Useless 8th Prince

Useless 8th Prince
Kenapa Ada Di Tempat Seperti Ini?


__ADS_3

“Jadi, kita akan berpisah di sini. Tenang saja, setelah sampai tujuan, sudah ada yang akan mengarahkan kalian. Pastikan hanya memberi surat itu kepada orang-orang di Kastil Black Lily.”


“Kami mengerti, Tuanku.”


Sehari setelah datangnya Baron Oakson, Ciel dan rombongan hendak pergi. Tidak hanya mereka, Ralph dan Catherine juga pergi dari desa itu. Mereka akan mengikuti Caravan menuju ke Kekaisaran Black Sun lalu pindah ke Wilayah Black Lily.


Untuk menghindari kecurigaan, Ciel menulis surat secara pribadi. Sedangkan badge, dia tidak akan memberikan badge miliknya bahkan kepada ksatria dalam divisi bayangan. Benda itu terlalu berharga dan tidak pantas dikeluarkan dengan mudah.


“Kalau begitu, kami pergi.”


“Semoga perjalanan anda aman dan menyenangkan, Tuanku.”


Sosok Ciel yang naik di punggung Black Wyvern naik ke angkasa. Pelican raksasa dengan tiga sosok di punggungnya juga menyusul kemudian. Di depan pandangan pasangan Ralph dan Catherine yang kagum, mereka pergi menghilang di antara awan.


Beberapa hari kemudian.


Ciel dan rombongan sudah melewati setengah Kerajaan Natrace, tidak akan lama lagi mereka akan sampai di sana. Masih memiliki cukup waktu, Ciel dan lainnya berpikir untuk mampir ke kota lain.


Siapa tahu … aku bisa menemukan beberapa permata kasar.


“Ada tempat yang cukup bagus di depan, Tuan. Karena sudah cukup lama terbang, bagaimana kalau beristirahat untuk makan siang sebentar di sana?”


Suara Clark terdengar di telinga. Ciel mengalihkan pandangan ke arah kadal bersayap itu. Dia sebenarnya cukup heran. Sangat tidak menyangka kalau Clark sangat berubah ketika keluar dari Wilayah Blackfield.


Si konyol ini … menjadi benar-benar bisa diandalkan? Haruskah aku terus mengajaknya keluar lain kali?


Mungkin saja, dia akan waras karena itu, kan?


Mengabaikan hatinya yang agak rumit, Ciel mengangguk dengan ekspresi tak acuh.


“Baik. Kita akan turun di depan. Istirahat untuk makan siang sebentar.”


“Kami mengerti, Pangeran Luciel.” Savian dan Ferel berkata bersamaan.


Setelah beberapa saat, sosok Black Wyvern dan Pelican raksasa turun di sebuah tanah kosong tepi sungai. Lokasinya cukup bagus untuk mendarat, yaitu sebuah bukit kecil yang ditumbuhi rumput tanpa ada pohon di sekitarnya.


Setelah mendarat, Ciel langsung memberi Deschia daging Demonic Beast mentah. Sementara Pelican raksasa, dia memberinya Demonic beast aquatik, macam-macam ikan untuk dia konsumsi.


Ciel memandang daerah sekitar. Karena berada di tengah hutan subur, pemandangan di sekitarnya benar-benar menyejukkan mata. Tampak puas dengan kondisi sekitar, pemuda itu diam-diam mengangguk.

__ADS_1


“Lokasinya cukup bagus. Untuk hari ini, kita bermalam di sini. Clark, cari tempat yang cocok untuk mendirikan tenda.” Ciel berkata santai.


“Baik, Tuan.” Clark berkata dengan ekspresi serius.


Sementara Clark dan dua orang lainnya mencari tempat yang cocok dan mulai mendirikan tenda, Ciel berkeliling di sekitar. Karena agak penasaran, dia mendekati sungai untuk melihat.


Sampai di tepi sungai, Ciel melihat sungai jernih dengan aliran yang tidak terlalu deras. Batu-batu dan tanah di dasar sungai terlihat. Sungai itu terbilang cukup dangkal. Melihat banyak batu besar, pemuda itu melompat dan naik ke salah satu batu.


Ciel kemudian duduk di atas batu. Mendengar suara aliran sungai, embusan udara yang membelai dedaunan, dan mencium aroma bunga serta tumbuhan yang kaya … pemuda itu memejamkan matanya. Tampak begitu menikmati alam di sekitarnya.


Ketenangan … ya, ketenangan seperti ini yang aku cari.


Pangeran ke-8 dari Kekaisaran Black Sun, Luciel Dawnbringer sebenarnya hanya ingin hidup tenang. Jika bukan karena statusnya sebagai pangeran, dia pasti memilih untuk tinggal di tempat terpencil untuk santai.


Sebenarnya, Ciel pernah berpikir untuk kabur dari Istana. Namun dia juga sangat mengenal orang tua atau kakeknya. Seorang pangeran yang hilang, jelas … daripada hidup santai, pemuda itu akan merasa menjadi buronan.


Jika memang meninggal dan jasadnya ditemukan, Istana Kekaisaran akan diam. Namun jika itu menghilang, masih memiliki kemungkinan hidup. Bahkan jika itu sampah seperti Ciel, mereka akan mencarinya.


Ya … bukan karena mereka baik. Itu karena hal-hal berbau harga diri, kebanggaan, atau semacamnya. Hal yang sama sekali tidak Ciel pedulikan.


Tapi kenapa? Kenapa aku harus hidup seperti ini! Aku harus segera menyelesaikan rencana jangka panjang!


Mencoba melupakan hal-hal rumit, Ciel yang membuka matanya menghela napas pendek.


“Sebaiknya, kita makan apa siang ini?” gumam Ciel.


Makanan kering atau BBQ, Ciel benar-benar sudah bosan dengan itu. Pada saat pemuda itu melamun, suara Clark terdengar.


“Kami sudah menyiapkan tendanya, Tuan.”


Melihat Clark, Savian, dan Ferel … pemuda itu mengangguk ringan. Berdiri lalu melompat ringan, Ciel kembali ke tepi sungai. Dia kemudian menuju ke depan tenda.


Pemuda itu lalu mengeluarkan beberapa benda seperti kursi pendek, sebuah paduan logam berbentuk balok kecil dengan banyak ukiran aneh, dan beberapa alat memasak. Ya, paduan logam itu adalah kompor portabel yang Ciel buat.


Dalam perjalanan sebelumnya ke Kerajaan Blood Diamond atau Kerajaan Silver Fang, Ciel tahu betapa kurang nyaman menggunakan api unggun untuk memasak. Panci yang penuh abu, kepulan asap yang membuat aroma makanan terkadang kurang sedap, dan sebagainya.


Ciel adalah tipe yang agak pilih-pilih, tetapi juga masih bisa mengurus dirinya sendiri.


“Kita akan makan sup ikan untuk siang ini. Udara segar seperti ini, kelihatannya cocok.”

__ADS_1


“Ya! Meski siang hari, karena agak dingin, pasti tetap enak. Anda pasti juga bosan dengan makanan kering tanpa kuah, Pangeran Ciel.” Ferel memuji.


“Saya akan menyerahkan semuanya kepada anda, Pangeran Luciel.” Savian mengangguk ringan.


“...” Clark tidak bicara, hanya menatap dengan ekspresi konyol.


Melihat tiga orang lainnya, sudut bibir Ciel berkedut. Dia menghela napas panjang. Dalam perjalanan ini, pemuda itu benar-benar harus menjadi koki dalam team.


Ciel tentu terpaksa melakukannya. Clark dan Ferel, ketika memasak, jika tidak beracun … itu bisa dianggap keberuntungan. Sedangkan Savian, karena hanya memiliki satu tangan, dia agak lambat bahkan dengan bantuan Ferel. Belum lagi, rasa masakannya agak … hambar.


Pemuda itu menyesal. Jika ada Ryo atau Julia seperti sebelumnya, dia kan makan enak tanpa banyak berpikir. Sementara sekarang, untuk makan enak, pemuda itu harus mengandalkan diri sendiri!


Beberapa waktu kemudian.


Sup ikan dalam panci telah matang. Aroma harum menyebar ke mana-mana, membuat tiga orang lainnya tanpa sadar menelan ludah. Tampak tidak sabar.


Ciel yang melihat mereka mendengus dingin. Namun, dia masih cukup bangga dengan masakannya yang tidak kalah dengan Koki Istana. Untuk memastikan hidup dengan baik, pemuda itu belajar agar bisa melakukan banyak hal sendiri.


“Tunggu sebentar.”


Ciel mematikan kompor lalu memasukkan sedikit potongan daun. Ketika benda itu masuk ke dalam panci, aroma menyegarkan langsung menyebar. Hal itu membuat yang lainnya benar-benar tidak bisa menahan diri.


“Makan siang telah siap,” ucap Ciel dengan nada tak acuh.


Pada saat itu, tiba-tiba terdengar suara gemerisik dari semak. Keempat orang itu langsung mengarahkan pandangan mereka ke sumber suara.


“Clark …”


Mendengar ucapan Ciel, Clark dengan tegas langsung mendekati semak. Setelahnya, sosok kadal bersayap itu benar-benar tertegun di tempat. Ciel dan dua orang lainnya langsung mendekat. Ketika melihat apa itu, mereka tampak agak heran.


“Ini … gadis kecil dari suku Centaur?” Ferel berkata heran.


Ciel yang melihat Centaur kecil itu tidak menjawab, tetapi merasa agak aneh.


Menurut peta, seharusnya tidak ada suku Centaur di sekitar sini, kan? Jadi …


Kenapa gadis kecil dari ras Centaur ada di tempat seperti ini?


>> Bersambung.

__ADS_1


__ADS_2