Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Tidak Keberatan Memberi Satu


__ADS_3

Sore hari, di ruang kerja Ciel.


“Sekarang aku akan memberimu pilihan, Clark.”


Ciel memandang sosok yang duduk dengan ekspresi anak baik di depannya. Clark tampak linglung, Meski tubuhnya telah pulih dengan meminum potion pemberian Ciel, jelas dia masih merasakan trauma yang cukup mendalam.


“...”


“Kamu mungkin terkejut dengan hal seperti sebelumnya. Kamu mungkin terbiasa diremehkan, tetapi tidak pernah dilatih dengan keras dan merasakan rasa sakit semacam itu.” Ciel menggeleng ringan.


“Aku ingin memberimu dua pilihan. Pertama, ikuti Asterious ke Kota Blackrock. Di sana kamu akan dilatih dasar-dasar dan membuatmu lebih kuat. Selain itu, kamu juga akan merasa cukup nyaman karena di sana semua warganya adalah ras Heteromorph.” tambah Ciel.


“Pilihan kedua?” Clark memiringkan kepalanya.


“Tinggal di sini, aku akan memastikan kalau kamu berkembang lebih kuat dengan cepat. Selain menerima pelatihan ketat, nutrisi yang lebih baik, dan potion ... ada banyak lagi kelebihan.


Hanya saja, kamu harus menguatkan mental agar tidak tertinggal dengan yang lain. Juga, mungkin sesekali aku akan menghajarmu jika perkembanganmu tidak sesuai harapan.”


“Anu … Apakah Nona Zenara tinggal di sini atau di Kota Blackrock?” Clark menggaruk kepalanya dengan ekspresi polos.


Sudut bibir Ciel bergerak-gerak, dia mengutuk dalam hati dengan ekspresi tidak puas.


Kadal ini … daripada menginginkan kekuatan, dia benar-benar mengikutiku untuk mengejar wanita.


Ciel menghela napas panjang.


“Jujur saja, untuk mengejar Zenara … kamu tidak memiliki harapan, Clark.” Ciel mengungkapkan kebenaran.


Mendengar perkataan Ciel, Clark terdiam. Dia menunduk dengan ekspresi putus asa. Baru pertama kali Clark melihat wanita secantik itu. Dia ingin mengejarnya dan menunjukkan kepada orang-orang di suku bahwa dirinya bisa memiliki istri yang cantik.


Pikiran Clark jelas tergambar di wajahnya membuat sudut bibir Ciel berkedut. Pemuda itu jengkel dengan sikap Clark yang agak kekanak-kanakan. Hanya saja, saat itu dia memiliki ide yang cemerlang.


“Clark, apakah kamu pernah mendengar perkataan putus satu tumbuh seribu?”


“Putus satu tumbuh seribu?” Clark memiringkan kepalanya dengan ekspresi konyol.


“Iya. Lupakan Zenara yang tidak tertarik denganmu. Belum lagi, karena penampilanmu yang buruk ketika melawan Abyssal Basilisk, dia merasa agak jijik kepadamu.”


“...” Clark terdiam ketika sang tuan menghinanya.


“Sebagai gantinya. Coba bayangkan kalau dirimu sekuat Asterious. Lain kali, tampil di depan wanita, kamu tidak akan begitu memalukan.”


Mendengar ucapan Ciel, Clark akhirnya sadar.

__ADS_1


“Selanjutnya, aku tidak akan memperlakukan bawahan yang baik dengan buruk. Selama kamu kuat dan berguna, itu berarti aku akan memberimu lebih banyak. Seperti posisi tinggi dan uang.


Dengan banyak uang … meski tidak tahu apakah bisa menemukan wanita seperti Zenara. Untuk wanita tercantik di suku yang dekat dengan kakakmu, Zod, aku yakin kamu bisa membeli banyak wanita seperti itu.”


“Membeli wanita cantik?” Clark memiringkan kepalanya.


“Benar. Tiga, empat, atau lima … itu tidak mustahil untuk dibeli.”


“...”


Clark memejamkan matanya. Dia memikirkan gadis cantik di suku, calong istri Zod. Clark kemudian membayangkan ada empat Centaur seperti itu di sisinya. Tubuhnya tiba-tiba gemetar karena bersemangat.


“Kekuatan, posisi, dan uang …” gumam Clark.


“Selama kamu berusaha, kamu bisa melakukannya.” Ciel berkata santai.


“Benarkah, Tuan?” tanya Clark dengan semangat.


“Tentu saja. Aku memilihat bakat yang terpendam dalam dirimu. Hanya saja kamu tidak menyadarinya. Jadi, apakah kamu ingin menjadi lebih kuat?”


“Ya, Tuan!”


“Apakah kamu ingin posisi tinggi dan uang?”


“Kalau begitu tunggu apa lagi? Pergi cari Isabella dan biarkan dia mengaturmu untuk berlatih bersama dengan orang-orang dalam divisi bayangan. Tempat kamu bisa menjadi lebih kuat dengan cepat.”


“Sesuai perintah anda, Tuan!”


Clark langsung meninggalkan ruangan dengan semangat membara. Melihat itu, Ciel terkekeh.


“Anda terlalu jahat, Tuan.”


Mendengar suara dingin dan tenang itu, Ciel langsung melihat sosok wanita yang bersembunyi dalam bayangan. Bukan Isabella, tetapi Elena yang terlihat cantik sekaligus dingin.


“Sejak kapan kamu mulai suka bersembunyi seperti Isabella, Elena?” tanya Ciel dengan senyum lembut di wajahnya.


“Saya hanya mencobanya karena menunggu anda dengan bosan, Tuan. Lagipula … anda akhir-akhir ini selalu menghabiskan waktu dengan Putri Ariana dan Camellia.”


“Hou … apakah Dark Elf cantik itu cemburu?”


Ciel mendekati Elena, meraih pinggang rampingnya dengan lembut lalu menarik wanita itu ke dalam pelukannya.


“Tuan …” Melihat wajah Ciel beberapa centimeter darinya, rona merah muncul di wajah dingin Elena.

__ADS_1


“Kalau begitu aku akan menghabiskan soreku bersama Dark Elf cantik ini.”


Melihat Elena yang mencoba bersikap dingin, tetapi tetap malu-malu kucing, Ciel tersenyum lembut.


...***...


Seperti keluarga Jean atau ayah Tania, Asterious juga diberi sebuah rumah di Kota Black Lily. Tentu saja, itu juga berada di perumahan terbaik.


Karena Moomo, Marina, dan Lin Ling tinggal di sana untuk sementara, Asterious tidak tinggal di kastil dan pulang untuk menghabiskan malam bersama keluarganya. Ya, meski mereka baru berstatus tunangan, mereka sudah seperti keluarga kecil yang bahagia.


Malam itu, Ciel dan Isabella berkunjung untuk membahas sesuatu yang tidak memiliki hubungan dengan pekerjaan. Ini hanya obrolan pribadi karena keduanya sudah beberapa waktu tidak bertemu.


Jadi, Ciel biasanya tidak mencampurkan urusan pekerjaan dengan urusan pribadi. Waktu kerja, dia akan bekerja dan hanya membahas pekerjaan. Waktu istirahat, tidak masalah membahas hal lain dan bersenang-senang.


Pintu rumah Asterious terbuka. Sosok Minotaur itu mempersilahkan.


“Silahkan masuk, Tuan.”


“Baik.”


Ciel mengangguk santai kemudian masuk ke rumah bersama dengan Isabella. Melihat dirinya masuk, Moomo dan Marina yang berada di dalam langsung menyambutnya.


“Selamat datang, Tuan.”


“Duduk. Ini bukan urusan resmi, jadi santai saja.”


“Terima kasih, Tuan.” Keduanya menjawab serempak.


“Siapa???”


Suara anak kecil polos terdengar. Ketika turun dari lantai dua, Lin Ling terkejut ketika melihat Ciel. Gadis kecil itu menggosok matanya, memastikan dirinya tidak berhalusinasi. Melusine itu ternganga sebentar. Setelah tersadar, dia langsung bergegas ke arah Ciel.


“Tuan … Tuan … Tuan!” Lin Ling yang berdiri di depan Ciel membuka kedua tangannya lebar-lebar.


Melihat hal itu, Ciel terkekeh. Sama sekali tidak marah dengan sikapnya yang kurang sopan, dia mengangangkat gadis kecil itu tinggi-tinggi lalu menggendongnya. Lin Ling kecil yang digendong Ciel tampak begitu bahagia.


Sementara itu, Isabella yang melihat betapa dekatnya Melusine kecil itu dengan tuannya tampak terkejut. Belum lagi sikap Ciel yang begitu baik dan ramah terhadap anak kecil. Meski belum sepenuhnya dewasa, jelas sikap Ciel yang begitu tenang dan juga teratur membuatnya lebih dewasa.


Isabella merasa kalau Ciel benar-benar sudah pantas menjadi seorang ayah. Meski cukup muda, Ciel jelas bukan pemuda yang ke sana-sini untuk mengejar wanita dan larut dalam nafsunya. Benar-benar sangat dewasa untuk iblis seusia dengannya.


Melihat punggung Ciel yang sedang menggendong Lin Ling dan masuk ke dalam ruang tamu, Isabella merasa tubuhnya agak panas. Sedikit berfantasi, wanita cantik itu tanpa sadar menjilat bibirnya dengan tatapan mabuk.


Aku tidak keberatan memberimu satu, Tuan.

__ADS_1


>> Bersambung.


__ADS_2