Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Terlalu Mendalami Peran


__ADS_3

“Berapa banyak?”


Mendengar pertanyaan Ciel, Adler terdiam sejenak. Dia tidak menyangka benar-benar akan menyewa seseorang untuk membunuh kakaknya sendiri. Dalam hati kecilnya, Adler sebenarnya ingin kakaknya sadar dan menjadi lebih baik. Namun mengingat bagaimana sikap orang itu … Adler hanya bisa menghela napas panjang.


“Berapa banyak yang kalian inginkan, Tuan Gin?”


Dengan santai Ciel mengangkat tangan kanannya, menunjukkan lima jari sebagai jawaban.


“Lima ribu emas? Untuk pekerjaan beresiko seperti itu … cukup mahal. Namun masih bisa diterima.” Setelah memikirkannya baik-baik, Adler hanya bisa memberi senyum pahit.


Noct, Jeva, dan Cherry tampak terkejut. Mereka belum pernah melihat uang sebanyak itu bersamaan sebelumnya. Memang, jika ditotal, semua aliran keuangan organisasi Crimson Night dari dulu sampai sekarang melebihi itu. Namun, mereka belum melihat uang sebanyak itu dalam satu waktu.


Ciel sendiri mengerjap. Apa yang dia maksud sebenarnya 500 emas per orang, jadi total 1000 emas. Itu sudah sangat banyak untuk mempekerjakan seorang pembunuh profesional. Namun diberi banyak uang lebih, Ciel langsung memberi wajah seorang profesional.


“Kamu tidak akan banyak kehilangan, Pangeran Adler. Kamu atau orang-orangmu tidak perlu bergerak. Serahkan semuanya kepada kami.” Ciel memberi Adler senyum murni dan lembut.


“Namun, di antara orang-orang Pangeran Fenton, ada seorang iblis level 5 (awal). itu orang yang paling dia percaya, dan … aku tidak tahu apakah orang itu ikut atau tidak.”


“Kalau begitu, mudah. Bayar separuh terlebih dahulu. Setelah kami memulai serangan, kami akan kembali dengan hasil memuaskan. Mayat Pangeran Fenton dan beberapa orang penting di sisinya sebagai bukti.


Sedangkan sisanya. Kamu dapat yakin … mereka akan menghilang dengan bersih dari dunia ini.”


“Itu …” Adler memasang ekspresi rumit. “Kamu tidak perlu membawa tubuh Pangeran Fenton atau yang lain. Cukup bawakan aku pendant yang dimiliki oleh Pangeran Fenton sebagai bukti. Kekayaan lain, kalian bisa memilikinya. Lagipula … aku masih tidak tahan jika harus melihat wajah saudaraku sendiri.”


“...”


Okay. Entah kenapa, aku menjadi semakin menyukai orang ini karena mau memberiku banyak uang.


Ciel kemudian menepuk pundak Adler.


“Aku akan bertanya sekali lagi. Apakah kamu yakin dengan ini?”


“...”

__ADS_1


Melihat ke arah Ciel, Adler menunjukkan senyum pahit dan ekspresi tertekan. Meski dia memberi perintah, Adler masih memiliki rasa bersalah. Lagipula, Fenton masih kakak kandungnya. Bukan saudara tiri atau semacamnya.


“Selain membuat masalah dengan Kekaisaran Black Sun, Kak Fenton juga membuat masalah dengan dua kerajaan lain. Jika ini terus berlanjut …” Adler menggertakkan gigi.


Menyadari betapa konyolnya si Fenton, Ciel terdiam. Dia tidak tahu apa yang dipikirkan orang itu. Melawan North Duchy dari Kekaisaran Black Sun saja bisa membuat Kerajaan Blood Diamond dalam bahaya. Sekarang, orang itu bahkan membuat masalah dengan dua kerajaan lain.


Astaga. Bahkan jika bukan aku yang membunuhnya, akan ada orang lain, kan? Lebih baik membunuh orang itu untuk kebaikan dunia, kan?


Lalu … untuk masalah. Kekaisaran Black Sun menutup pintu, jadi Kerajaan Blood Diamond akan lebih mencurigai dua kerajaan lainnya.


Lempar batu sembunyi tangan? Sempurna!


Melihat Ciel yang diam cukup lama, Adler merasa kalau pemuda berambut perak itu sedang memikirkan masalah musuh level 5 (awal). Sedangkan Ryo yang sudah tahu seberapa kuat Ciel langsung curiga. Dia bisa menduga kalau pangeran yang agak error itu sedang memikirkan ide-ide berbahaya.


“Berikan saja koordinat atau rute yang akan dilalui rombongan Pangeran Fenton ketika menuju Kota Redstone. Untuk sisanya … serahkan kepada kami.”


Ciel memberi Adler senyum tulus dan mempesona, membuat pangeran dari Kerajaan Blood Diamond itu terpana.


“Tuan Gin … apakah kamu mau memperlimbangkan untuk bekerja untukku? Selain uang tahunan bisa dinegosiasikan, aku bisa mengangkatmu sebagai tangan kanan. Juga … aku bisa memberimu banyak kebebasan.”


Tawaran yang menarik. Namun bekerja untuk orang lain bukan gayaku. Selain itu … tunangan dan para calon selirku sudah menunggu di rumah. Jelas, aku menolak!


Ciel langsung menjawab dalam hati. Namun melihat ekspresi tulus Adler, dia masih menjawab sopan.


“Terima kasih atas tawaran anda, Pangeran Adler. Namun aku dan rekanku adalah seorang pengelana yang mengejar kebebasan dan kekuatan. Meski beberapa kali menjalankan misi, mendapat uang dan memperkuat diri …


Kami ingin melihat luasnya dunia ini!”


Ciel berkata dengan tegas dan penuh dengan keyakinan.


“Berkeliling dunia untuk melihat keindahannya, kah?” Membayangkan itu, Adler tersenyum lembut. “Itu pasti luar biasa. Aku pikir kalian adalah agen khusus dari Kekaisaran Black Sun, tetapi ternyata kalian hanya menerima misi dari Duke Flamehart, kan? Maaf, Tuan Gin … aku salah menilaimu.”


Tunggu … Pangeran Adler. Kamu memang salah menilainya. Namun apa yang salah adalah … orang itu adalah seorang pangeran yang suka mengurung diri, bahkan malas untuk pergi ke luar Istana!

__ADS_1


Melihat dunia yang luas dan indah? Omong kosong apa!


Ryo tercengang. Dia tidak bisa tidak mengutuk dalam hati. Namun orang itu juga mengagumi Ciel. Jika dia belum mengenal si Pangeran Sampah itu, dia pasti mengira Ciel serius untuk mengatakannya.


“Tuan … G-Gin!”


Orang dalam ruangan langsung memandang ke sumber suara. Mereka melihat Cherry menyela dengan ekspresi rumit di wajahnya.


“Ada apa, Cherry?” Ciel bertanya sopan.


“Maukah … maukah kamu membawaku ikut berpetualang? Aku juga ingin melihat dunia.” Cherry berkata dengan ekspresi malu dan ragu. Dia lalu berbisik pelan sampai-sampai hampir tidak ada yang mendengarnya. “Aku juga ingin di sisimu.”


Sebagai orang yang mendengar perkataan Cherry, Ciel tahu wanita itu jatuh hati dengannya. Bukannya itu buruk, bagi Ciel … itu sangat buruk. Dia merasa agak sial karena semua agak melenceng dari naskah yang dia buat.


Memasang ekspresi penuh penyesalan, Ciel tersenyum pahit sambil bergumam, “Cherry …”


“...” Ryo menatap ke arah Ciel dalam diam.


Ciel tersenyum pahit ketika menjelaskan.


“Dunia ini begitu luas. Bukan hanya itu ... dunia ini juga sangat berbahaya. Meski aku level 5 dan Xan berada di level 4, memasuki tempat-tempat asing untuk mencari keberuntungan masih sangat berbahaya. Sedangkan level 3 …” Ciel memasang ekspresi sedikit melankolis.


“Bukannya aku tidak ingin membawamu. Pertemuan kita … aku yakin itu juga takdir.” Ciel menambahkan sebelum mendekati Cherry dan menepuk pundak wanita itu dengan lembut. “Namun, setiap ada pertemuan … pasti ada perpisahan.”


“...”


Cherry menunduk. Air mata mengalir lembut melewati pipinya. Melihat ke arah Ciel dan Cherry, bahkan Pangeran Adler, Noct, dan Jeva merasa terharu. Saling mencintai, tetapi tidak bisa bersama karena jalan mereka yang berbeda. Itu adalah yang dipikirkan oleh orang-orang itu.


Sedangkan Ryo, dia terdiam sambil sesekali mengerjap. Merasakan suasana sedih dalam ruangan, Ryo merasa tertekan. Melihat ke arah Ciel, dia meraung dalam hati.


Oh, Kaisar Julius Yang Agung! Bunuh aku! Hamba ini sudah tidak tahan dengan acting keterlaluan putramu!


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2