Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Kabar Buruk Dari Selatan


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


Di halaman belakang Kastil Black Lily, Ciel duduk sambil menikmati anggur sambil menatap dedaunan yang mulai menguning. Merasakan embusan angin, pemuda itu memejamkan matanya.


Pada saat itu, Ciel mendengar suara kaki yang terburu-buru. Membuka matanya, dia melihat beberapa ksatria dalam divisi bayangan segera menghampiri pemuda itu lalu berlutut di depannya.


“Bawahan ini datang untuk melapor, Tuanku.”


Melihat kelima ksatria itu, Ciel berkata dengan ekspresi santai.


“Bangun.”


Mendengar perintah dari Ciel, kelima ksatria itu langsung bangkit. Mereka tahu bahwa tuan mereka bukanlah orang yang suka bertele-tele.


“Ada apa? Kelihatannya kalian begitu terburu-buru.” Ciel berkata dengan nada malas.


“Tuanku …”


Salah satu ksatria maju sambil memberikan gulungan. Ciel segera menerima gulungan itu lalu membacanya. Beberapa waktu setelah membaca, ekspresi pemuda itu menjadi serius.


“Kalian bilang, seluruh daerah di selatan Wilayah Black Lily yang berbatasan dengan Blackwood Forest menerima serangan dari gelombang binatang buas. Bukan satu atau dua … tetapi semua?”


“Benar, Tuanku. Menurut laporan yang diterima, Demonic Beast khususnya di lingkaran luar mulai berlarian keluar dari Blackwood Forest.”


“...”


Ciel langsung merenung. Menurut laporan, kejadian semacam itu tidak mungkin terjadi karena perbuatan pasukan lawan. Meski cukup mungkin untuk membuat gelombang Demonic Beast dalam suatu daerah, untuk membuat hali itu terjadi bersamaan nyaris mustahil. Masih ada cara lain, yaitu mengerahkan selueruh barisan ksatria elit untuk mengacaukan Blackwood Forest.


Hanya saja, Ciel tahu tidak mungkin sebuah negara ingin berurursan dengan wilayah kecil seperti miliknya dengan resiko ditemukan Kekaisaran Black Sun dan memulai perang. Jadi menurut kesimpulan, ada beberapa hal yang mungkin menyebabkan hal itu terjadi.


Pertama dikarenakan bencana alam. Namun karena Frozen Cloud Mountains bukanlah gunung berapi aktif, hampir tidak mungkin hal semacam itu terjadi. Sedangkan gempa tektonik, angin topan, atau badai yang dahsyat … lingkungan benar-benar tidak cocok dengan bencana semacam itu.


Jadi Ciel langsung menyimpulkan, itu pasti karena ulah rombongan binatang yang lebih kuat. Jika itu karena satu Demonic Beast kuat, tidak mungkin akan menjadi gelombang binatang buas di berbagai tempat bersamaan.


Ciel mengelus dagu. Makhluk yang berada di lingkarang dalam Blackwood Forest biasanya lebih suka menyendiri. Jadi dia langsung memikirkan beberapa makhluk kuat yang hidup berkelompok di sekitar Wilayah Black Lily.


Frost Wyvern …


Nama itu langsung terlintas dalam benak Ciel. Para Frost Wyvern biasanya hidup berkelompok, tetapi mereka masih masuk ke dalam kategori makhluk kuat.


“Evakuasi warga di desa-desa perbatasan. Kerahkan sebanyak mungkin ksatria setempat untuk berjaga di perbatasan Blackwood Forest. Aku tidak tahu sampai kapan gelombang ini selesai, tetapi …

__ADS_1


Berada di sekitar tempat itu sangat berbahaya bagi orang-orang biasa. Meski masih di awal musim gugur, aku tidak ingin banyak warga mati atau terluka karena ini.”


Melihat kelima orang itu tampak ragu, Ciel menggeleng ringan.


“Memecahkan masalah dengan kemampuan ksatria dan prajurit setempat tidak mungkin. Mundur adalah pilihan yang lebih baik. Juga …


Aku akan pergi ke sana sendiri.”


Mendengar ucapan Ciel, kelima orang itu menjadi gugup. Orang-orang dalam divisi bayangan jelas tahu bagaimana sifat tuan mereka. Kecuali masalah itu masuk kategori ‘tidak bisa ditangani’, pangeran malas itu lebih memilih untuk berbaring di ranjangnya.


“Sesuai perintah anda, Tuanku!” seru kelima ksatria dengan ekspresi hormat.


“Pergi!” ucap Ciel dengan dingin.


“Baik!”


Melihat para ksatria itu pergi, Ciel menghela napas panjang. Dia kemudian kembali ke Kastil Black Lily, memutuskan untuk menjelaskan kepada tunangan, selir, dan putrinya bahwa dirinya harus pergi lagi.


Setelah makan malam, di ruang keluarga.


“Tidak!”


Eve kecil memeluk kaki Ciel, mendongak sambil menatap pemuda itu dengan mata bulatnya.


“Ini mendesak, Eve. Papa harus mengurus masalah ini. Jika ditunda, Papa takut kejadian itu akan berdampak besar pada daerah perbatasan.”


“T-Tapi Papa baru pulang beberapa hari!” ucap Eve dengan wajah berlinang air mata.


Merasa tidak tega, Ciel mengangkat gadis kecil itu lalu memeluknya. Dia menggendong Eve kecil sambil berjalan-jalan di sekitar ruang keluarga.


“Papa janji, itu tidak akan lama. Setelah selesai, Papa akan segera kembali. Kemudian, kita akan pergi untuk bertemu Kakek dan Nenek.”


Mendengar ucapan Ciel, Eve kecil meremas pakaian ayahnya itu dengan wajah tidak puas. Namun gadis kecil itu tidak lagi terlihat keras kepala seperti sebelumnya. Beberapa saat setelah berpikir, dia bergumam, “Janji?”


“En.” Ciel mengangguk lembut. “Janji.”


“Kalau begitu malam ini Eve mau tidur dengan Papa dan Mama!” ucap Eve dengan ekspresi serius.


Gadis itu mendengar kalau biasanya anak seusia dengannya masih tidur dengan ayah dan ibunya. Namun Eve juga tahu bahwa dirinya adalah gadis baik yang sudah bisa tidur dan melakukan banyak hal sendiri. Ya, meski itu yang diucapkan oleh ayahnya.


Kali ini Eve juga ingin dimanja seperti anak-anak lainnya. Lagipula, dia sangat sangat merindukan ayahnya. Ayahnya biasanya sangat baik kepadanya, tetapi sering pergi menghilang begitu saja. Gadis kecil itu merasa sangat tidak puas karenanya.

__ADS_1


“Baik.” Ciel mengangguk ringan. “Nanti kamu dan Mama kamu tidur bersama di kamar Papa.”


“Benarkah???” tanya Eve dengan mata terbelalak.


“Tentu saja benar.”


“Eve sayang Papa!”


“Papa juga sayang Eve.”


Melihat gadis kecil yang sudah tenang di pelukannya, Ciel merasa lega. Pemuda itu tidak menyangka kalau merawat anak kecil akan sesulit itu. Bukannya sulit, tetapi agak rumit. Terkadang, hal-hal yang sepele juga bisa membuat anak kecil tenang.


Melihat tunangan dan para selir menatapnya dengan pandangan membara, Ciel tersenyum kecut. Dia ingin melakukannya, tetapi menahan diri sebelum berusia 18 tahun.


Sebentar lagi, Ciel. Sebentar lagi … kamu harus sabar.


... ***


...


Keesokan paginya.


Dalam kandang yang bersih dan luas, Ciel menghampiri sosok Wyvern berwarna hitam. Melihat pemuda itu datang, makhluk itu bangkit dan bergegas ke arahnya. Black Wyvern itu kemudian menggosokkan kepalanya ke tubuh Ciel.


Melihat tingkah Deschia, Ciel menggosok kepala Wyvern itu dengan senyum di mulutnya.


“Kelihatannya kita harus pergi ke kampung halamanmu untuk mengurus beberapa hal, Deschia.”


Mendengar ucapan Ciel, makhluk itu memiringkan kepalanya. Menatap pamuda itu dengan ekspresi bingung.


“Kelihatannya para Frost Wyvern dari Frozen Cloud Mountains mencoba membuat masalah di wilayahku. Jadi kita akan pergi untuk mengurus mereka.”


Deschia memandang Ciel lalu mengangguk. Meski tidak terlalu pintar, makhluk itu masih memiliki kecerdasan cukup untuk memahami beberapa ucapan Ciel.


“Selamat, Deschia … kamu sudah naik ke level 5 (awal), jadi kita akan mencoba seberapa cepat dirimu sekarang.”


Mendengar pujian Ciel, makhluk itu tampak puas. Menatap tuannya dengan ekspresi kurang sabar. Menunggu Ciel memasang pelana lalu naik ke punggungnya.


Beberapa waktu kemudian.


Naik ke punggung Black Wyvern, Ciel menepuk sisik makhluk itu dengan lembut.

__ADS_1


“Kita berangkat. Deschia!”


>> Bersambung.


__ADS_2