang, sosok The Doom Knight masih membantu, tetapi bukan berarti tidak ada yang membantu di sisi Duke Rowley. Karena …
Orang yang membantu Duke Rowley adalah salah satu Jenderal dari Curses of Shadow!
“Tuanku …”
Mendengar panggilan Milos, Count Griswold tersadar dari lamunannya. Dia kemudian menatap ke arah ksatria itu.
“Ada apa, Milos?” tanya Count Griswold.
“Jika The Doom Knight datang kemari dan menawarkan kerjasama untuk melawan Duke Rowley dan Marquis Cathloy … apakah kita akan menerimanya?”
Mendengar Milos yang biasanya agak bodoh sekarang bertanya dengan ekspresi serius, pria itu mengelus dagu. Setelah memikirkan sesuatu, dia akhirnya menjawab.
“Jika Marquis Bostel dan Count Browning bisa menggunakan waktu ini untuk mengumpulkan pasukan yang tersisa dari enam wilayah termasuk milik mereka … kita akan ikut membantu.”
“Jika mengumpulkan jumlah pasukan yang masih kurang … itu tergantung bagaimana penampilan The Doom Knight itu.”
“Maksud anda?” tanya Milos dengan ekspresi bingung.
“Itu tergantung apakah The Doom Knight bisa melawan Duke Rowley sekaligus Jenderal dari Curses of Shadow secara bersamaan.”
“Itu … bukankah itu agak berlebihan, Tuan?”
“Aku memang egois dan harus egois, Milos. Aku tidak akan pergi berperang tanpa keuntungan. Belum lagi … jika kemenangan tidak pasti.
Aku hanya menghindari sesuatu yang terlalu membahayakan Wilayah Keluarga Griswold. Tidak kurang, tidak lebih.”
“...”
Menurut Count Griswold, dari gambaran yang dia dengar serta laporan yang dia terima, The Doom Knight paling tidak adalah iblis level 5. Dengan kekuatan itu, masih mungkin untuk berhadapan dengan Duke Rowley, tetapi sulit jika Jenderal dari Curses of Shadow ditambahkan ke dalamnya.
Klak! Klak! Klak!
Suara langkah kaki yang terburu-buru terdengar. Beberapa saat kemudian, seorang ksatria masuk ke dalam ruangan dengan ekspresi gugup.
__ADS_1
“Tuanku … bawahan ini datang untuk melapor!”
“Kenapa kamu begitu gugup? Katakan … ada apa?” tanya Count Griswold.
“Tuanku … dia … dia … kami melihat dia menuju ke arah kota dari kejauhan!”
“...”
Ruangan langsung menjadi sunyi. Count Griswold dan Milos saling memandang. Mereka tidak menyangka, baru dibicarakan, The Doom Knight itu benar-benar muncul dan bergegas menuju kota.
“Tunggu apa lagi! Kita pergi ke tembok kota untuk menyambutnya,” ucap Count Griswold.
“Tuan?” Milos tiba-tiba memanggil.
“Ada apa, Milos?”
“Dia datang dengan niat baik … kan?”
Melihat ke arah Milos yang gugup, Count Griswold merasa tidak nyaman. Dia langsung memarahi ksatria berkulit hitam itu.
“Tentu saja dia datang dengan niat baik!” seru Count Griswold.
Paling tidak … itu yang aku harapkan.
Pikir Count Griswold sebelum pergi menuju tembok kota bersama dengan para bawahannya.
Sampai di atas tembok kota, Count Griswold melihat menuju kejauhan.
Sosok yang dari posturnya adalah lelaki. Mengenakan topeng hitam di wajahnya, jubah hitam melambai ketika angin menerpanya. Sosok itu menunggangi kuda hitam legam dengan tanduk panjang seperti pedang di dahinya.
Melihat itu, Count Griswold tanpa sadar menelan saliva.
“Ini pasti bercanda … kan?”
Bukan penampilan ksatria hitam itu yang membuat Count Griswold, tetapi aura kematian yang mengelilingi sosok itu. Sebagai Count yang telah melakukan puluhan atau bahkan ratusan pertarungan, dia telah membunuh banyak lawan. Hanya saja, dibandingkan sosok itu, dia tidak ada apa-apanya!
Melihat The Doom Knight yang mendekat, Count Griswold yang ketakutan bertanya-tanya dalam hatinya.
Dalam waktu kurang dari satu bulan … sebenarnya berapa lawan yang terbunuh di tangannya!
>> Bersambung.
__ADS_1