Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Colorless Lunar


__ADS_3

Menurut Camellia, kebanyakan orang itu tidak terlalu realistis. Ingin pasangan dengan tubuh baik, tetapi tidak bisa menjaga tubuhnya sendiri dengan baik. Ingin pasangan yang bisa menghargai, tetapi egois dan tidak mau menghargai. Intinya … menginginkan hal positif tanpa melihat hal negatif dalam diri mereka.


Itu tidak realistis!


Jika ingin pasangan yang baik, maka cobalah untuk menjadi lebih baik. Jika merasa memiliki banyak kekurangan tetapi ingin diterima, cobalah untuk mencoba menerima terlebih dahulu. Memang keegoisan ada dalam setiap orang, tetapi bukan berarti mereka tidak bisa belajar.


“Kenapa kamu senyum-senyum sendiri, Camellia? Apakah ada hal yang menarik?” tanya Ciel dengan senyum lembut di wajahnya.


“En.” Camellia mengangguk.


“Kalau begitu kemarilah. Kita sudah lama tidak menghabiskan waktu bersama. Aku ingin mendengar ceritamu.”


“...”


Melihat senyum lembut di bibir Ciel, Camellia mendenkat sambil menunduk malu.


...***...


Sepuluh hari kemudian.


Dalam sebuah gerbong kereta, terlihat empat sosok berjubah. Mereka adalah Ciel, Camellia, Jenny, dan Theodore.


Jenny dan Theo memakai pakaian yang lebih rapi daripada pakaian biasanya. Terlihat seperti seorang bangsawan. Hanya saja, pakaian mereka tertutup oleh jubah.


Sedangkan Ciel dan Camellia, mereka menggunakan pakaian dengan desain yang dikkhususkan untuk bertarung. Tentu saja, dengan bahan kelas atas. Menunjukkan bahwa mereka adalah tentara bayaran yang kuat. Mereka juga telah meminum potion khusus.


Rambut Ciel berubah menjadi perak, sedangkan rambut Camellia berubah menjadi kuning kecokelatan.


Ciel sekali lagi menggunakan identitas Gin. Untuk Camellia, dia sekarang memberi sebutan Hara. Dalam bahasa Hindi di kehidupan Ciel sebelumnya, Hara berarti warna kuning kecokelatan.


Ciel sendiri juga telah menyiapkan beberapa identitas samaran. Dia dan beberapa bawahan yang mengikutinya pergi menyusup akan menggunakan identitas tntara bayaran. Sedangkan nama kelompok mereka disebut … Colorless Lunar.


Ciel dan tiga orang lainnya mengenakan jubah hitam yang menutupi seluruh tubuh, Jadi ketika sampai di gerbang kota, banyak ksatria yang mencoba memeriksa mereka. Namun Ciel langsung mengeluarkan lencana.


Bukan lencana miliknya sendiri … tetapi yang menandakan pemberian dari Duke Raevern.


Pada saat melihat lencana itu, tentu para ksatria tidak berani menghentikan mereka. Ciel sendiri memiliki empat jenis lencana. Lencana miliknya sendiri, milik Kaisar Julius, milik Duke Flamehart, dan milik Duke Raevern.


Jika ada yang tahu bahwa Ciel memiliki dua lencana pemberian Duke dan satu lencana pemberian Kaisar, mereka pasti sangat terkejut. Karena … tidak semua bangsawan mendapat pengakuan dari seseorang sekelas itu.


Bisa dibilang … memiliki satu saja badge dari seorang Duke mengharuskan seseorang itu memiliki banyak pencapaian! Tentu saja … keluarga merupakan pengecualian.


Meski demikian, badge tidak boleh sembarang digunakan. Hal itu membuat seseorang lebih mudah melakukan akses untuk melewati kota dan banyak hal lain. Salah satu contohnya untuk memberi perintah barisan ksatria untuk melakukan sesuatu seperti mengejar penjahat atau semacamnya.

__ADS_1


Tentu, jika hanya digunakan untuk keegoisan dan hal tidak penting, badge itu akan diambil kembali. Walaupun Ciel memiliki empat badge yang memiliki kegunaan sangat banyak, dia tidak pernah menggunakannya untuk hal lain-lain.


Paling-paling … hanya digunakan untuk masuk ke kota tanpa harus mengungkapkan identitasnya.


Kereta kuda yang membawa mereka berempat akhirnya sampai ke Kastil Raevern.


“Tolong berhenti,” ucap ksatria yang menjaga kastil.


Ciel dan lainnya berhenti lalu turund dari kereta kuda. Melihat empat orang berjubah hitam dan tampak mencurigakan, salah satu ksatria tidak bisa tidak bertanya.


“Kalian siapa? Tujuan apa datang ke kastil ini?”


Ciel melirik ke arah Jenny dan Theo, meminta mereka melepas tudung. Sementara dia dan Camellia masih tidak melepasnya. Pemuda itu kemudian mengeluarkan lencana Duke Raevern.


“Namaku Gin, ini rekanku … Hara. Kami berdua tentara bayaran yang bekerja untuk mengawal dua orang ini. Mereka adalah bawahan Pangeran Luciel. Kami mengantarkan mereka untuk datang kemari untuk menemui seseorang.”


“Bolehkah saya memeriksa keaslian lencana tersebut?” tanya salah satu ksatria.


Mendengar itu, Ciel tampa ragu mengangguk dan memberikan lencana. Ksatria itu menerima lalu memeriksanya dengan hati-hati. Setelah beberapa saat, orang itu mengembalikan lencana kepada Ciel.


Merasakan pandangan hormat dari ksatria itu membuat Ciel merasa kurang nyaman, Namun dia hanya bisa menanggungnya. Lagipula … pemuda itu juga mulai terbiasa.


“Bisakah kamu mengantar kami masuk?” tanya Ciel.


Melihat ksatria yang antusias, Ciel dan yang lainnya hanya mengikuti dalam diam. Setelah masuk ke dalam kastil, Duke Raevern sendiri yang datang untuk menghampiri mereka. Itu karena ada orang yang membawa lencana pemberian darinya.


Melihat empat sosok asing, Duke Raevern tampak heran.


“Kalian berdua … Putri Jenneva dan Theodore?”


Duke Raevern menebak indentitas dengan benar karena sudah mendengar dari Raja Charles. Ketika melihat ke arah Ciel dan Camellia yang tertutup jubah, dia agak bingung.


“Sedangkan kalian berdua???” tanya Duke Raevern.


“Saya Gin. Sedangkan ini rekan saya … Hara. Kami dari kelompok tentara bayaran Colorless Lunar.”


“Colorless Lunar? Aku belum pernah mendengarnya,” gumam Duke Raevern.


Pria itu merasakan bahwa Ciel berada di level 5 (awal) dan Camellia di level 4 (akhir). Menurut Duke Raevern, keduanya haruslah dari kelompok yang terkenal. Karena … sangat jarang sosok kuat dalam kelompok tentara bayaran kecil yang tidak dikenal.


“Kelompok kami belum lama didirikan. Meski itu adlaah kelompok tentara bayaran, sebenarnya … bisa dibilang kami bekerja untuk seseorang.”


“Seseorang??? Jangan bilang …”

__ADS_1


“Ya.” Ciel mengangguk, menunjukkan lencana miliknya sendiri. “Kami bekerja di bawah Pangeran Luciel untuk melakukan beberapa tugas khusus.”


“Tugas khusus, kah???” Mata Duke Raevern menyipit.


Tanpa diberitahu pun, pria itu sudah menduga apa yang dimaksud dengan tugas khusus. Hal yang berhubungan tentang penyelundupan, pemantauan, bahkan … pembunuhan.


“Bolehkan aku bertanya? Berapa banyak anggota dalam Colorless Lunar? Sekuat apa mereka?”


“Anda seharusnya tahu, Duke Raevern. Kelompok kami cukup rahasia. Sebagai kesopanan, saya akan menjawab sebagian. Jumlah anggota … kurang dari sepuluh orang. Sisanya, anda bisa memikirkannya sendiri.”


Mendengar ucapan Ciel, mata Duke Raevern menyipit. Memikirkan beberapa orang dengan level 4 atau lebih dalam sebuah wilayah terpencil membuat orang itu cukup terkejut. Dia bahkan lebih heran dengan cara Ciel mengumpulkan dan melatih bawahannya.


“Baiklah kalau begitu.” Duke Raevern mengangguk. “Kalau begitu ikuti aku. Raja Charles pasti sudah menunggu kedatangan kalian.”


Ciel dan tiga orang lainnya kemudian mengikuti Duke Raevern masuk ke dalam salah satu bangunan kastil. Setelah membuka masuk ke dalam sebuah kamar yang luas, mereka bisa melihat seorang pria paruh baya yang diperban diseluruh tubuhnya.


“Raja Charles, tamu anda sudah datang.” Duke Raevern berkata sopan.


“Terima kasih atas bantuan anda, Duke Raevern. Namun … bisakah anda meninggalkan kami sendiri? Ini … urusan Kerajaan Silver Fang.”


Duke Raevern diam sejenak. Setelah itu dia mengangguk dengan ekspresi serius.


“Tentu saja. Namun, tolong jangan mencoba melakukan tindakan konyol. Ini adalah Kekaisaran Black Sun. Maski anda seorang Raja … jika melakukan tindakan sembrono, bahkan Kerajaan Silver Fang tidak bisa menyelamatkan anda.”


“Saya sangat mengerti itu, Duke Raevern.”


“Baik.”


Setelah melihat dan merasakan Duke Raevern pergi menjauh dari kamar, Ciel tampak cukup terkejut. Dia tidak menyangka sosok Duke Raevern yang biasanya menghormatinya bisa sombong seperti itu.


“Akhirnya kalian datang, Jenneva … Theo.”


Raja Charles berkata ramah. Pria yang sekujur tubuhnya dibungkus dengan perban itu kemudian menatap Ciel lalu tersenyum.


“Saya tidak tahu mengapa anda menyamar. Namun … saya berhutang budi kepada anda, Pangeran Luciel.”


Mendengar ucapan Charles, mata Ciel langsung menyipit. Ekspresi di balik tudungnya langsung menjadi dingin. Tidak menyangka, penyamarannya langsung terlihat oleh orang itu.


Ciel mengangkat sudut bibirnya sebelum berkata dengan dingin.


“Menarik.”


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2