
Setelah menyesuaikan diri, Cherry kembali memainkan harpa di tangannya. Mencoba bertingkah seolah tidak ada yang terjadi sebelumnya. Wanita berambut pirang dan hitam yang melayani juga kembali menuangkan anggur meski wajah mereka belum pulih dari keterkejutan.
“Jika yang satu ini boleh tahu, informasi apa yang anda butuhkan, Tuan?”
Ciel menatap ke arah si pirang. Ekspresinya dingin, terlihat cukup serius.
“Crimson Night.” Ciel berkata lirih.
Mendengar nama Crimson Night disebutkan, Cherry yang memainkan harpa diam-diam melirik ke arah Ciel. Sementara kedua wanita pelayan menjadi gugup. Lagipula, nama itu menyebabkan teror dan tidak boleh disebutkan sembarangan dalam Kota Redstone.
Crimson Night memiliki banyak anggota dan sebagian besar dari mereka menyamar di antara rakyat. Orang-orang yang biasanya ingin tahu tentang mereka akan menghilang begitu saja seolah ditelan bumi. Membuat banyak orang ragu untuk menyebutkan nama organisasi itu.
Namun kedua orang ini berbeda … mereka berdua adalah iblis level 4.
Cherry menyipitkan matanya. Melihat kedua wanita yang tidak berani membicarakannya, dia menghentikan permainan harpa lalu berkata dengan lembut.
“Nama itu seperti sebuah kutukan, Tuanku. Dalam distrik perdagangan, perumahan warga menengah, dan pemukiman kumuh … kami tidak berani menyebutkan nama itu dengan asal.”
“Oh?” Ciel sedikit terkejut melihat ke arah Cherry. “Sepertinya Nona Cherry mengetahui lebih banyak hal tentang organisasi itu.”
Mata Ciel menyipit. Pemuda itu mengaktifkan skill Eye of The Lord dan menatap ke arah Cherry. Setelah itu, dia mengangkat sudut bibirnya. Tebakannya benar. Wanita itu tidak sederhana.
Iblis level 3 di sebuah Kerajaan seperti ini bisa dianggap tokoh kuat sekelas Count atau pemimpin kelompok tentara bayaran yang kuat.
Iblis level 3 yang menjadi penghibur di klub malam? Itu lucu.
“Saya sedikit mengetahuinya.”
“Kalau begitu bagaimana kalau kita memesan kamar lalu membahas harganya?” Ciel berkata santai.
Melihat wajah tampan Ciel yang tersenyum ke arahnya, jantung Cherry berdegup kencang. Menarik napas dalam-dalam dan mengembuskannya perlahan, dia menjadi lebih tenang. Wanita itu kemudian membalas dengan sopan.
“Maaf tuan, saya tidak menerima pesanan untuk layanan semacam itu.” Cherry menggeleng ringan. “Jika sedikit informasi tentang organisasi itu, mungkin kita bisa membahas harga di sini.”
“...”
Tidak berbicara, Ciel berdiri dari tempatnya lalu menghampiri Cherry. Benar-benar membuat wanita itu lebih gugup. Dia berhenti di depan Cherry lalu membungkuk dan berbisik pelan di telinganya.
“Mungkin aku juga bisa menyembuhkan kutukan itu.”
Mendengar bisikan itu, ekspresi terkejut tampak di wajah Cherry. Tubuhnya sedikit gemetar dan agak panik. Dia melirik ke arah Ciel yang menatapnya dengan ekspresi malu sekaligus takut.
__ADS_1
Cherry tampak ragu dan bimbang. Dia dengan lirih bertanya, “Apakah itu benar, Tuan?”
“Tergantung informasinya. Jika itu cocok, bukan hanya uang … aku yakin untuk menyembuhkan kutukan itu.” Sekali lagi Ciel berbisik ke telinga Cherry.
“...”
Setelah cukup lama diam, Cherry yang duduk di depan Ciel mendongak. Wanita itu kemudian membungkuk sopan tiga kali. Setelah itu, dia mengulurkan tangannya sebagai tanda penerimaan.
Ciel meraih tangan Cherry lalu membantu wanita cantik itu berdiri. Dia kembali berbisik ke telinga wanita itu.
“Aku tidak akan mengecewakanmu.”
“...”
Wajah Cherry terasa panas, rona merah muncul di pipinya. Dia menunduk dengan ekspresi malu.
Ciel menatap ke arah Ryo sebelum berkata, “Malam ini aku tinggal di sini. Setelah selesai makan dan minum, kamu bisa tinggal atau kembali, Xan.”
Melihat Ciel dan Cherry yang meninggalkan ruangan, Ryo tercengang. Melihat wajah wanita berambut pink yang malu, dia menebak apa yang terjadi. Sudut bibirnya berkedut, tidak bisa tidak mengutuk dalam hati.
Bukankah kita sedang dalam misi? Apa yang terjadi di sini? Kamu jelas datang untuk jajan! Sekali lagi kamu menipuku, Pangeran terkutuk!
“Bukankah itu Cherry? Setahuku dia tidak menerima pesanan untuk hal itu, kan?”
“Seharusnya begitu. Mungkin karena lawannya tampan dan harganya cocok, jadi dia mau?”
“Ya … ya … mungkin saja.”
“...”
Mendengar orang-orang berbisik, Ciel tampak tak acuh. Sedangkan Cherry, dia cemberut. Dia merasa marah dan tertekan. Wanita itu merasa pilihannya benar. Dia melakukannya karena terpaksa. Ya … Cherry merasa terpaksa.
Sampai di lantai atas, Ciel langsung menuju ke resepsionis dan berkata santai.
“Pesan kamar terbaik dan paling nyaman untuk satu malam.”
“Baik. Untuk rincian biayanya, Tuan.”
Ciel mengangguk. Setelah membayar, dia mendapat kunci kamar dan Cherry yang menunjukkan jalan menuju ruangan.
Tiba dan masuk ke dalam ruangan, Ciel melihat sebuah ranjang ukurang king berbentuk hati. Di atasnya banyak kelopak bunga mawar. Selain itu, ruangan tampak cukup redup dan kedap suara. Ditambah lilin aromatik, jelas tempat itu memang disiapkan untuk berperang habis-habisan.
__ADS_1
Setelah keduanya masuk ke dalam kamar, Ciel segera mengunci pintu. Dia kemudian menyuruh Cherry duduk di ranjang. Wanita itu menjadi penurut. Duduk di sana dengan tenang sambil menunduk malu.
“T-Tuan … ini adalah pertama kali untuk saya. Jadi, saya harap anda bisa menepati janji dan memperlakukan saya lebih lembut.”
“Seperti yang diharapkan. Bekerja di klub malam tetapi tidak kehilangan kesucian, anggota Crimson Night memang luar biasa, kan?”
Ketika Ciel mengekspos jati dirinya, ekspresi Cherry terkejut dan berubah menjadi serius. Sebelum dia bergerak, wanita itu merasakan sebuah pedang dingin yang hampir menusuk tenggorokannya. Suara Ciel yang dingin terdengar.
“Sepertinya aku tidak salah, Nona Cherry?”
“Apa yang anda inginkan? Jika itu lokasi persembunyian … bahkan jika anda menyiksa dan mumbunuhku, aku tidak akan mengatakannya.”
“Berbaring di sana dan jangan bergerak. Kamu tahu tidak bisa mengalahkanku, jadi menyerah.”
“...”
Cherry berbaring di atas ranjang sambil menatap Ciel dengan dingin. Dia terlihat seperti telah menyerah, tetapi dalam hati memiliki rencana lain. Jika Ciel benar-benar ingin menodai dirinya, wanita itu berencana menendang telur sampai pecah ketika lawan lengah lalu lari. Namun, semua berbeda dari yang dia bayangkan.
Ya. Itu berbeda karena Ciel sama sekali tidak bergerak ke arahnya dan tidak memiliki tatapan seperti binatang buas yang menginginkan daging. Ekspresinya tenang, tatapannya dingin dan dalam, membuat orang serasa tenggelam.
“Kalau begitu … mari kita mulai bisnisnya.”
Mendengar ucapan Ciel, Cherry agak linglung. Dia memiringkan kepalanya dengan ekspresi kosong.
“Bisnis?”
“Ya, bisnis. Aku menginginkan informasi, orang dari Crimson Night sepertimu seharusnya mengetahui banyak hal. Jadi tergantung informasi, aku akan membayar dengan sesuai.”
“...”
Cherry terdiam, tidak bisa berkata-kata. Seolah menyadari sesuatu, sudut bibir Ciel berkedut. Dia menatap wanita cantik itu lalu menggelengkan ringan.
“Maaf, aku sudah memiliki tunangan. Jika kamu ingin, aku bisa menawarkan rekanku sebelumnya sebagai gantinya.”
“...”
Cherry langsung memelototi Ciel dengan ekspresi penuh kebencian. Dia meraung dalam hati dengan kesal dan tidak puas.
Aku bukan wanita semacam itu!
>> Bersambung.
__ADS_1