Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Laporan Julia


__ADS_3

Tepat di saat Kastil Black Lily nyaris dirobohkan oleh Eve, hal lain terjadi di Kastil Scarlet Roze.


“Apakah anda baik-baik saja, Putri Julia?”


Duduk di kursinya, Julia yang mendengarkan pertanyaan Shana tersadar dari lamunannya. Dia kemudian melihat sebuah surat di tangannya. Setelah membaca itu, Julia tidak bisa tidak menghela napas panjang.


“Aku tidak apa-apa, Shana. Terima kasih.”


“Itu sudah tugas hamba, Putri Julia.”


Melihat Shana, seorang wanita yang kurang-lebih usianya hampir sama dengannya tetapi memiliki kekuatan di level 4 (akhir) membuat Julia tertekan. Dia sangat heran, bagaimana Ciel bisa mengumpulkan sekelompok orang dengan bakat-bakat layaknya monster di sekitarnya.


Julia sendiri percaya kalau itu yang pantas di dapatkan oleh Ciel. Selain berbakat, adiknya itu memang sosok yang sangat cerdas dan teliti dalam melakukan segala sesuatu. Ditambah lagi dia tampan, banyak gadis bangsawan yang sekarang membicarakannya.


Para gadis menjijikkan itu …


Mengingat bagaimana para gadis yang awalnya menjauhi Ciel seperti wabah, tetapi sekarang mencoba mendekati pemuda itu melewati dirinya membuat Julia mendengus dingin. Dia sangat tidak menyukai mereka karena terlalu sombong dan tidak sadar diri.


Julia fokus kembali ke surat di tangannya. Di sana adalah surat yang ditulis oleh Kaisar Julius sendiri. Gadis itu juga tahu kenapa sang ayah tidak langsung mengirim surat kepada Ciel. Orang itu menyuruhnya untuk membujuk si adik yang keras kepala dan malas itu.


Aku tidak yakin Luciel mau pergi ke Kerajaan lain … lagi.


Julia menghela napas tak berdaya. Meski sudah tahu jawaban Ciel dan kemungkinan berhasil ketika membujuknya kurang dari 5%, dia tetap harus datang dan menyampaikan pesan Kaisar Julius.


Menyingkirkan surat di tangannya, Julia menopang dagu sambil memejamkan mata dengan senyum pahit di wajahnya.


Sepuluh hari berlalu begitu saja.


Sebuah kereta kuda akhirnya sampai di Kastil Black Lily. Melihat kastil yang sebagian besar terlihat cukup baru membuat Julia dan Shana saling memandang. Keduanya tampak agak cemas.


“Apakah kastil diserang oleh musuh?” gumam Julia dengan ekspresi cemas.


Ketika mereka sampai di depan bangunan utama kastil lalu turun, Julia langsung menghampiri sosok Ciel yang menunggunya sendirian. Melihat keadaan adiknya yang masih utuh dan baik-baik saja, gadis itu merasa lega.


“Apa yang terjadi di sini, Ciel?”


“Bukan apa-apa, Kak Julia. Itu tidak penting.” Ciel menggeleng ringan. “Sebaliknya … kenapa kamu datang, Kak Julia? Jika itu laporan panen Wilayah Scarlet Roze, kamu bisa mengirimnya lewat surat.”


“Ada hal penting yang aku harus sampaikan secara langsung.”


Melihat ekspresi serius saudarinya, Ciel mengangguk.

__ADS_1


“Kalau begitu ikuti aku.”



Dalam ruang kerja Ciel.


Julia memandang teh panas yang mengepul di atas meja lalu mengalihkan pandangannya ke arah Ciel yang sedang membaca surat yang dikirimkan oleh Kaisar Julius. Dari ekspresi pemuda itu saja, dia bisa menebak jawabannya.


“Aku menolak.” Ciel berkata dengan ekspresi tak acuh.


“Bisa kamu jelaskan alasannya, Ciel? Kamu pasti tahu, hal itu sangat penting.”


“Kerajaan Natrace, itu memang tetangga kita. Namun aku sudah bepergian ke Kerajaan Silver Fang belum lama ini. Aku telah menghabiskan hampir seluruh musim semi di Kerajaan Silver Fang.


Festival itu di pertengahan musim panas, kan? Aku tidak ingin melakukannya. Kamu pasti tahu, Kak Julia, ada dua musim di mana aku sangat malas dan hanya ingin tinggal di rumah.


Itu adalah musim dingin dan musim panas.”


“Jangan menjadikan kemalasan sebagai alasan, Ciel.”


“Bukankah ada Kak Alex? Dia sudah melakukannya dua kali, kan? Biarkan dia pergi lagi.”


“...”


“Kak Alexander sibuk. Banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan. Selain itu, Raja dari Kerajaan Natrace itu menyebutkan kamu secara pribadi.


Kerajaan itu selalu menjadi salah satu pengikut di bawah Kekaisaran Black Sun. Mau tidak mau Ayah juga harus memberi mereka sedikit wajah. Lagipula, mereka telah begitu setia. Hal sepele seperti itu … tidak bisakah kamu melakukannya?”


Mendengar penjelasan kakaknya, Ciel mengerutkan kening. Memang, Kerajaan Natrace itu bisa dibilang yang paling ramah dengan Kekaisaran Black Sun. Jika menolak kebaikan mereka, itu juga tidak sopan.


Apa yang Ciel sebenarnya harus datangi adalah pesta musim panas yang diadakan setiap tiga tahun sekali di Kerajaan Natrace. Itu sebuah festival besar yang diadakan di ibukota kerajaan mereka. Tidak ada pertemuan membahas pertarungan, perang, atau semacamnya. Hanya ada pesta santai.


Memejamkan matanya, Ciel berpikir sebentar. Dia mengingat jelas bahwa Kerajaan Natrace adalah penghasil buah dengan kualitas terbaik di bagian Selatan Benua. Ada juga beberapa buah khas dari kerajaan itu.


Ciel sendiri ingin mencari benih atau bibit beberapa buah yang bisa dijadikan sebagai bahan membuat anggur yang dia inginkan. Membuka matanya, dia menghela napas panjang.


“Baiklah. Aku akan berangkat.”


“Eh???” Julia tampak terkejut. “Kamu serius?”


“Tentu. Ngomong-ngomong … berapa perwakilan dari Kekaisaran Black Sun?”

__ADS_1


“Delapan undangan. Satu perwakilan dari kelima Duke dan satu perwakilan dari setiap Ratu. Perwakilan dari Duke boleh membawa dua orang, dan perwakilan dari Ratu boleh membawa tiga orang. Jadi jika ditotal … dua puluh tujuh orang.”


“Bukankah ini dikhususkan untuk laki-laki? Untuk perwakilan Duke dari Central Plain … apakah orang itu?” Ciel mengangkat alisnya.


“Tidak. Gadis itu tidak akan datang. Orang yang datang adalah anak dari selir. Karena kamu pasti tahu, beliau hanya memiliki putri dari istri sah.”


“...”


Mendengar itu membuat Ciel tampak lega. Pemuda itu kemudian menghela napas panjang. Memikirkan siapa orang yang akan dia ajak. Lagipula, hanya laki-laki yang datang ke sana.


Siapa yang harus aku ajak? Aku ingin mengajak Ryo dan Jean, tetapi mereka sibuk mengelola daerah. Jika mereka pergi, pasti akan kacau. Gordon … lelaki tua itu pasti sibuk. Theo sepertinya agak tidak siap.


Asterious? Tidak, biarkan si kerbau berurusan dengan Daerah Blackrock.


Setelah mengecualikan beberapa orang yang sibuk dan para wanita yang tidak bisa diajak, Ciel langsung tercengang. Pada akhirnya … hanya tersisa tiga kandidat yang pas dengan jumlah kuota.


Clark … Ferdo dan Fito …


Si kadal besar dan dua kadal junior. Memikirkan mereka entah kenapa membuat Ciel merasa tidak enak. Belum lagi, identitas Ferdo dan Fito sangat sensitif. Jadi mereka juga tidak bisa pergi.


Ciel juga membuat mereka menjadi penjaga wilayahnya ketika dirinya pergi. Yang tersisa hanya Clark.


“Apakah kamu mau merekomendasikan seseorang, Kak Julia? Para bawahanku … mereka tidak bisa meninggalkan wilayah karena alasan khusus. Aku hanya bisa membawa satu orang.”


“Aku bisa merekomendasikan seseorang, tetapi mungkin tidak terlalu meyakinkan. Lagipula … orang-orang yang ingin ikut denganmu pastilah bangsawan.”


“Lupakan,” ucap Ciel dengan ekspresi lelah.


Tok! Tok! Tok!


“Masuk.”


Setelah mendengar ucapan Ciel, pintu terbuka. Sosok gadis kecil memasuki ruang kerja sambil membawa buku besar. Dia kemudian bertanya kepada Ciel dengan ekspresi polos.


“Apakah kamu sibuk, Papa?”


“...”


Ruangan langsung sunyi. Julia memandang gadis kecil itu lalu ke arah Ciel. Ekspersi kaget tampak begitu jelas di wajah Julia. Dia kemudian menatap sosok gadis kecil yang mendekati Ciel lalu memegang baju pemuda itu dengan tangan kecilnya.


Eve kecil memandang Julia dengan ekspresi agak penasaran. Hal yang membuat gadis itu terdiam.

__ADS_1


Gadis kecil ini … SIAPA?


>> Bersambung.


__ADS_2