
“Apa yang kalian tunggu? SERANG!”
Berdiri di atas tembok kota, Andrew memberi perintah dengan ekspresi suram di wajahnya. Mendengar perintah tuan mereka, para ksatria mulai maju untuk menyerang.
Belum sampai kedua kubu berperang dan saling membunuh, semua orang tiba-tiba berhenti lalu mendongak.
Di pagi hari, awan mulai menutupi langit Ibukota Kerajaan Silver Fang. Siang hari ketika mereka hendak berperang, awan menjadi lebih gelap. Jika hanya itu … mereka tidak akan mempermasalahkannya. Namun … melihat awan yang mengitari satu titik, mereka tidak bisa tidak berhenti untuk melihatnya.
“Apa … Apa yang sebenarnya sedang terjadi!”
...***...
Pada malam sebelumnya.
Sebuah jalan di distrik bangsawan yang tampak ketat. Dua sosok berjubah bertemu di gang yang gelap. Mungkin karena merasa tidak ada yang akan membuat masalah di area sekitar istana, penjagaannya cukup longgar.
Penjagaan istana, distrik perdagangan, dan tembok kota adalah yang paling ketat karena takut akan ada yang menyusup. Sedangkan distrik bangsawan, itu tampak seperti biasa.
Dua orang itu sama-sama mengenakan jubah hitam. Yang satu mengenakan topeng perak, yang lainnya tidak mengenakan topeng. Namun sosok itu menunduk dan tidak ada yang bisa melihat wajahnya dengan jelas.
“Apa kamu telah membawanya?” tanya sosok bertopeng perak, yang tidak lain adalah Ciel.
Tidak mengatakan apa-apa, sosok berjubah di depannya mengangguk ringan lalu mengulurkan tangannya. Di sana terlihat sebuah tas dimensi. Melihat itu, mata Ciel menyipit.
Setelah Ciel mengambil benda itu, sosok di depannya berbisik pelan.
“Aku harap kamu bisa menepati janjimu.”
Mendengar itu, Ciel menjawab dengan nada tak acuh.
“Kamu mengetahui di mana aku tinggal, bahkan identitasku yang sebenarnya. Tenang … aku tidak akan mengambil hal semacam ini tanpa biaya.”
“Itu hanya sebagian. Setelah semuanya benar-benar selesai, aku akan memberikan ‘benda itu’, sesuai dengan keinginanmu.”
“Kalau begitu aku akan menantikannya.” Ciel terkekeh. “Aku harap kamu tidak akan melanggar kesepakatan ini.”
“Tentu saja tidak.”
“...”
Keduanya saling menatap dalam diam sebelum berbalik dan pergi ke arah yang berbeda. Sementara banyak orang panik dan bersembunyi, atau banyak ksatria yang mulai sibuk untuk persiapan perang … tidak ada yang menyadari pertemuan mereka berdua.
Kembali ke penginapan, Ciel yang sudah berada di kamarnya membuka topengnya.
“Bagaimana, Tuan? Apakah semuanya seperti yang anda rencanakan?”
“Tenang saja.” Ciel tersenyum misterius. “Lebih baik daripada yang aku bayangkan.”
__ADS_1
“Syukurlah kalau begitu.”
Duduk di kursinya, Ciel mengeluarkan tas dimensi pemberian dari sosok berjubah sebelumnya. Mengeluarkan apa yang ada di dalamnya, senyum dingin muncul di wajah pemuda itu.
...***...
Kembali ke waktu sekarang.
Semua orang mendongak, melihat ke arah pusaran awan. Dari sana, lembaran-lembaran kertas tak terhitung jumlahnya mulai berjatuhan seperti hujan. Beberapa ksatria mulai mengulurkan tangannya dengan ragu lalu menangkapnya.
Melihat apa yang ada tertulis di sana, ekspresi banyak orang telah berubah. Karena di sana … tertulis salinan dari surat yang Andrew tulis untuk berhubungan dengan orang-orang Curses of Shadow.
Sadar bahwa ada yang salah, Andrew mengambil salah satu lembaran kertas yang berjatuhan itu. Melihat itu, dia buru-buru berteriak.
“Ini semua fitnah! Aku sama sekali tidak berhubungan dengan Curses of Shadow! Berita tentang Raja Charles itu juga palsu …
Raja Charles yang asli telah meninggal! Orang yang memimpin pasukan lawan itu hanyalah penipu!”
“SUDAH CUKUP ANDREW!”
Teriakan terdengar dari atas langit. Dari tengah pusaran awan, tiga siluet berjubah hitam muncul. Satu orang memiliki sayap yang terbuat dari es, satu orang memiliki sepasang sayap seperti kelelawar, sedangkan yang terakhir … dia naik sebuah piringan hitam yang sepertinya adalah item sihir.
Sosok Ciel dan Camellia berada di kanan dan kiri pembicara itu. Ketika orang itu membuka jubahnya, semua orang langsung terdiam.
Sosok wanita cantik yang memakai gaun bangsawan terlihat. Melihat orang itu … semua orang menjadi bingung. Karena sosok itu adalah … Ratu dari Kerajaan Silver Fang.
Mendengar penjelasan dari sang Ratu, semua ksatria langsung berbalik dan menatap sosok Andrew yang berada di atas tembok kota. Suasana perang langsung sirna, semua orang menatap sosok yang terlihat canggung itu.
“Aku-”
“Kamu sudah tidak bisa mengelak lagi, Andrew. Semua kejahatanmu telah terungkap.”
Charles tampak terkejut ketika menatap sosok istrinya yang biasanya pemalu itu. Dia tidak menyangka hal semacam itu bisa terjadi. Padahal pria itu telah mempersiapkan hatinya untuk membunuh para ksatria dari Kerajaan yang sama.
Tidak bisa dibodohi, Charles tahu kalau istrinya tidak mungkin melakukan hal ini sendiri. Dia kemudian melihat dua sosok yang melayang di belakang istrinya.
Membunuh beberapa batalyon yang mencoba menyergap, membuat para ksatria mulai ragu, dan sekarang …
Membalikkan keadaan dengan sebuah pertunjukan yang luar biasa.
Membayangkan memiliki musuh semacam itu membuat kepala Charles mati rasa. Meski membenci Andrew, dia juga cukup kasihan kepada orang itu. Lagipula … dia ternyata tidak sadar selama ini telah menari di atas telapak tangan pemuda itu.
Benar-benar mengerikan!
Melihat semua orang yang memandanginya, ekspresi di wajah Andrew menjadi semakin buruk.
“Aku tidak berpikir kamu secerdik itu, Ratu Claudia. Sebenarnya … siapa dalang di balik semua ini?”
__ADS_1
Mendengar perkataan Andrew, semua orang menatap ke arah Ratu Claudia. Mereka juga sangat penasaran. Sebenarnya siapa yang bisa mencari lalu mengungkap kejahatan Andrew, sosok yang sudah dikenal sangat licik di antara para bangsawan. Bukan hanya mengungkap, tetapi membuat Andrew secara tidak sadar terlihat bodoh.
Ratu Claudia mengamati sekitar lalu menoleh ke arah Ciel sebelum berkata, “Kelihatannya semua orang ingin mengenal anda, Tuan Gin.”
Ciel melayang perlahan lalu memeri hormat dengan etiket bangsawan sebelum memperkenalkan diri.
“Perkenalkan … saya Gin.”
Mendengar perkenalan singkat Ciel, semua orang tercengang. Sementara itu, Andrew memanfaatkan kesempatan.
“Daripada aku … bukankah mereka lebih mencurigakan? Aku bahkan curiga, sebenarnya kedua sosok berjubah itu adalah anggota Curses of Shadow.
Itu berarti … Ratu Claudia memiliki hubungan dengan Curses of Shadow. Wanita tidak tahu malu itu membunuh suaminya sendiri, menggantinya dengan yang palsu. Bahkan sekarang mencoba menjatuhkanku!
Sebenarnya Ratu Claudia ingin diam-diam ingin menguasai Kerajaan Silver Fang ini!”
Mendengar ucapan Andrew, banyak orang mulai bingung. Mereka memandang Ciel dan Camellia dengan ekspresi curiga. Meski Andrew tampak mencurigakan, apa yang dikatakannya mungkin saja benar.
Melihat bagaimana Andrew benar-benar memutar balikkan fakta, Ciel tercengang.
Benar-benar lelaki tua yang tidak tahu malu!
Ciel kemudian langsung menunjukkan dua badge. Satu miliknya sendiri dan yang lainnya adalah milik Duke Raevern yang cukup terkenal karena perbatasan Kerajaan Silver Fang adalah South Duchy of Black Sun Empire.
“Saya Gin dan itu istri saya, Hara. Kami berdua adalah utusan dari Kekaisaran Black Sun. Tuan kami, Pangeran Luciel Dawnbringer meminta kami untuk datang ke Kerajaan Silver Fang.”
“Untuk apa? Melakukan invasi? HAHAHA!” teriak Andrew yang memanaskan suasana.
“Tentu untuk mengawal selirnya dan putra tirinya, Putri Jenneva dan Theodore.”
“...”
Tawa Andrew langsung tercekat. Dia tidak menyangka bahwa Jenny yang telah dia jual kepada seorang Marquis itu benar-benar memenangkan hati sosok pangeran yang dianggap misterius itu.
“Putri Jenneva? Siapa itu? Aku tidak pernah mendengarnya.”
“Itu kejadian lama. Bahkan waktu itu aku baru bergabung dengan barisan ksatria. Tidak menyangka Putri Jenneva masih hidup.”
“...”
Para ksatria mulai saling berbisik. Adegan menjadi cukup kacau dan berantakan. Saat itu, Andrew benar-benar kaget sekaligus tertekan. Tidak menyangka telah mengalami kesialan semacam itu. Dia tahu yang mempermainkannya selama ini adalah Pangeran Misterius itu.
Andrew mengutuk dalam hatinya.
Orang itu … dia benar-benar membuatku seperti ini. Aku tidak ingin melakukannya, tapi …
Tidak ada cara lain!
__ADS_1
>> Bersambung.