Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Terlalu Merepotkan


__ADS_3

“Apakah kamu baik-baik saja, Ketua?”


Sosok wanita cantik yang merupakan kakak Cherry menatap khawatir ke arah seorang lelaki paruh baya. Lelaki itu memiliki luka di bagian kiri perutnya. Meski telah diperban, darah masih saja merembes. Dia adalah Noct, mantan ketua Crimson Night.


Noct adalah sepupu dari penguasa Kota Redstone, Marquis Corellon. Karena kekejaman sepupunya, orang itu ingin merubah perbatasan Kerajaan Blood Diamond menjadi lebih aman dan bersahabat untuk warganya.


“Aku baik-baik saja, Jeva. Apakah adikmu benar-benar datang ke tempat ini? Aku harap dia dan teman-temannya tidak datang, atau hal buruk akan terjadi pada mereka.”


Jeva, kakak Cherry meyakinkan Noct. “Tidak apa-apa. Adik iparku kuat dan temannya juga bisa diandalkan. Mereka mungkin bisa diandalkan.”


“Bukankah keduanya level 4? Menghadapi Mage Corny, Corellon, dan beberapa bawahan Pangeran Fenton mungkin membuat mereka dalam bahaya. Dua orang level 4 sulit berhadapan dengan tujuh orang level 4.”


Noct menghela napas panjang. Dia kemudian menoleh ke arah tertentu. Di sana terlihat seorang pemuda tampan dan seorang lelaki paruh baya yang duduk di sampingnya.


Noct dan para anggota Crimson Night yang setia kepadanya telah ditangkap dan dimasukkan dalam sel penjara. Noct sendiri dikurung secara khusus dengan Jeva dan dua orang tersebut. Identitas mereka berdua cukup spesial karena pemuda itu adalah pangeran bungsu dari Kerajaan Blood Diamond sedangkan pria paruh baya di sebelahnya adalah penjaga seorang pangeran.


Penjaga itu sendiri juga merupakan iblis level 4. Bersama dengan Jeva dan Noct, tiga orang level 4 itu melawan tujuh orang lawan dan akhirnya dikalahkan. Pangeran sendiri adalah iblis level 3 (awal), jadi tidak terlalu membantu. Karena itu, melihat bagaimana dua orang level 4 yang mencoba menerobos untuk menyelamatkan mereka … Noct tidak memiliki banyak harapan.


“Maafkan saya, Pangeran Adler. Saya tidak menyangka kalau ada pembelot dalam organisasi yang menjual informasi kepada Corellon dan Pangeran Fenton.” Noct tersenyum pahit.


“Kamu kurang berhati-hati, Noct.” Bukannya Pangeran Adler, penjaganya yang bernama Wilton menjawab dengan tidak puas.


Crimson Night adalah organisasi yang mendukung Pangeran Adler untuk naik tahta karena percaya pemuda itu akan membuat Kerajaan Blood Diamond menjadi lebih baik dan lebih makmur. Jika tahta sampai jatuh ke tangan orang seperti Pangeran Fenton yang begitu egois, mereka tidak bisa membayangkan bagaimana Kerajaan Blood Diamond akan berkembang ke depannya.


Dibandingkan beberapa pangeran lain, Adler memang jauh lebih baik. Hanya saja, sebagai putra bungsu dan kurangnya bakat, pemuda itu memiliki dukungan paling sedikit dibandingkan beberapa saudaranya.


“Sudah, pikirkan saja jalan keluarnya. Tidak ada gunanya berselisih di sini.” Pangeran Adler yang sedari tadi diam akhirnya berkata.

__ADS_1


Keempat orang itu memandang para penjaga yang mengawasi sel. Di antara mereka, ada empat orang ksatria yang merupakan bawahan Pangeran Fenton secara langsung. Mereka berempat adalah iblis level 4 yang sebelumnya mengalahkan Noct dan lainnya dalam penyergapan.


Sekarang Noct dan tiga orang lain terluka serta tidak memiliki senjata. Mustahil untuk mengalahkan empat orang ksatria itu. Jalan satu-satunya adalah menunggu mereka meninggalkan lokasi lalu menemukan kesempatan untuk melarikan diri dari sel penjara. Terpaksa meninggalkan anggota lain yang terkurung dalam penjara.


BLARRR!!!


Seluruh tanah dan goa batu bergetar setelah suara ledakan dahsyat terdengar. Empat orang ksatria level 4 itu saling memandang dengan ekspresi serius. Arah ledakan adalah sisi lain goa yang merupakan markas utama Crimson Night, tempat di mana Mage Corny, Marquis Corellon, dan pemimpin Crimson Night yang baru berada.


Keempat orang itu tidak terlalu peduli dengan Marquis Corellon atau pemimpin baru. Namun tuan mereka, Pangeran Fenton menyuruh mereka untuk melindungi orang bernama Corny itu. Pada saat dua orang hendak menuju ke lokasi kejadian, saura bosan menggema dalam goa yang luas.


“Mau pergi ke mana?”


Ketika suara bergema, suhu dalam goa turun secara drastis. Membuat orang-orang yang berjaga dan yang dikurung dalam penjara merasa kedinginan.


Menoleh ke sumber suara, semua orang melihat pemuda tampan berambut perak dengan iris hijau dan biru yang tampak aneh tetapi juga indah. Pemuda itu berjalan perlahan tapi pasti. Namun ketika kakinya menyentuh tanah keras, sama sekali tidak ada suara yang terdengar.


“Apakah di antara kalian berempat ada yang bernama Corny? Atau Corellon?”


Keempat bawahan Pangeran Fenton saling memandang dalam diam. Mereka langsung mengeluarkan pedang dan tampak siaga. Namun di antara keempat orang, tidak ada yang menjawab pertanyaan Ciel.


“Tidak ada? Serius?” Sosok Ciel berjalan mendekat dengan tatapan sedikit kecewa. “Kelihatannya aku kurang beruntung, dua target ada di jalan yang satunya.”


“Kamu siapa? Apakah kamu tahu yang sedang kamu lakukan?”


“Tidak.” Ciel mengangkat bahu dengan ekspresi tak acuh. “Lagipula … siapa yang peduli dengan hal-hal sepele semacam itu?”


“Kelilingi dia!” seru salah satu ksatria level 4.

__ADS_1


Puluhan orang dalam ruangan luas itu langsung mengelilingi Ciel. Empat orang bawahan Pangeran Fenton juga mengepung Ciel dari empat arah berbeda.


Melihat bagaimana semua orang mengepungnya dengan cara standar, Ciel menggeleng ringan. Sadar kalau kebanyakan dari mereka adalah level 2 dengan delapan orang level 3 serta empat orang level 4, dia menggeleng kecewa.


Mengeluarkan pedang di sisi kiri pinggangnya, Ciel menancapkannya ke tanah. Sebuah lingkaran sihir raksasa muncul di bawah kaki semua orang. Pemuda itu kemudian berkata dengan ekspresi dingin di wajahnya.


“Ice magic … White Cage.”


Dari tepi lingkaran sihir raksasa, muncul pilar putih tak terhitung jumlahnya. Pilar-pilar itu naik ke langit lalu melengkung dan menyatu, membuat sebuah sangkar putih tanpa pintu yang terbuat dari es. Ya … sangkar yang mengurung Ciel bersama dengan puluhan orang-orang itu.


“Apa yang sebenarnya ingin kamu lakukan!” teriak salah satu ksatria level 4 yang panik.


Mengabaikan orang-orang itu, Ciel menarik satu pedang di sisi kanan pinggangnya. Dia menatap puluhan orang dalam diam.


Sedangkan para tahanan dalam sel penjara tampak linglung. Mereka melihat sebuah sangkar raksasa yang terbuat dari es yang dingin dan keras. Kecuali sihir kuat level 4, kemungkinan sulit untuk menembus dan keluar darinya.


Keempat ksatria itu memang level 4, tetapi mereka ada di awal. Selain itu, mereka tipe pejuang dan tidak memiliki sihir yang kuat. Bahkan jika mereka memiliki sihir, masih sulit untuk keluar dari sangkar putih itu. Apa yang mereka bingungkan adalah … kenapa lawan memilih untuk mengurung mereka bersama dengannya.


“Siapa pemuda itu, Jeva? Jangan bilang dia-”


“Ya. Dia adalah adik iparku.” Sebelum Noct menyelesaikan ucapannya, Jeva berkata dengan ekspresi heran sekaligus pahit di wajahnya.


Sedangkan Pangeran Adler dan Wilton, keduanya juga memandang Ciel dengan ekspresi serius. Meski terlihat sebagai iblis level 4, mereka berdua tahu kalau Ciel lebih dari itu. Melemparkan sihir es tingkat 4 skala besar dengan casting yang luar biasa cepat … mereka tahu kalau pemuda tampan itu bukan orang biasa.


Ketika orang-orang memandangnya dengan heran, Ciel masih tampak tak acuh. Pedang di tangan kanannya diselimuti dengan energi es, membuatnya membeku dan memancarkar aura dingin. Bahkan kepulan asap tipis muncul dari pedang.


Memandang ke arah musuh-musuhnya, Ciel terlihat begitu malas. Dia mengangkat tangan kiri lalu memberi isyarat.

__ADS_1


“Akan mereporkan kalau kalian berlarian dan membuang-buang waktuku. Jadi … maju saja bersamaan.”


>> Bersambung.


__ADS_2